arti fiksi

Arti Fiksi : Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, Unsur, Struktur, Contoh !

Arti Fiksi – Pengertian Fiksi adalah sebuah prosa naratif yang bersifat imajinasi atau karangan yang non-ilmiah dari penulis dan buku berdasarkan kenyataannya. Dengan kata lain, fiksi ini tidak terjadi di dunia nyata dan hanya berdasarkan imajinasi dan pemikiran seseorang.

Walaupun Fiksi hanyalah imajinasi penulis, namun fiksi yang tetap masuk akal dan bisa mengandung kebenaran yang bisa mendramatiskan hubungan-hubungan dengan antar manusia. Kata (Fiksi) berasal dari bahasa Inggris adalah (Fiction) yang mempunyai arti rekaan atau khayalan.

Ada beberapa jenis karya seni yang termasuk dalam tulisannya fiksi, diantaranya adalah :

  • Cerpen
  • Sinetron
  • Novel
  • Drama
  • Film Komedian
  • Telenovela
  • Dan Lain – lain

Pengertian Non-Fiksi adalah suatu tulisan yang isinya bukan tentang imajinasi atau rekaan penulisnya. Dengan kata lain, tulisan non-fiksi merupakan suatu karya seni yang sifatnya faktual, berdasrkan kenyataan dan mengandung kebenaran yang ada di dalamnya.

Pengertian Fiksi Menurut Para Ahli

arti fiksi
arti fiksi

Untuk bisa lebih memahami lebih dalam lagi tentang arti fiksi, kita dapat melihat pendapat para ahli berikut ini:

1. Krismarsanti

Menurut Krismarsanti pengertian fiksi merupakan karangan yang berisi cerita atau kisah yang dibuat berdasarkan khayalan dan imajinasinya pengarang.

2. Henny Guntur Tarigan

Menurut Guntur Tarigan arti fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi seorang penulis tersebut.

3. Thani Ahmad

Menurt Thani Ahmad arti fiksi merupakan cerita naratif yang timbul dari imajinasinya pengarang dan tidak memperdulikan fakta sejarahnya.

4. Semi

Menurut semi, arti fiksi adalah jenis narasi yang literer dan berupa cerita rakaan pengarang tidak memperdulikan realitasnya.

5. Burhan Nurgiyanto

Menurut Burhan Nurgiyanto pengertian fiksi adalah sebuah prosa naratif yang sifatnya imajiner, meskipun siftanya imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatiskan hubungan antara manusia.

6. Abrahams

Menurut Abrahams pengertian fiksi adalah karya naratif yang berisi tidak menyaran pada kebenaran sejarah tetapi suatu yang benar ada dan terjadi di dunia nyata sehingga kebenarannya pun bisa dapat dibuktikan dengan data yang empiris.

7. Rocky Gerung

Menurut Rocky Gerung pengertian fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu adalah baik, fiksi adalah fiction dan berbeda dengan fiktif. Telos berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti (akhir, tujuan atau sasaran).

Dalam agama fiksi adalah keyakinan seseorang. Dalam ilmu literasi fiktif adalah energi yang untuk mengaktifkan imajinasi seseorang.

8. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut KBBI adalah:

  • Cerita rakaan (roman, novel dan sebagainya).
  • Rekaan yang khayalan dan tidak berdasarkan kenyataan.
  • Pernyataannya yang hanya berdasarkan khayalan dan pikiran.

9. Wellek dan Werren

Pengertian fiksi menurut Wellek dan Werren adalah bangunan yang strukturnya yang koheren, dan tetap mempunyai tujuan yang estetis.

10. Alternbernd dan Lewis

Menurut Alternberdn dan Lewis, pengertian fiksi adalah menyajikan permasalahannya manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan.

Ciri – Ciri Fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Mengarah  pada pengertian fiksi yang  sudah kita bahas di atas, kita bisa mengenali sebuah karya fiksi dari karakteristiknya. Berikut ini ciri-ciri dari fiksi:

  1. Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau yang tidak mutlak.
  2. Fiksinya bersifat rekaan atau imajinasi dari pengarang.
  3. Karyanya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku.
  4. Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang sifatnya konotatif atau bukan sebenarnya.
  5. Dalam karya fiksinya terdapat pesan moral dan amanat tertentu.
  6. Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembacanya, bukan logikanya.

Fungsi Fiksi

arti fiksi
arti fiksi
  1. Fiksi sebenarnya merangsang pembaca untuk menghayati, mengenali, menganalisis, dan merumuskan nilai-nilai kemanusiaan.
  2. Mengembangkan nilai praktis dan memperbanyak nilai yang normatif dan nilai estetis. Nilai praktis akan diserap oleh fiksi menurut permasalahan yang realitas objektif dan dijadikan titik tolak penceritaannya. Nilai normatif dan nilai estetis ada dalam fiksi menurut hasil penalaran dan pengolahan kematangan intelektualnya dan visi pengarangnya.
  3. Medianya untuk menularkan pikiran yang kreatif, kemapanan visi, kepekaan rasa, dan kearifan pengarang terhadap si pembacanya.

Jenis- Jenis Fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Setelah memahami pengertian fiksi dan ciri-ciri maka kita juga dapat mengetahui apa saja jens karya sastra yang termasuk dalam fiksi tersebut. Berikut ini adalah jenis fiksi dalam karya sastranya:

1. Novel

Pengertian Novel adalah suatu karangan fiksi yang menceritakan tentang seorang tokoh utama dengan pro dan kontra yang ada didalam ceritanya, mulai dari awal cerita hingga akhir cerita novel yang memiliki klimaks atau ending.

2. Roman

Pengertian Roman adalah suatu karya fiksi yang menceritakan mengenai beberapa tokoh dalam alur cerita tersebut. Roman juga mengandung banyak hikmah di dalam ceritanya dan cenderung mengarah kepada cerita yang klasik.

3. Cerpen

Pengertian Cerpen adalah suatu karangan yang isinya jauh lebih sedikit ketimbang novel maupun roman. Namun, cerpen memiliki daya tarik yang tersendiri karena bisa menjadi pembelajaran awal bagi para penulis untuk membuat sebuah karya tulisan.

Baca Juga : Pengertian Cerpen

Contoh cerita fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Berdasarkan ciri-ciri dan jenis fiksi yang sudah dijelaskan di atas, berikut ini adalah beberapa tentang contoh cerita fiksi:

1. Contoh Fiksi Roman

Ada banyak sekali karya sastra yang bentuk roman. Selain itu juga, jenis-jenis Roman cukup banyak sekali, misalnya roman psikologis, roman petualang, roman percintaan dan lain-lain.

Berikut contoh karya sastra berbentuk Roman, yaitu:

  • Katak hendak jadi lembu (roman psikologis)
  • Gadis empat zaman (roman percintaan)
  • Si Dul anak Jakarta (roman anak dan remaja)
  • Neraka dunia (roman pendidikan)
  • Mencari pencuri anak perawan (roman kriminal dan detektif)

Contoh Fiksi Novel

arti fiksi
arti fiksi

Sama halnya dengan fiksi roman, karya sastra dalam bentuk novel ada banyak sekali saat ini dan mudah untuk dicari dan ditemukan di toko buku. Beberapa contoh tentang novel adalah:

  • Siti Nurbaya
  • Dilan 1990
  • Tenggelamnya kapal vander wick
  • Ketika cinta bertasbih

3. Contoh Fiksi Cerpen

Contoh cerita pendek atau di sebut (cerpen) sering kita temui di media cetak Indonesia, misalnya majalah dan koran. Beberapa judul tentang cerpen diantaranya adalah:

  • Oh mama oh papa
  • Cinta tak kunjung tiba

Struktur Cerita Fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Berikut ini adalah struktur dari cerita fiksi antara lain adalah:

1. Abstrak

Dibagian abstrak ini opsionalnya bisa ada dan bisa juga tidak ada. Pada bagian ini menjadi inti dari suatu teks cerita fiksi.

2. Orientasi

Dibagian orientasinya ini yang berisi mengenai sebuah pengenalan tema, latar belakang teman dan tokoh-tokoh dalam novel. Dietakkan dibagian awal dan menjadikan pembahasan dari teks cerita fiksi dalam novel tersebut.

3. Komplikasi

Dibagian komplikasi inilah klimaks dari sebuah teks cerita fiksi, kenapa ? karena pada bagian inilah akan muncul yang namanya permasalahan atau problem, kebanyakan komplikasi ini pada sebuah novel menjadi daya tarik dari si pembacanya.

4. Evaluasi

Pada bagian evaluasi ini didalamnya yang berisikan munculnya penjelasan tentang memecahkan suatu masalah yang dihadapinya.

5. Resolusi

Pada bagian resolusi ini adalah bagian yang ada didalamnya itu berisi pemecahan masalah dari masalah-masalah yang dihadapi oleh tokoh utama.

6. Koda (reorientasi)

Dibagian ini adalah didalam yang berisikan amanat dan pesan moral yang positif bisa kita ambil hikmahnya dari suatu naskah teks cerita fiksi tersebut.

Unsur Instrinsik cerita Fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Berikut ini adalah unsur instrinsik cerita fiksi:

  1. Tema
  2. Tokoh
  3. Alur atau Plot
  4. Konflik
  5. Amanat
  6. Latar
  7. Klimaks
  8. Sudut pandang
  9. Penokohan
  10. Logika
  11. Kesatuan
  12. Penafsiran
  13. Dan gaya

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

arti fiksi
arti fiksi

Menulis maupun membuat karya cerita fiksi memiliki tata cara untuk pembahasaan, karena dengan pembahasaan sendiri bisa mencerminkan bagus tidaknya suatu cerita dan juga letak kesenangan dari pembaca juga bisa di lihat dari bagus tidaknya kebahasaan dalam cerita fiksi.

1. Metafora

Metafora adalah perumpamaan yang sringkali dipakai untuk membandingkan sesuatu atau menggambarkan dengan langsung terhadap sifat yang sama.

2. Metonimia

Metonimia adalah gaya bahasa yang digunakan atau dipakai, kata-kata tertentu dipakai hanyalah sebagai pengganti kata yang sebenarnya, namun pemakaiannya itu hanyalah pada kata yang memiliki atau mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali.

3. Simile (persamaan)

Simile adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai pembandingan yang sifatnya eksplisit dengan maksud untuk menjelasakan sesuatu hal dengan hal yang lain. Contoh : laksanakan, bagaikan, serupa, semisal dan lain-lain.

Arti Fiksi

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *