ASMAUL HUSNA

ASMAUL HUSNA : NAMA, ARTI, PENGERTIAN

Asmaul Husna – Kata asmaul husna berasal dari bahasa arab yang merupakan gabungan dari kata Al-Asma’ (الأسماء) dan Al-Husna (الحسنى). Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir yang menjelaskan, Al-Asma’ merupakan bentuk jamak yang dari ism (اسم) yaitu sesuatu yang menunjukkan pada sebuah dzat.

Atau setiap lafadz yang dibentuk untuk menunjukkan sebuah makna yang jika ia tidak bersifat musytaq atau (pecahan dari kalimat yang lain). Kalau bersifat musytaq, ia dalah sifat.

Sedangkan untuk Al-Husna adalah bentuk masdar dari Al-Ahsan  (الأحسن) yang berarti baik dan bagus. Dengan demikian, Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang baik.

Menurut M. Ali Chasan Umar, pengertian dari Asmaul Husna adalah nama-nama Allah SWT yang agung dan yang terbaik, yang sesuai dengan sifat-sifat Allah SWT yang berjumlah 99 nama.

Dalam tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan (Nama adalah perkataan yang menunjukkan sesuatu dzat atau menunjukkan dzat dan sifatnya. Allah SWT mempunyai nama-nama dan semua namanya adalah nama yang baik. Serulah dia dengan nama-nama yang semuanya baik itu.

Ibnu Katsir menjelaskan, Asmaul Husna tidak hanya terbatas sampai bilangan sembilan puluh sembilan (99). Hal ini berdasrkan Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya.

(Tidak Sekali-sekali seseorang tertimpa kesusahan, tidak pula kesedihan, lalu ia menguncapkan doa berikut ini “yang artinya” : “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambamu, anak dari hambamu, anak dari hamba perempuanmu, ubun-ubun atau (roh)ku berada dalam genggaman kekuasaanmu, aku berada di dalam keputusanmu, keadilan belakaalh yang engkau tetapkan atas diriku.

Aku memohon kepada engkau dengan menyebut semua nama yang menjadi milikmu, yang engkau namakan dengan dirimu, atau yang engkau turunkan di dalam kitabmu atau yang engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukmu atau kau menyimpannya di dalam ilmu ghain di sisimu.

jadikannlah Al-Qur’an yang agung sebagai penghibur qalbuku, cahaya dadaku, pelenyap dukaku dan penghapus kesusahanku melainkan Allah SWT menghapus darinya kesusahan dan kesedihan serta mengantikannya dengan kegembiraan). (HR. Ahmad)

Asmaul husna merujuk kepada nama-nama, gelar, sebutan dan sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang baik dan indah. Istilah dari asmaul husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam surat Taha ayat 8 yang artinya:

(Dialah Allah SWT, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainka dia. Dia mempunyai asma’ul husna (nama-nama yang baik) Q.S Taha ayat 8).

Allah SWT juga berfirman dalam Q. S Al-Baqarah ayat 31 dan Al-A’raf ayat 180, sebagai berikut:

(Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudia Dia diperlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman: sebutkan kepadaku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar) Q. S Al-Baqarah ayat 31.

(Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-namanya. Meraka kelak akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan) Q. S Al-A’raf ayat 180.

Daftar Isi

NAMA NAMA DAN ARTI ASMAUL HUSNA

ASMAUL HUSNA
ASMAUL HUSNA

Berikut ini dalil dan penjelasan Asmaul Husna yang akan disarikan dari Asmaul Husna Lil Athfal “Syarah Singkat Asmaul Husna” karya dari Syaikh Musthafa Wahbah.

Dimulai dari nama yang paling agung dan menghimpun seluruh dan dan sifatnya Allah SWT. Setelah itu baru diuraikan 99 asmaul husnanya.

Nama ini hanya khusu untuk Allah SWT, tidak boleh dan tidak pernah dipakai oleh siapapun baik dari zaman jahiliyah sampai di masa Islam. Ini adalah nama yang paling agung dan paling banyak disebutkan di dalam Al-Quran yakni sampai 2698 kali.

Bahkan Al-Quran dibuka dengan nama ini, yaitu adalah bacaan basmalah. Bahkan dianjurkan untuk membaca basmalah dalam melakukan segala kebaikan apapun. Dengan menyebut nama Allah SWT, kita bisa mendapatkan keberkahan dan kekuatan.

Syaikh Musthafa Wahbah mengutip dari Hadist Rasulullah SAW bahwa jika seseorang ditimpa kesulitan dan kesedihan, hendaknya menyebut nama Allah, Allah adalah rabbku, aku tidak akan menyekutukannya dengan sesuatu apapun.

  1. Ar Rahman (الرحمن) Yang Maha Pengasih

Ar Rahman  (الرحمن)  yang artinya adalah Allah SWT mempunyai kasih dan sayang yang sangat luas sekali, muliputi dari seluruh makhluknya Allah SWT. Allah SWT mengasihi semua makhluknya dengan memberikan berbagai dengan kenikmatan.

Nama Ar Rahman  (الرحمن) sama seperti nama Allah, tidak boleh digunakan oleh seorang makhluk pun. Dan memang semua tidak ada yang bisa mengasihi dari seluruh makhluknya kecuali Allah SWT. Baik dalam keadaan beriman maupun kafir, semuanya akan mendapatkan rezeki dari Allah SWT.

Dalil nama Ar Rahman bisa kita lihat diantaranya ada di Q.S Thaha ayat 5, Q.S Al Mulk ayat 29, Q.S Ar Rahman ayat 1, dan Q.S Al Isra’ ayat 110. Tentunya ada juga di awal dari Al-Quran yakni bacaan basmalah.

  1. Ar Rahim (الرحيم) Yang Maha Penyayang

Ar Rahim ( الرحيم ) adalah nama bagi Dzat Allah dan merupakan salah satu sifat-Nya. Jika Ar Rahman adalah Maha Pengasih untuk semua makhluk Allah, sedangkan untuk Ar Rahim adalah Maha Penyayang untuk semua hambanya yang beriman.

Nama Ar Rahim disebutkan bersama nama Ar Rahman dalam 4 ayat, yaitu adalah Q. S Al Fatihah ayat 3, Q.S Al Baqarah ayat 163, Q.S Al Hasyr ayat 22 dan Q.S Fushilat ayat 2. Sedangkan untuk Ar Rahim bersama Allah SWT dan untuk Ar Rahman disebutkan sampai 114 kali mushaf yaitu basmalah.

  1. Al Malik (الملك) Yang Maha Merajai atau Memerintah

Al Malik (الملك)mempunyai arti Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu yang baik dalam hal untuk memerintah dan melarang. Al Malik juga mempunyai makna sesuatu. Segala sesuatu hanya butuh kepada Allah SWT sedangkan untuk Allah tidak akan butuh segala sesuatu.

Dalil dari nama Al Malik bisa kita lihat dalam Q.S Al Mukminun ayat 116, Q.S Al Hasyr ayat 23 dan Q.S Ali Imron ayat 26.

  1. Al Quddus (القدوس) Yang Maha Suci

Al Quddus (القدوس) mempunyai arti Allah Maha Suci dari segala sesuatu yang sifatnya kurang atau cacat. Al Quddus mempunyai makna kesempurnaan, terpuji dalam segala kebaikan dan keutamaan.

Al Quddus berasal dari kata Al Qudsu yang mempunyai arti kesucian. Masjid Al Aqsa disebut dengan sebutan Baitul Maqdis yang artinya masjid di sucikan dari segala dosanya. Malaikat Jibril disebut juga dengan Ruhul Qudus karena malaikat suci dari kesalahan terutamaan saat menyampaikan wahyu.

  1. As Salam (السلام) Yang Maha Memberi Kesejahteraan

As Salam mempunyai arti Allah SWT terbatas dari kekurangan, cacat dan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kesempurnaan dan keagungannya. Dengan nama ini, orang selalu berdzikir akan bisa merasakan rasa aman di dalam hatinya dan rasa ketenangan.

Asamul Husna yang kelima disebutkan dalam Q.S Al Hasyr ayat 23. Diantara doa dengan nama dari As-Salam yang sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, engkaulah dzat yang memberikan kesejahteraan. Kesejahteraan hanya berasal darimu. Wahai Dzat yang mempunyai kemuliaan dan keagungan, engkaulah yang memberikan keberkahan (HR. Muslim).

  1. Al Mu’min (المؤمن) Yang Maha Memberi Keamanan

Al Mu’min yang mempunyai arti Allah SWT adalah Dzat yang menjadi perlindungan dan tempat pelarian bagi orang yang merasakan ketakutan sehingga bisa mendapatkan keamanan. Nama ini adalah di sebutkan dalam Q.S Al Hasyr ayat 23.

Nama Al Mu’min sangat baik untuk dijadikan sebagai Dzikir orang yang sedang merasa ketakutan, karena dengan menyebutnya dengan sepenuh hati, Allah SWT akan memberikan rasa yang aman dari segala macam bahaya.

  1. Al Muhaimin (المهيمن) Yang Maha Pemelihara

Al Muhaimin artinya Allah SWT merupakan maha menyaksikan dan mengawasi seluruh makhluknya, yang berkuasa atas mereka dengan penuh dengan kekuasaan dan perhatian, yang memberikan mereka kehidupan dan rezekinya. Asmaul Husna ketujuh ini juga disebutkan dalam Q.S Al Hasyr ayat 23.

Khasiat atau keajaiban dari dzikir Al Mu’min adalah Allah SWT akan memelihara dirinya dari rezekinya dan urusannya.

  1. Al Aziz (العزيز) Yang Maha Perkasa

Al Aziz artinya Allah SWT adalah Dzat yang maha perkasa, yang tidak bisa dikalahkan oleh sesuatu apapun, Allah maha kuat dan mengalahkan segala sesuatu. Selain dalam Q.S Al Hasyr ayat 23, nama dari Al Aziz disebutkan juga dalam Q.S Ali Imran ayat 52, Q.S Fathir ayat 10 dan Q.S Al Mulk ayat 2.

Khasiat dan keajaiban dzikir dari Al Aziz adalah Allah SWT akan memberikan kekuasaan, kekuatan dan kewibawaan di hadapan manusia.

  1. Al Jabbar (الجبار) Yang Maha Kuasa

Al Jabbar artinya Allah SWT berkuasa untuk memaksakan kehendaknya kepada hambanya, berkuasa untuk memerintah dan melarang sehingga makhluk hanya bisa sami’na wa atha’na. Al Jabbar mempunyai makna yang kuat dan tahan sehingga tidak ada yang bisa berbuat keburukan dan membahayakannya.

Asmaul Husna yang ke sembilan disebutkan dalam Q.S Al Hasyr ayat 23.

  1. Al Mutakabbir (المتكبر) Yang Maha Besar

Al Mutakabbir artinya adalah Allah SWT dzat yang mempunyai kesombongan dan kebesaran. Keseombongan adalah pakaian Allah SWT yang tidak boleh dipakai oleh hambanya. Nama Al Mutakabbir juga mempunyai makna kebesaran hanyalah milik Allah SWT sehingga seluruh makhluk untuk tunduk kepadanya. Asmual Husna yang kesembilan adalah juga di sebutkan dalam Q.S Al Hasyr ayat 23.

  1. Al Kholiq (الخالق) Yang Maha Pencipta

Al Kholiq artinya adalah Allah SWT maha pencipta. Dialah yang menciptakan seluruh makhluknya dan seluruh alam semesta. Baik itu malaikat, jin, iblis, manusia dan hewan maupun tumuhan seluruhnya adalah ciptaan dari Allah SWT. Nama Al Kholiq disebutkan dalam Q.S Al Mukmin ayat 14 dan Q.S Fatir ayat 3.

  1. Al Baari’ (البارئ) Yang Maha Pembuat

Al Baari’ artinya adalah Allah SWT dzat yang membuat sesuatu dari ketiadaan. Dialah menciptakan dan membentuk sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dia kehendakinya. Asmaul Husna yang ke 12 difirmankan Allah SWT dalam Q.S Al Hasyr ayat 24 dan Q.S Al-Baqarah ayat 54.

  1. Al Mushowwir (المصور) Yang Maha Membentuk Rupa

Al Mushowwir artiny adalah Allah SWT menciptakan segala sesuatu dan tanpa membeda-bedakan mereka dari bentuknya yang masing-masing sesuai dengan kehendaknya. Nama Al Mushowwir tercantum pada Q.S Al Hasyr ayat 23 dan di isyaratkan dalam Q.S Al Infithar ayat 8 dan Q.S Ghafir ayat 64.

  1. Al Ghoffar (الغفار) Yang Maha Pengampun

Al Ghoffar berasal dari kata Al Ghafaru adalah menutupi. Arti dari Asmaul Husna yang ke 13 adalah Allah SWT senang dengan menutupi dosa hambanya dan akan mengabaikan kesalahan-kesalahan mereka yang sudah di perbuat.

Nama Al Ghoffar tercanum pada Q.S Az Zumar ayat 5 dan Q.S Shad ayat 66. Yang menyebut Asmaul Husna adalah sangat tepat untuk memohon apunan dan ditutupi aib-aib dari kita.

  1. Al Qohhar (القهار) Yang Maha Memaksa

Al Qohhar artinya adalah Allah SWT memiliki kekuasaan yang penuh dalam mengungguli dan memaksa orang yang berkuasa dan orang yang kuat. Semua yang akan diinginkan oleh Allah SWT pada hambanya pasti akan terjadi. Nama Al Qohhar tercantum pada Q.S Az Zumar ayat 4 dan Q.S Shad ayat 65.

  1. Al Wahhab (الوهاب) Yang Maha Pemberi Karunia

Al Wahhab artinya adalah Allah SWt maha pemberi karunia kepada semua hambanya. Tanpa dimintapun oleh makhluk dan tanpa meminta ibalan apapun kepada makhluk tersebut.

Allah SWT memberikan contoh 3 doa dengan menyebut nama Al Wahhab yaitu pada Q.S Shad ayat 35, Q.S Shad ayat 6 dan Q.S Ali Imran ayat 6. Baik memohon ampunan kepada Allah maupun kekuasaan dan karunia, Allah selalu mengajarkan agar kita semua menyebut asmaul husna yang ke 16.

  1. Ar Rozzaq (الرزاق) Yang Maha Pemberi Rezeki

Al Rozzaq artinya adalah Allah SWT adalah pemberi rezeki dan menyampaikan kepada hamba-hambanya. Nama Ar Rozzaq tercantum pada Q.S Adz Dzariyat ayat 58 dan Q.S Hud ayat ke 6. Dzikir dengan nama Ar Rozzaq sangat tepat sekali yang menginginkan untuk dimudahkan rezekinya dan dilancarkan rezeki oleh Allah SWT.

  1. Al Fattah (الفتاح) Yang Maha Pembuka Rahmat

Al Fattah artinya adalah Allah SWT membuka rahmat dan rezeki untuk diberikan kepada hamba-hambanya. Dia yang memisahkan halal dan haramnya serta menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah sehingga yang benar akan membawa kemanangan dan yang salah akan membawa kekalahan.

Asmaul Husna yang ke 18 ini yang tercantum dalam Q.S Fathir ayat ke 2, Q.S Saba’ ayat ke 26, Q.S Al A’raf ayat ke 89 dan 96. Ketika berdoa memintalah dibukakan rezekinya atau meminta kepada Allah keputusan yang baik dan sebutlah nama Al Fattah.

  1. Al ‘Alim (العليم) Yang Maha Mengetahui

Al ‘Alim artinya adalah Allah SWT maha mengetahui segala sesuatu, baik sebelum kejadian maupun sesuda itu ada. Tiada sesuatupun di bumi dan dilangit yang tidak di ketahui semua oleh Allah SWT. Nama Al Alim tercantum dalam Q.S Saba’ ayat yang ke 26, Q.S Al-Baqarah ayat ke 32 dan Q.S Al Hijr ayat 86.

  1. Al Qoobidh (القابض) Yang Maha Menyempitkan

Al Qoobidh artinya adalah tidak memberi dan menahan rezeki atau sejenisnya kepada hambanya dan juga mengandung makna yang mencabut nyawa ketika seorang hamb yang meninggal dunia. Al Qoobidh sering kali bersama dengan Al Basith yang merupakan dari kebalikannya. Misalkan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 245 dan Q.S Asy Syura ayat 27.

  1. Al Baasith (الباسط) Yang Maha Melapangkan

Kebalikannya dari Al Qoobidh, Al Basith artinya adalah melapangkan dan meluaskan rezeki kepada hambanya. Juga mengandung makna yang membentangkan nyawa kepada hambanya sehingga bisa mendapatkan kehidupan. Tercantum Q.S Al Baqarah ayat ke 245 dan Q.S Asy Syura ayat ke 27.

  1. Al Khoofidh (الخافض) Yang Maha Merendah

Al Khoofidh artinya adalah menurunkan kesombongan penguasa sehingga mereka bisa menjadi hina dan rendah. Juga bermakna merendahkan orang-orang kafir dengan memasukkan orang kafir kedalam nerakanya Allah SWT. Al Khoofidh juga di sebutkan bersama Ar Rafi’ sehingga jelas sekali bahwa Allah SWT meninggikan dan merendahkan siapa yang Allah kehendakinya. Diantaranya dalam Q.S Al-Waqiah ayat ke 3.

  1. Ar Roofi’ (الرافع) Yang Maha Meninggikan

Ar Roofi’ artinya adalah meninggikan walinya dan menolong mereka yang mau menghadapi musuh. Dan bermakna meninggikan derajat orang-orang yang dikehendakinya sebelum mereka di tinggikan kedalam surganya.

Nama Ar Rafi’ disebutkan di Q.S Al Mujadilah ayat ke 11, kadang juga disebutkan bersama Al Khoofid sehingga menjelaskan bahwa Allah SWT merendahkan dan meninggikan siapa yang Allah SWT dikehendaki. Misalkan dalam Q.S Al-Waqiah ayat ke 3.

  1. Al Mu’iz (المعز) Yang Maha Memuliakan

Al Muiz artinya adalah Allah SWT Maha Memuliakan sehingga hamba benar-benar menjadi mulia. Tentu meraka adalah orang-orang yang pasti berima kepada Allah SWT.

Sering kali Al Mu’iz disebutkan bersama al Mudzil sehingga jelas Allah akan memuliakan dan merendahkan siapa yang Allah kehendakinya. Diantaranya tercantum dalam Q.S Ali Imran ayat ke 26 dan kadang disebutkan yang tersendiri di dalam Q.S Fathir ayat ke 10.

  1. Al Mudzil (المذل) Yang Maha Menghina

Al Mudzil artinya adalah Allah SWT maha meninggikan sehingga orang yang dihinakan maka akan menjadi benar-benar hina.

Tentu mereka adalah orang-orang yang kafir dan orang yang memusuhinya. Seringkali Al Mudzil disebutkan bersama al Mu’iz sehingga jelas Allah akan merendahkan dan memuliakan siapa yang dikehendakinya. Diantaranya tercantum dalam Q.S Ali Imran ayat ke 26.

  1. As Sami’ (السميع) Yang Maha Mendengar

As Sami’ artinya adalah Allah Maha mendengar segala sesuatu, baik dari yang jelas dan yang pelan, baik yang terang-terangan dan yang rahasia.

Allah SWT maha mendengar segala doa hambanya dan mengabulkan doanya yang bersungguh-sungguh dan penuh harapan kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran, telah dicontohkan doa dengan menyebut nama As Sami’ supaya doanya dikabulkan dan diterima ibadahnya. Misalkan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 127.

  1. Al Bashir (البصير) Yang Maha Melihat

Al Bashir artinya adalah Allah SWT maha melihat dan menyaksikan segala sesuatu, baik dari yang tampak maupun yang tidak terlihat atau tersembunyi.

Tiada sesuatu pun yang baik dalam batu yang ada di perut bumi maupun di luar angkasa melainkan Allah Semua bisa melihatnya. Demikian juga suluruh amal perbuatan hambanya dan isi hatinya.

Al Bashir sering juga digandengkan deng As Sami’. Misalkan dalam Q.S Asy Syura ayat 11 dan Q.S Al Isra ayat ke 1. Dalam Al Quran juga dicontohkan doa dengan menyebut nama As Sami dan Al Bashir supaya dikabulkan dan ibadahnya di terima Allah SWT. Misal dalam Q.S Al-Baqarah ayat ke 127.

  1. Al Hakam (الحكم) Yang Maha Menetapkan

Al Hakam artinya adalah Allah akan menjadikan sesuatu yang rapi dan kuat. Al Hakam juga bisa berarti hakim yaitu adalah Allah SWT memutuskan sesuatu diantara para hambanya baik yang ada di dunia maupun yang ada di akhirat.

Al Hakam juga berarti Allah SWT yang menetapkan hukum dan tidak ada sesuatu pun yan bisa menyanggahnya. Dalam Al-Quran dalil dari Al Hakam bisa di lihat di Q.S Al An’am ayat je 114 dan Q.S Al Qashash ayat yang ke 70.

  1. Al ‘Adl (العدل) Yang Maha Adil

Al ‘Adl artinya adalah Allah SWT maha adil, hanya melakukan sesuatu yang pantas dan sudah seharusnya. Allah SWT menghukumi dengan kebenaran dan Allah tidak pernah melalukan dzalim kepada hambanya.

Allah SWT memerintahkan kita harus berbuat adil sebagaimana di dalam Q.S An Nahl ayat 90. Rasulullah SAW mencontohkan doa untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari kezhaliman dan untuk diberikan keadilan.

  1. Al Lathiif (اللطيف) Yang Maha Lembut

Al Lathiif yang artinya adalah Allah SWT sangatlah baik dan lembut perbuatannya. Allah sangat lembut kepada hambanya tanpa meraka ketahui dan menyediakan segala kebutuhan hambanya meskipun hambanya tidak menyadarinya.

Allah SWT sangat lembut kepada seluruh makhluknya dengan cara memberikan kehidupan dan diberikan rezeki. Sedang yang di akhirat, Allah SWT sangat lembut kepada hambanya yang beriman, tercantum dalam Q.S Yusuf ayat 100 dan Q.S Al An’am ayat ke 103.

  1. Al Khobir (الخبير) Yang Maha Mengetahui Rahasai

Al Khobir artinya adalah Allah SWT maha mengetahui hal yang terjadi pada masa lalu dan masa yang akan mendatang. Mengetahuinya hakikat sesuatu sebelumnya terjadi dan hakikatnya yang tersimpan dalam segala sesuatu hal. Nama dalam Al Khobir tercantum dalam Q.S Al An’am ayat ke 18 dan 103.

  1. Al Halim (الحليم) Yang Maha Penyantun

Al Halim artinya adalah Allah yang maha penyantun dan tidak terburu-buru dalam membalas meskipun berkuasa melakukannya. Al Halim merupakan Allah SWT tidak menahan rezeki atau buru-buru untuk mengazhab hambanya, karena kezhaliman dan kemaksiatan makhluknya meskipun dia yang berkuasa melakukan semua hal itu.

Nama Al Halim ada dalam Q.S Al-Baqarah dan Q.S Al Isra ayat ke 44. Rasulullah SAW mengajarkan menggunakan Asmaul Husna ini dalam doanya:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah SWT yang Maha Penyantun dan lagi Maha Mulia, Maha Suci bagi Allah rabb Arsy yang agung, segala puji bagi Allah SWT rabb semesta alam (HR. Ibnu Majah).

  1. Al ‘Adhiim (العظيم) Yang Maha Agung

Al ‘Adhiim artinya adalah Allah Yang Maha Agung, tiada yang melebihi keagungannya Allah SWT baik dalam wujud, dzat, kekuasaan, ilmu, pengaruh, perintah dan kebijaksanaannya. Dalam Al Quran, nama Al ‘Adhim di sebutkan di Q.S Al-Baqarah ayat 255 dan Surat Al-Waqiah ayat 96.

Ibnu Abbas meriwayatkan, jika Rasulullah SAW mendapatkan kesulitan, Rasulullah SAW berdoa dengan menyebut nama Al ‘Adhiim:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْعَظِيمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

  1. Al Ghofur (الغفور) Yang Maha Pengampun

Al Ghofur berasal dari kata Al Ghafru yang mempunyai arti menutupi. Menunjukkan Allah SWT sangat sering sekali mengampuni dan menutupi dosa-dosa hambanya yang sudah diperbuat.

Dali Al Ghofur pada Q.S Al Kahfi ayat 58, Q.S Al Hijr ayat 49 dan Q.S Taha ayat ke 82. Meminta ampunan kepada Allah SWT, dan bisa disertai dengan menyebut Asmaul Husna Al Ghofur.

  1. Asy Syakuur (الشكور) Yang Maha Menghargai

Asy Syakur artinya adalah Yang Maha Menghargai dan membalas semua kebaikan, Allah SWT memuji hamba-hamba pilihannya dan membalas setiap amal sekecip apapun. Nama Asy Syakur dalam Q.S Asy Syura ayat 23 dan Q.S Fathir ayat ke 34.

  1. Al ‘Ali (العلى) Yang Maha Tinggi

Al ‘Ali artinya adalah Allah yang memiliki derajat yang tinggi. Ketinggian dari dzatnya tidak akan terjangkau oleh kemampuan manusi. Nama Al ‘Ali disebutkan dalam Q.S Al Hajj ayat 62 dan Q.S Ghafir ayat yang ke 12.

  1. Al Kabir (الكبير) Yang Maha Besar

Al Kabir artinya adalah Allah SWT Yang Maha Besar dan Maha Tinggi dalam dzat, sifat dan perbuatannya. Sehingga sama sekali tidak menyerupai dengan makhluknya. Nama Al Kabir di sebutkan dalam Q.S An Nisa ayt ke 34 dan Q.S Luqman ayat ke 30.

  1. Al Hafidz (الحفيظ) Yang Maha Menjaga

Al Hafidz artinya adalah Allah SWT sangat kuat untuk menhaga yang ingi dijaganya. Allah SWT menjaga, melindungi, memelihara sesuatu yang Allah kehendakinya.

Nama Al Hafidz di sebutkan dalam Q.S Saba’ ayat 21, Q.S Yusuf ayat 64, dan Q.S Al Hijr ayat ke 9. Membaca nama dari Al Hafidz dan merenunginya maka akan mendapatan penjagaan dari Allah SWT.

  1. Al Muqit (المقيت) Yang Maha Pemberi Kecukupan

Al Muqit artinya adalah Allah SWT maha pemberi kecukupan dan menjamin rezekinya kepada hambanya. Nama Al Muqit dalam Al Quran disebutkan Q.S An Nisa’ ayat ke 85. Sebutlah nama Allah SWT al Muqit dalam doanya saat menginginkan untuk kecukupan, Insyaallah dia akan diberikan kecukupan.

  1. Al Hasib (الحسيب) Yang Maha Membuat Perhitungan

Al Hasib artinya adalah Allah SWT akan selalu mencukupi kebutuhan hambanya, juga menunjukkan Allah SWT akan menghitung semua amalan perbuatan manusia.

Dalam Al Quran, nama Al Hasib diantaranya dalam Q.S An Nisa’ ayat 6 dan ayat 86. Khasiat dari bacaan Al Hasib adalah Insyaallah akan selalu diberikan kecukupan perlindungan dari Allah.

  1. Al Jalil (الجليل) Yang Maha Mulia

Al Jalil artinya adalah Allah Maha Mulia dalam dzat dan sifatnya Allah SWT, sempurna dalam dzatnya dan sifatnya.

  1. Al Karim (الكريم) Yang Maha Pemurah

Al Karim artinya adalah Allah banyak memberi dan berbuat kebaikan tanpa diminta. Al Karim juga berarti memberi tanpa perhitungan, baik dalam haknya maupun tidak haknya.

  1. Ar Roqib (الرقيب) Yang Maha Mengawasi

Ar Roqib artinya adalah Allah SWT maha mengawasi, Allah tidak pernah lalai, selalu ada dan tidak pernah hilang, dan selalu mengetahui tentang ciptaannya.

  1. Al Mujib (المجيب) Yang Maha Mengabulkan

Al Mujib artinya adalah Allah maha mengabulkan doanya. Allah mengabulkan doa dan permohonan dari hambanya. Tidak ada doa yang diabaikan oleh Allah, menyebut doa dengan Ya Mujib atau Ya Mujib Sa’ilin maka Insyaallah memudahkan untuk terkabulnya permohonan dan doa kita.

  1. Al Waasi’ (الواسع) Yang Maha Luas

al Waasi’ artinya adalah Allah Maha Luas dan kekuasaanya tidak akan terbatas. Demikian pula dengan kekuatan, kemampuannya dan kerajaannya tidak terbatas.

  1. Al Hakim (الحكيم) Yang Maha Bijaksana

Al Hakim artinya Allah maha bijaksana, sangat tepat dalam mengukur dan sangat baik untuk mengatur, Allah SWT bersih dari segala perbuatan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan dan keagungannya.

  1. Al Wadud (الودود) Yang Maha Pencipta

Al Wadud artinya adalah Allah SWT mencintai hambanya yang taat kepada Allah dengan cara memberikan kasih sayang dan nikmat.

  1. Al Majid (المجيد) Yang Maha Mulia

Al Majid artinya adalah Allah sangat luas kemuliaanya, kedudukannya dan ketinggiannya.

  1. Al Ba’its (الباعث) Yang Maha Membangkitkan

Al Ba’its berasal dari kata Al Ba’tsu yang berarti membangunkan, menggugah, mengutus dan menghidupkan manusia setelah kematiannya.

Al Ba’its artinya adalah Allah SWT akan membangkitkan manusia setelah mereka sudah mati untuk dihisab dan memberi balasan diakhirat. Al Ba’its berarti Allah membangkitkan semangat hambanya. Sehingga bisa mengamalkan dzikir Al Ba’its akan bisa membangkitkan semangat.

  1. Asy Syahid (الشهيد) Yang Maha Menyaksikan

Asy Syahid artinya adalah Allah SWT akan mengawasi hambanya, melihat perbuatan hambanya, dan mendengarkan segala ucapanya hambanya. Tidak ada yang tersembunyi darinya.

  1. Al Haq (الحق) Yang Maha Benar

Al Haq artinya adalah Allah yang maha benar, keberdaannya tidak bisa diinginkari dan harus diakui. Al Haq juga berarti Allah ada tanpa permulaan sampai selamanya.

  1. Al Wakil (الوكيل) Yang Maha Memelihara

Al Wakil artinya adalah Allah yang maha memelihara, Allah lah yang berkuasa sekehendaknya karena kesempurnaan ilmunya dan kekuasaannya.

  1. Al Qowiy (القوى) Yang Maha Kuat

Al Qowiy artinya adalah Allah yang maha kuat. Kekuatan dan kekuasaannya Allah sempurna sehingga tidak ada satupun yang tidak bisa didapatkannya.

  1. Al Matin (المتين) Yang Maha Kokoh

al Matin artinya adalah Allah memiliki kekuatan yang besar, tidak bisa melemah karena apapun. Nama Al Matin berasal dari kata Al Matanah artinya kuat, erat, rapi dan padatnya sesuatu, seringkali Al Matin digandengkan denga Al Qowiy.

  1. Al Waliy (الولى) Yang Maha Melindungi

Al Waliy artinya adalah Allah melakukan seluruh urusan mkhluknya dan akan menjamin menyelesaikan semuanya.

  1. Al Hamid (الحميد) Yang Maha Terpuji

Al Hamid artinya adalah Allah berhak mendapatkan pujian dan pujaan karena Allah mempunyai dzat yang agung, kekuasaannya tiada tara dan sifatnya yang sempurna.

  1. Al Muhshi (المحصى) Yang Maha Menghitung

Al Muhshi artinya adalah Allah yang maha mengetahui sesuatu dengan geraknya dan diammnya. Al Muhsin berarti Allah maha menghitung, menulis perbuatannya, dan perkataan hambanya.

  1. Al Mubdi (المبدئ) Yang Maha Memulai

Al Mubdi artinya adalah Allah yang maha memulai. Yaitu memulai dari menciptakannya makhluk dari sebelumnya tidak ada menjadi ada.

  1. Al Mu’id (المعيد) Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

Al Mu’id artinya adalah Allah SWT yang maha mengembalikan kehidupan. Yaitu menghidupkan kembali makhluk yang setelah mati dan binasa.

  1. Al Muhyi (المحيى) Yang Maha Menghidupkan

Al Muhyi artiny adalah Allah yang maha menghidupkan. Allah yang memberikan kehidupan kepada makhluknya dengan cara meniupkan ruhnya.

  1. Al Mumit (المميت) Yang Maha Mematikan

Al Mumut artinya adalah Allah yang maha mematikan, Allah yang membuat makhluk menjadi mati setalah hidupnya dengan mengambi ruhnya.

  1. Al Hayyu (الحي) Yang Maha Hidup

Al Hayyu artinya adalah Allah yang maha hidup, Allah yang memiliki kehidupan yang abadi, tidak permulaan dan senantiasa abadi selamanya.

  1. Al Qoyyum (القيوم) Yang Maha Mandiri

Al Qoyyum artinya adalah Allah yang maha mandiri. Yaitu sangat besar sekali kepengurusannya kepada makhluknya.

  1. Al Wajid (الواجد) Yang Maha Penemu

Al Wajid artinya adalah Allah yang maha menemukan dan mengetahuinya. Allah SWT yang menemukan siapa saja yang dicari. Tidak ada satupun yang bisa mengahalanginya.

  1. Al Maajid (الماجد) Yang Maha Mulia

Al Maajid artinya adalah Allah yang maha mulia dan keluasan yang sempurna.

  1. Al Waahid (الواحد) Yang Maha Tunggal

Al Waahid artinya adalah Allah yang maha tunggal, hanya satu, tiada duanya dan tidak ada yang menyerupai Allah SWT

  1. Al Ahad (الاحد) Yang Maha Esa

Al Ahad artinya adalah Allah yang maha esa. Asmaul Husna yang ini di antaranya difirmakan dalam Q.S Al Iklas, kalimat ini pula yang menjadikan penguat Sahabat Bilal yang mempertahankan keimanan ketika disiksa oleh Umayyah Bin Khalaf.

  1. Ash Shomad (الصمد) Yang Maha Dibutuhkan

Ash Shomad artinya adalah Allah yang maha dibutuhkan, Allah dituju ketika makhluk yang membutuhkan sesuatu. Segala sesuatu butuh kepada Allah sedangkan Allah tidak butuh sesuatu apapun.

  1. Al Qoodir (القادر) Yang Maha Berkuasa

Al Qoodir artinya adalah Allah yang maha berkuasa. Allah yang memiliki kekuasaan yang penuh, tiada yang bisa mengalahkan dan menandinginya.

  1. Al Muqtadir (المقتدر) Yang Maha Berkuasa

Al Muqtadir artinya adalah Allah yang maha berkuasa. Allah menunjukkan bahwa kekuasaan Allah tidak permulaan dan tidak ada akhirnya.

  1. Al Muqaddim (المقدم) Yang Maha Mendahulukan

Al Muqaddim artinya adalah Allah yang maha mendahulukan siapapun yang Allah kehendaki. Sehingga segala sesuatu apapun tetap di urutannya. Termasuk mendahulukan satu kejadian dan perbuatan dari lainnya.

  1. Al Muakhir (المؤخر) Yang Maha Mengakhirkan

Al Muakhir artinya adalah Allah yang maha mengakhiri siapa pun yang Allah kehendakinya. Sehingga segala sesuatu tepat di urutannya. Termasuk mengakhiri satu kejadian atau perbuatan dari lainnya.

  1. Al Awwal (الأول) Yang Maha Awal

Al Awwal artinya adalah Allah yang maha awal. Allah tanpa didahului oleh sesuatu apa pun. Tidak ada satupun yang lebih dulu dari Allah.

  1. Al Akhir (الأخر) Yang Maha Akhir

Al Akhir artinya adalah Allah yang maha akhir. Allah kekal dan abadi selamanya, dan tidak ada akhirnya.

  1. Adh Dhahir (الظاهر) Yang Maha Nyata

Adh Dhahir artinya adalah Allah yang maha nyata. Tanda kekuasaan Allah dan kebesarannya yang demikian nyata dan terpampang di seluruh alam semesta.

  1. Al Bathin (الباطن) Yang Maha Ghaib

Al Bathin artinya adalah Allah yang maha ghaib. Allah tersembunyi dari penglihatan makhluknya dan tidak ada makhluk yang bisa mencapai penglihatannya.

  1. Al Waaliy (الوالي) Yang Maha Memerintah

Al Waaliy artinya adalah Allah yang maha memerintah segala sesuatu dan berkuasa atas mereka termasuk akan memerintahkan apa saja. Apa yang diperintahkannya harus dilaksanakan dan hukum harus di tegakkan.

  1. Al Muta’ali (المتعالي) Yang Maha Tinggi

Al Muta’ali artinya adalah Allah yang maha tinggi. Allah paling tinggi dan sempurna dalam ketinggiannya dan terbebas dari kekurangannya.

  1. Al Barr (البر) Yang Maha Penderma

Al Barr artinya adalah Allah yang maha penderma. Allah yang selalu sayang dan melimpahkan kebaikan kepada semua hambanya. Tidak ada satupun makhluk yang luput dari kebaikan Allah SWT.

  1. At Tawwab (التواب) Yang Maha Pemberi Taubat

At Tawwab artinya adalah Allah yang maha pemberi taubat. Bahwa Allah selalu menerima taubat hambanya dan memaafkan keselahan hambanya.

  1. Al Muntaqim (المنتقم) Yang Maha Penyiksa

Al Muntaqim artinya adalah Allah yang maha penyiksa. Allah akan menyiksa hambanya yang sudah durhaka kepadanya. Al Muntaqim menunjukkan bahwa Allah akan menyiksa kepada orang kafir yang sudah memusuhi Rasulnya.

  1. Al Afuw (العفو) Yang Maha Pemaaf

Al Afuw artinya adalah Allah yang maha pemaaf. Sengan cara ini Allah menghapus catatan keburukan seorang hambanya sehingga hambanya tidak dibalas dan tidak disiksa.

  1. Ar Rauf (الرؤوف) Yang Maha Pengasih

Ar Rauf artinya adalah Allah yang maha pengasih. Allah SWT sangat mengasihi kepada hambanyanya. Di dunia, Ar Rauf mengasihi dengan memberikan kenikmata kepada seluruh makhluknya. Namun untuk akhirat, Allah hanya mengasihi hambanya yang sudah beriman.

  1. Malikal Mulki (مالك الملك) Yang Maha Penguasa Alam Semesta

Allah SWT yang maha penguasa alam semesta, kekuasaanya meliputi langit dan bumi, sehingga seluruh kehendaknya akan terlaksanakan di alam semestanya.

  1. Dzul Jalali Wal Ikhram (ذو الجلال و الإكرام) Yang Maha Kebesaran dan Kemuliaan

Allah SWT yang maha pemilik kebesaran dan kemuliaan. Allah sempurna dalam dzatnya, perbuatannya dan sifatnya serta memberikan kepada semua hambanya.

  1. Al Muqsith (المقسط) Yang Maha Adil

Allah SWT yang maha adil dalam hal menghakimi. Allah yang menolong hambanya yang terzhalimi hingga bisa mendapatkan haknya kembali.

  1. Al Jami’ (الجامع) Yang Maha Mengumpulkan

Allah yang maha mengumpulkan. Yaitu adalah allah akan mengumpulkan seluruh hambanya yang ada di akhirat nanti. Mulai dari Nabi Adam As sampai manusia terakhir.

  1. Al Ghani (الغنى) Yang Maha Berkecukupan

Allah yang maha berkecukupan. Allah cukup dengan dzatnya sehingga Allah tidak membutuhkan yang lain.

  1. Al Mughni (المغنى) Yang Maha Memberi Kekayaan

Al Mugni artinya Allah yang maha memberi kekayaan. Dia akan memberikan kekayaan kepada siapaun yang Allah kehendakinya dengan besaran yang tertentu sebagaimana Allah dikehendakinya.

  1. Al Maani’ (المانع) Yang Maha Mencegah

Al Maani’ artinya adalah Allah yang maha mencegah. Allah akan menahan dan mencegah bahaya dan musibah bagi orang-orang yang dikehendakinya.

  1. Adh Dharr (الضار) Yang Maha Memberi Derita

Adh Dharr artinya adalah Allah yang maha memberi derita bagi orang-orang sudah durhaka kepadanya. Penderitaan dan bahaya dari Allah SWT yang tidak bisa dicegah oleh siapapun.

  1. An Nafi’ (النافع) Yang Maha Memberi Manfaat

An Nafi’ artinya adalah Allah yang maha memberi manfaat bagi orang-orang yang Allah dikehendakinya. Siapapun yang diberi manfaat oleh Allah SWT. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menghalanginya.

  1. An Nur (النور) Yang Maha Bercahaya

An Nur artinya adalah Allah yang maha bercahaya. Allah terang dengan sendirinya dan menerangi semua makhluknya. An Nur juga berarti Allah yang menampakkan sesuatu yang dikehendakinya. Nama An Nur dalam Al Quran dalam Q.S An Nur ayat 35 dan ayat 40.

  1. Al Hadi (الهادئ) Yang Maha Memberi Petunjuk

Al hadi artinya adalah Allah yang maha memberikan petunjuk kedalam hati orang yang beriman. Sehingga mereka yang Allah kehendakinya bisa mengetahui dan mengikuti kebenarannya.

  1. Al Badi’ (البديع) Yang Maha Pencipta

Al Badi’ artinya adalah Allah yang maha pencipta. Tidak ada satupun yang bisa menandinginya dan menyamainya baik dalam sifat, dzatnya dan perbuatan. Nama Al Badi’ bisa di lihat dalam Q.S Al-Baqarah ayat ke 117 dan Q.S Al-An’am ayat ke 101.

  1. Al Baqi’ (الباقي) Yang Maha Kekal

Al Baqi’ artinya adalah Allah yang maha kekal. Allah tidak akan binasa dan tidak akan mati. Allah akan abadi selamanya. Nama Al Baqi’ diantaranya bisa di lihat di Q.S Ar-Rahman ayat ke 27.

  1. Al Warits (الوارث) Yang Maha Pewaris

Al Warist artinya adalah Allah yang maha pewaris. Yaitu segala sesuati ciptaanya dan akan kebali kepadanya. Nama Al Warist bisa di lihat dalam Q.S Al Hijr ayat ke 23 dan Q.S Maryam ayat ke 40.

  1. Ar Rasyid (الرشيد) Yang Maha Menunjukkan

Ar Rasyid artinya adalah Allah yang maha menunjukkan. Allah yang menunjukkan kepada hambanya yang dikehendakinya sehingga mereka bisa beriman dan mengikut petunjuknya.

Nama dari Ar Rasyid menunjukkan bahwa orang yang sedang mencari kebenaran haruslah selalu bergantung kepada Allah SWT dan meminta kepada Allah. Sebagai mana dalam Q.S Kahfi ayat ke 10.

  1. Ash Shabur (الصبور) Yang Maha Sabar

Ash Shabur artinya adalah Allah yang maha sabar. Allah tidak terpengaruh dengan terjadinya banyak kemaksiatan sehingga langsung menghukumnya. Allah SWT justru menahan dan menyimpan hukumannya untuk memberikan kesepatan hambanya untuk bertaubat dan mengakui kesalahannya. Dalil dari Ash Shabur bisa di lihat dalam Q.S An Nahl ayat ke 127 dan Q.S Al Kahfi ayat 28.

HIKMAH DZIKIR ASMAUL HUSNA

ASMAUL HUSNA
ASMAUL HUSNA
  • Untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Untuk mencukupi segala kebutuhan yang ada di dunia.
  • Untuk pertahanan dan keselamatan.
  • Untuk kesejahteraan keturunan dan kelapangan rezki.
  • Untuk ketenangan jiwa dan kesehatan rohani dan jasmani.

KEUTAMAAN ASMAUL HUSNA

ASMAUL HUSNA
ASMAUL HUSNA
  1. Dikabulkan Doanya

Penulis dari fiqih islam wa adillatuhu itu juga menjelaskan, seorang hambanya mesti berdoa kepada Allah SWT dengan nama-namanya dan tidak boleh menyeru Allah kecuali dengan nama-namanya yang baik.

Berdoa dengan menyebut Asmaul Husna, baik secara keseluruhannya atau disesuaikan dengan konteks doanya, membawa keutamaan dari dikabulkan doanya:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya: Hanya milik Allah SWT asmaul husna, maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaul husna itu (Q.S Al A’raf ayat 180).

  1. Dianjurkan untuk Mempelajarinya

Dalam tafsir Ibnu Katsir mengetengahkan Hadist tentang doa dengan Asmaul Husna. Lalu seorang sahabat bertanya : wahai Rasulullah SAW, apakah kami boleh untuk mempelajarinya ?

Rasulullah SAW lantas bersabda:

بَلَى يَنْبَغِى لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا

Artinya: Benar, dianjurkan bagi setiap orang yang mendengarkan asmaul husna untuk mempelajarinya (HR. Ahmad)

  1. Masuk surga

Siapa yang menghafal dan merenungi asmaul husna, maka akan masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمَا مِائَةً إِلاَّ وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya : sesungguhnya Allah SWT mempunyai 99 nama asmaul husna. Seratus kurang satu. Siapa yang menghafalkan ia akan masuk surga (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian tadi adalah ulasan dari Asmaul Husna, Nama Nama Asmaul Husna, arti Asmaul Husna serta dalil dan hikmahnya, semoga dengan kita sering membaca atau berdzikir kepada Allah dengan menggunakan Nama nama asmaul husna bisa menambah dan mempertbal keimanan kita. AMIN

Asmaul Husna

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *