Cara Membuat Plastisin

Cara Membuat Plastisin – bermain plastisin tentu sangat menyenangkan, khususnya bagi anak – anak, namun hal ini juga berdampak pada pengeluaran orang tua untuk membelinya.

Memang bagi kalangan masyarakat menengah atas hal ini bukan menjadi persoalan, namun bagi masyarakat menengah kebawah hal ini cukup menjadi perhatian.

Bagi anda yang tidak ingin membeli plastisin atau playdough secara terus – menerus, anda dapat mencoba cara membuat plastisin yang mudah serta aman bagi si kecil.

Plastisin merupakan semacam lilin mainan yang dapat dibentu sesuka hati oleh anak – anak. Menurut penelitian bermain plastisin juga mampu meningkatkan daya motorik dan imajinasi anak, mengasah kemampuan analisisnya, sampai melatih problem solving sejak dini.

Plastisin hampir mirip dengan dempul yang terbuat dari petroleum jelly, garam kalsium, dan asam alifatik.

Didesain bermacam warna – warni tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk anak – anak. Saat ini merek – merek plastisin komersial berlebel SNI yang beredar di pasaran, umumnya tidak mengandung bahan beracun yang tinggi sehingga aman dan tidak berbahaya untuk kesehatan anak.

Meskipun demikian, sebagai orang tua tentu harus mengawasi dan pastikan anak tidak memakan atau memasukkannya ke dalam mulut, untuk menghindari tersedak atau sakit perut.

Sejarah Plastisin

Cara Membuat Plastisin

Seorang guru seni di Bath, Inggris bernama Willian Harbutt merumuskan plastisin pada tahun 1897. Berawal dari keinginannya yaitu mengiginkan tanah liat yang tidak mengering untuk siswa patungnya.

Kemudian Harbutt menciptakan tanah liat yang memiliki sifat steril, tidak beracun, lunak, dan lunak yang tidak kering saat terkena udara.

Berkat dari hasil temuannya tersebut Harbutt menerima hak paten pada tahun 1899 dan mulai memproduksi secara komersial di sebuah pabrik di Bathampton tahun 1900.

Plastisin pada awalnya berwarna abu – abu, seiring perkembangannya warna – warna mulai dikembangkan dan beragam.

Plastisin populer dan diterima di kalangan anak – anak, banyak digunakan di berbagai sekolah untuk mengajar seni dan telah menemukan banyak kegunaan lain seperti cetakan gips untuk plester, dan plastik.

Plastisin tersusun dari 65% agen bulking (terutama gipsum), 10% lanolin, 10% asam sitrat, 10% petroleum jelly, dan 5% kapur. Itu tidak dapat dikeraskan dengan menembak, meleleh saat panas, dan mudah terbakar suhu yang lebih tinggi.

Pada tahun 1915 Harbutt mematenkan formulasi yang berbeda, yakni dengan menambahkan serat wol untuk memberikan plastisin komposisi yang lebih kuat, yang dimaksud bertujuan untuk penyumbat telinga dan sebagai pembalut steril pada luka atau luka bakar.

Perusahannya juga memasarkan plastisin sebagai mainan anak – anak dengan membuat kit modeling sesuai dengan karakter dari cerita anak, seperti Mr. Men, Noddy dan Paddington Bear.

Pabrik pertama hancur terbakar, kemudian menggantinya dengan bangunan modern hingga tahun 1983, setelahnya dipindahkan ke Thailand.

Perusahaan Colorform merupakan pemegang lisensi utama Amerika untuk plastisin dari 1979 hingga tahun1984. Penggunaan senyawa kapur berbeda menyebabkan ikonsistensi produk serta versi AS dianggap lebih rendah dibanding dengan campuran asli.

Bluebird Toys plc mengakuisisi plastisin melalui pemberian Peter Pan, perusahaan induk Harbutt. Kemudian dibeli oleh Mattel dan dijual kepada Humbrol ltd, yang terkenal dengan cat modelnya dan pemilik merek kit model Airfix.

Flair Leisure melisensi merek tersebut dari Humbrol tahun 2005 dan mulai memproduksi  plastisin kembali.

Baca Juga : Macam – Macam Kerajinan Bahan Lunak

Cara Membuat Plastisin dari Tepung Kanji

Cara Membuat Plastisin

Tepung tapioka atau tepung kanji merupakan tepung pati yang diekstrak dari umbi singkong. Tepung ini memliki sifat yang mirip dengan tepung sagu, oleh karena itu penggunaan keduanya bisa dipertukarkan.

Kata tapioka berasal dari bahasa Portugis, yaitu tapioca. Terbuat dari pati ubi kayu terutama terkumpul di dalam sel–sel umbi akar singkong.

Untuk mengekstraknya, umbi singkong dikupas terlebih dahulu, dicuci dan diparut, kemudian dibilas lagi dicampur dengan air lalu diperas.

Butir–butir patinya keluar dan terbawa oleh air, setelah melalui proses penyaringan untuk memisahkan sisa –sisa ampas, air yang bercampur dengan pati singkong kemudian didiamkan sehingga patinya akan mengendap di bagian bawah.

Setelah mengendap airnya dibuang dan hasil endapannya di jemur sampai kering menjadi tepung. Tepung tapioka dapat dibuat secara manual dalam industri kecil atau rumahan dan juga bisa dengan proses mekanis pada industri besar seperti pabrik

Tepung kanji juga dapat dibuat dari gaplek, namun membutuhkan proses tambahan yakni proses bleaching (pemucatan) yang dapat dilakukan dengan cara sulfitasi, agar tercipta tepung kanji yang berwarna putih, bersih, dan mempunyai cita rasa yang baik.

Tepung kanji memiliki banyak kandungan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh terutama karbohidrat, dengan kadar rendah protein, sodium, dan lemak jenuh.

Tepung tapioka atau tepung kanji ini memiliki beragam manfaat terutama sebagai bahan dasar berbagai makanan, bahan perekat, minuman tradisional, dan bahan plastisin, yang akan kita bahas kali ini.

Berikut cara membuat plastisin dari tepung tapioka yaitu :

  • Bahan

2 gelas tepung tapioka

1 gelas air

1 gelas garam dapur halus

2 sendok makan minyak goring

Pewarna makanan

  • Langkah – langkah membuatnya

Campurkan tepung dan garam dalam baskom, aduk hingga rata.

Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan terasa halus dan sesuai dengan tekstur.

Tambahkan minyak goreng secukupnya agar adonan tidak lengket, bagi menjadi beberapa bagian dan tambahkan pewarna untuk membuat tampilannya lebih menarik, setelah tercampur merata plastisin siap digunakan.

Cara Membuat Plastisin dari Sabun dan Tepung

Cara Membuat Plastisin

 

Palstisin dapat dibuat dengan berbagai cara dan dengan berbagai bahan pula tentunya, adapun cara membuat plastisin dari sabun dan tepung sebagai berikut :

Peralatan dan bahan yang dibutuhkan

  • Tepung terigu
  • Sabung batangan atau sabun mandi usahakan berwarna putih 1 buah
  • Pewarna makanan
  • Parutan
  • Baskom
  • Air
  • Sendok

Langkah – langkah dalam membuatnya

  • Parutlah sabun dengan alat parut
  • Setelah dihasilkan parutan sabun kecil – kecil, masukkan ke dalam wadah lalu campur dengan air, leburlah sabun dengan cara meremas – remasnya.
  • Kemudian tambahkan tepung dalam adonan tersebut dengan perbandingan sabun terhadap tepung kurang lebih 1 : 2
  • Aduklah semua adonan hingga tercampur semuanya, tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan terasa pas dengan tingkat kelembekan yang sesuai.
  • Dan jangan lupa tambahkan pewarna makanan beberapa tetes dalam adonan, untuk mempercantik tampilan adonan dan lebih menarik untuk anak – anak.

Catatan : jika adonan terlalu lembek, maka kebanyakan air silahkan tambahkan tepung, dan jika adonan tampak getas atau mudah retak, maka kebanyakan sabun silahkan tambahkan tepung dan air.

  • Setelah pewarna tercampur rata dan adonan terasa pas dengen kelembutan yang sempurna, maka plastisin siap digunakan dengan aman, karena terbuat dari bahan makanan dan harum serta anti kuman, karena menggandung sabun.

Cara Membuat Plastisin dari Tepung Maizena

Cara Membuat Plastisin

 

Banyak orang yang mengira tepung maizena sama dengan tepung tapioka, meski sekilas terlihat sama, namun memiliki perbedaan antara keduanya.

Perbedaan tersebut terletak pada bahan baku yang digunakan,  tepung maizena terbuat dari jagung sedangkan tepung tapioka terbuat dari umbi singkong.

Tepung maizena jarang digunakan sebagai bahan utama dalam membuat olahan makanan. Biasanya digunakan sebagai campuran dalam membuat olahan makanan agar lebih kenyal, seperti capcay, fla dan yang lainnya.

Warna tepung maizena cenderung berwarna kekuning – kuningan, sesuai dengan bahan dasar yang digunakan yaitu jagung. Dibandingkan jenis tepung yang lain, tepung maizena memiliki warna yang pucat.

Jika boleh memberi testimoni, sebenarnya plastisin yang terbuat dari bahan tepung maizena inilah yang memiliki kualitas paling bagus diantara yang lain. Selain memiliki tekstur yang lembut, adonan dari tepung maizena sangat mudah dibentuk dan jika diwarnai akan terlihat lebih hidup.

Nah, berikut adalah langkah – langkah membuat plastisin dari tepung maizena yaitu :

Peralatan dan Bahan

  • Baskom
  • Panci
  • Sendok
  • Ayakan
  • 30 gram tepung maizena (merk apa saja banyaknya tergantung dengan keperluan)
  • 30 gram tepung tapioka
  • 30 gram tepung beras
  • 60 gram lem putih (bisa menggunakan lem kayu atau jenis lem yang lain)
  • Bubuk benzoat (pengawet roti secukupnya)
  • Pewarna makanan
  • Air (secukupnya)

Langkah – langkah membuat plastisin

  • Ambil baskom berukuran sedang, lalu campur semua bahan tepung hingga rata.
  • Gunakan ayakan untuk memisahkan tepung dari kotoran dan juga agar tekstur adonan menjadi lebih lembut.
  • Selanjutnya masukkan bubuk benzoat dan lem ke dalam adonan tepung, aduk hingga bahan tercampur rata.
  • Jika adonan terlalu lembek maka bisa ditambahkan tepung maizena ke dalam adonan, dan jika terlalu keras, maka bisa menambahkan lem putih ke dalam adonan tersebut hingga terasa pas dan sesuai.
  • Campur semua adonan hingga tekstur adonan menjadi kalis, tambahkan pewarna makanan untuk menambah tampilan plastisin agar lebih menarik, uleni hingga tercampur rata dan plastisin siap untuk digunakan.

Baca Juga : Kerajinan Bahan Keras

Cara Membuat Plastisin dari Lilin

Cara Membuat Plastisin

Lilin yang terkenal selain sebagai penerangan khususnya dalam keadaan darurat seperti mati lampu, juga dapat digunakan membuat berbagai karya kerajinan, salah satunya yaitu plastisin.

Berikut adalah cara membuat plastisin dari lilin yaitu :

Bahan

  • Tepung
  • Garam
  • Krim tartar
  • Minyak goreng atau minyak sayur
  • Pewarna makanan
  • Lilin
  • Air

Langkah – langkah membuat plastisin dari lilin

  • Tuangkan adonan tepung dan bahan kering ke dalam wadah besar.
  • Tambahkan garam dan krim tartar ke dalam adonan tepung, aduk hingga merata menggunakan sendok.
  • Tambahkan minyak goreng secukupnya agar adonan tidak lengket, dan air secukupnya.
  • Parut lilin atau hancurkan lilin kemudian tambahkan ke dalam adonan tersebut.
  • Selanjutnya, tambahkan pewarna makanan ke dalam adonan, aduk hingga tercampur rata.
  • Uleni adonan hingga terasa kalis, jika sudah tercampur semua dan tekstur sudah pas plastisin siap untuk digunakan.

Cara Membuat Plastisin yang Tahan Lama

Cara Membuat Plastisin

Sebenarnya cara membuat plastisin agar tahan lama sama halnya dengan membuat plastisin pada umumnya.

Namun, ada beberapa tips bahan yang harus digunakan agar plastisin dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah kering.

Bahan – bahan tersebut seperti menambahkan adonan plastisin dengan terigu, cuka, garam, dan minyak, kemudian tambahkan air sedikit – sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata dan adonan menjadi kalis.

Jika adonan terlalu lembek, dapat ditambahkan dengan tepung maizena. Dan yang menjadi kunci utama agar plastisin dapat bertahan lama, yakni proses penyimpanan.

Adonan plastisin yang tidak digunakan dapat disimpan dalam ruangan yang kedap udara dan tertutup, karena dapat membuat plastisin tetap lebut dan bisa digunakan kapan saja serta masih mudah untuk dibentuk.

Cara Membuat Plastisin Menjadi Lembut

Cara Membuat Plastisin

Jika plastisin mengering, maka akan menjadi keras, pecah – pecah, dan sulit untuk dibentuk. Sebenarnya bahan – bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu  menggunakan air, garam, dan tepung.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk membuat plastisin yang telah mengeras menjadi lembut kembali, diantaranya yaitu :

  • Menambahkan air ke dalam adonan

Masukkan plastisin ke dalam wadah, kemudian masukkan setetes air ke dalamnya. Lakukan secara perlahan dan jangan mencelupkan adonan secara langsung, lakukan setetes demi setetes untuk mengisi celah – celahnya agar adonan menjadi lembut kembali.

Sambil meneteskan air, gunakan jari – jari untuk menggabungkan air dengan adonan dan mencampurkan agar adonan menyatu dengan air.

Cara Membuat Plastisin Agar Keras

Cara Membuat Plastisin

Sebenarnya plastisin dibuat dimaksudkan untuk tidak dikeringkan ataupun dikeraskan. Ada beberapa Plastisin yang mengandung tanah liat dan minyak. Kandungan minyak inilah yang membuat plastisin tidak bisa untuk dikeraskan.

Apabila plastisin dimasukkan ke dalam oven, seperti halnya kerajinan dari bahan tanah liat, maka plastisin akan menjadi genangan atau mencair.

Plastisin diciptakan agar dapat diolah tangan dengan mudah, dan dapat dibentuk sesuai dengan keinginan. Kemudian akan dihancurkan kembali untuk dicetak menjadi bentuk yang lainnya.

Akan tetapi, jika anda memiliki plastisin yang telah dibentuk menjadi karya kerajinan dan ingin mengeraskannya, berikut adalah langkah – langkah yang bisa dilakukan diantaranya yaitu :

  • Identifikasi jenis plastisin yang digunakan

Jenis – jenis plastisin biasa antara lain tanah liat polimer atau tanah yang dikeraskan dengan oven, tanah liat untuk seni adiluhung, dan tanah liat yang dapat mengeras dengan sendirinya.

Karena jenis tanah liat sangat mempengaruhi cara pembentukan model, oleh sebab itu anda harus mengetahuinya terlebih dahulu sebelum memulai sebuah proyek.

  1. Tanah liat polimer secara teknis tidak mengandung unsur tanah liat, namun mengandung polimer yang menyerupai dengan PVC, dengan tambahan cairan untuk membuatnya lebih mudah dibentuk, dan akan mengeras jika dioven dalam suhu rendah.
  2. Tanah liat yang dapat mengeras sendiri, tanah liat ini tidak seperti plastisin yang terbuat dari .
  3. minyak atau lilin, jenis ini berbahan dasar air.

Anda hanya membentuknya lalu diamkan maka akan mengeras dengan sendirinya dalam beberapa hari.

  1. Tanah liat untuk seni adiluhung hampir mirip dengan tanah liat yang dapat mengeras sendiri, namun bedanya tanah ini terbuat dari kualitas yang lebih tinggi dan ditambahkan dengan air.
  • Panggang atau panaskan di dalam oven

Panaskan tanah liat polimer dan jenis tanah liat yang dapat dikeraskan didalam oven. Biasanya tanah liat polimer dapat dikeraskan pada suhu 1290 C hingga 1350 C selama 15 menit.

Jika sudak mengeras keluarkan dan pindahkan ke tempat lain hingga suhunya turun.

Baca Juga : Kerajinan Dari Lilin

Keunggulan dan Kelemahan Media Plastisin

Cara Membuat Plastisin

Keunggulan media plastisin dalam proses pembelajaran anak disekolah atau di sanggar kerajinan diantaranya yaitu :

  • Anak memiliki keterampilan ruang dan daya pikir untuk berimajinasi yang baik. Seperti membuat miniatur rumah, mobil, pohon, hewan, dan yang lainya, yang dikemas dalam sebuah cerita didalam ruangan.
  • Menantang keterampilan tangan pada anak. Media plastisin pada awalnya tanpa bentuk, kemudian anak dituntut untuk mengembangkan daya pikir dan kreatifitas untuk membentuknya menjadi sesuatu sesuai dengan imajinasi mereka dan melatih keterampilan tangan.
  • Membentuk kepercayaan diri pada anak.
  • Media plastisin merupakan bahan lunak yang tidak berbahaya dan aman untuk anak – anak.

Kelemahan media plastisin

  • Dalam proses pembuatan karya kerajinan berbahan dasar plasitisin, harus selalu dengan pengawasan guru pembimbing ataupun orang tua. Karena bisa saja anak tersebut memasukkan plastisin ke dalam mulut mereka.
  • Apabila jumlah anak didik banyak, maka sekolah harus menyediakan plastisin yang sesuai dengan jumlah mereka, dan terkadang ada sekolah yang tidak mempunyai dana dalam pengadaan plastisin tersebut karena harga yang cukup mahal.

Itulah cara membuat plastisin yang mudah dan hemat biaya. Bagaimana sudah ada gambaran tentang bagaimana cara membuat plastisin ? cukup mudah dan simpel bukan, dijamin jika anda mengikuti dengan baik langkah – langkah tersebut, pasti akan berhasil membuat plastisin.

Semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda, mohon maaf jika ada kata – kata atau tulisan yang kurang dipahami.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply