Contoh Landasan Teori

Contoh Landasan Teori – Landasan teori adalah suatu konsep atau proposisi yang disusun secara sistematis mengenai variabel yang ada di dalam sebuah penelitian. Landasan teori menjadi dasar yang kuat dari penelitian yang akan anda lakukan. Pentingnya landasan teori itulah yang kemudian menyebabkan penulisan landasan teori menjadi hal yang sulit.

Namun anda tidak perlu khawatir, karena dalam pembahasan kali ini kami akan menjelaskan kepada anda cara untuk dapat menulis dan membuat landasan teori serta diikuti dengan beberapa contoh landasan teori.

Cara Membuat Landasan Teori

Cara Membuat Landasan Teori

Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan saat anda akan membuat landasan teori, di antaranya adalah:

  1. Cantumkan semua nama teori yang diambil
  2. Tuliskan tempat dan tanggal
  3. Berikan uraian ilmiah dari landasan teori tersebut
  4. Cantumkan teori yang berkaitan dan berhubungan dengan topik utama yang sedang dibahas pada karya tulis tersebut.

Fungsi Landasan Teori dalam Karya Tulis

Dalam karya tulis diperlukan adanya teori yang menjadi landasan atau acuan dalam melakukan penelitian tersebut. Kegunaan adanya landasan teori pada karya tulis adalah:

  1. Landasan teori dapat mengklasifikasikan ruang lingkup penelitian dan memfokuskan kita terhadap variabel yang akan diteliti kembali
  2. Landasan teori digunakan sebagai panduan yang didasarkan oleh fakta untuk kemudian dapat memimpin anda untuk membuat hipotesis

Landasan teori dapai digunakan sebagai kontrol dalam penelitian untuk membahas dan menganalisis hasil dari penelitian yang sudah dilakukan sehingga dapat membuat pemecahan masalah dan juga saran baik bagi permasalahan maupun bagi penelitian lanjutan.

Contoh Landasan Teori Penelitian Pemurnian Etanol dengan Proses Adsorpsi

Contoh Landasan Teori Penelitian Pemurnian Etanol dengan Proses Adsorpsi

Sebagai contoh, kami akan melampirkan landasan teori dari penelitian mengenai pemurnian etanol dengan menggunakan proses adsorpsi (menjerapan).

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Landasan Teori

2.1.1. Pemurnian Etanol

Etanol dapat dipisahkan dari campurannya melalui dua tahap untuk bisa mendapatkan etanol yang hasilnya lebih baik (yang kadarnya lebih tinggi). Metode konvensional dengan dua tahap proses distilasi campuran menjadi etanol 95,6% berat pada konsentrasi azeotrop. Dilanjutkan dengan distilasi azeotrop dengan pelarut sebagai komponen ketiga yang dibolehkan untuk recovery etanol (Tanaka dan Otten, 1986).

Komponen ketiga yang dimaksud sebelumnya antara lain sikloheksana, etilen glikol, gliserin, benzene, dietil eter pentana, dan bensin. Benzen atau bensin dipakai sebagai pelarut apabila produk etanol 100% akan digunakan sebagai bahan bakar (Widayat, 2002).

Adanya sebagian air dari campuran etanol dan air yang teradsorpsi akan menyebabkan komposisi larutan etanol berubah dan mengakibatkan beberapa sifat fisik berubah. Sifat fisik yang dimungkinkan akan berubah karena adanya perubahan komposisi antara lain massa jenis dan indeks bias, menjadikan kedua parameter ini dapat dijadikan tolok ukur terjadinya perubahan komposisi (Sitanggang et al., 2014).

2.1.2. Metode Pemisahan

Pemisahan dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu pemisahan yang dilakukan dengan menggunakan reaksi kimia dan juga pemisahan yang dilakukan secara mekanik serta pemisahan yang didasari oleh operasi difusional.

Pada pemisahan menggunakan reaksi kimia, pemisahan dapat dilakukan dengan menambahkan suatu senyawa tertentu yang menyebaban terjadinya reaksi kimia yang kemudian akan memisahkan senyawa tersebut.

Pemisahan yang dilakukan secara mekanik sering kali dilakukan dan di aplikasikan pada industri secara luas. Sebagai contohnya yaitu sedimentasi, filtrasi dan lain lain. Ada beberapa hal yang menjadi dasar pemisahan secara mekanik, di antaranya adalah:

  1. Pemisahan yang disebabkan oleh gaya gravitasi
  2. Pemisahan yang disebabkan oleh gaya sentrifugal
  3. Pemisahan yang disebabkan oleh beda kecepatan jatuh
  4. Pemisahan yang disebabkan oleh beda tekanan

Pemisahan yang didasari oleh operasi diffusional di antara lain adalah:

  1. Evaporasi yang merupakan metode pemisahan dengan menggunakan proses penguapan terhadap senyawa untuk dapat memperoleh zat terlarut (misalnya garam). Evaporasi dilakukan dengan berdasarkan prinsip perbedaan titik didih diantara zat terlarut dan juga zat pelarut
  2. Distilasi yaitu metode pemisahan yang digunakan untuk mendapatkan hasil berwujud cair dimana sebelumnya tercampur dengan zat yang memiliki titik didih yang berbeda. Prinsip yang digunakan pada proses pemisahan ini adalah perbedaan titik didih dimana senyawa yang titik didihnya lebih rendah akan lebih dahulu menguap
  3. Kristalisasi yang merupakan salah satu metode pemisahan dengan tujuan untuk mendapatkan zat padat yang terlarut di dalam suatu senyawa berbentuk larutan. Kristalisasi menggunakan prinsip perbedaan titik beku dan kelarutan bahan
  4. Kromatografi adalah metode pemisahan yang dilakukan berdasarkan perbedaan kecepatan rambat pelarut di dalam suatu lapisan tertentu dengan menggunakan prinsip daya adsorpsi oleh bahan penyerap
  5. Koagulasi merupakan proses pemisahan suatu campuran dimana suatu zat penggumpal atau koagulan ditambahkan ke dalam suatu senyawa yang kemudian akan menyebabkan berbagai partikel dengan ukuran kecil akan bergabung dang menghasilkan partikel dengan ukuran yang lebih besar
  6. Adsoprsi merupakan metode pemisahan suatu zat pengotor yang dilakukan dengan menarik zat pengotor tersebut menggunakan bahan menjerap padat sehingga zat pengotor akan menempel pada permukaan zat padat

2.1.3. Adsorpsi

Adsorpsidapat diartikan sebagai suatu peristiwa terkontaknya partikel padatan dan juga partikel cairan pada kondisi tertentu sehingga kemudian sebagian cairan terserap di permukaan padatan dan konsentrasi cairan yang tidak terserap tidak mengalami perubahan (Brown, 1950).

Adsorpsi juga dapat diartikan sebagai proses pemisahan antara beberapa senyawa yang dilakukan dimana komponen berpindah dari fase fluida kepada permukaan zat padat yang digunakan untuk menjerap atau disebut sebagai adsorben.

Prinsip difusi berlaku pada proses adsorpsi. Proses adsorpsi dilakukan terhadap pemurnian etanol pada awalnya dilakukan pada sekitar tahun 1930 menggunakan adsorben anorganik. Prosedur adsorpsiso dengan menggunakan adsorben anorganik ini sudah digunakan menjadi standar teknik laboratorium selama kurang lebih 50 tahun.

Dalam perkembangannya, penggunaan adsorben anorganik diganti dengan menggunakan adsorben organik seperti gula, biji jagung, tepung jagung dan juga sisa – sisa dari jagung. Penggunaan adsorben organik ini tenyata memberikan hasil yang baik dan sama baiknya jika menggunakan adsorben anorganik seperti NaOH dan juga CaSO.

Proses adsorpsi dapat dibagi menjadi dua jenis, di antaranya adalah:

  1. Adsorpsi fisik, berhubungan dengan gaya Van der Waals yang adalah proses daya tarik menarik di antara zat adsorbat dengan adsorben lebih besar jika dibandingkan dengan daya Tarik menarik di antara zat telarut atau adsorbat dengan pelarutnya
  2. Adsorpsi kimia yaitu reaksi kimia yang terjadi di antara zat terlarut atau adsorbat dengan padatan.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses adsoprsi, di antara lain adalah:

  1. Luas permukaan adsorben

Jika permukaan adsorben semakin besar, maka akan semakin banyak pula adsorbat (senyawa yang diserap) yang akan teradsoprsi pada situs aktif adsorben. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan berat adsorben yang sama namun diameter yang lebih kecil akan menyebabkan lebih besarnya luas permukaan.

  1. Ukuran molekul adsorbat

Molekul adsorbat (senyawa yang diserap) akan mempengaruhi proses adsoprsi. Semakin besar molekul adsorbat akan menyebabkan lebih mudahnya adsorbat tersebut untuk teradsorpsi jika dibandingkan dengan molekul adsorbat yang lebih kecil.

  1. Suhu terjadinya proses adsorpsi

Proses adsorpsi adalah suatu proses kinetika atau studi mengenai pengaruh suatu gaya pada suatu gerak, dimana suhu menjadi faktor penting dan juga dapat mempengaruhi kecepatan dari proses itu sendiri.

  1. Konsentrasi adsorbat

Semakin tinggi konsentrasi adsorbat maka gaya dorong yang dihasilkan molekul adsorbat tersebut untuk masuk ke dalam adsorben akan menjadi lebih besar.

  1. Kondisi pH

Terjadinya ionisasi ion hidrogen dipengaruhi oleh kondisi pH. Pada pH rendah atau asam, asam organik akan lebih mudah untuk teradsorpsi atau terjerap. Sedangkan pada pH tinggi atau basa, senyawa basa organik akan lebih mudah untuk teradsorpsi.

Baca Juga : Contoh Kesimpulan

Contoh Landasan Teori Makalah

Contoh Landasan Teori Makalah

Pada landasan teori ini, kami akan memberikan anda contoh landasan teori mengenai sistem informasi.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Definisi Sistem

Ada beberapa definisi sistem yang disampaikan oleh pada ahli, di antaranya adalah:

  1. Sistem menurut mustakini (2009) dapat di definisikan menggunakan pendekatan komponen dan juga pendekatan prosedur, dapat di definisikan bahwa sistem adalah kumpulan dari beberapa macam prosedur dengan tujuan tertentu
  2. Mokijat mendefinisikan sistem sebagai segala sesuatu yang terdiri dari banyak objek, unsur atau komponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lain dan kemudian membentuk suatu pengolahan tertentu
  3. Tata Sutabri menyatakan bahwa sistem secara sederhana dapat diartikan atau di definisikan sebagai satu himpunan dari unsur, variabel atau komponen yang saling berinteraksi, terorganisir, terpadu dan saling tergantung satu sama lain

2.2. Karakteristik yang Dimiliki Oleh Sistem

Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh sistem antara lain adalah:

  1. Sistem memiliki komponen atau dengan kata lain subsistem

Komponen yang terdapat pada sistem bisa saja berupa suatu subsistem. Satu subsistem memiliki sifat tertentu dan menjalankan suatu fungsi tertentu yang akan mempengaruhi sistem secara garis besar dan keseluruhan

  1. Sistem mempunyai batas

Sistem tentu saja memiliki suatu batas atau boundary yang membuat ruang lingkup sistem itu sendiri. Batas atau boundary ini ada untuk dapat membatasi ruang lingkup satu sistem dengan sistem lainnya atau lingkungan luar sistem. Sistem harus dibatasi dari lingkungan luar sistem karena ada kemungkinan akan menyebabkan kerugian untuk sistem tersebut

  1. Sistem memiliki lingkungan luar

Segala sesuatu yang ada di luar ruang lingkup atau yang sudah dibatasi dari sistem yang dapat memberikan pengaruh baik atau pun pengaruh buruk disebut juga dengan lingkungan luar.

  1. Sistem memiliki penghubung

Penghubung adalah hal yang menghubungkan sistem dengan semua subsistemnya. Penghubung atau interface membuat segala sumber daya dapat berpindah dari satu subsistem kepada satu subsistem lainnya. Dengan adanya penghubung ini, sistem akan membentuk suatu integrasi dan saling terhubung satu sama lain

  1. Sistem memiliki tujuan

Suatu sistem pasti memiliki tujuan atau sasaran. Karena jika tidak, keberadaan sistem menjadi tidak berguna. Sistem selalu memiliki sasaran atau tujuan yang memiliki sifat deterministic. Sistem dapat dikatakan berhasil apabila tujuan atau sasaran yang diinginkan dan direncanakan sudah tercapai.

2.3. Klasifikasi Sistem

Sistem adalah integrasi dari beberapa komponen dan memiliki sasaran atau tujuan yang berbeda untuk setiap hal yang terjadi di dalam sistem itu sendiri. Sistem dapat dikalsifikasikan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Sistem fisik dan sistem abstrak

Sistem fisik dapat diartikan sebagai sistem yang ada wujudnya atau secara fisik. Contohnya adalah sistem produksi, sistem penjualan, sistem komputer, dan beberapa sistem lainnya. Sistem abstrak berkebalikannya yaitu merupakan sistem yang tidak memiliki bentuk fisik dan hanya berupa ide atau pikiran misalnya sistem agama, dan sistem teologis.

  1. Sistem buatan manusia dan sistem alamiah

Sistem buatan manusia adalah sistem yang memiliki interaksi antara mesin dan juga manusia atau bisa disebut juga human machine sistem sebagai contohnya adalah sistem informasi dengan basis komputer. Sedangkan sistem alamiah adalah sistem yang terjadi secara alamiah dan tidak dibuat oleh manusia, contohnya sistem pergantian musim.

  1. Sistem determinasi dan sistem probobalistik

Sistem determinasi adalah sistem yang berkaitan dengan tingkah laku yang dapat diprediksi, contohnya adalah sistem komputer. Sistem komputer dapat diperkirakan mengenai tingkah lakunya berdasarkan program yang sudah diterapkan pada sistem komputer tersebut. Sistem probabilistic adalah sistem yang tidak dapat diprediksi di masa depan.

  1. Sistem terbuka dan sistem tertutup

Sistem terbuka adalah sistem yang bekerja dan berhubungan dengan lingkungan luar atau lingkungan sekitar sistem tersebut. Sedangkan sistem tertutup adalah sistem yang tidak memiliki hubungan juga tidak akan terpengaruh oleh lingkungan luar.

2.4. Definisi data

  1. Data yang di definisikan oleh Yakub merupakan sumber dari informasi. Data yang merupakan deskripsi yang menggambarkan suatu kejadian dapat berbentuk baik teks, audio, video, atau juga gambar.
  2. Tata Sutabri mendefinisikan data sebagai bahan mentah yang dapat diproses untuk kemudian disajikan sebagai informasi
  3. Data menurut The Liang Gie adalah suatu peristiwa, hal atau apapun yang memiliki pengetahuan untuk dapat dijadikan dasar yang menyusun keterangan, kesimpulan, atau dapat dijadikan sebagai penetap keputusan.

2..5. Definisi Informasi

Informasi adalah data yang kemudian diolah menjadi sesuatu yang dapat digunakan oleh pemakainya, baik digunakan sebagai sumber pengambilan keputusan ataupun untuk membuat keterangan.

2.5.1. Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya yaitu akurasi, relevansi, dan juga tepat waktu.

  1. Akurasi

Keakuratan suatu informasi menjadi penting karena informasi tersebut akan disebarluaskan dan tidak akan menyebabkan bias atau menyesatkan baik untuk sumber atau pemberi informasi maupun untuk penerima informasi.

Suatu informasi dapat menjadi tidak akurat jika sumber dari informasi tersebut mengalami kesalahan atau gangguan, atau dapat juga adanya kesengajaan sehingga kemudian dapat mengubah dan merusak data yang dijadikan informasi.

  1. Relevansi

Kualitas suatu informasi dapat dilihat dari relevansi informasi tersebut dengan penerima dan pemakainya. Jika informasi yang diberikan bermanfaat atau dalam hal ini relevan bagi penerima dan pemakainya, informasi tersebut dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik dan tinggi.

  1. Tepat waktu

Informasi yang dihasilkan dari proses pengolahan data tidak boleh datang terlambat karena tidak akan memiliki kualitas yang baik. Jika informasi datang terlambat dan tidak tepat waktu, ada kemungkinan bahwa informasi tersebut sudah tidak benar.

Informasi menjadi sumber atau landasan dalam pengambilan keputusan, maka ketepatan waktu dari informasi menjadi hal yang penting dan fatal.

Contoh Landasan Teori Karya Ilmiah

Contoh Landasan Teori Karya Ilmiah

Adapun untuk stuktur penulisan dari landasan teori dalam karya seni tulis ilmiah yang biasanya dibuat untuk penawaran solusi atas permasalahan yang terjadi. Senantiasa menyusun definisi umum atas rumusan sebuah masalah yang diajukannya.

Dalam hal ini misalkan saja permasalahan tentang Sampah dan Pengolahannya. Maka landasan teori yang dibuat sebagai berikut ini :

  • Sampah

Sampah padar menurut US. EnvironmentalProtectionAgencyTahun 2001 mendefinisikan sebagai semua sampah, sludge dari instalasi pengolahan air limbah, instalasi pengolahan air atau fasilitas pengaturan polusi udara serta semua material yang dibuang dalam bentuk cair, padat semisolid ataupun mengandung gas baik itu dari aktivitas industri, pertambangan, komersial masyarakat dan pertanian.

Menurut Kementrian Lingkungan Hidup RI “2008” , Kota-Kota besar di Indonesia memproduksi sampah sebesar 10 ton per tahun dan kenaikan 2%-4% per tahunnya. Sampah rumah tangga di Indonesia sebagian besar dihasilkan dari sampah rumah tangga kemudian disusul oleh sampah pasar tradisional “Aye dan Wijaya, 2006”.

Sampah rumah tanggah yang dihasilkan sebagian besar di dominasi oleh zat organik, kertas, metal, kayu, dan sampah tekstil “Maniatis, et, al. 1987”

  • Pengelolaan Sampah

Metode pengelolaan sampah secara konvensional antara lain adalah composting, pirolisis dan gasifikasi, insinerasi, aneorobic dan refuse-deviredfuel.

Composting adalah proses biodegradasi bahan-bahan organik yang ada di dalam sampah atau limbah “sampah padat dan lumpur-lumpur buangan”.

Baca Juga : Contoh Lembar Pengesahan

Contoh Landasan Teori Laporan PKL

Contoh Landasan Teori Laporan PKL

Praktek Kerja Lapangan “PKL” menjadi salah satu kegiatan yang hampir sebagian diwajibkan bagi sekolah SMK ataupun Mahasiswa. Dalam hal inilah untuk contoh penyusunan landasan teori yang bisa dipergunakan misalkan “Food Bank terkait Inovasinya”. Maka, landasan teorinya adalah sebagai berikut:

  • Food Bank

Food bank secara umum melayani lembaga amal yang lainnya, yang mempunyai beberapa program pangan dalam aksi-aksi mereka. Ada beberapa diantaranya lembaga tersebut bahkan menjadikan program pangan sdan sebagai misi utama mereka.

Contohnya adalah organisai keagamaan, sementara sebagaian yang lain menjadikannya sebagai program pelengkap. “Walters, 2010”.

Bentuk food bank sangatlah beragam, baik itu ditinjau dari tujuannya, ukuran ataupun fungsinya. Food bank bisa terbentuk pusat pengumpulan dan distribusi pangat yang sangatlah besar sehingga penyedia pangan untuk keadaan genting yang ukuran kecil.

  • Inovasi

Inovasi merupakan pencarian secara terarah dan terorganisasi atas perubahan yang terjadi serta di dalam analisis sistematis atas peluangnya, sebagian besar inovasi yang berhasil dan bisa memanfaarkn perubahan “Iwantono, 2005”.

Inovasi adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru, sifatnya pembaruan “kreasi baru” misalkan kita mencoba memecahkan sebuah masalah pendidikan yang kronus dengan cara-caranya “KBBI”.

Contoh Landasan Teori Laporan Pratikum

Laporan praktikum biasanya terdiri dari landasan teori, cara kerja dan hasil praktikum. Landasan teori untuk laporan praktikum haruslah diambil dari sumber yang valid seperti buku, paper, skripsi dan jurnal.

Sistem Pengukuran Radiasi

Pengukuran radiasi terbagi atas dua cara yaitu pulsa mode dan current mode. Pulsa mode adalah pengukuran berdasarkan pulsa listrik yang dari hasil pengkonversian dari radiasi oleh alat ukur yang digunakan.

Energi yang masuk ke dalam alat sebanding dengan tinggi pulsa. Jumlah pulsa “cacahan” sebandingkan dengan kuantitas radiasi yang memasuki alat detektor.

Current mode merupakan radiasi yang masuk kedalam alat ukurn yang dikonversikan menjadi arus listrik. Semakin besar arusnya, maka semakin banyak radiasi yang diterima per satuan waktu.

Radiasi bisa di ukur dengan menggunakan alat yang dinamakan detektor radiasi. Cara kerja detektor radiasi adalah mengukur perubahan yang disebabkan oleh penyerapan energi radiasi yang diserap oleh detektor.

Contoh Landasan Teori Skripsi

Contoh Landasan Teori Skripsi

Penulisan landasan teori yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi juga demikian adanya harus disesuaikan dengan konsep-konsep penting yang hendak dibuat. Dalam gal ini secara singkat landasan teori misalkan penelitian kuantitatif terkait topik penelitian “Sistem Pangan” 

Landasan Teori Skripsi

Peringatan akan ancaman krisis pangan dimasa yang akan datang kepada Indonesia disampaikan oleh badan dunia FAO dan komisi pangan Inggris, yang dimana ancaman krisis pangan ini dinilai berdasarkan laju pertambahan penduduk yang lebih besar dari laju peningkatan produksi pangan.

Karena terjadinya penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi penggunaan lahan dan peningkatan penduduk yang tidak terkendali “Kontan, 2011”. Terkait latar belakang tersebut penggunaan teknologi pada sektor pertanian sangatlah diperlukan dalam hal ini adalah Teknologi GeographicInformation System “GIS”.

Tingkat kemiskinan di sektor pertanian diambil dengan menggunakan pendekatan data jumlah dan persentase penduduk miskin di desa. Jumlah penduduk miskin di desa pada umumnya lebih banyak dengan presentase yang lebih besar di bandingkan di Kota.

Jumlah penduduk miskin di perdesaan atau pada sektor pertanian mencapai 17, 14 juta. Sedangkan penduduk miskin diperkotaan mencapai 10, 13 juta pada tahun 2014.

Karena sebagian besar penduduk perdesaan bermata pencaharian di bidang pertanian, maka bisa di artikan bahwa tingkat kemiskinan di sektor pertanian kondisinya lebih banyak dibandingkan di sektor lainnya “Renstra, 2015”.

Pada rencana pembangunan jarak menengah Nasional “RPJMN” tahap 3 “2015-2019 pemerintah fokus untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan kompetitif perekonomian yang berbasis sumberdaya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang berkualitas dan kemampuan penguasaan ilmu pengentahuan dan Teknologi “IPTEK” sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pentahapan RPJPN “Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional” Tahun 2005- 2025 “RENSTRA, 2015”.

Dalam pembangunan kompetitif perekonomian yang berbasis sumber daya alam, Indonesia sebagai negara yang agraris bisa memanfaatkan kekayaan alam terutam di sumber daya hayati tropis yang tidak hanya sangat beragam tetapi juga unik.

Keragaman budaya, disamping berperan sebagai sumber pangan dan devisa negara, juga memiliki daya tarik dalam sektor pariwisata alam.

Sektor wisata pertanian ini yang kemudian di populer penyebutan menjadi Agrowisata “Agro-tourism” secara perlahan terus tumbuh dan terus berkembang di Indonesia “Syukur Irwanto, 2010”.

Baca Juga : Contoh Cover

 Contoh Landasan Teori Proposal

Landasan teori untuk proposal tergantung di jenis proposalnya. Untuk proposan pengajuan kerja praktek, maka landasan teori yang diajukan berkaitan dengan fokus praktek siswa seperti di bawah ini :

Proses Pengolahan Biji Emas

  • Crushing

Crushing merupakan proses pengecilan ukuran biji emas dari hasil pertambangan. Ada dua tahap pemecahan yaitu primarycrusherdan secondarycrusher. Crushingmenghasilkan ukuran biji yang lebih kecil yang berkisaran 12,5 mm.

  • Milling

Proses milling akan menghasilkan lumpur dengan tingkat kehasulannya mencapai 80% lolos 200 mesh “-74 micron”.

  • Proses CIL atau Carbon In Leach

Hasil dari proses milling kemudian memasuki tangki leaching. Logam emas dan perak akan dilarutkan secara selektif menggunakan larutan sianida, lead nitrat yang nantinya emas dan perak yang terlarut akan diserap oleh karbon aktif.

  • GoldRecovery Unit

Dalam proses GoldRecovery Unit maka logam emas dan perak kemudian dimasukkan ke dalam kolom elution. Proses elution adalah proses supaya logam emas dan perak kembali ke fase larutan setelah sebelumnya terikat dengan karbon aktif.

Landasan teori menjadi suatu hal yang penting dan harus ada di dalam karya tulis khususnya penelitian. Kehadiran landasan teori di dalam penelitian dapat menjadi dukungan dan juga hal yang meyakinkan pembaca penelitian tersebut.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi Kita semuanya. Apabila ada kesalahan kata mohon untuk di maafkan.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply