Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Contoh Makalah Integrasi Nasional

10 min read

contoh makalah integrasi nasional

Makalah Integrasi Nasional – Secara harfiah, makalah adalah suatu karya ilmiah yang ditulis dan disusun secara terstruktur dan sistematis guna membahas suatu topik permasalahan yang perlu untuk dikaji secara mendalam dengan menggunakan metode-metode tertentu. Salah satu makalah yang menarik untuk dibahas adalah tentang makalah integrasi nasional.

Makalah yang membahas tentang integrasi nasional ini sangat menarik untuk dibahas, karena banyak orang yang mengatakan bahwa Indonesia tengah darurat integrasi Nasional.

Maka dari itu, perlu ada karya tulis ilmiah yang membahas secara mendalam tentang masalah integrasi nasional dalam wujud makalah sebagai salah satu wujud dari karya tulis ilmiah.

Baca Juga : Contoh Makalah Pemanasan Global

Contoh Makalah Integrasi Nasional

BAB I

Pendahuluan

1.1.      Latar Belakang Masalah

Menurut arti kata dalam Bahasa Inggris, kata integritasi ini berasal dari kata “integritation” yang memiliki arti yakni kesempurnaan atau keseluruha. Jadi, dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional adalah suatu proses untuk menyesuaikan diri terhadap unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial bermasyarakat yang saling memiliki keserasian fungsi.

Integritasi nasional ini dapat terwujud di kalangan masyarakat, apabila masyarakat dapat memahami batasan-batasan, teritorial, nilai-nilai, serta norma-norma dalam masyarakat sosial.

Di Indonesia sendiri, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang integritasi nasional. Integritasi nasional merupakan suatu usaha dan juga proses dalam mempersatukan perbedaa-perbedaan dalam kehidupan masyarakat di suatu Negara, sehingga terciptanya ketentraman dan kedamaian dalam suatu kumpulan masyarakat.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai keragaman suku, ras, agama, dan juga budaya yang berbeda-beda.  Sehingga, masyarakat wajib mengetahui tentang dasar-dasar tentang integritasi nasional, agar masyarakat tetap dapat membaur satu sama lain tanpa memandang suku, agama, ras, budaya.

Apabila masyarakat sosial di Indonesia tidak memegang teguh integritasi nasional, maka bukan tidak mungkin akan terjadi perpecahan hingga peperangan antar saudara yang dipicu oleh masalah ketersinggungan tentang suku, agama, ras, dan juga budaya. Sehingga, sejak dini masyarakat Indonesia harus diajarkan dan ditanamkan rasa inttegrasi nasional.

Menurut Theodorson & Theodorson (1979 dalam Danadjaja, 1999) ini menegaskan bahwa konflik yang terjadi di masyarakat mengenai masalah yang menyinggung suku, agama, ras, dan budaya ini dapat diselesaikan melalui modifikasi serta koordinasi dari unsur-unsur budaya baru dan lama. Inilah yang dianggap sebaggai integrasi sosial masyarakat.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan menyusun suatu makalah integrasi nasional secara sistematis dan  terstruktur, agar nantinya makalah ini dapat mencadi acuan, tolok ukur, dan juga menjadi referensi bagi mahasiswa ataupun pelajar guna mengetahui peran penting akan integrasi nasional bagi masyarakat sosial di Negeri Indonesia.

1.2.      Rumusan Masalah

Meruntun latar belakang masalah yang telah dipaparkan oleh penulis, maka rumusan masalah dalam makalah integrasi nasional yang sedang disusun oleh penulis ini adalah sebagai berikut ini :

  1. Apa Pentingnya Integrasi Nasional Bagi Masyarakat Indonesia ?
  2. Bagaimana Mewujudkan Integrasi Nasional di Kalangan Masyarakat Indonesia ?

1.3.      Tujuan

Dalam pembuatan makalah integrasi nasional ini, penulis memiliki tujuan penyusunan makalah ini digunakan untuk :

  1. Guna mengetahui seberapa paham masyarakat Indonesia tentang integrasi nasional dalam bersosial kemasyarakatan
  2. Guna mengetahui peran pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya integrasi nasional.

1.4.      Manfaat

Penyusunan makalah integrasi nasional ini memiliki beragam manfaat, baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah terkait kebijakan dalam mengedukasi masyarakat terkait integrasi nasional
  2. Sebagai bahan referensi, acuan, hingga tolok ukur bagi siswa ataupun mahasiswa dalam menyusun makalah tentang integrasi nasional.

BAB II

Pembahasan

2.1       Pengertian Integrasi Nasional

                        Menurut Kamus  Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, integrasi nasional adalah suatu penyatuan berbagai kelompok budaya, agama, suku, dan ras ke dalam suatu wilayan yang kemudian membentuk suatu identitas nasional.

Selain itu, menurut Dr Nazazruddin Sjamsuddin selaku pakar di bidang tata Negara ini mendefinisikan integrasi nasional adalah suatu proses penggabungan atau penyatuan sebuah bangsa yang meliput seluruh aspek kehidupan, yaitu aspek politik, aspek sosial, aspek ekonomi, dan juga aspek budaya.

Sedangkan, menurut Howard Wriggins ini menuturkan bahwa integrasi nasional adalah suatu proses penyatuan bagian-bagian  yang terpisah dari masyarakat secara sosial menjadi satu kesatuan atau keseluruhan yang kemudian menjadi lebih utuh atau memadukan seluruh lapisan dan elemen masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu keutuhan bangsa.

Sementara itu, menurut Safroedin Bahar ini menjelaskan bahwa integrasi nasional ini adalah sebuah proses penyatuan latar belakang masyarakat yang membuat atau menyempurnakan dengan jalan untuk menggabungkan bermacam unsur bangsa yang awalnya terpisah-pisah menjadi Negara kesatuan.

Lalu, menurut J. Soedjati Djiwandono ini menuturkan bahwa integrasi nasional adalah suatu  cara bagaimana masyarakat dapat melestarikan keragaman dalam satu persatuan nasional. Jadi, arti luas dari integrasi nasional ini   bisa dikatakan menjadi hal yang didamaikan oleh banyak orang agar mereka leluasa mendapat hak dalam menentukan nasib sendiri.

Jadi, secara keseluruhan ini integrasi nasional ini bisa dikatakan sebagai bagian untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat tanpa memandang latar belakang, status sosial, suku, agama, ras, dan juga budaya. Sehingga, integrasi nasional ini menjadi “lem pengerat” antar elemen masyarakat agar terwujudnya sila ketiga dalam Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.

2.1       Faktor-Faktor yang Mendorong Integrasi Nasional di Kalangan Masyarakat

                        Memang, lahirnya integrasi nasional ini tidak terlepas dari adanya beberapa faktor-faktor yang mendorong agar terwujudnya integrasi nasional di kalangan masyarakat.

Oleh sebab itu, inilah beberapa faktor-faktor yang mendorong terwujudnya integrasi nasional di kalangan masyarakat yang sesuai dengan pengamalan nilai-nilai sila ke tiga yang berbunyi “persatuan Indonesia”, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Adanya rasa keinginan untuk bersatu menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia yang dimaknai dengan adanya Sumpah Pemuda yang ditulis dan diproklamirkan pada tanggal 28 Oktober 1928, yang menginisiasi persatuan antar pemuda Indonesia dari segala penjuru, tanpa memandang suku, agama, ras dan budaya.
  2. Munculnya rasa cinta tanah air di kalangan para pemuda dan masyarakat Indonesia, sebagaimana dengan memakan perjuangan para pahlawan yang telah merebut, menegakkan, hingga mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945
  3. Adanya faktor rasa senasib dan seperjuangan dalam merebut kemerdekaan Indonesia yang membuat masyarakat kemudian bersatu guna menjaga kerukunan bangsa.
  4. Munculnya rasa rela berkorban guna mementingkan kepentingan bangsa dan Negara. Sebab, kepentingan bangsa dan Negara ini diatas segala-galanya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para pahlawan bangsa yang gugur kala melawan penjajah dan berupaya mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
  5. Sebagai perwujudan atau kesepakatan (konsensus) nasional yang ditulis, diatur, dan dituangkan dalam perwujudan Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila, beserta Undang Undang Dasar (UUD) 1945, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, hingga bahasa kesatuan bangsa Indonesia.

Jadi, itulah beberapa faktor-faktor yang melandasi terwujudnya integrasi nasional di kalangan masyarakat sosial. Memang, beberapa faktor  tersebut masih banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya integrasi nasional. Sehingga, konflik horizontal di kalangan masyarakat sosial ini dapat dihindari hingga diminimalisir.

2.2       Faktor-Faktor yang Menghambat Terwujudnya Integrasi Nasional di Kalangan Masyarakat

Meskipun banyak masyarakat yang sadar dan mau mengamalkan beberapa faktor yang mendorong integrasi nasional. Namun, terdapat beberapa pula beberapa faktor yang dapat menghambat terwujudnya integrasi nasional di kalangan masyarakat sosial.

Oleh sebab itu, ini dia beberapa faktor-faktor yang menjadi penghambat terwujudnya integrasi nasional di kalangan masyarakat sosial, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Masyarakat Indonesia ini termasuk dalam kategori masyarakat heterogen atau beraneka ragam. Sehingga, masih banyak masyarakat yang mana masih kental akan kebudayaan daerahnya, seperti bahasa sehari-hari, adat istiadat, hingga budaya dari agama yang dianut.
  2. Daerah teritorial dari Negara Indonesia yang cukup luas, tediri dari beberapa gugusan pulau-pulau kecil yang mana antar pulau memiliki kebiasaan dan ritual yang berbeda-beda.
  3. Besarnya ancaman, tantangan, hambatan, dan juga gangguan (ATHG) yang mencoba menrongrong keutuhan, kesatuan, dan juga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik ATHG dari dalam negeri maupun ATHG dari luar negeri.
  4. Adanya ketimpangan dan ketidakmerataan ekonomi, sosial ,dan pembangunan infrastruktur Negara yang dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan dan juga keputusasaan dari masalah yang berkaitan dengan suku, agama, ras, antar golongan dan juga budaya. Hal ini kemudian memunculkan gerakan separatisme hingga demonstrasi.
  5. Masyarakat mulai banyak terpengaruh paham “etnosentrisme” yang mana beberapa suku-suku bangsa kemudian menonjolkan terkait kelebihan yang dimiliki oleh golongannya sendiri dan kemudian menganggap budaya dari suku lain tidak sebanding dengan budaya yang dilestarikan oleh satu golongan tersebut.

Jadi, pemerintah Indonesia harus leih proaktif dalam mengedukasi masyarakat sosial terkait dengan menjaga integrasi nasional dalam bermasyarakat. Pemerintah juga wajib mencegah beberapa faktor-faktor yang menyebabkan adanya perpecahan di masyarakat karena tidak terwujudnya integrasi nasional.

2.3       Contoh Wujud Integrasi Nasional di Kalangan Masyarakat Sosial

Butir-butir Pancasila memang menjadi lambang perwujudan integrasi nasional yang harus diciptakan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, tanpa terwujudnya integrasi nasional ini, maka literatur kehidupan di masyarakat akan semakin kacau.

Oleh sebab itu, ini dia beberapa contoh wujud integrasi nasional yang ada di kalangan masyarakat sosial, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Di dalam pembangunan Taman Mini Indonesia Indah atau TMII yang berlokasi di Jakarta ini diresmikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1976. Di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah ini terdapat 27 anjungan yang mana menampilkan beberapa anjungan khas dari daerah masing-masing provinsi (pada tahun 1976 ini masih terdapat 27 provinsi). Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia adalah suatu Negara yang terdiri dari beberapa suku, agama, ras, antar golongan, dan budaya yang berbeda.
  2. Menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama. Meskipun di Indonesia ini terdapat 5 agama yang berbeda. Namun, masyarakat tetap dapat hidup rukun dan akur, tanpa memandang agama atau kepercayaan yang dianut oleh orang tersebut. Hal tersebut juga terdapat pada Undang-Undang yang mengatur setiap warga bebas untuk memeluk agama yang berlaku tanpa ada paksaan dari pihak manapun
  3. Dan contoh selanjutnya dalam wujud integrasi nasional di Indonesia adalah dengan sikap saling menghargai dan juga serta ikut memiliki kebudayaan dari daerah lain, ataupun bahkan mau untuk belajar dan melestarikan budaya dari daerah lain. Misalnya; masyarakat dari Jawa ataupun masyarakat dari Sumatera ingin belajar dan kemudian melestarikan Tari Kecak yang menjadi salah satu budaya adat dari Pulau Bali. Tak hanya itu saja, contoh wujud integrasi nasional di Indonesia ini adalah dengan cara saling menghormati serta saling bersinergi dalam membantu serta menjaga keamanan beberapa bangunan tempat ibadah dari agama-agama yang diakui oleh Negara Indonesia. yakni agama Islam (Masjid), agama Kristen dan agama Protestan (Gereja), agama Hindu (Pura) agama Budha (Vihara) dan juga agama Konghucu (Klenteng). Untuk itu, semua warga Negara wajib menjaga dan menghormati tempat ibadah dari agama lainnya guna mewujudkan integrasi nasional.

2.4       Contoh-Contoh yang Menjadi Pendorong Terwujudnya Integrasi Nasional

Dalam pembahasan makalah integrasi nasional ini, terdapat beberapa contoh-contoh yang menjadi faktor pendorong dalam mewujudkan integrasi nasional, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Munculnya rasa keinginan untuk saling menjaga persatuan agar menjadi bangsa dan Negara yang lebih tangguh, lebih maju, dan lebih berkembang dari masa ke masa.
  2. Adanya rasa cinta terhadap persatuan dan kesatuan, sehingga memunculkan rasa persatuan yang solid dan tidak ingin terpecah belah karena berbagai hal yang menjadi pemicu perpecahan
  3. Tingginya rasa cinta terhadap tanah air yakni Bangsa Indonesia. Sehingga, masyarakat enggan untuk terpecah belah
  4. Adanya sifat kedewasaan sikap dari beberapa pihak, sehingga apabila terdapat suatu konflik, maka dapat diatasi dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah antar kelompok yang bertikai
  5. Adanya rasa untuk tidak ingin terpecah belah menjadi antar golongan. Sebab, dalam meraih kemerdekaan yang hakiki ini butuh pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan yang tentu saja tidak boleh disepelekan
  6. Munculnya rasa senasin dan juga sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah dan merdeka tanpa adanya bantuan dari pihak lain
  7. Adanya rasa serta keinginan untuk rela berkorban bagi bangsa dan Negara. Sebab, kepentingan untuk bangsa dan Negara ini diatas segala-galanya.

2.5       Bentuk-Bentuk Integrasi Nasional

Integrasi nasional ini terbentuk karena beberapa elemen-elemen yang terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh. Sehingga, integrasi nasional ini dapat terwujud dalam literatur bermasyarakat. Oleh sebab itu, ini dia beberapa bentuk-bentuk dari integrasi nasional, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Asimilasi

Bentuk integrasi nasional yang pertala adalah asimilasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, arti dari kata asimilasi ini adalah suatu pembauran atau peleburan terhadap nilai dan juga suatu sikap warga masyarakat yang masuk dalam golongan sebuah bangsa.

Jadi, asimilasi dalam integrasi nasional ini adalah suatu peleburan kebudayaan-kebudayaan tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

  1. Akulturasi

Dan bentuk integrasi nasional selanjutnya adalah akulturasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata akulturasi ini memiliki makna yakni suatu proses masuknya pengaruh kebudayaan asing ke dalam suatu masyarakat.

Sebagian masyarakat ini menyerap beberapa kebudayaan asing secara selektif dan sedikit atau juga banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian elemen masyarakat berusaha menolak pengaruh budaya asing itu.

2.6       Pentingnya Integrasi Nasional Terhadap Kehidupan Bermasyarakat Sosial Bagi Suatu Bangsa

                        Bagi kalangan masyarakat sosial yang telah terintegrasi dengan baik ini merupakan suatu harapan cerah bagi pemerintahan dalam satu Negara. Sebab, integrasi antar lini masyarakat ini meruapakan suatu kondisi yang diperlukan oleh Negara guna membangun kejayaan nasional dalam berbagai bidang dan sektor.

Apabila suatu wilayah dari kesatuan Negara ini selalu terlibat dalam pertentangan atau konflik secara horizontal, maka bukan tidak mungkin Negara tersebut akan mendapatkan banyak kerugian yang di derita.

Baik kerugian materiil yang mana di dominasi dalam bentuk kerugian fisik, seperti kerusakan sarana dan prasana masyarakat, kerusakan pada infrastruktur Negara, kerusakan rumah-rumah penduduk, dan kerusakan fisik lainnya.

Selain mengakibatkan adanya kerugian materiil, munculnya perselisihan antar masyarakat atau konflik horizontal ini juga menyebabkan timbulnya kerugian inmateriil atau kerugian dalam bentuk psikologis.

Seperti adanya trauma di kalangan masyarakat, rasa cemas, khawatir, takut, hingga memunculkan tekanan psikis dan mental yang berkepanjangan akibat konflik horizontal tersebut.

Selain itu, adanya perselisihan antar masyarakat atau konflik horizontal juga menyebabkan kerugian bagi Negara, seperti hilangnya kesempatan untuk mengelola sumber daya yang hancur dan porak-poranda akibat suatu kerusuhan yang timbul akibat SARA, lalu para investor asing juga enggan untuk berbisnis di suatu wilayah tersebut.

Sebab, daerah rawan konflik tentu saja membuat investor memilih wilayah lain yang aman dari suatu konflik horizontal. Maka dari itu, suatu wilayah yang kerap dilanda perselisihan terkait SARA atau konflik horizontal ini akan sulit untuk mewujudkan keingian sebagai wilayah Negara yang maju dan makmur.

Integrasi nasional dalam suatu masyarakat sosial ini memang tidak serta merta dapat diwujudkan dalam waktu sekejab. Sebab, menyatukan semua pemikiran masyarakat ini memang cukup sulit. Sebab, beberapa masyarakat tentu saja tidak sepaham dan sepemikiran dengan orang-orang yang memiliki sikap mewujudkan integrasi nasional.

Untuk mewujudkan integrasi nasional, dalam suatu perkumpulan masyarakat ini haruslah memiliki nilai-nilai tertentu, seperti memiliki persamaan kepentingan, kebutuhan untuk ingin bekerja sama antar masyarakat, hingga adanya konsensus dalam mewujudkan nilai-nilai intregrasi nasional.

Akan tetapi, apabila dalam suatu kumpulan masyarakat ini masih tersulut provokasi konflik horizontal yang dilandasi akan perbedaan suatu suku, agama, ras, antar golongan dan juga budaya ini dapat menyebabkan sebuah perselisihan yang sangat merugikan bagi diri sendiri, orang lain, hingga pemerintah Bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, guna menjaga kesolidan dan keutuhan bangsa Indonesia ini, maka masing-masing individu harus paham tentang integrasi nasional. Sebab, tanpa adanya integrasi nasional di kalangan masyarakat Maka, bukan tidak mungkin akan muncul konflik hingga peperangan saudara.

Untuk itu, integrasi nasional ini harus diajarkan sejak dini guna menekan angka ekstrimis dan bersifat anarkis yang berupa merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut Sumarana tahun 2001 ini menjelaskan bahwa Sejarah indonesia adalah sejarah yang merupakan proses dari bersatunya suku-suku bangsa menjadi sebuah bangsa. Ada semacam proses konvergensi, baik yang desengaja maupun tidak disengaja, ke arah menyatunya suku-suku tersebut menjadi satu kesatuan negara dan bangsa.

2.7       Kebijakan Pemerintah Dalam Mewujudkan Integrasi Nasional di Indonesia

Salah satu hal yang menyangkut sentimen di Indonesia ini kerap menjadi “batu sandungan” bagi pemerintah dalam mewujdkan integrasi nasional, guna memakmurkan masyarakat agar tidak terlibat konflik horizontal.

Memang, di Indonesia ini unsur suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) masih menjadi penyebab konflik atau perpecahan di masyarakat. Masih banyak konflik yang berlatarbelakang unsur SARA.

Sehingga pemerintah pun mau tak mau mengeluarkan beberapa kebijakan guna menyikapi adanya konflik horizontal guna mewujudkan integrasi nasional di kalangan masyarakat.

Oleh sebab itu, inilah beberapa kebijakan pemerintah dalam mewujudkan integrasi nasional di Indonesia, diantaranya  adalah sebagai berikut ini :

  1. Menginisiai Dialog Antar Pemuka Agama

Kebijakan pertama pemerintah dalam mewujudkan integrasi nasional adalah dengan menginisiai dialog antar pemuka agama. Tujuannya adalah agar para umat beragama yang bertikai ini dapat rukun kembali guna mewujudkan pengamalan sila ke 3, yakni Persatuan Indonesia.

  1. Mengedepankan Musyawarah Saat Adanya Konflik Horizontal

Kebijakan kedua pemerintah dalam mewujudkan integrasi nasional adalah dengan mengedepankan musyawarah pada saat adanya konflik horizontal. Sebagai Negara demokrasi, tentu saja musyawarah selalu menjadi jalan utama kala menyelesaikan masalah.

Oleh sebab itu, setiap masyarakat yang bertikai harus dimediasi terlebih dahulu sebelum menyelesaikan masalah di tingkat selanjutnya (tingkat hukum). Selain itu, Indonesia juga menganut paham Pluralisme dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda namun tetap satu tujuan

2.7       Peran Pluralisme Dalam Masyarakat Indonesia

Dalam penulisan makalah integrasi nasionalini juga menyinggung tentang pluralisme.

Masyarakat Indonesia adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa latar belakang suku, agama, ras, antar golongan serta budaya yang berbeda-beda atau dikatakan sebagai masyarakat majemuk. Menurut Clifford Geertz, masyarakat majemuk merupakan suatu golongan masyarakat yang kemudian tercacah ke dalam sub sistem yang berdiri sendiri.

Kemudian, masing-masing sub sistem tersebut terikat ke dalam ikatan-ikatan yang bersifat primordial (Clifford Geertz, 1963; 105). Ikatan primordial adalah suatu ikatan yang muncul dari perasaan yang lahri serta apa yang terkandung dalam kehidupan sosal, sebagian besar berasal dari hubungan keluarga, ikatan kesukuan tertentu, keanggotaan dalam sebuah adat atau agama tetentu, dan membawa ikatan yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat.

2.8       Karakteristik Masyarakat Pluralisme

Menurut Pierre L. Van Den Berghe (Nasikun, 1993; 33) ini menyatakan bahwa masyarakat majemuk ini memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Adanya segmentasi ke dalam sebuah kelompok-kelompok yang acap kali memiliki sub-sbu kebudayaan yang bertolak belakang antara satu kelompok dengan kelompok lain.
  2. Kurangnya pengembangan konsensus diantara para anggotanya terhadap suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar.
  3. Terlalu sering terlibat suatu pertikaian atau konflik diantara kelompok satu dengan kelompok lainnya yang memiliki perbedaan prinsip dan kebudayaan.
  4. Adanya paksaan atau intimidasi guna mewujudkan integrasi nasional, serta terlalu bergantung pada pada bidang ekonomi.
  5. Adanya suatu dominasi atau dinasti politik dari suatu kelompok, sehingga kekuasaan politik ini kemudian menjadi satu “senjata” guna menyingkirkan kelompok lain agar kelompoknya mendominasi dinasti politik tersebut.

Bab III

Penutup

3.1       Kesimpulan

Integrasi nasional adalah adalah suatu proses untuk menyesuaikan diri terhadap unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan sosial bermasyarakat yang saling memiliki keserasian fungsi. Bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai keragaman suku, ras, agama, dan juga budaya yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan “wadah” untuk menyatukannya.

Dengan menjunjung tinggi pluralisme dan memaknai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, maka persatuan dan kesatuan seperti integrasi nasional ini akan terwujud, dan juga tidak akan ada konflik horizontal yang dilatarbelakangi unsur SARA.

Contoh makalah integrasi nasional diatas ini merupakan suatu contoh tentang penerapan integrasi nasional di masyarakat Indonesia. Agar tidak terjadi konflik horizontal yang dapat menimbulkan kerugian, baik kerugian materiil maupun inmateriil.

data-full-width-responsive="true"
Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *