Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Contoh Makalah Pemanasan Global

10 min read

contoh makalah pemanasan global

Contoh Makalah Pemanasan GlobalBagi seorang pelajar maupun mahasiswa, menyusun sebuah makalah menjadi salah satu tugas yang sering diberikan oleh pengajar.

Dengan metode penyusunan makalah, sebuah topik bisa dijabarkan mulai dari latar belakang masalah yang diangkat, mengidentifikasi masalah, pembahasan dengan merujuk pada teori maupun pendapat para ahli, hingga akhirnya menghasilkan sebuah kesimpulan.

Jika Anda sudah tahu struktur utama dalam sebuah makalah, tentu Anda tidak akan merasa kesulitan untuk menyusunnya.

Topik-topik sederhana biasanya tidak memerlukan adanya pengujian hipotesis dan hanya perlu memaparkan teori pendukung untuk bisa menarik sebuah kesimpulan. Berikut ini akan dicontohkan makalah pemanasan global yang bisa menjadi referensi untuk tugas Anda.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat petunjuk dan karunia-Nya penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Makalah Pemanasan Global”.  Studi yang dilakukan merupakan bidang ilmu lingkungan.

Studi ini dilakukan karena penulis memiliki keresahan akan isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Berbagai bencana kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah di dunia semakin menunjukkan kepada kita bahwa alam sedang dalam keadaan yang tidak baik. Beberapa waktu yang lalu kebakaran hutan hebat juga melanda negara Indonesia.

Berbagai studi terkait kondisi lingkungan yang semakin kritis juga telah banyak dilakukan. Akan tetapi, pemerintah seolah abai terhadap isu lingkungan tersebut dengan mengambil kebijakan yang memaksimalkan pencapaian di satu sektor, namun memiliki dampak lingkungan yang buruk. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan pembangunan yang tidak memperhatikan AMDAL.

Selain itu, banyak kalangan masyarakat yang masih belum menyadari faktor-faktor yang dapat meningkatkan efek rumah kaca dengan masih menggunakan pendingin ruangan secara berlebihan, modifikasi kendaraan bermotor tanpa melakukan uji emisi serta bagi para petani yang masih menggunakan pupuk kimia secara berlebihan.

Dengan dibuatnya makalah ini, penulis berharap agar siapapun pembacanya baik dari kalangan pemerintah, akademisi maupun masyarakat umum dapat meningkatkan perhatiannya pada isu lingkungan dan mulai mengambil langkah nyata agar kerusakan lingkungan tidak berubah semakin parah.

Terima Kasih

Yogyakarta, Maret 2020

 

        Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Beberapa waktu lalu publik dunia dikejutkan dengan aksi seorang gadis berusia 15 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Gadis tersebut melakukan aksi protes terhadap pemerintah dengan membolos sekolah setiap hari Jumat dan berdemo di depan Parlemen Swedia.

Aksinya ini berisi tuntutan kepada para politisi di seluruh dunia untuk mengambil langkah terkait lingkungan.Dikutip dari situs berita BBC News Indonesia, Selasa (10/12/2019), yang menyatakan bahwa aksi Greta Thunberg setiap minggunya ini mulai menarik perhatian media.

Hingga akhirnya ia mengajak para anak muda di berbagai dunia untuk turut serta melakukan aksi yang sama. Gerakan yang awalnya berupa aksi mingguan lantas menjadi aksi massal ‘Friday for Future’.

Masih dari sumber yang sama, hingga kurun waktu satu tahun setelah aksi tersebut dilancarkan, jutaan pelajar dari berbagai penjuru dunia terinspirasi oleh aksi Greta. Mereka pergi meninggalkan kelas dan berdemo dengan membawa poster-poster yang menyuarakan pesan tentang lingkungan.

Puncaknya terjadi pada bulan September, tepatnya pada tanggal 20 tahun 2019 lalu.Jutaan manusia, baik muda maupun tua dari berbagai benua memenuhi jalan-jalan di negaranya untuk mengkampanyekan isu yang sama, yaitu lingkungan.

Tahun 2019 juga menjadi ajang bagi Greta untuk menyuarakan isu lingkungan lebih luas lagi dengan tampil sebagai pembicara di banyak forum Internasional. Ia juga menjadi kandidat termuda peraih Nobel Peace Prize pada Maret 2019.

Isu tentang perubahan iklim dunia yang merupakan dampak pemanasan global ini bukan hanya teori di atas kertas semata. Dampak yang dimunculkan bahkan sudah terjadi di depan mata penduduk bumi.

Kita tentu masih ingat tentang kebakaran Hutan yang terjadi di Australia akhir tahun lalu, khususnya di daerah Tenggara. Kebakaran ini telah mengakibatkan 18,6 juta hektare lahan terbakar.

Tidak hanya itu, sebanyak 9.352 bangunan (lebih dari 3.500 diantaranya berupa rumah) juga turut hangus terbakar dan 34 orang meninggal (Wikipedia).

Meski beberapa kasus disebabkan oleh ulah manusia dan juga petir, namun mayoritas kebakaran yang terjadi disebabkan oleh suhu yang panas serta adanya kekeringan yang memicu kebakaran lahan yang sangat dahsyat.

Selain di Australia, bencana kebakaran juga terjadi di Indonesia. Laporan dari CIFOR (Center for International Forestry Research) mengatakan sedikitnya 1,64 juta hektare lahan terbakar sejak 1 Januari 2019 hingga 31 Oktober 2019 di tujuh provinsi yang ada di Indonesia.

Lahan yang terbakar merupakan wilayah yang terdegradasi sebelumnya, sebagian yang lain merupakan lahan gambut.

Berbagai fenomena alam yang terjadi ini merupakan dampak nyata kerusakan lingkungan yang tidak saja mengancam satu ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan manusia di dalamnya jika tetap dibiarkan.

Fenomena tersebut masih dari kebakaran hutan saja, belum termasuk bencana banjir, angin topan, hingga cuaca ekstrim yang sering terjadi di beberapa wilayah.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk memulai langkah nyata yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim agar tidak berubah semakin parah. Kita bisa mulai dengan langkah-langkah kecil dengan selalu memperhatikan kondisi di lingkungan kita berada.

Seperti membuang sampah pada tempatnya, penggunaan plastik yang lebih bijak dan sebagainya.Melalui makalah pemanasan global ini, penulis ingin mencoba menjabarkan berbagai persoalan terkait isu lingkungan, khususnya tentang pemanasan global.

Sehingga nantinya kita dapat melihat apa saja yang menjadi pemicu utama pemanasan global bisa terjadi dan menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pemanasan global tersebut.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dibahas pada makalah ini, di antaranya:

  1. Apa yang dimaksud dengan pemanasan global?
  2. Apa penyebab pemanasan global?
  3. Apa saja dampak yang ditimbulkan akibat pemanasan global?
  4. Bagaimana cara mengurangi dampak terjadinya pemanasan global?

Tujuan Makalah Pemanasan Global

Pembuatan makalah ini memiliki tujuan untuk menjawab beberapa rumusan masalah yang ada di atas, yaitu:

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pemanasan global.
  2. Untuk mengetahui penyebab pemanasan global.
  3. Untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan akibat pemanasan global.
  4. Untuk mengetahui cara mengurangi dampak terjadinya pemanasan global.

Manfaat Makalah Pemanasan Global

Pembuatan makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi beberapa pihak yang membacanya. Beberapa pihak tersebut antara lain:

  1. Akademisi

Bagi para akademisi, makalah ini diharapkan untuk bisa menjadi referensi dalam menyusun penelitian atau sekedar mempelajari tentang berbagai hal terkait pemanasan global.

  1. Masyarakat

Makalah ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memberikan informasi tentang bahaya yang ditimbulkan akibat adanya pemanasan global.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan agar pemanasan global tidak berubah semakin parah.

  1. Pemerintah

Makalah ini bisa menjadi satu pengingat bagi pemerintah agar lebih bijak dalam mengeluarkan kebijakan dan selalu memperhatikan AMDAL sebelum mengeksekusi pembangunan yang bersinggungan dengan lingkungan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global adalah kondisi yang ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi akibat emisi gas rumah kaca yang berada di atmosfer bumi.

Kondisi ini akan diperparah dengan munculnya berbagai dampak lingkungan seperti perubahan iklim yang ekstrim, curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir bandang di belahan bumi tertentu.

Sementara di belahan bumi lainnya terjadi kekeringan yang berkepanjangan. Selain dapat merusak lingkungan, pemanasan global bisa mengancam hidup manusia.

Mulai dari kebakaran hutan yang berimbas pada kondisi udara yang membahayakan kesehatan, banjir bandang yang bisa membuat rumah hanyut, hingga kerusakan lahan yang berdampak pada persediaan pangan.

2.2. Penyebab Terjadinya Pemanasan Global

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia memberikan kesimpulan bahwa sebagian besar peningkatan rata-rata yang terjadi secara global sejak awal abad ke-20 kemungkinan besar diakibatkan oleh peningkatan konsentrasi emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia di bumi.

Kesimpulan tersebut juga telah disampaikan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik internasional. Termasuk juga di dalamnya semua akademi sains nasional dan juga negara-negara G8. Meski begitu, tidak semua ilmuwan setuju dengan kesimpulan yang dikemukakan oleh IPCC ini. Mereka masih ragu terhadap jumlah pemanasan yang akan terjadi di masa depan.

Persoalan mengenai bagaimana variasi perubahan yang terjadi di masing-masing wilayah di masa depan juga masih menjadi keraguan sebagian ilmuwan tersebut. Perdebatan politik dan juga masyarakat dunia masih terjadi perihal upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk mencegah dampak pemanasan global lebih parah lagi. Meski begitu, telah ada kesepakatan yang terjadi.

Sebagian besar kepala dunia telah menandatangani Protokol Kyoto yang menekankan pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pemanasan global yang terjadi merupakan akibat dari berbagai aktifitas manusia yang membuat emisi gas rumah kaca meningkat. Aktivitas itu meliputi penggunaan bahan bakar fosil (batu bara, gas, minyak bumi, dll).

Efek rumah kaca sendiri mengakibatkan peningkatan konsentrasi gas karbondioksida (CO2) di atmosfer. Pembakaran bahan bakar fosil dan bahan bakar organik lain tersebut melebihi kemampuan daya serap tumbuhan yang ada di bumi. Meningkatnya karbondioksida di dalam atmosfer membuat radiasi inframerah yang dipantulkan bumi ke awan tertahan di atmosfer dan kembali lagi ke bumi.

Selain karbondioksida, gas lain yang juga bisa mengakibatkan efek rumah kaca adalah karbonmonoksida yang berasal dari kendaraan bermotor, nitrogen dioksida (NO2), belerang dan beberapa senyawa organik seperti metana dan chlorofourocarbon (CFC). Negara-negara terbesar penyumbang emisi rumah kaca meliputi AS, China, Rusia dan Inggris.

Selain gas rumah kaca, pemanasan global juga dapat dipicu oleh aktivitas lain seperti di bidang agriculture. Penggunaan pupuk pada tanaman yang melibatkan unsur kimia di dalamnya dapat merusak unsur-unsur yang ada di dalam tanah. Pupuk yang memiliki kandungan gas nitrogen oksida yang memiliki kapasitas panas 300 kali CO2 tentu dapat mengakibatkan dampak negatif yang besar.

2.3. Dampak Pemanasan Global

Pemanasan global saat ini bukan lagi menjadi ancaman, tetapi sudah mulai menunjukkan berbagai dampaknya. Mulai dari hal yang sepertinya biasa saja hingga berbagai bencana yang cukup mengkhawatirkan. Berikut ini adalah beberapa dampak dari adanya pemanasan global di permukaan bumi:

  1. Perubahan Iklim

Dampak paling nyata dari adanya pemanasan global adalah terjadinya perubahan iklim yang ekstrim. Kelembaban yang tinggi dapat memicu terjadinya awan sehingga hujan akan sering terjadi.

Pada kondisi tertentu, hujan yang terjadi bisa sangat lebat dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Potensi bencana yang akan terjadi adalah banjir.

Kondisi cuaca yang tidak menentu akibat siklus musiman yang mulai tidak berjalan teratur juga bisa memicu kondisi kekeringan yang cukup panjang di wilayah lain.

Kondisi ini dapat memicu kebakaran hutan yang dahsyat seperti yang terjadi di New Zeland, Australia dan juga di Indonesia beberapa waktu lalu.

  1. Bertambah Tingginya Permukaan Laut

Dampak berikutnya dari adanya pemanasan global adalah semakin tingginya permukaan laut yang dapat mengancam daratan semakin tenggelam. Hal ini merupakan imbas dari melelehnya es di kutub utara akibat suhu bumi yang terus meningkat.

Lapisan es yang berkurang di Greenland dan Arktik menyumbang 0,4 mm kenaikan air per tahunnya. Lapisan es yang ada di arktik sendiri rata-rata mengalami pengurangan sebesar 2,7% dalam satu dekade.

Sementara temperatur rata-rata perairan secara global mengalami kenaikan pada kedalaman 300 meter. IPCC memprediksi peningkatan muka air laut sekitar 9 – 88 cm pada abad ke-21

  1. Meningkatnya Suhu Global

Pengukuran yang dilakukan oleh para peneliti meliputi suhu udara dan juga laut, adanya lapisan es yang mencair/meleleh di berbagai belahan dunia, dan adanya tren kenaikan permukaan air laut global. Adanya perubahan yang terjadi pada hal-hal tersebut menyimpulkan bahwa suhu di bumi telah mengalami peningkatan secara global.

  1. Ekologis Akan Terganggu

Akibat suhu bumi yang terus meningkat, serta cuaca dan bencana yang cukup ekstrim membuat hewan-hewan keluar dari habitatnya untuk bermigrasi karena kondisi habitatnya yang lama terjadi peningkatan suhu. Terkadang terdapat hewan yang kesulitan jika harus berpindah dengan cepat, dan terpaksa harus mati di tengah jalan.

Tidak jarang proses migrasi hewan-hewan ini mengakibatkan konflik dengan manusia. Tentu hal ini dapat mengancam kehidupan hewan-hewan tersebut. Kondisi nyata dialami oleh ratusan koala yang tidak dapat menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran dahsyat beberapa waktu yang lalu.

  1. Dampak Sosial Masyarakat

Berbagai kondisi terkait perubahan suhu dan iklim di bumi dapat memicu masalah-masalah seperti kerusakan lahan akibat kebakaran atau banjir, munculnya penyakit-penyakit akibat perubahan suhu dan sebagainya. Kondisi ini dapat memicu krisis dan membuat beberapa kalangan kelaparan.

Beberapa dampak di atas dapat terjadi jika tren pemanasan global yang sudah mulai dirasakan ini tidak diatasi. Oleh karena perlu upaya pencegahan dari berbagai pihak. Langkah-langkah kecil bisa dilakukan oleh semua orang, namun langkah pencegahan yang besar dang berpengaruh lebih luas hanya bisa dilakukan oleh pemerintah.

2.4. Mengurangi Dampak Pemanasan Global

Berbagai upaya dapat dikerahkan untuk bisa menurunkan risiko yang muncul akibat pemanasan global yang terjadi di berbagai sudut bumi. Meskipun sebagian aksi yang dilakukan cukup kecil da sederhana, namun jika dilakukan oleh seluruh manusia di bumi tentu hasilnya akan sangat besar dan mampu berpengaruh secara global. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah pemanasan global:

  1. Mengurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Seperti yang Anda tahu sebelumnya bahwa aktivitas pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas dapat berakibat pada peningkatan emisi gas rumah kaca di dalam atmosfer. Gas-gas inilah yang berkontribusi dalam meningkatkan konsentrasi emisi gas rumah kaca. Energi terbarukan dan mencari alternatif energi lain harus digalakkan.

  1. Menggunakan Energi Alternatif

Penggunaan energi alternatif atau terbarukan juga merupakan langkah nyata dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Meskipun tidak seefektif bahan bakar fosil dalam menghasilkan energi, namun setidaknya langkah ini dapat sedikit membantu memperlambat perubahan iklim yang kian cepat ini.

Kesulitan yang dialami dalam menjalankan penggunaan energi alternatif adalah persaingan dagang antar negara di dunia. Negara yang menerapkan penggunaan bahan bakar fosil dapat lebih efektif secara anggaran, sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perdagangan yang mereka jalankan.

Butuh kesadaran bersama dan komitmen yang kuat dari para pemimpin di seluruh dunia untuk bisa menerapkan energi terbarukan tersebut dan perlu adanya sanksi tegas bagi siapapun negara yang tidak menerapkan kebijakan pembatasan bahan bakar fosil serta peningkatan penggunaan alternatif energi lain yang lebih ramah pada lingkungan.

  1. Hentikan Penebangan Hutan

Bukan rahasia lagi jika banyak hutan-hutan di Indonesia mulai dialihfungsikan menjadi lahan untuk menanam kelapa sawit. Kita telah mengetahui sebelumnya bahwa karbondioksida (CO2) bisa dikurangi akibat adanya tumbuhan di bumi. Kemampuan menyerap CO2 tentu akan berkurang jika jumlah pohon terus dikurangi secara berkala dan dalam jumlah besar.

Maka dari itu, kasus pembakaran hutan, penebangan pohon secara liar harus ditindak tegas oleh pihak yang berwajib. Selain itu, untuk menjaga agar ketersediaan pohon perlu digalakkan penanaman pohon sekaligus upaya pemeliharaannya. Sehingga program penanaman pohon tidak hanya berhenti dalam satu kali event, tetapi juga berkelanjutan.

  1. Menghemat Listrik

Sumber utama pembangkit listrik di Indonesia saat ini masih berasal dari batu bara yang notabene merupakan salah satu bahan bakar fosil. Kebutuhan listrik penduduk yang semakin meningkat juga akan berimplikasi pada peningkatan penggunaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik tersebut.

Dengan adanya penghematan listrik, tentu saja dapat menekan penggunaan batu bara untuk menghasilkan energi listrik. Jika ini hanya dilakukan oleh beberapa orang saja tentu dampaknya tidak akan terasa. Perlu adanya kesadaran bagi sebagian besar masyarakat agar ini semua bisa diwujudkan.

  1. Mengurangi Penggunaan Alat Penghasil CFC

CFC atau Chlorofuorocarbon merupakan senyawa dengan kandungan klorin serta fluorin di dalamnya. Gas ini umumnya dihasilkan oleh penggunaan alat pendingin seperti AC, kulkas, dll. Peneliti mencatat bahwa CFC menyumbang 20% pada proses pembentukan emisi gas rumah kaca. Sebagai gantinya, kita bisa menggunakan kipas angin dibandingkan dengan AC.

  1. Melakukan Uji Emisi

Pengujian emisi pada kendaraan dapat menjaga karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor masih berada di bawah batas yang sudah ditentukan. Hal inipenting agar tingkat pencemaran udara akibat penggunaan kendaraan dapat dikurangi. Pemerintah hendaknya memberikan peraturan yang ketat terkait hal ini.

  1. Menerapkan Sistem Pertanian yang Aman bagi Lingkungan

Penggunaan pestisida dan juga bahan-bahan kimia lain di dalam pupuk dapat mengakibatkan pencemaran da juga kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, perlu peran dari akademisi untuk melakukan penelitian terhadap hal-hal pendukung pertanian yang dapat meningkatkan produktifitas pertanian namun tetap aman bagi lingkungan.

BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulan

Dari pembahasan yang sudah dilakukan pada BAB II sebelumnya, kita bisa menarik beberapa kesimpulan terkait isu pemanasan global yang terjadi saat ini. Beberapa kesimpulan tersebut di antaranya:

  1. Pemanasan global merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat meningkatnya konsentrasi emisi gas rumah kaca. Umumnya berasal dari meningkatnya kadar karbondioksida yang ada di atmosfer.
  2. Penyebab utama pemanasan global adalah karena aktivitas manusia, yaitu penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas. Dari sektor pertanian juga menyumbangkan efek pemanasan global melalui penggunaan pupuk yang dapat merusak unsur di dalam tanah. Pupuk yang memiliki kandungan gas nitrogen oksida memiliki kapasitas panas 300 kali CO2.
  3. Berbagai dampak akibat adanya pemanasan global meliputi:
    1. Perubahan iklim yang sangat ekstrim.
    2. Permukaan air laut yang semakin tinggi akibat mencairnya es di kutub utara, dan juga Greenland.
    3. Meningkatnya suhu rata-rata global yang dapat memicu berbagai persoalan baik sosial maupun kondisi alam.
    4. Terganggunya ekologi akibat kerusakan alam dan bencana.
    5. Dampak sosial di masyarakat seperti munculnya penyakit terkait cuaca (DBD), kelaparan akibat kerusakan lahan produktif, bencana, dan lain-lain.
  1. Upaya pencegahan terkait pemanasan global bisa dilakukan melalui beberapa hal, seperti:
    1. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
    2. Penggunaan energi terbarukan (energi alternatif) yang lebih ramah terhadap lingkungan.
    3. Mengurangi aktivitas penebangan hutan.
    4. Menghemat listrik.
    5. Mengurangi intensitas penggunaan alat-alat pendingin seperti AC yang dapat menghasilkan gas CFC dan dapat merusak lapisan ozon.
    6. Melakukan uji emisi pada kendaraan bermotor.
    7. Menetapkan sistem pertanian yang aman bagi lingkungan dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan juga pupuk organik yang justru menghasilkan gas metana seperti kotoran binatang.

Saran

Mengingat semakin kritisnya kondisi lingkungan saat ini, penulis memiliki beberapa saran yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Bagi Pemerintah

Pemerintah diharapkan lebih tegas lagi dalam menjaga kondisi lingkungan agar tetap memiliki fungsi sebagaimana mestinya. Berbagai pelanggaran yang mengakibatkan rusaknya lingkungan harus ditindak secara tegas. Selain itu, upaya pembangunan yang dilakukan juga harus sejalan dengan tetap memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

  1. Bagi Akademisi

Penulis berharap agar para akademisi turut serta dalam upaya yang dapat memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kepada semua kalangan melalui studi ataupun penelitian terkait lingkungan. Dengan begitu, diharapkan akan muncul kesadaran kolektif dari masyarakat luas.

  1. Bagi Masyarakat

Masyarakat umum bisa menjadi agen perubahan dengan selalu mengkampanyekan isu-isu terkait lingkungan dan mulai melakukan tindakan nyata seperti tidak membuang sampah sembarangan, bijak dalam menggunakan plastik, serta berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan bersama pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA

Indonesia, BBC News. Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25. https://www.bbc.com/indonesia/majalah-50697434. (2 April 2020).

Pratama, Nugraha. 2017. Tugas Fisika: Makalah Pemanasan Global. https://nugrahpratama21.blogspot.com/2017/07/makalah-pemanasan-global.html. (2 April 2020).

Wikipedia. 2020. Musim kebakaran hutan Australia 2019–2020. https://id.wikipedia.org/wiki/Musim_kebakaran_hutan_Australia_2019%E2%80%932020. (2 April 2020)

Materidosen.2016. 10 Cara Efektif Mengatasi Pemanasan Global. http://www.materidosen.com/2016/12/10-cara-efektif-mengatasi-pemanasan.html. (2 April 2020).

Madeblog. 2018. Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi. https://made-blog.com/pemanasan-global/. (2 April 2020).

Airpollution2014. 2014. Proses Terjadinya Gas Rumah Kaca dan Dampak-Dampaknya. https://airpollution2014.weebly.com/gas-rumah-kaca/february-24th-2014. (2 April 2020).

Contoh makalah di atas dapat menjadi referensi untuk Anda dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh pengajar atau memberikan gambaran jika Anda ingin membuat sebuah studi kasus sendiri. Untuk seperti kata pengantar, Anda bisa mencantumkannya dalam makalah bisa juga tidak.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi Kita semuanya, apabila asa kesalahan kata mohon untuk di maafkannya. Update artikel lain di symbianpanet

data-full-width-responsive="true"
Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *