Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Contoh Makalah Pengangguran

10 min read

makalah pengangguran

Makalah Pengangguran– Menurut Kitab Buku Bahasa Indonesia (KBBI), makalah adalah sebuah tulisan resmi yang membahas tentang suatu pokok permasalahan.

Tulisan tersebut kemudian disusun secara terstruktur dan dipublikasikan di depan umum. Makalah ini juga kerap menjadi salah satu tugas siswa dalam menyikapi fenomena masalah, seperti makalah pengangguran di Indonesia.

Indonesia masih menjadi salah satu Negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, dengan adanya paparan makalah tentang pengangguran di Indonesia ini diharapkan dapat menanggulangi dan menekan angka pengangguran di Indonesia yang semakin hari semakin bertambah banyak.

Baca Juga : Makalah Pemanasan Global

Contoh Makalah PengangguranDi Indonesia

Bagi Anda yang membutuhkan referensi makalah bertema pengangguran di Indonesia, maka berikut ini adalah beberapa contoh dari makalah yang membahas tentang penggangguran di Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

Contoh Makalah Tentang Pengangguran di Indonesia Beserta Cara Mengatasinya

BAB I

Pendahuluan

Sejak masa krisis ekonomi yang berlangsung pada tahun 1997 di era Presiden Soeharto ini membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Hasilnya, kelangsungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini tidak pernah mencapai 7 persen setiap tahunnya. Padahal, roda perekonomian ini sangat berhubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi.

Makin merosot pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia, maka makin menumpuk pula tingkat pengangguran di Indonesia. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi tersebut mampu menyerap sekitar 400 ribu pengangguran untuk dipekerjakan.

Akan tetapi, apabila terjadi penurunan ekonomi sekitar 1 persen. Maka, akan ada sekitar 400 ribu orang yang menjadi seorang pengangguran baru. Hingga kini, potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pun masih belum memenuhi harapan pemerintah.

Ya, di tahun 2019 ini pemerintah Indonesia masih mengalam masala ekonomi. Pertumbuhan perekonomian Indonesia ini hanya sekitar 4 hingga 5 persen per tahun. Sehingga, pertumbuhan ekonomi tersebut hanya mampu menyerap sekitar 2 juta penangguran di Indonesia.

Angka tersebut masih jauh dari harapan rakyat Indonesia dan masih banyak para pengagguran yang membutuhkan pekerjaan sehingga rakyat Indonesia masih berada di taraf hidup menengan ke bawah. Sebab setiap tahun pasti ada para pencari kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan. Hal ini dapat menimbulkan jumlah angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat.

Sampai Bulan Agustus 2019, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ini telah mencatat adanya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia ini ditaksir mencapai 7,14% atau 8,32 juta orang dari jumlah para pekerja yang berjumlah 116,53 juta orang yang tersebar di beberapa bidang kerja. Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala BPS, Ir. Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya yang berada di  Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Rabu (1/12/2019). “Bulan Agustus 2019, tingkat pengangguran di Indonesia ini semakin berkurang. Pada bulan Agustus 2019 ini sekitar 7,14 persen angka penangguran di Indonesia. Sedangkan di bulan Agustus 2018 ini masih berada di angka 7,87 persen”. Ungkap Rusman.

Jadi, secara statistik, total penangguran di Indonesia pada tahun 2019 ini menurun sekitar 0, 73 persen atau sekitar 64 juta pengangguran telah mendapatkan pekerjaan yang layak. “menurunnya angka pengangguran di Indonesia ini dilandasi oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemudian mau tidak mau membuka lowongan pekerjaan bagi para pengangguran di Indonesia.

Selain itu, masuknya investor asing yang membuka perusahaan di Indonesia pun juga memberikan kesempatan kerja bagi para penangguran untuk diberdayakan agar ekonomi bangsa semakin berkembang pesat”. Tambah Rusman.

Menurut Rusman,  sebaran jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 ini mengalami kenaikan di sektor, seperti di sektor industri yang mengalami peningkatan sebesar 772 ribu orang (5,91%) dan juga di sektor konstruksi yang mengalami kenaikan  sebesar 748 ribu orang (15,44%). Akan tetapi, terdapat beberapa sektor-sektor yang mengalami penurunan ekonomi, seperti di  sektor pertanian yang mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 1,3 juta orang (3,11%) dan juga di sektor transportasi yang mengalami penurunan signifikan sekitar 198 ribu orang (3,41%).

Menurut catatan BPS, beberapa sektor-sektor yang menjadi penyumbang penyerapan tenaga kerja di bulan Agustus 209 ini adalah di sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan dan sektor industri. Untuk itu, penyerapan tenaga kerja di Indonesia ini masih belum merata dikarenakan hanya 4 sektor yang mampu menyerap penangguran secara maksimal.

Selain masalah di atas,  masalah membeludaknya kependudukan ini  berhubugan erat dengan jumlah pengangguran adalah tingkat kemiskinan. Ya, Sejak tahun 2002 ini terdapat badan independen di bawah naungan Analisa Kemiskinan di Indonesia (INDOPOV) yang berkantor di Bank Dunia Jakarta ini telah mempelajari dan mengklasifikasikan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Para panelis telah berupaya secaara maksimal guna mengetahui langkah-langkah seperti apakah yang dapat dijalankan oleh pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

Salah satu cara untuk menekan angka kemisikinan di Indonesia menurut INDOPOV adalah dengan mempebaiki standarisasi dan kualitas taraf hidup rakyat Indonesia dengan bantuan pemerintah melalui lembaga-lembaga Pemerintah dan non-Pemerintah.

Bantuan tersebut dapat berupa santunan uang tunai, pemberian sembako, operasi pasar harga murah, bantuan pelatihan kerja, hingga bantuan penyaluran tenaga kerja. Untuk itu, pennyusun makalah mencoba mencari tahu seberapa besar upaya dan solusi kebijakan pemerintah Indonesia dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

1.2          Rumusan Masalah

Sesuai dengan uraian latar belakang masalah, maka penulis makalah pengangguranini mengambil rumusan masalah yang berfokus pada : Bagaimana tingkat pengangguran dan kemiskinan yang ada di Indonesia dan juga apa saja solusi atau kebijakan pemerintah Indonesia dalam menekan angkan penangguran dan kemiskinan tersebut ?

1.3          Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah pengangguranini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia serta seberapa besar kebijakan pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

1.4          Manfaat

Diharapkan makalah yang membahas tentang pengangguran ini dapat dijadikan acuan, tolok ukur, dan juga menunjukkan seberapa besar efek dari kebijakan pemerintah ndonesia dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

BAB II

Pembahasan

2.1.1 Definisi Pengangguran

Secara harfiah, pengangguran ini dapat diartikan sebagai seseorang yang telah masuk usia wajib kerja. Akan tetapi, seseorang tersebut masih belum mendapatkan pekerjaan yang layak atau bahkan tidak bekerja dan menghasilkan upah sama sekali. Selain itu, pengangguran juga dapat diartikan sebagai orang yang aktif dalam mencari pekerjaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI ini menjelaskan bahwa penangguran adalah orang yang tidak melakukan apa-apa atau orang yang tidak mendapatkan pekerjaan selama berbulan-bulan lamanya, sehingga tidak mendapatkan upah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selain itu, menurut Nanga (2005: 249) selaku pakar di bidang ekonomi ini mendefinisikan bahwa pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja dan tidak memiliki pekerjaan secara aktif, tidak sedang mencari pekerjaan.

Lalu, “dalam sensus penduduk 2001” ini mendefinisikan bahwa seorang pengangguran adalah sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001 :8).

Sedangkan, Menurut Sukirno (2004: 28) mengemukakan bahwa seorang pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa seorang penganguran adalah sekumpulan orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau sedang berusaha mencari pekerjaan. Seorang pengangguran ini juga dapat dikatakan sebagai orang-orang yang tidak bekerja, sehingga tidak mendapatkan upah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, pemerintah wajib menekan angka pengangguran di Indonesia agar kemiskinan yang di derita oleh masyarakat dapat berangsur-angsur membaik dan juga angka kemiskinan beserta pengangguran dapat turun setiap tahunnya dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan masuknya investor ke dalam negeri.

2.2          Jenis-Jenis Pengangguran

Umumnya, masyarakat Indonesia ini menganggap seorang pengangguran adalah orang-orang yang tidak bekerja. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa pengangguran ini diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Untuk itu, inilah beberapa jenis-jenis pengangguran yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pengangguran Struktural

Jenis pengangguran yang pertama adalah pengangguran struktural. Pengangguran struktural ini adalah jenis pengangguran yang mana sumber daya manusia atau karyawan tidak dapat atau tidak mampu mengerjakan suatu bidak pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Akibatnya, seseorang tersebut kemudian diberhentikan dari tempat kerjanya dan menjadi seorang pengangguran yang tidak memiliki suatu pekerjaan yang menghasilkan uang.

  • Pengangguran Konjungtur

Jenis pengangguran yang kedua pengangguran konjungtur. Munculnya jenis pengangguran konjungtur ini disebabkan oleh adanya perubahan dalam dunia perekonomian.

Artinya adalah, pada saat perusahaan tengah mengurangi masa produksi akibat dari jumlah permintaan yang menurun.

Maka, mau tidak mau perusahaan akan mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah karyawan agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat dan tidak mengalami defisit pengeluaran.

Akibat dari dampak siklus ekonomi tersebut, maka banyak karyawan yang menjadi seorang pengangguran, karena tidak memiliki pekerjaan yang menghasilkan upah

  • Pengangguran Friksional

Jenis pengangguran selanjutnya adalah jenis pengangguran friksional. Jenis pengangguran friksional ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Mulai dari faktor lokasi kerja dengan domisili pencari kerja, faktor upah, hingga faktor skill atau keahlian dari para pencari kerja itu sendiri.

Umumnya, para pencari kerja ini ingin mencari kerja yang dekat dengan rumah, upah sepadan, dan tidak memerlukan keahlian yang cukup rumit. Namun, perusahaan tentu saja mencari karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Hal inilah yang menyebabkan banyak para pengangguran yang tidak memiliki skill atau kemampuan yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan.

  • Pengangguran Musiman

Pengangguran musiman ini juga menjadi salah satu jenis pengangguran di Indonesia. Pengangguran musiman ini biasanya terjadi di desa-desa. Salah satu contoh dari pengangguran musiman adalah seorang petani.

Seorang petani hanya akan bekerja pada saat memasuki masa panen saja. Akan tetapi, pada saat masa panen telah lewat, maka seorang petani akan menjadi seorang pengaguran karena tidak memiliki pekerjaan yang menghasilkan upah yang mencukupi.

  • Pengangguran Teknologi

Seiring dengan adanya kemajuan di bidang teknologi ini akan berimbas pada semakin banyaknya orang-orang yang menjadi pengangguran.

Sebab, sumber daya manusia atau karyawan di perusahaan tertentu ini akan dikeluarkan oleh perusahaan. Sebab, pekerjaan mereka telah digantikan oleh adanya mesin canggih yang lebih cekatan dan cepat untuk proses produksi suatu produk dari perusahaan terkait.

Oleh sebab itu, pengangguran yang disebabkan oleh majunya teknologi ini sangat berdampak pada peningkatan angka pengangguran di Indonesia.

  • Pengangguran Voluntary

Rata-rata, seorang pengangguran ini adalah orang-orang memiliki taraf hidup menengah kebawah. Akan tetapi, pengangguran voluntary ini justru berbanding terbalik.

Para pengangguran voluntary ini adalah orang-orang yang secara ekonomi sangat mampu dan berkecukupan. Namun mereka enggan untuk bekerja karena mereka telah memiliki harta yang diwariskan kepada orang tersebut.

Jadi, para pengangguran voluntary ini secara “sukarela” menjadi seorang pengangguran. Meskipun menjadi seorang pengangguran, para pengangguran voluntary ini tetap memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

  • Pengangguran Terbuka

Pengangguran terbuka adalah seseorang yang tidak memiliki pekerjaan yang disebabkan oleh terbatasnya kesempatan atau lowongan pekerjaan yang diberikan, atau tidak mau melakukan suatu pekerjaan yang ditawarkan karena tidak memiliki skill atau keahlian di bidang pekerjaan yang ditawarkan.

  • Setengah Menganggur

Dan jenis pengangguran selanjutnya adalah jenis setengah menganggur. Seseorang yang dapat dikatakan setengah menganggur adalah, orang yang menjalankan bidang pekerjaan dengan waktu kurang dari 35 jam per minggu.

Artinya, orang tersebut hanya melakukan pekerjaan setidaknya 2 hari per minggu. Jadi, orang yang hanya bekerja 2 hari per minggu ini dianggap sebagai seseorang yang setengah menganggur.

  • Pengangguran Terselubung

Dan jenis pengangguran yang terakhir adalah jenis pengangguran terselubung. Jenis pengangguran terselubung ini adalah seorang pengangguran yang “hanya” mendapatkan pekerjaan karena di dasari suatu alasan tertentu.

Seperti merasa iba karena seseorang tersebut tidak bekerja, alasan keluarga, ataupun alasan balas budi. Seperti contoh, dalam suatu industri rumahan (home industry) ini terdapat 5 orang karyawan produktif yang selalu menghasilkan produk-produk sesuai dengan standart perusahaan.

Akan tetapi, pihak owner perusahaan memiliki seorang saudara yang tengan menganggur. Sang owner merasa kasihan dan teringat akan jasa-jasa dari orang tuanya.

Sehingga, sang owner mengajak saudaranya tersebut untuk menjadi seorang karyawan di perusahaan yang dikelolanya. Jadi, dengan penambahan karyawan tersebut sebetulnya tidak memiliki efek tertentu.

Hanya saja, sang owner merasa kasihan dan teringat akan jasa dari orang tua saudara yang ia ajak bekerja. Untuk itu, pengangguran jenis yang satu ini disebut sebagai pengangguran terselubung.

Jadi, itulah beberapa jenis-jenis pengangguran menurut makalah pengangguran ini yang perlu untuk Anda ketahui. Tidak Semua para pengangguran ini tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Akan  tetapi, mereka tetap dapat melakukan beberapa hal yang menghasilkan uang.

Namun, jumlahnya tidak sebanding dengan pengeluaran sehari-hari. Hal itulah yang menyebabkan seseorang termasuk dalam kategori keluarga menengan ke bawah atau mengalami kemiskinan.

Selain itu juga terdapat jenis pengangguran yang memang sengaja tidak melakukan pekerjaan karena secara materi, seseorang tersebut telah tercukupi bahkan dapat dikategorikan sebagai seorang yang mapan. Sehingga, apabila seseorang tersebut tidak melakukan pekerjaan pun juga dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

2.2          Sebab-Sebab Pengangguran

Memang, seseorang menjadi pengangguran ini disebabkan oleh beberapa faktor. Ya, memang banyak orang tidak mau dianggap sebagai seorang pengangguran. Karena sebagai seorang pengangguran ini dianggap memiliki konotasi negatif.

Namun, apa boleh buat karena terdapat beberapa penyebab yang menyebabkan seseorang menjadi seorang pengangguran. Oleh karena itu, inilah beberapa penyebab dari seseorang yang menjadi pengangguran. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Semakin Meningkatnya Jumlah Angkatan Kerja Per Tahun

Penyebab pertama meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia ini adalah semakin meningkatnya angkatan kerja per tahun. Di Indonesia sendiri, usia angkatan kerja adalah sekitar 18 tahun ke atas atau yang telah dinyatakan lulus SMA/SMK/Sederajat.

Setiap tahun, setidaknya 100.000 orang lebih angkatan kerja per tahun yang siap kerja. Oleh sebab itu, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak pun menjadikan beberapa orang harus “rela” menjadi pengangguran sementara.

  • Keterbatasan Kesempatan Kerja

Dan penyebab pengangguran selanjutnya adalah adanya keterbatasan kesempatan atau lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan pengangguran di Indonesia.

  • Ketebatasan Skill atau Kemampuan Para Pencari Kerja

Penyebab pengangguran selanjutnya adalah adanya keterbatasan skill atau kemampuan dari para pencari kerja tersebut.

Rata-rata, perusahaan memang tengah mencari para sumber daya manusia dengan skill atau kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditawarkan. Sehingga, perusahaan tidak perlu melakukan training atau pelatihan kerja terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, dengan adanya keterbatasan kemampuan atau skill dari para pencari kerja tersebut dapat mempengaruhi peningkatan pengangguran di Indonesia.

  • Pekerjaan yang Ditawarkan Perusahaan Tidak Cocok Dengan Para Pencari Pekerjaan

Umumnya, banyak para pengangguran ini memilih keluar dari tempat pekerjaan ini disebabkan oleh ketidakcocokan bidang kerja yang ditawarkan oleh perusahaan dengan para pencari kerja.

Para pencari kerja memilih untuk keluar dari tempat ia bekerja, karena merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, sesuai dengan permintaan perusahaan.

2.3          Dampak-Dampak Pengangguran

Makalah pengangguran ini juga membahas tentang dampak-dampak dari semakin banyaknya penangguran bagi Indonesia. Oleh sebab itu, ini dia beberapa dampak pengangguran yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian Negara

Dampak dari pengangguran yang pertama adalah pelemahan perekonomian Negara. Ya, semakin tinggi angka pengangguran di suatu Negara. Maka, semakin tinggi pula angka inflasi dari Negara tersebut.

Secara tidak lansung, banyaknya pengangguran ini menyebabkan rendahnya daya jual beli barang atau jasa yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Selain itu, angka pengangguran yang terlalu tinggi juga menyebabkan melambungnya harga produk.

  • Dampak Pengangguran Terhadap Kesehatan Masyarakat

Dampak pengangguran ini tidak hanya menyerang sektor ekonomi saja, melainkan juga menyerang sektor kesehatan masyarakat. Ya, karena daya jual-beli produk yang semakin menurun.

Maka, mau tidak mau banyak anak-anak kemudian mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi. Akibatnya, banyak anak-anak yang mengalami kondisi gizi buruk.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mengambil beberapa kebijakan guna melindunngi masyarakat dari ancaman gizi buruk dan kemiskinan.

2.4          Kebijakan-Kebijakan Untuk Mengatasi Masalah Pengangguran

Guna menekan angka pengangguran yang semakin tahun semakin merangkak, maka pemerintah Indonesia harus menentukan sikap dan solusi dalam mengatasi masalah pengangguran. Oleh sebab itu, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan-kebijakan agar para pengangguran mendapatkan pekerjaan yang layak.

Maka dari itu, ini dia beberapa kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menekan angka pengangguran agar tidak semakin membengkak, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Memberikan Bantuan Sosial

Dalam makalah pengangguran ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan dalam menekan angka pengangguran. Kebijakan yang pertama adalah memberikan bantuan sosial langsung kepada para masyarakat.

Bantuan sosial tersebut diwujudkan dalam berbagai macam, mulai dari bantual langsung tunai (BLT), operasi pasar, pemberian kartu pra kerja, pemberian kartu Indonesia sehat, pemberian kartu Indonesia pintar.

  • Mencanangkan Program Pelatihan Kerja

Umumnya, masalah pengangguran ini adalah tidak memiliki skill atau kemampuan yang mumpuni dalam melakukan suatu pekerjaan.

Oleh sebab itu, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membekali para pengangguran dengan pelatihan kerja agar para pengangguran tersebut memiliki skill atau kemampuan yang diharapkan dapat mendapatkan pekerjaan yang layak.

Nah, bidang pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah ini dapat diprogramkan dalam bentuk-bentuk tertentu. Mulai dari bidang pekerjaan industri, kontruksi bangunan, hingga karya seni. Sesuai dengan keahlian para pengangguran tersebut.

  • Mengadakan Program Bursa Pencarian Kerja

Salah satu masalah yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran di Indonesia adalah, semakin menipisnya kesempatan atau lowongan pekerjaan.

Beberapa perusahaan memang tidak membutuhkan lowongan pekerjaan, karena semua bidang pekerjaan telah terpenuhi. Oleh sebab itu, pemerintah harus menarik investor untuk mau berinvestasi di Indonesia.

Semakin banyak investor maka semakin terbuka pula bursa lowongan pekerjaan untuk menyerap tenaga para pengangguran.

Hal inilah yang menjadikan angka pengangguran di Indonesia makin menyusut dan angka pertumbuhan ekonomi semakin meningkat setiap tahunnya.

  • Memperbaiki Mutu di Bidang Pendidikan

Guna menekan angka pengangguran di Indonesia, makalah pengangguran ini juga membahas tentang pentingnya meningkatkan mutu di bidang pendidikan yang dipercaya menjadi solusi untuk mengatasi masalah pengangguran.

Pemerintah telah mencanangkan program wajib bersekolah minimal 9 tahun, yakni harus lulus tingkat sekolah dasar (SD), tingkat sekolah menengah pertama (SMP), hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

Hal ini diwajibkan untuk para angkatan kerja agar memiliki ilmu pengetahuan serta kemampuan di bidang tertentu.

Oleh sebab itu, para pengangguran yang ada di Indonesia ini rata-rata tidak menempuh pendidikan yang diwajibkan oleh pemerintah atau hanya lulus di tingkat sekolah dasar (SD) ataupun sekolah menengah pertama (SMP).

  • Memberikan Pelatihan Kewirausahaan

Apabila lowongan pekerjaan telah sulit didapatkan. Maka, salah satu jalan adalah dengan membuka kesempatan untuk menjadi seorang enterpreneur atau sebagai wirausahawan.

Pemerintah wajib memberikan modal dan juga pelatihan agar para pengangguran ini dapat menciptakan bidang pekerjaan secara mandiri.

  • Mencanangkan Program Transmigrasi

Kebijakan terakhir yang dicanangkan oleh pemerintah guna menekan angka pengangguran di Indonesia adalah dengan mencanangkan program transmigrasi.

Program transmigrasi ini bertujuan untuk memeratakan ekonomi sosial suatu Negara. Sehingga, setiap wilayah dapat berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian bangsa

BAB III

Penutup

3.1          Efek Dari Kebijakan Pemerintah Dalam Menekan Angka Kemiskinan

Makalah pengangguran ini juga menyinggung tentang efek dari kebijakan-kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah guna menekan angka pengangguran.

Efek dari kebijakan pemerintah tersebut ternyata mampu menekan angka pengangguran. Menurut catatan BPS, pada bulan Agustus tahun 2018 ini, angka pengangguran di Indonesia berada di sekitar 7,87 persen.

Sedangkan, di bulan Agustus 2019 ini angka pengangguran di Indonesia mulai menurun sekitar 0,73 persen menjadi 7,14 persen.

BAB IV

Kesimpulan

Pengangguran menjadi salah satu penyebab dari perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sebab, rata-rata para pengangguran ini merasa bahwa kesempatan untuk bekerja semakin sulit untuk di dapatkan.

Maka dari itu, perlu adanya kebijakan-kebijakan yang dapat mengatasi masalah pengangguran. Sehingga, dapat menstimulus pertumbuhan perekonomian Negara.

Makalah pengangguran ini ditujukan untuk mengetahui tentang masalah, penyebab, dampak, solusi, dan kebijakan dalam mengatasi masalah pengangguran yang masih menjadi salah satu “penyakit ekonomi” di Indonesia.

Oleh sebab itu, makalah pengangguran ini dapat Anda jadikan sebagai acuan ataupun tolok ukur dalam menyusun makalah yang juga membahas tentang pengangguran di Indonesia.

data-full-width-responsive="true"
Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

One Reply to “Contoh Makalah Pengangguran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *