DOA IFTITAH

Doa Iftitah Lengkap (Arab, Indonesia, Arti) : Muhammadiyah dan Lainya

Doa Iftitah – Doa iftitah adalah doa yang dibaca pada permulaan shalat, lebih tepatnya dibaca setelah kita melakukan takbiratul Ikhram dan berada sebelum kita membaca Al Fatihah, namun perlu diingat bahwa doa ini hanya di baca sakali saja dan berada pada rokaat pertama Sholat.

Doa ifititah sendiri mempunyai makna yang pertama dengan mengagungkan akan keberasan Allah SWT dan juga kemuliaan yang kemudian didalamnya doa kepasrahan hamba kepada Rabbnya.

Doa iftitah ini bukanlah doa yang wajib ketika kita melakuakn sholat, namun termasuk bacaan yang disunahkan baik ketika Sholat Fardhu maupun Sholat Sunnah karena begitulah Rosulullah mengajarkanya.

Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit menginformasikan tentang beberapa macam doa Iftitah yang pernah di baca Rosulullah SAW yang mana juga diikuti oleh sahabat – sahabatnya dan sampai ssekarang masih juga di praktekan dalam islam.

DALIL DAN HUKUM MEMBACA DOA IFTITAH

DOA IFTITAH
DOA IFTITAH

Seperti yang kita ketahui sekarang bahwasanya meembaca doa iftitah tidak lah wajib melainkan sunnah. Berikut ini adalah penjelasan dari Abu Hurairah :

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: ” أقول: … ” فذكره

Kana Rosulullah Shallallahu ‘laihi Wasallam idza kabira fiisholaati, sakta hunayyatan qobla anyuqrooa. Faqolat : Ya Rosuulallah ! Biabii Anta Waa ummi? Aroayta sukuutaka baynal takbiiroo wal qurooah. Maa taqull?. Qolaa : Aquul : fadhikrohu

Artinya :

“ Biasanya Rosulullah SAW setelah takbir ketika dalam shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka akupun bertanya kepada Rosulullah, wahai Rosulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam sejenak antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah : …. (Beliau menjawab dan menyebutkan doa Iftitah)” Muttafaqun ‘laihi

MACAM MACAM DOA IFTITAH SESUAI AJARAN NABI MUHAMMAD SAW

DOA IFTITAH
DOA IFTITAH

Berikut ini adalah do’a iftitah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa versi yang ada. Biasanya di indonesia ada beberapa Organisasi islam yang menggunakan doa iftitah yang berbeda – beda.

1. Doa Iftitah Umum

Doa iftitah yang pertama ini adalah doa yang lazim dilafalkan orang pada umunya baik ketika melakaukan sholat fardhu maupun saat sedang melakukan sholat sunnah. Adapun lafadz dalam bacaanya adalah sebagai berikut :

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allahuakbaru kabiira walhamdulillahi katsiro, wasubhaanallaahi bukratawn wa’asila, inni wajahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘alamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika uumirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya :

Allah maha besar danegan sebesar besarnya. Segala puji baginya yang sebanyak banyaknya bagi Allah SWT. Maha suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakna langir dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan dariku, dan aku bukanlah dari golongan orang yang musrik (orang yang menyekutukanmu

Sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah. Yaitu tuhan semesta alam, yang tiada satupun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orag yang selalu berserah diri (Muslim)

2. Doa Iftitah Dari Ibnu Majjah

Doa iftitah ini adalah doa yang bersandar pada hadist yang diriwayatkan oleh ibnu majjah, adapaun doanya sebagai berikut :

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَهْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam mushllimaw wamaa ana minal musyrikiin, inna sholaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahirabbil aalamin. Laa syarikalahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimi.

Artinya :

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk. Aku bukanlah dari golongan orang yang menyekutukan (Musyrik). Sesungguhnya sholatku ibadahku, sesembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah SWT dzat bagi semsta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dengan demikian itulah aku diperintah dan aku adalah orang yang selalu berserah diri (Muslim)”

3. Doa Iftitah Imam Bukhari dan Muslim

Berikut ini adalah doa yang merujuk kepada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Adapun lafalnya sebagai berikut :

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَ عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ .

Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardho hanifawwamaa ana minal musyrikiina. Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil ‘alamiina. La syariikalahu wa bidzzalika umirtu wa ana minal muslimiina.

Allahumma antal malika laa ilaha anta anta rabbi wa ana’abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faa ghafirlii lah sanil akhlaaqi laa yahdii lahsanihaa illa anta, washrif,annisayyi ahaa, yashrifu ‘anni sayyiahaa illa anta.

Labaika wasa;adaika, walkhariukulluhu bi yadaika wasyaruu laisa ilaika, ana bika wa ilaika tabaatakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :

“ Aku menghadap kepada tuhan yang telah meiptakan langit dan bumi dengan memegang agama yang lurus dan aku bukanlah dari golongan orang – orang yang msurik atua menyekutukan Allah. Sesungguhnya. Sholatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah semata – mata untuk Allah SWT. Tuhan yang menyeru ke seeluruh alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan karena itulah aku diperintah sebagai orang muslim (Berserah diri).

Ya Allah, engkau adalah raja dari raja, tidak ada tuhan yang beerhak disembah kecuali Engkau. Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah hambaMu. Aku mengakui dosaku yang sudah aku lakukan. Dengan itu ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa keccuali engkau semata.

Tunjukan akau pada akhlak yang terbaik, karena tidak akan ada yang menunjukkan kecuali Engkau. Hindarkan hamba dari akhlak yang tidak baik, karena tidak ada yang bisa menjaukan hamba kecuali engakau.

Aku penuhi panggilanMu dengan penuh kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu dan kejelekan tidak bisa dinisabkan KepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu, dan kepadaMulah aku akan kemabli. Maha suci Engkau dzat yang Maha Tinggi hamba memohon ampun dan bertaubat hanya kepadaMu.”

4. Doa iftitah Ibnu Umar RA

Doa iftitah ini adlah doa yang selalu di baca oleh ibnu umar dimana ibnu umar adalah sahabat Rosululah SAW. Ibnu umar merasa kagum terhadapanya dan megatakan langit dibuka karena doa iftitah ini.

Ibnu Umar RA pernah mengatakan : “ Aku tida pernah melalaikan doa iftitah ini sejak Rosulullah berkata hal itu” (Muslim, 601)

Berikut ini adalah lafadz dari doa iftitah Ibnu Umar RA “

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

Allahuakbar kabiroo wal hamdu lillahi katsiiro wa subhaanallaahubukrotaw wa asshilaa

Artinya :

“ Allah maha besar dengan sebesar – besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha suci Allah pada setiap pagi dan petang”

5. Doa Iftitah Muhammadiyah (Abu Hurairah)

Doa iftitah oleh Abu Hurairah ini adalah doa kalau di indonesia merupakan bacaan doa iftitah yang identik dengan organisasi Muhammadiyah. Adapun lafadznya sebagai berikut :

اللَّهُمَّ باعِد بَيْني وبَيْنَ خَطايايَ كما بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ،

اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الخَطايا كما يُنَقّى الثَّوْبُ الأبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ،

اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطايايَ بالمَاءِ والثَّلْجِ وَالبَرَدِ‏.‏

Allahumma baa’id bainii waaina khotooyaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi. Allahumma naqqinii minal khotooyaya kamaa yunaqqost-tsaubul abyadlu minad-danas. Allahumma khotooyaaya bilmaa-iwatstshalji walbaroqi

Artinya :

“ Ya Allah. Pisahkan hamba dari dodosa hamba sebagai mana Engkau memisahkan timur dan barat. Wahai Aallah. Bersihkan hamba dari dosa sebagai mana pakaian bersih yang terbebas dari pakaian kotor. Ya Allah cucilah dosa hamba dengan air, salju dan batu es (Bukhari, 744, Muslim)

6. Doa Iftitah dari Aisyah RA

Doa iftitah ini pernah disampaikan oleh Aisyah RA bahwa rosulullah pernah mengucapkan doa iftitah ini. Berikut adalah lafalnya :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanaka Allahumma wa bihamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaa jadduka wa laa ilaaha ghoyruka

Artinya :

“ Maha suci Engkau Ya Allah, aku memujimu, maha berkah Allah berkah nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesanraMu. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau”

HUKUM MEMBACA DOA IFTITAH

DOA IFTITAH
DOA IFTITAH

Doa iftitah adalah salah sati dari sunnah yang di ajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Seperti yang sudah kita ketahui di atas, ada banyak versi doa iftitah yang ada dan bisa kita aplikasikan ketika kita melakukan sholat wajib maupun sunnah.

Doa iftitah sendiri bersifat sunnah. Namun, ketika anda tidak melakukan atau tidak membaca doa iftitah maka sholat anda tidak akan sempurna. Dengan ini banyak orang yang beranggapan bahwa doa iftitah ini adalah doa yang wajib di lafadzkan ketika sedang melakukan sholat baik wajib maupun sunnah.

Rosulullah SAW pernah bersabda : “ Shalat seseorang tidak akan sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah dan menyanjungny kemudian membaca Al Qur’an yag mudah baginya” (HR ABU DAUD dan HAKIM)

Dari hadis di atas bisa kitea pahami bahwa doa iftitah sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena dengan  membaca doa iftitah sholat akan lebih sempurna.

ATURAN MEMBACA DOA IFTITAH

DOA IFTITAH
DOA IFTITAH

Membaca doa iftitah adalah sunnah disaat melakukan sholat fardhu maupun sholat sunnah. Beberapa contoh doa iftitah diatas bisa kita pakai. Namun, dalam pembacaan doa iftitah juga ada aturan yang harus diperhatikan. Adapun aturan – aturan  yang perlu kita perhatikan adalah sebgaai berikut :

  1. Doa iftitah hanya dibacakan saat rokaat pertama saja (Bagi yang lupa tidak apa – apa)
  2. Pembaacaan doa iftitah dilakukan setelah takbiratul ikhram dan sebelum membaca ayat – ayat atau AL Fatihah
  3. Jika seseorang lupa membaca do iftitah maka bisa di bacakan di rakaat kedua maupun tidak usah di bacakan (doa iftitah sunnah)
  4. Bagi makmum maupun masbuk boleh diperkenankan untuk tidak membacanya.

Baca Juga : Doa Masuk Masjid

ADAB MEMBACA DOA IFTITAH

DOA IFTITAH
DOA IFTITAH

Adab dalam pembacaan doa iftitah ini du tulis dari kitab yang Al Adzkar yang mana penulisnya adalah Imam An Nawawi, didalamnya juga terdapat beberapa al yang perlu kita perhatikan pada saat kita melaksanakan sholat sunnah maupun wajib.

Berikut ini adalah adab – adab membaca doa iftitah.

  1. Menggabungkan Doa iftitah
  2. Makmum masbuk bisa membaca dan juga tidak, kemampuan dari makmum masbuk sangat diperlukan kalau tidak mampu untuk membaca doa iftitah tetap diwajibkan untuk membaca Al Fatihah
  3. Jika lupa tidak melakukan doa iftitah tidak di wajibkan untuk melakukan sujud sahwi, karena doa iftitah adalah sunnah yang di anjurkan untuk kita para pengikutnya.
  4. Dibaca dengan lirih, tidak dikeraskan meskipun kita bertindak sebagai imam.
  5. Jika lupa saat pembacaan doa iftitah di rakaat pertama, namun teringat ketika kita memasuki rakaat kedua maka boleh di ganti pada rakaat kedua.
  6. Jika anda melakukan sholat pada akhir waktu maka tidak perlu menggunakan doa iftitah.

KEUTAMAAN MEMBACA DOA IFTITAH

Doa iftitah ini sama dengan bacaan yang ada dalam sholat. Doa ini merupakan syarat wajib dari rukun islam ada banyak keutamaan yang terdapat dalam doa iftitah ini. Yang mana bisa kita lihat dari makna yang terkandung dalam doa ini.

Hal tersebut menunjukan bahwa hakikat hidup manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang tidak pernah tidak melakukan yang namanya dosa. Namun, manusia juga bisa menjadi sumber pahala dari setiap muslim yang ada. Doa iftitah ini adalah cara untuk melakukan permohonan taubah kepada Allah SWT.

Doa Iftitah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *