Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Bahan Keras – berbicara kerajinan, apa itu kerajinan ? hampir semua orang tau dengan kerajinan, namun belum tentu mereka tau makna dan definisi dari kerajinan tersebut.

Secara umum, kerajinan merupakan aktivitas yang melibatkan keterampilan tangan dan seni dalam menciptakan suatu produk atau barang yang memiliki fungsi atau nilai estetika yang tinggi, sehingga bisa dijadikan sebagai sebuah hiasan.

Definisi lain dari kerajinan adalah produk atau barang yang dihasilkan dari seseorang, dimanasa pembuatnya tersebut menggunakan keterampilan tangan manusia.

Kerajinan sendiri, dibedakan dalam dua jenis, yaitu berdasarkan bahan dasar untuk membuatnya. Adapun kerajinan tersebut adalah kerajinan bahan keras dan kerajinan bahan lunak.

Kerajinan bahan keras adalah produk hasil karya kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar yang bersifat keras. Sedangkan kerajinan bahan lunak adalah kerajinan yang dibuat dari bahan yang sifatnya lunak, lentur, dan mudah untuk dibentuk.

Pada ulasan kali ini, kita akan membahas tentang kerajinan bahan keras, mulai dari pengertian, contoh, teknik pembuatan dan bahannya secara detail.

Baca Juga : Macam – Macam Kerajinan Bahan Lunak

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras merupakan kerajinan yang dibuat dari bahan dasar material yang bersifat keras. Kerajinan ini sendiri terbagi menjadi 2 bentuk, yakni kerajinan bahan keras alami dan bahan keras buatan.

Banyak orang yang mengagumi hasil karya sebuah kerajinan, baik itu dari sisi detail pembuatan yang rumit, idenya yang unik, ataupun makna filosofi yang terkandung didalamnya yang menyentuh hati.

Kerajinan dapat dibuat dari berbagai macam bahan seperti plastik, kayu, kaca, dan bahan – bahan sampah limbah yang sudah tidak terpakai lainnya.

Ditangan para orang terampil dan kreatif, bahan – bahan tersebut dapat disulap menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis dan bernilai seni tinggi.

Disekitar kehidupan kita sehari – hari banyak benda – benda yang terbuang dan sudak tidak terpakai. Dimata orang biasa benda – benda tersebut mungkin merupakan benda rongsokan yang sudah terbuang dan tidak bernilai.

Akan tetapi, berbeda dengan pandangan para seniman dan orang – orang kreatif, mereka memiliki cara yang unik dan ide yang cemerlang untuk memanfaatkan atau mengubah barang – barang tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual dan bernilai seni.

Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Bahan Keras Nusantara terbuat dari berbagai macam bahan dengan teknik yang berbeda – beda, sesuai dengan sifat bahan tersebut diantaranya yaitu :

  • Teknik Cor (cetak tuang)

Kerajinan Bahan Keras

Teknik ini sudah ada dan digunakan ketika kebudayaan perunggu masuk ke Indonesia, masyarakat mulai mengenal teknik pengolahan perunggu.

Terdapat berbagai macam benda kerajinan terbuat dari perunggu seperti kapak, bejana, perhiasan, dan yang lainnya.

Teknik cor sendiri memiliki dua macam cara yang biasa digunakan, berikut adalah penjelasan dan perbedaan kedua teknik tersebut :

  1. Teknik Tuang Berulang (Bivalve)

Teknik ini membutuhkan alat cetak menggunakan 2 keping cetakan, yang biasanya terbuat dari batu, dan dapat digunakan secara berulang – ulang sesuai dengan kebutuhan.

Teknik tuang berulang biasa digunakan untuk mencetak hiasan atau benda sederhana lainnya.

  1. Teknik Tuang Sekali Pakai

Teknik ini digunakan untuk mencetak hiasan atau benda yang lebih rumit. Biasanya diawali denga membentuk model cetakan dari tanah liat dan dilapisi dengan lilin.

Selanjutnya dilakukan proses pembakaran untuk mengeluarkan lilin, sehingga terbentuk ruang cetak di dalamnya, kemudian tuangkan bahan cetakan tersebut di dalam cetakan.

Setelah dingin, cetakan tersebut dapat di pecah dan menghasilkan benda perunggu yang diinginkan.

  • Teknik Etsa

Kerajinan Bahan Keras

Kata etsa berasal dari bahasa Jerman, yang artinya berkorasi, memakan, atau berkarat. Berasal dari kata etching yang artinya mengetsa.

Semua benda dari logam dapat dietsa dengan cara merendamnya dalam larutas etsa atau larutan asam. Pada bagian yang tidak ingin ter-etsa, maka permukaan benda akan ditutup dengan lapisan bahan penolak asam (resist atau bahan pelindung).

Perlahan – lahan larutan asam tersebut akan mengikis permukaan yang terbuka hingga tingkat yang diinginkan, sementara bagian permukaan yang tertutup dan terlindungi akan tetap utuh.

Campuran dan bahan yang digunakan tergantung dari jenis logam dan kualitas logam yang akan dietsa. Larutan etsa terdiri dari kandungan asam mineral, asam organik, anorganik, atau campuran antara keduanya.

Teknik etsa membutuhkan perhitungan waktu yang sangat matang untuk menentukan seberapa dalam tingkat pengikisan tersebut.

  • Teknik Ukir

Kerajinan Bahan Keras

Merupakan teknik membentuk hiasan atau ornamen sederhana yang diaplikasikan langsung diatas permukaan benda, bisa terbuat dari batu, kayu, dan tanah liat, dengan cara goresan atau temple sesuai yang diinginkan.

Teknik ini memerlukan bantuan alat yang disebut dengan pahat. Berdasarkan jenisnya, ukiran dibagi menjadi beberapa macam diantanya yaitu :

  1. Ukir Rendah (bas relief), gambar yang timbul kurang dari separuh bentuk utuh objek.
  2. Ukir Sedang (mezzo relief), gambar yang timbul tepat separuh bentuk objek.
  3. Ukir Tinggi (haut relief), gambar yang timbul lebih dari separuh bentuk objek.
  4. Ukir Tembus atau Krawangan (ayour relief), bagian dasar menembus bidang dasarnya, sehingga tercipta bagian dasar berupa lubang – lubang atau tembus.
  5. Ukir Cekung atau Tenggelam (encreux relief), gambrnya tenggelam lebih rendah dari dasar objek.
  6. Ukir Tumpang, gambar berbentuk tumpang tindih diatas bidang dasar, ukir tumpang hampir menyerupai dengan relief patung karena gambarnya utuh seperti patung. Seperti contohnya relief patung yang populer yaitu patung kamadhatu berada di kaki Candi Borobudur.
  • Teknik Ukir Tekan

Kerajinan Bahan Keras

Teknik membuat hiasan diatas permukaan plat logam tipis dengan ketebatan sekitar 0.2 mm untuk plat logam kuningan dan untuk plat logam tembaga sekitar 0,4 mm.

Membutuhkan alat ukir, para seniman biasa menggunakan tanduk sapi atau kerbau, bambu, dan kayu yang sudak dibentuk, sesuai dengan keperluan teknik ukir tekan.

Cara mengaplikasikan teknik ukir tekan yaitu dengan menekan permukaan objek mengikuti bentuk sesuai dengan motif atau gambar yang telah ditentukan.

  • Teknik Bubut

Kerajinan Bahan Keras

Teknik bubut membutuhkan sebuah alat yang disebut dengan pahat bubut, yang berfungsi untuk mengikis, menyayat, mengiris, dan membentuk objek sesuai yang diinginkan.

Proses pembubutan yaitu dengan meletakkan objek di tengah mesin bubut dengan menjepit bagian ujung – ujungnya, kemudian mulai mengikisnya menggunakan alat bubut hingga membentuk objek yang diinginkan.

Contoh hasil karya kerajinan dengan teknik bubut adalah vas bunga, asbak kayu, guci kayu, dan yang lainnya.

  • Teknik Anyaman

Kerajinan Bahan Keras

Teknik anyaman merupakan seni kerajinan yang dilakukan dengan cara mengangkat dan menumpang tindihkan atau menyilang – nyilangkan objek bahan anyam.

Sehingga terbentuk menjadi suatu karya anyaman yang indah. Meskipun sekilas terlihat mudah, namun tidak semua orang dapat membuat anyaman, proses menganyam memerlukan konsentrasi dan kesabaran yang tinggi agar tercipta hasil yang maksimal.

Bahan yang biasa digunakan untuk anyaman adalah bahan yang memiliki sifat elastis atau mudah dibentuk seperti rotan, bambu, daun pandan, dan yang lainnya.

Baca Juga : Kerajinan Dari Lilin

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Bahan Keras

Pengetahuan berbagai macam bahan, alat, dan teknik yang digunakan dalam menciptakan karya kerajinan merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam menghasilkan karya seninya.

Hal tersebut dapat dilihat dari pemanfaatan bahan, cara, ataupun penampilan dari karya yang dihasilkan. Adapun prinsip dari kerajinan bahan keras yaitu meliputi :

  • Keunikan Bahan Kerajinan

Berbagai macam bahan yang bisa digunakan dalam membuat kerajinan sangat beragam, dapat diambil dari alam, bahan limbah organik, bahan limbah anorganik, dan bahan buatan.

Seorang pengrajin harus memiliki keuletan, kreativitas, ketekunan, dan kesabaran untuk dapat menciptakan hasil karya seni dengan harga jual dan nilai seni yang tinggi.

  • Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan

Keberagaman bentuk produk dan hasil karya kerajinan tidak lepas dari ilmu, gagasan, ataupun ide dari manusia.

Oleh karena itu, pesan dari proses berkarya dapat dipilih dan dibedakan menjadi 4 macam nilai, diantaranya nilai informatik, nilai fungsional, nilai simbolik, dan nilai prestise (wibawa).

  • Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Produk karya kerajinan memiliki banyak faktor yang menjadi bahan pertimbangan dan sebagai acuan dalam membuat karya seni.  Berikut adalah pembagian beserta penjelasan, diantaranya yaitu :

  1. Faktor teknis
  • Metode produksi yang handal
  • Penerapan mesin dan manual
  • Tingkat kemahiran para SDM
  1. Faktor ekonomis
  • Pemasaran yang bersaing
  • System distribusi
  1. Faktor ergonomis
  • Kenyamanan
  • Keamanan
  • Kesesuaian
  1. Faktor sains dan teknologi
  • Unsur kebaruan
  • Mengikuti perkembangan
  1. Faktor estetika
  • Penampilan keindahan
  • Daya pikat
  1. Kondisi lingkungan
  • Nilai kebudayaan
  • Kondisi lingkungan

Contoh Kerajinan Bahan Keras Alami

Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras dapat dibuat dari berbagai macam bahan, namun secara garis besar dikelompokan menjadi 2, yaitu kerajinan bahan keras alami dan bahan keras buatan.

Adapun pengertian kerajinan bahan keras alami adalah suatu kerajinan yang berbahan dasar utama terbuat dari bahan keras yang bersal dari alam atau telah mengalami pengolahan, namun tidak mengakibatkan perubahan wujud benda tersebut.

Bahan keras alami memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan bahan keras buatan, seperti bahan yang mudah didapatkan dan relatif lebih terjangkau, karena bahan dapat diperoleh langsung dari sekitar kita.

Adapun contoh bahan keras alami dinataranya yaitu batu, tulang, kayu, biji – bijian, kulit kerang, rotan, bambu, pasir, dan yang lainnya.

Contoh Kerajinan Bahan Keras Buatan

Kerajinan Bahan Keras

Berbeda dengan bahan keras alami diatas, kerajinan bahan keras buatan merupakan suatu kerajinan yang terbuat dari bahan keras, namun sudah mengalami proses pengolahan kembali.

Bahan – bahan tersebut mengalami proses pengolahan hingga menjadi keras, dengan tingkat kekerasan yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat dipakai untuk membuat bahan karya kerajinan.

Contoh kerajinan bahan keras buatan diantaranya adalah besi, kawat, kaca, kaleng, timah, semen, logam (kuningan, perak, tembaga, emas, dan aluminium), serta berbagai jenis bahan yang lain.

Baca Juga : Kerajinan Dari Gips

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan Bahan Keras

Suatu benda atau produk sengaja dibuat tak lain karena memiliki nilai guna atau fungsi bagi manusia. Adapun fungsi kerajinan bahan keras sendiri dibedakan menjadi 2 bagian, diantaranya yaitu :

  • Sebagai Benda Pakai

karya kerajinan sengaja diciptakan dan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahan hanyalah sebagai sebuah pendukung.

Contoh diantaranya yaitu meja, kursi, lemari, rak buku, dan yang lainnya.

  • Sebagai Benda Hias

Hal ini berbeda dengan pengertian diatas, karya kerajinan dibuat semata – mata hanya untuk sebagai benda hiasan atau pajangan, fungsi ini lebih mengutamakan aspek keindahan dan mengesampingkan aspek kegunaan dan fungsinya.

Contohnya adalah patung, hiasan dinding, bingkai, gantungan kunci, dan berbagai jenis yang lain.

Itulah berbagai macam contoh produk, fungsi, serta teknik kerajinan yang terbuat dari bahan keras. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kalian semua.

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply