Kerajinan Dari Lilin

Kerajinan Dari Lilin – terdapat berbagai macam jenis kerajinan yang yang bisa dibuat, dengan beragam bahan yang bisa digunakan, salah satunya yaitu karya kerajinan yang berbahan dasar dari lilin hias.

Siapa yang tidak tahu lilin? Benda yang populer digunakan sebagai alternatif penerangan pada saat listrik padam ini, ditangan para pengrajin profesional dapat disulap menjadi sebuah karya seni yang menakjubkan dengan harga jual yang tinggi.

Hal tersebut bisa dikreasikan dengan menambahkan variasi warna, bentuk, serta aroma sesuai dengan kreativitas masing – masing.

Lilin hias merupakan salah satu dari hasil kreatifitas seniman dalam memanfaatkan dan mengolah benda – benda di sekitarnya. Hasil kreasi ini biasa digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya yaitu sebagai souvenir dan hiasan rumah.

Nah, untuk lebih sejasnya kali ini kita akan mengulas tentang seputar lilin, manfaat, dan berbagai kerajinan yang bisa dihasilkan dari lilin berikut ini.

Sejarah Lilin

Kerajinan Dari Lilin

Sejak tahun 3000 SM (sebelum masehi), lilin sudah banya digunakan. Pada awal kemunculannya lilin masih sangat sederhana, yaitu hanya menggunakan alang – alang sebagai sumbu dan lemak sapi menjadi bahan utama yang membungkus sumbunya.

Diberbagai Negara lilin memiliki sejarah tersendiri yang unik, dalam proses perkembangannya berikut adalah rangkumannya.

  • Orang Romawi kuno membuat lilin dengan mencelupkan gulungan papirus secara berulang kali dalam lemak leleh atau lilin lebah.
  • Masyarakat Cina kuno membuat lilin dengan dicetak dalam tabung kertas, dengan menggunakan kertas beras gulung sebagai sumbu dan untuk lilinnya terbuat dari serangga asli yang telah dikombinasikan dengan biji.
  • Di Jepang sendiri, terbuat dari lilin yang telah diekstrak dari kacang pohon.
  • Di India, lilin dibuat dengan cara merebus buah pohon kayu manis.
  • Pada abad pertengahan, orang – orang yang mulanya bergantung pada lilin yang dihasilkan dari lemak hewani, pada masa ini lilin lebah mulai dibuat, namun hanya sebatas untuk keperluan upacara gereja.
  • Pada masa kolonial, wanita Amerika biasa membuat lilin dengan cara merebus buah beri.
  • Lilin terbuat dari minyak paus diproduksi pada abad ke -18 dan disebut dengan spermaceti.
  • Pada tahun 1820-an, seorang ahli kimia dari Prancis bernama Michel Eugene Chevreul melakukan penelitian dan menemukan cara untuk mengekstrak asam stearat, dari asam lemak hewani yang dapat menghasilkan lilin stearin yang terkenal di Eropa hingga saat ini.
  • Lilin parafin diperkenalkan pada tahun 1850-an, setelah seorang ahli kimia mempelajari cara untuk memisahkan zat lilin yang terbentuk alami dari minyak bumi dan memurnikannya.

Seiring dengan perkembangan waktu, lilin telah mengalami berbagai modifikasi dan menjadi alat penerangan. Selain fungsi utamanya sebagai alat penerangan, desain lilin juga sangat beragam dan unik sehingga dapat mempercantik suasana dalam rumah.

Baca Juga : Macam – Macam Kerajinan Bahan Lunak

Jenis – Jenis Lilin

Kerajinan Dari Lilin

Lilin yang ada saat ini telah mengalami berbagai bentuk dan modifikasi, serta terbagi menjadi beberapa jenis yang berbeda.

Terdapat jenis lilin yang digunakan untuk aroma terapi, peneranga, dan ada juga yang digunakan untuk souvenir. Nah, berikut merupakan jenis – jenis lilin beserta karakteristiknya.

  • Lilin Lancip

Lilin jenis ini mampu bertahan  hingga 10 jam, dan sering digunakan sebagai alternative ketika lampu padam, akan tetapi lilin lancip tidak bisa berdiri sendiri, membutuhkan alat untuk menopangnya.

Lilin ini memiliki berbagai macam variasi warna, serta memiliki bentuk yang tipis, oleh sebab itu dinamakan dengan lilin lancip.

Lilin lancip terbuat dari lilin lebah dan parafin. Biasanya memiliki ukuran panjang 18 inci dan tebal 1 inci, bisa kita jumpai pada jamuan cahaya lilin.

  • Lilin Pilar

Berbeda dengan lilin lancip, lilin pilar bisa terbakar tanpa membutuhkan alat penopang atau pegangan, pasalnya lilin ini memiliki ukuran yang lebih besar berkisar 3 inci sampai 16 inci. Saking besarnya bahkan tiap batang lilin bisa terdapat 2 – 3 sumbu sekaligus.

Masa bakar pada setiap batangnya berkisar 3 – 4 jam, dan memiliki keunikan lain yaitu tidak mengeluarkan asap. Waktu lama bakarnya tergantung dari ketebalan lilin tersebut.

Lilin pilar terbuat dari lilin kelapa dan cenderung kurang cocok untuk digunakan bahan kerajinan lilin hias.

  • Lilin Nazar

Lilin nazar termasuk jenis lilin kecil, dengan tinggi sekitar 2,5 inci dan diameter 2 inci. Lilin ini membutuhkan sandaran atau tatakan sebelum dinyalakan.

Lilin ini terbuat dari lilin kedelai, parafin, atau lilin lebah dengan masa bakar selama 6 – 7 jam. Kebanyakan lilin nazar digunakan di gereja  atau sebagai pelengkap dalam kegiatan ibadah.

  • Lilin Teh

Lilin teh memiliki bentuk yang mungil dan ringan, banyak digunakan dalam acara pesta. Masa bakar lilin teh sekitar 2 jam.

Diberi nama lilin teh, namun lilin ini bukan terbuat dari daun teh, melainkan terbuat dari kelapa atau lilin kedelai. Dengan ukuran tinggi sekitar 38mm, dan diproduksi dengan beragam warna, namun lebih populer berwarna putih.

  • Lilin Wadah

Sebenarnya lilin wadah merupakan jenis lilin biasa yang telah dimodifikasi dengan cara menuangkan pada wadah yang beragam tergantung dari selera.

Lilin ini sering digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan lilin hias, terbuat dari parafin atau lilin kedelai. Masa bakar lilin wadah berkisar 4 – 5 jam, tergantung dari ketebalannya.

Sesuai dengan namanya, lilin ini dibuat dengan cara menuangkan kedalam wadah, dengan ditambah sedikit pewarna untuk menambah tampilan. Lilin wadah biasa digunakan sebagai lilin dekoratif pada rumah ataupun restoran.

  • Lilin Pot

Sesuai dengan namanya, lilin pot dibuat dengan menuangkan lilin ke dalam terakota atau barang tembikar lainnya yang menyerupai pot.

Lilin ini dapat dijadikan sebagai kerajinan lilin hias dengan cara mewarnai atau menghias bagian potnya sesuai dengan kreativitas.

Lilin pot memiliki sifat penyusutan yang rendah dengan masa bakar sekitar 14 jam. Memiliki ukuran tinggi rata – rata 26 mm dengan diameter 60 mm, biasa digunakan sebagai dekoratif di sekeliling pohon natal dan di restoran.

  • Lilin Mengambang

Lilin ini memiliki berat yang sangat ringan dibandingkan dengan jenis lain serta dapat mengambang diatas air.

Lilin mengambang banyak digunakan untuk dekorasi di restoran, ruang spa, kantor, dan kolam renang pada saat pesta di malam hari, karena dapat menambah efek khusus serta menambah kecantikan pada ruangan.

Terbuat dari lilin kelapa atau parafin. Memiliki ukuran sekitar 3 inci dengan diameter dan tinggi 8 inci, dengan masa bakar sekitar 8 – 10 jam.

Lilin ini memiliki tampilan yang sangat menawan, elegan, dan anggun terebih jika ditambahkan dengan taburan bunga di sekitarnya.

  • Lilin Gel

Jika pada jenis lilin kebanyakan yang keras, berbeda dengan lilin yang sat ini, yang terbentuk dari cairan sedikit lengket seperti gel.

Lilin gel memiliki ukuran tinggi milai dari 3 mm hingga 9 mm, namun sebenarnya tergantung dari wadah yang digunakan untuk menempatkannya.

Lilin gel dapat sedikit beraroma dan terbuat dari bahan gel dengan kepadatan rendah ataupun tinggi. Biasa ditempatkan pada toples kaca ataupun batu, karena jika memanas akan lebih aman untuk tidak terbakar dan dapat bertahan lebih dari 2 jam.

  • Lilin Cair

Lilin cair terbuat dari parafin cair murni yang lembut dan aman untuk digunakan dalam pelayanan makanan.

Lilin jenis ini tidak menimbulkan tetesan seperti halnya jenis lilin lainnya, dan dapat bertahan 8 hingga 100 jam tergantung dari ketebalannya.

  • Lilin Cartidge

Lilin ini merupakan yang paling banyak diketahui dan digunakan oleh masyarakat umum, karena memiliki harga yang lebih ekonomis dan tidak digunakan untuk bahan kerajinan lilin hias.

Lilin cartridge memiliki ukuran yang bervariasi dan biasa digunakan untuk berjaga – jaga pada saat darurat seperti listrik padam.

Lilin ini terbuat dari parafin cair sekali pakai dengan masa bakar selama 90 jam lamanya.

  • Lilin Ulang Tahun

Sesuai dengan namanya, lilin ini digunakan untuk acara ulang tahun. Terbuat dari bahan yang aman dan murni yaitu dari lilin lebah, dengan system pembakaran yang bersih dan rapi, serta tidak menetes pada kue ulang tahun.

Lilin ini memiliki ukuran dan warna yang beragam, serta memiliki kelebihan yakni tidak menggunakan bahan sintetis dan aman untuk kesehatan.

  • Lilin Kaca

Sesuai dengan namanya lilin ini memiliki tampilan bening dan bersih menyerupai kaca. Lilin kaca terbuat dari kaca naga yang dikenal juga sebagai obsidian.

Lilin kaca biasanya digunakan untuk berbagai hiasan dan dekorasi rumah, untuk menambah suasana lebih menawan dan terlihat mewah.

  • Lilin Flameless

Sebenarnya lilin flameless bukan murni lilin, namun lebih cenderung kepada produk tiruan dari lilin. Api dari lilin ini berasal dari cahaya lampu LED yang telah di pasang di dalamnya, dan tentunya tidak menyentuh bagian tubuh lilin, sehingga tidak akan terbakar sedikit pun.

Lilin flameless memiliki keunikan yaitu memiliki aroma yang khas, oleh karena itu lilin ini sering digunakan sebagai penyegar ruangan dan juga sebagai dekoratif ruangan.

Karena sumber pencahayaan lilin ini berasa dari lampu, maka lilin ini membutuhkan baterai untuk dapat menyala, satu lilin memerlukan dua buah baterai C yang mampu bertahan hingga 750 jam untuk penggunaan secara regular.

Kerajinan Lilin Mainan

Kerajinan Dari Lilin

Pernahkan kalian pada saat SD dapat tugas untuk membuat prakarya berbahan lilin mainan atau dari tanah liat ?

Zaman dulu jenis prakarya mungkin lebih cenderung menggunakan bahan tanah liat, pasalnya bahan ini sangat mudah untuk di peroleh dan tidak perlu mengeluarkan biaya, khususnya di desa.

Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern ini , sudah sangat jarang anak kecil yang bermain dengan tanah liat. Terlebih jika berada di kota yang sangat sulit untuk mendapatkan tanah liat.

Mereka beralih ke clay atau sejenis lilin untuk mengganti tanah liat. Bahan ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan tanah, yakni berwarna – warni dan mudah dibentuk sesuai dengan imajinasi dan keinginan mereka.

Berbagai karya kerajinan dapat dibuat dengan bahan dasar tersebut, seperti keledai, jagung, siput, hamburger, dan yang lainnya.

Kerajinan Lilin Dari Parafin

Kerajinan Dari Lilin

Dalam ilmu kimia, parafin merupakan nama untuk hidrokarbon alkane dengan formula CnH2n+2. Molekul parafin tersusun dari metana, CH4, gas dalam temperature ruangan. Parafin disebut juga dengan lilin parafin.

Pertama kali ditemukan oleh Carl Reichenbach pada tahun 1830. Parafin atau hidrokarbon parafin juga termasuk nama teknis untuk alkana, akan tetapi lebih merujuk pada alkana rantai normal atau linear, dan bercabang atau isoalkana

Karena pada masa kini lilin hias sangat populer, selain fungsi utamanya sebagai penerangan juga memiliki fungsi lain sebagai hiasan.

Baca Juga : Kerajinan Bahan Keras

Langkah – Langkah Membuat Kerajinan Dari Lilin

Kerajinan Dari Lilin

Agar anda bisa membuat kerajinan sendiri di rumah, kami akan memberikan langkah – langkah dalam pembuatan kerajinan dari lilin yang mudah dan simpel, tanpa mengurangi hasil kerajinan yang indah.

  • Alat dan Bahan

Sebelum masuk ke tahap cara membuatnya, terlebih kita harus tau tentang alat dan bahan apa saja yang di perlukan selama proses pembuatan.

  1. Crayon
  2. Sendok
  3. Panci
  4. Lilin
  5. Baskom atau mangkok
  6. Cetakan
  • Langkah – Langkah Dalam Pembuatan

Terdapat 2 cara dalam membuat kerajinan dari lilin, yaitu dengan cara teknik ukir dan teknik leleh atau cair. Berikut adalah penjelasan dari masing – masing cara tersebut :

  1. Teknik Ukir

Teknik ini dilakukan dengan cara memahat atau mengurangi bagian lilin bertujuan untuk menimbulkan bentuk yang sesuai dengan yang diinginkan.

  1. Teknik Leleh

Leleh atau mencairkan lilin dilakukan dengan cara memotong lilin menjadi bentuk kecil – kecil, kemudian panaskan air dalam panci dan masukkan potongan lilin tersebut.

Lalu rebus hingga air mendidih, teknik ini mampu menciptakan kerajinan lilin yang sangat menakjubkan dan menarik. Adapun contoh kerajinan dari cara tersebut dapat berupa bentuk bunga, hewan, tumbuhan, dan yang lainnya.

Untuk membuat hasil kerajinan lebih alami dan menarik, bisa dengan menambahkan pewarnaan pada kerajinan. Seperti menggunakan crayon atau pewarna yang lainnya.

Cara Membuat Lilin Hias Bening

Kerajinan Dari Lilin

Langkah pertama yang harus disiapkan adalah peralatan yang dibutuhkan, seperti kompor, panci, dan sendok.

Selanjutnya, kita siapkan untuk bahannya seperti parafin cair, gelas kaca, polimer PVC, cat minyak, hiasan tahan panas, dan sumbu lilin.

Kemudian langkah – langkah proses pembuatanya, adalah sebagai berikut :

  1. Panaskan parafin cair dalam panci sesuai dengan kebutuhan, lalu larutkan serbuk polimer PVC hingga campuran terasa cukup kental.
  2. Jangan lupa masukkan sumbu dalam rebusan parafin tadi (agar sumbu tidak cepat habis).
  3. Setelah larut sempurna angkat sumbu dan dinginkan, lalu cairan gel yang sudah jadi dicampur dengan cat minyak (dianjurkan tidak menggunakan cat yang larut dalam air).
  4. Letakkan sumbu pada gelas kaca dan juga hiasan yang diinginkan di dalamnya.
  5. Tuangkan perlahan larutan yang telah tercampur dengan pewarna dalam gelas tersebut, pastikan sumbu dan hiasan tadi tidak berpindah dari tempatnya.
  6. Setelah terisi penuh, diamkan dan tunggu hingga dingin atau berbentuk gel.

Cara Membuat Kerajinan Dari Lilin Batangan

Kerajinan Dari Lilin

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti panci, gelas atau botol kaca, tusuk sate dengan panjang dan diameter menyesuaikan mulut gelas.

Kemudian bahannya yaitu, lilin, pewarna,dan benang.

Proses pembuatan :

  • Siapkan tusuk sate lalu ikat bagian tengah menggunakan benang, letakkan diatas mulut gelas, atur agar benang tetap berada di tengah dan jatuh ke dasar.
  • Panaskan panci yang telah diisi air secukupnya, serta masukkan lilin aduk hingga mencair.
  • Masukkan pewarna sedikit demi sedikit hingga warna yang diinginkan sesuai.
  • Setelah warna sesuai dan tercampur rata angkat panci dan tuangkan ke dalam gelas yang telah disiapkan, selanjutnya diamkan hingga lilin menjadi beku dank eras.

Untuk hasil kerajinan yang lebih menarik bisa menambahkan dengan gradasi warna – warni pada lilin, bedanya pada saat proses menuangkan lilin berwarna yang kedua tidak perlu menunggu lilin warna yang pertama mengeras.

Berbagai macam bentuk kerajinan dapat dibuat tergantung dari kreativitas masing – masing, seperti bentuk bunga, daun, dan bentuk yang lainnya.

Cara Membuat Kerajinan Dari Lilin Plastisin

Kerajinan Dari Lilin

  • Siapkan air 1 gelas

Pertama tama tuangkan air ke dalam mangkuk atau wadah yang cukup besar agar mampu menampung semua bahan – bahan yang akan dicampur.

  • Tambahkan pewarna

Pilihlah pewarna sesuai dengan keinginan, bisa menggunakan pewarna makanan karena lebih aman untuk kesehatan. Tambahkan secukupnya aduk hingga merata.

  • Tambahkan bahan – bahan kering

Masukkan bahan utama yaitu tepung kurang lebih 4 gelas dan 1.5 gelas gram  ke dalam wadah yang telah diberi isi air pewarna.

  • Tambahkan minyak goreng

Minyak berfungsi agar adonan plastisin lebih lunak dan tidak lengket jika di bentuk, bisa dengan menambahkan sebanyak 2 sendok makan (menyesuaikan banyaknya adonan).

  • Remas dan oleni adonan

Setelah tercampur semua, remas adonan tersebut menggunakan tangan hingga terasa lembut dan sesuai apa yang diinginkan.

  • Simpan adonan

Jika adonan plastisin telah hangat dan kalis, plastisin tersebut siap untuk digunakan mainan anak – anak yang dapat dibentuk apa saja sesuai dengan kreativitas.

Bila adonan belum akan digunakan, maka dapat disimpan dalam wadah yang sekiranya kedap suara, seperti didalam plastic atau benda yang lainnya.

Hal ini bertujuan agar plastisin dalam kondisi yang lembut, mudah dibentuk, dan dapat digunakan kapan saja.

Baca Juga : Cara Membuat Plastisin

Cara Membuat Kerajinan Dari Lilin Malam

Kerajinan Dari Lilin

Malam merupakan zat padat yang diproduksi secara alami. Terbuat dari ekskresi tumbuh – tumbuhan berupa damar dan resin, atau juga bisa terbuat dari sarang lebah.

Malam lebih populer di kenal masyarakat digunakan untuk pembuatan batik, yang berperan sebagai penutup bagian kain agar tidak ikut terwarna pada saat proses pencelupan.

Proses pembuatan kerajinan menggunakan lilin malam sama dengan lilin yang lain, yaitu dengan proses pemanasan agar lilin malam dapat mencair dan bisa untuk digunakan atau dibentuk sesuai dengan keinginan.

Itulah ulasan tentang berbagai macam jenis dan cara membuat kerajinan dari lilin yang mudah untuk diterapkan dirumah. Semoga dapat menambah wawasan  dan bermanfaat bagi kita semua.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply