Pengertian Aborsi : Definisi, Jenis, Klasifikasi, Hukum, Dampak Lengkap !

Pengertian Aborsi – Assalamualaikum teman – teman semuanya, kali ini kita akan membahas mengenai aborsi. Munkin sebagian dari kita sudah familiar dengan nama aborsi, tapi belum paham apa itu aborsi.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tuntas tentang pengertian aborsi berikut adalah pengertian dari Aborsi.

Pengertian Aborsi Secara Umum

aborsi adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri masa kehamilan atau pengguguran kandungan dengan cara mengeluarkan janinnya (embrio) sebelum memiliki kemampuan utuk bertahan hidup di luar rahim ibu.

Pengeritan Aborsi Menurut Agama Islam

Aborsi disebut isqat al-haml atau ijhad adalah pengguguran janin dalam rahim ibu. Untuk istilah syariat, aborsi adalah kematian dalam janin atau keguguran sebelum sempurna, walaupun janin itu belum mencapai usia 6 bulan.

Aborsi menurut syariat tidak melihat kepada usia kandungannya, tetapi melihat kepada kesempurnaan bentuk janin.

Pengertian Aborsi Menurut Para Ahli

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

1.  Marjorie Jeefcoat

Aborsi adalah pengeluaran dari hasil konsepsi sebelum usia kehamilan mencapai 28 minggu, yaitu adalah fetus belum ( viable by law).

2. Holmer

Aborsi adalah terputusnya kehamilan sebelum minggu yang ke 16, dimana proses plasentasi ini belum selesai.

3. Eastman

Aborsi adalah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus itu sanggup hidup sendiri di luar uterus dan belum sanggup artinya apabila fetus itu beratnya antara 400-1000 gram, atau usia kehamilan kurang dari umur 28 minggu.

Aborsi sudah ada di zaman kuno dengan mengunakan benda-benda tajam, obat-obatan herbal, bahkan ada yang dipaksa atau menggunakan metode yang tradisional.

Dari segi hukum pandangan agama, terdapat perbedaan tentang hukumnya aborsi. Dalam beberapa kasus aborsi dilegalkan karena kemiskinan, masalah pada janin, resiko pada kesehatan ibu.

4. Pengertian Aborsi Menurut Kedokteran

aborsi adalah keluarnya produk konsepsi (plasenta, selaput janin dan janin) secara prematur dari rahim ibu.

Aborsi terjadi secara tidak spontan dan tidak disengaja ialah di sebut dengan keguguran. Sedangkan aborsi yang terjadi dengan secara sengaja di sebut dengan aborsi induksi tau nama lainnya adalah abortus provocatus.

Dari segi medis menurut Sofoewan aborsi atas indikasi medis disebut aborsi terapeutik, adalah aborsi yang dilakukan sebelum janin mampu untuk hidup demi untuk kesehatan ibu tersebut.

5. Pengertian Aborsi Menurut KUHP

Aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya masa kehamilan yang lengkap mencapai (38-40 minggu).

Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin tersebut dapat hidup di luar kandungan berat kurang dari 500 gram atau kurang lebih 20 minggu.

Dari segi medikolegal maka istilah abortus, kelahiran prematur dan kegugugran adalah mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin dalam rahim sebelum usia kehamilan yang cukup.

6. Pengertian Aborsi Menurut WHO (Word Health Organization)

Aborsi adlah menghentikan kehamilan sebelum janin berusia 20 minggu. Secara medis janin tidak bisa bertahan hidup di luar kandungan.

Sebaliknya bila penghentian kehamilan dilakukan saat sudah memasuki usia di atas 20 minggu maka hal tersebut adalah pembunuhan janin atau disebut infanticide.

Jenis – Jenis Aborsi

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

Setelah kita membahas pengertian tentang aborsi kali ini kita akan membahas tentang jenis yang ada dalam ilmu media atau ilmu kedokteran, aborsi di bedakan menjadi Induced Abortion dan Spontaneous. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

1. Abortus Provocatus (Buatan)

Adalah pengguguran kandungan yang dilakukan dengan secara sengaja. Abortus provocatus di bagi menjadi 2 jenis yaitu:

2. Abortus Artifikalis Therapicus

adalah abortus yang dilakukan oleh dokter atas dasar indikasi tentang medis, yakni apabila tidakan Abortus tidak di ambil maka bisa membahayakan jiwa seorang ibu.

3. Abortus Provocatus Kriminalis

adalah abortus yang dilakukan untuk menyelamatkan janin dalam kandungan akibat hubungan seksual di luar nikah atau mengakhiri kehamilan yang tidak di kehendaki seorang ibu.

4. Abortus Spontaneous (tidak disengaja)

Adalah apabila ibu mengalami trauma yang begitu berat akibat penyakit menahun, kondisi patogolis, dan kelainan pada saluran reproduksi.

Klasifikasi Abortus (Aborsi)

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

Dalam ilmu kedokteran ada beberapa istilah-istilah yang perlu kita ketahui karena biasa digunakan untuk membedakan aborsi tersebut:

1. Spontaneous Abortion

Gugur kandungan yang disebabkan oleh trauma karena kecelakaan dan sebab-sebam alami.

2. Induced abortion atau procured abortion

Adalah pengguguran kandungan yang disengaja . termasuk didalamnya sebagai berikut:

3. Therapeutic Abortion

adalah pengguguran yang dilakukan karena kehamilan dan mengancam kesehatan jasmani atau rohani ibu, kadang dilakukan dengan cara pemerkosaan.

4. Eugenic Abortion

Pengguguran yang dilakukan terhadap janin yang mempunyai janin yang cacat.

5. Elective Abortion

Pengguguran yang dilakukan untuk alasan-alasan yang lain

Penyebab Abortus

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

Beberapa Karateristik ibu hamil dengan aboratus yang bisa kita pelajari adalah sebagai berikut :

1. Umur

Dalam kurun waktu reproduksi sehat di kenal bahwa usia yang aman untuk kehamilan dan persalinan seorang perempuan adalah usia 20-30 tahun.

Kematian maternal seorang perempuan hamil dan melahirkan pada usia di bawah umur 20 tahun. Ternyata 2-5 kali lebih tinggi daripada kematian maternal yang terjadi pada umur 20-29 tahun.

Kematian maternal kembali meningkat sesudah umur 30-35 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum begitu matang, selain pendidikan pada umummnya rendah dan ibu yang masih muda masih tergantung kepada orang lain.

Keguguran sebagaian dilakukan dengan cara sengaja untuk menghilangkan kehamilan remaja yang tidak ingin dikehendaki.

Keguguran sengaja yang dilakukan oleh tega nonprofesional dapat menimbulkan akibat samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi pada alat reproduksi yang akhirnya dapat menimbulkan kemandulan pada seorang perempuan.

Abortus yang terjadi pada remaja karena mereka belum matured dan mereka juga memiliki sistem transfer plasenta seefisien wanita dewasa.

Abortus dapat terjadi juga pada ibu yang tua meskipun mereka telah berpengalaman, tetapi kondisi badannya dan kesehatannya sudah mulai menurun sehingga dapat mempengaruhi intra uterin.

2. Paritas ibu

Anak yang lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin dan perdarahan saat persalinan karena keadaan yang ada pada rahim biasanya sudah lemah.

Paritis 2-3 merupakan paritis yang paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal.

Paritas 1 dan paritas tinggi lebih dari 3 mempunyai angka kematian maternal yang lebih tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi juga kematian materal.

Resiko pada paritas yang ke 1 dapat di tangani dengan asuhan obstetrik yang lebih baik, sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau di cegah dengan cara keluarga berencana. Sebagaian kehamilan pada paritas yang tinggi adalah tidak di rencanakan.

3. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat

Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan janin yang kurang baik, persalinan yang lama dan perdarahan pada saat persalinan karena keadaan rahim belum pulih dengan baik.

Ibu yang melahirkan anak dengan jarak yang berdekatan di bawah dua tahun akan mengalami peningkatan resiko terhadap terjadinya perdarahan pada trimester ke III, termasuk juga karena alasan anemia, plasenta previa dan ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi yang beratnya rendah.

4. Riwayat kehamilan yang lalu

Menurut Easmant dan Malpas kemungkinan terjadi abortus lagi pada seorang wanita adalah 73 % dan 83,6%. Sedangkan, warton,fraser, dan liewellyn jones memberikan prognosis dengan lebih baik yaitu 25,9 % dan 39%.

Penyebab dari segi Maternal

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

1. Infeksi akut

    • Virus, misalkan rubella, cacar, dan hepatitis.
    • Infeksi bakteri, misalkan streptokokus.
    • Parasit, misalkan malaria.

2. Infeksi kronis

  • Sifilis, biasanya menyebabkan abortus pada trimester yang kedua.
  • Tuberkulosis paru yang aktif.
  • Keracunan, misalkan keracunan timah, tembaga, air raksa, dan lain-lain.
  • Penyakit kronis, misalkan: hipertensi, diabetes, enemia berat, penyakit jantung, nephritis, toxemia gravidarum.
  • Gangguan fisiologis, misalkan syok, ketakutan dan lain-lain.
  • Trauma fisik.

3. Penyebab yang sifatnya lokal

  • Inkompetensia serviks, fibroid.
  • Endometris, radang pelvis kronis.
  • Retroversi kronis.
  • Hubungan seksual yang berlebihan saat hamil, sehingga menyebabkan abortus dan hiperemia.

Penyebab dari segi janin

  1. Penyakitnya adalah plasenta dan desidua, misalkan degenerasi dan inflamasi.
  2. Kematian pada janin akibat kelainan bawaan.
  3. Mola hidatidosa.

Alasan melakukan tidakan Abortus Provokatus

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

1. Abortus Provokatus medisinalis

  • Abortus yang mengancam disertai dengan pendarahan yang terus menerus atau jika janin telah meninggal dunia.
  • Infeksi uterus akibat tindakan yang abortus kriminalis.
  • Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalkan kanker serviks, dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasan lain pada tubuh seperti kanker payudara.
  • Telah berulangkali mengalami operasi cesar.
  • Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri.

2. Abortus Provokatus Kriminalis

Abortus provokatus kriminalis yang sering terjadi pada kehamilan yang tidak ia kehendaki. Adapa beberapa alasan wanita yang tidak menginginkan kehamilannya:

  • Kehamilan di luar nikah
  • Alasan kesehatan, dimana ibu itu tidak cukup sehat untuk hamil.
  • Masalah ekonomi, menambah anak berarti akan menambah pula beban ekonomi keluarga.
  • Masalah sosial, misalkan khawatir adanya penyakit yang turunan, janinnya cacat.
  • Kehamilan yang terjadi akibat pemerkosaan atau akibat hubungan antar keluarga.
  • Alasan psikososial, dima ibu itu sendiri sudah tidak mau untuk mempunyai anak lagi

Dampak dan Resiko Aborsi

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

Kegiatan aborsi sendiri memang banyak menimbulkan pro dan kontra di berbagai negara. Kasus-kasus aborsi di seluruh dunia sangatlah tinggi. Mirisnya, kebanyakan aborsi di lakukan oleh para remaja. Padahal tidak terhitung banyak sekali bukti akademik yang melaporkan potensi dampak dari aborsi yang bisa dapat merusak tubuhnya.

Efek samping yang umum dirasakan setelah melakukan aborsi adalah kram, sakit perut, mual, diare, muntah, dan bercak darah. Bahkan yang melakukan aborsi dapat menyebabkan masalah pada kesehatan yang lebih serius bagi seorang wanita.

Berikut ini adalah dampak bahaya dari aborsi:

1. Endometritis

Endometritis adalah kondisi dimana terjadi peradangan pada lapisan rahim yang juga diakibatkan karena infeksi. Wanita yang masih berada di usianya remaja dan melakukan aborsi akan lebih rentan terkena endometritis.

2. Sepsis

Sepsis merupakan kondisi medis yang serius dimana terjadi peradangan di seluruh tubuh yang disebkan oleh infeksi tersebut. Sepsis atau septicaemia merupakan penyakit yang mengancam kehidupan yang dapat terjadi ketika seluruh tubuh bereaksi terhadap infeksi tersebut.

3. Infeksi

Selain pendarahan, wanita yang melakukan aborsi juga dapat terjadi infeksi dengan peluang lebih tinggi. Infeksi ini terjadi di leher rahim, karena leher rahim yang melebar selama proses aborsi akibat penggunaan obat yang diinduksikan.

Gejala infeksi setelah melakukan aborsi adalah nyeri otot, pusing, sakit kepala, dan sensasi di badan tidak enak.

4. Pendarahan vagina berat

Dampak buruk dari aborsi adalah pendarahan vagina yang berat disertai demam yang tinggi, serta gumpalan jaringan janin dari rahim 1 dari 1000 kejadian aborsi mengalami pendarahan yang berat.

Pendarahan yang hebat bisa berarti:

  • Ada gumpalan darah atau jaringan yang lebih besar dari bola golf.
  • Berlangsung selama 2 jam bahkan lebih.
  • Pendarahan berat selama 12 jam yang berturut-turut.
  • Aliran darah yang deras sehingga membutuhkan anda untuk mengganti pembalut yang lebih dari 2 kali.

5. Infeksi peradangan panggul

Infeksi peradangan panggul merupakan masalah yang dapat meningkatkan resiko kehamilan ektopik ataau bisa mengurangi kesuburan seorang perempuan di masa depan setelah melakukan tindakan aborsi.

Kondisi ini juga dapat berpotensi besar mengancam nyawa seorang perempuan. Gejala dari infeksi peredangan panggul dapat dirasakan dalam waktu 4 minggu setelah melakukan aborsi tersebut.

6. Kematian

Pendarahan yang hebat, infeksi yang parah, emboli paru, dan kehamilan ektopik yang tidak terdiagnosis merupakan beberapa contoh penyebabnya utama dari kematian ibu yang terkait aborsi dalam seminggu setalah melakukannya.

Studi pada tahun 1997 di Negara Finlandia melaporkan bahwa perempuan yang aborsi yang berisiko empat kali lipat lebih mungkin untuk meninggal akibat kondisi kesehatan di tahun yang akan datang daripada wanita yang melanjutkan kehamilan mereka yang cukup umur.

Penelitian ini menemukan bahwa perempuan melakukan aborsi mengalami peningkatan resiko kematian yang amat lebih besar dari bunuh diri dan sebagai korban pembunuhan oleh anggota keluarga maupun pasangan daripada perempuan yang melanjutkannya dengan hamil hingga 9 bulan.

Penyebab Tidakan Dalam Aborsi

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

1. Fakotor janin

Kondisi janin yang mengalami kelainan saat berada dalam kandungan merupakan salah satu penyebabnya mengapa seseorang melakukan aborsi. Kelainan tersebut dianggap akan mengganggu kehidupan sang anak, misalkan kelainan ginetik pada anak tersebut adalah cacat fisik dan lain-lain.

2. Faktor kesehatan ibu hamil

Kondisi kesehatan ibu hamil juga merupakan faktor penyebab dilakukannya tindakan aborsi tersebut. Misalkan ibu hamil memiliki penyakit kandungan yang membahayakan nyawa ibu tersebut.

3. Faktor lainnya

Faktor lainnya merupakan menjadi penyebab dilakukannya tindakan aborsi. Misalkan faktor sosial, ekonomi, faktor psikologis ibu hamil akibat pemerkosaan dan lain-lain.

Hukum Abortus di berbagai Negara

PENGERTIAN ABORSI

PENGERTIAN ABORSI

  • Hukum yang memperbolehkan abortus demi keselamatan kepada kehidupan pederita (ibu), seperti Negara di Pakistan dan Perancis.
  • Hukum yang tanpa pengecualian melarang abortus, seperti di Negara Belanda.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi medik, seperti di Negara Swiss, Kanada, dan Muangthai.
  • Hukum yang memperboleh abortus agar indikasi sosio-medik, seperti di Negara Swedia, Islandia, Inggris, dan india
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi eugenistis (aborsi boleh dilakukan bila fetus yang akan lahir yang menderita cacat yang serius) misalkan di Negara India
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas indikasi sosial, seperti Negara Polandia, Jepang, Yugoslavia.
  • Hukum yang memperbolehkan abortus atas permintaan tanpa memperhatikan indikasi lainnya, seperti Negara Hongaria, Bulgaria dan Singapura.

Demikian pembahasan mengenai pengertian aborsi, dampak dan macam macam dari aborsi mudah – mudahan bisa bermanfaat dan bisa menjaga diri dari aborsi.

Pengertian Aborsi

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply