pengertian amanah

PENGERTIAN AMANAH : Definisi, Jenis, Makna, Contoh !

Pengertian Amanah – Dalam kehidupan bermasyarakat rasa kejujuran pasti sangat di butuhkan dalam menjaga hubungan antar masyarakat yang lain. Seseorang yang sudah cidera hatinya karena merasa dibohongi akan susah kembali pulih.

Sikap jujur atau amana dalam kehidupan sangatlah penting, selain menjaga hubungan bermasyarakat, pertemanan sikap ini adalah sikap yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang mesti kita contoh.

Berikut ini adalah pengertian amanah yang perlu kita ketahui.

Pengertian Amanah Secara Umum

pengertian amanah
pengertian amanah

Amanah adalah mempunyai arti jujur atau dapat di percaya. Menurut bahasa amanah dapat diartikan dengan sesuatu yang dipercayakan atau kepercayaan. Amanah merupakan titipan (al-wadiah).

Amanah merupakan lawan dari khianat. Amanah terjadi di atas ketaatan, al-wadiah (titipan), ibadah, dan ats-tsiqah (kepercayaan).

Dengan demikian, sikap amanah dapat bertanggung jawab dalam lapangan yang sangat luas sekali. Oleh karean itu, sikap amanah merupakan sesuatu yang dipercayakan untuk dilindungi, dijaga, dan dilaksanakan.

Al-Quran menyatakan kata amanah dalam 6 ayat. Dan Allah SWT berfirman:

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَہَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡہَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَـٰنُۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ ظَلُومً۬ا جَهُولاً۬

Artinya : (sesungguhnya kami telah menyampaikan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (QS.AL-AHZAB [33]: 72).

Amanah berasal dari kata amunah yang bermaknah tidak meniru, jujur, terpercaya, dan titipan. Segala sesuatu yang dipercayakan kepada manusia, baik yang menyangkut hak dalam dirinya, hak orang lain, dan hak kepada Allah SWT. Dalam konteks ayat-ayat Al-Quran, amanah punya beberapa variasi makna.

Dalam bahasa para ulama, disebutkan bahwa ruang lingkup amanah sangat luas sekali. Meliputi kehormatan, agama, badan, nyawa, pengetahuan, kekuasaan, ilmu, wasiat, pengadilan, persaksiaan, pengadilan, pencatatan, penyampaian, ucapan, rahasia, pengedaran, surat-surat, penglihatan, indera-indera yang lainnya.

Rasulullah SAW. Bersabda : Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah dengan baik dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji tersebut. ( H.R Ahmad dan Ibnu Hibban).

Kata amanah memiliki kedekatan makna dengan kata amanah. Bila amanah berarti beriman, dan percaya, dan lawannya adalah kafir (membangkan dan menolak). Sedangkan amanah adalah bermaknah wadi’ (titipan) dan lawannya dari amanah adalah khianat.

Dengan demikian amanah adalah melaksanakan semua ketentun baik itu perintah dan larangan sesuai ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasullnya.

Ada juga berbagai pendapat mengenai makna amanah dalam kandungan ayat ini. Al-Qurthubi mengatakan amanah bersifat umum, mencakup seluruh tugas-tugas dalam keagamaan. Ini adalah pendapat jumhur.

Ibn Abbas menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya adalah: Allah SWT berfirman kepada Nabi Adam As, aku telah mengemukakan amanat kepada lagit dan bumi, tetapi mereka tidak sanggup mengembannya dengan baik.

Apakah engkau telah sanggup mengembannya dengan apa yang ada di dalamnya?

Adam bertanya? Apa yang ada di dalamnya, wahai Rabb-ku? Allah menjawab: jika engkaun mengembannya maka engkau diberi pahala dan jika engkau mengabaikannya maka engkau akan diazab.

Adam lalu mengembankannya dengan apa yang ada di dalamnya. Adam tidak tinggal di surga kecuali seukuran antara shalat yang pertama sampai sholat Ashar hingga setan mengeluarkan dari syurga ( HR. At- Tirmidzi).

Berdasarkan hadist ini, Ibn Abbas berpendapat, bahwa amanah dalam ayat ini maknanya adalah kewajiban-kewajiban dimana seorang hamba diberiakn amanah kepada Allah untuk melaksanakannya.

Asy- Syaukani menukil pendapat Al-Wahidi, bahwa amanah adalah disini menurut pendapat seluruh ahli tafsir adalah ketaatan dan kewajiban-kewajiban yang penunaiannya dikaitan dengan pahala dan pengabdiannya dikaitkan dengan siksaan.

Ibn Mas’ud berkata: bahwa amanah disini adalah seluruh kewajiban dan paling berat amanah adalah amanah harta. Sedangkan Ubay Bin Ka’ab berpendapat bahwa diantara amanah dipercayakannya kepada seorang wanita atas kehormatannya.

Seluruh pendapat tersebut bermuara pada kesimpulan bahwa amanah dalam ayat tersebut merupakan seluruh apa yang dipercayakan Allah kepada manusia mencakup seluruh perintah dan larangannya.

Juga seluruh karunia yang deberikan kepada manusia. Sebagaian ulama merinci apa-apa saja yang termasuk amanah yang paling penting.

Amanah artinya benar-benar orang yang bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan cara sebaik-baiknya.

Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk dari Kota Mekkah dengan gelar ( Al- Amin), yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat menjadi Nabi. Selain gelar Al-Amin, masih banyak lagi tentang sifatnya Nabi Muhammad SAW.

Gelar Al-Amin sendiri diberikan karena apapun Rasulullah SAW diucapkan, penduduk Kota Mekkah mempercayai karena beliaunya bukan orang yang pembohong.

Karena itu sifat amanah merupakan sifat yang terpenting dari Nabi Muhammad SAW, sifat yang oleh kaumnya jahiliah di Kota Mekkah disematkan kepada diri Rasulullah SAW sebelum turun wahyu, sehingga beliau dikenal dengan julukan Al-Amin (orang yang amanah).

Julukan yang kemudian populer dan sangat lekat dengan lidah masyarakat kota Mekkah. Dengan julukan inilah semua orang dari laki-laki maupun perempuan, menyebut Nabi Muhammad SAW dengan penuh takzim dan penuh penghormatan.

Pengertian amanah menurut terminologi terdapat beberapa pendapat :

Pengertian Amanah Menurut Para Ahli

pengertian amanah
pengertian amanah

Sesuai dengan pengertian amanah secara umum di atas bahwa amanah merupakan sikap dari seseorang dalam bermassyarakat. DImana sikap yang diharapkan bisa meniru kepada Rosulullah SAW. Berikut ini adalah pengertian menurut para ahli :

1. Ibn Al-Araby

Amanah adalah segala sesuatu yang diambil dengan atas izin pemiliknya atau sesuatu yang diambil dengan izin pemiliknya untuk diambil manfaatnya.

2. Ahmad Musthafa Al-Maraghi

Amanah adalah sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak memilikinya. Menurut beliau amanh di bagi menjadi bebererapa bagian berikut pembagian amanah menurut Ahmad Musthafa Al – Maraghi :

  • Amanah kepada Allah SWT

Adalah semua ketentuan Allah SWT yang harus dipelihara berupa melaksankan semua perintahnya dan meninggalkannya semua apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Termasuk didalamnya menggunakan semua potensi dan anggota tubuh untuk hal yang bermanfaat. Serta mengakuinya bahwa semua itu berasa dari Allah SWT. Sesungguhnya seluruh maksiat adalah perbuatan khianat kepada Allah SWT.

  • Amanah manusia kepada orang lain

Diantaranya adalah mengembalikan barang titipan kepada yang mempunyai barang tersebut. Tidak menipu dan berlaku kecurangan, kerabat dan manusia seacara keseluruannya.

Termasuk berlaku yang adil terhadap masyarakat

  • Ulama berlaku yang adil terhadap orang-orang yang awam dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk memiliki iitikad yang benar dan kuat.
  • Pemimpin yang berlaku adil terhadap masyarakat.
  • Memberi motivasi gunanya untuk beramal yang memberi manfaat kepada mereka di dunia maupun di akhirat.
  • Memberikan pendidikan yang baik, menyuruh selalu berusaha yang halal serta memberikan nasehat-nasehat yang baik supaya dapat memperkokoh keimanannya agar terhindar dari segala kejelekan,dosa, serta mencintai kebenaran dan kebaikan walaupun kebaikan itu sebiji sawi.
  • Amanah kepada dirinya sendiri

Amanah ini Adalah perilaku perbuatan sesuatu yang baik hanya untuk dirinya sendiri, baik itu dalam bidang dunia maupun bidang akhirat.

3. Amanah Menurut Aqidah dan Syariat Islam

Amanah adalah segala susuatu yang dipertanggung jawabkan kepada seseorang. Baik hak-hak itu miliknya Allah SWT maupun hak hamba, baik yang berupa benda, perkataan, pekerjaan, ataupun keprcayaan hati.

Pengertian Amanah di dalam Al-Quran

pengertian amanah
pengertian amanah

Berikut ini adalah beberapa pengertian yang ada dalam Al – Qur’an. Berikut adalah penjelesanya.

1. Surah Al-muminun ayat 8-11

وَ الَّذينَ هُمْ عَلى‏ صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ َ (8)

Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya.

  (9)   وَ الَّذينَ هُمْ عَلى‏ صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ

Dan orang-orang yang memelihara dan menjaga semua waktu sembahyangnya.

أُولئِكَ هُمُ الْوارِثُونَ (10)

Mereka itulah yang akan mewarisi.

(11)  ٱلَّذينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فيها خالِدُونَ َ

Yang akan mewarisi surga Firdaus dan disanalah mereka mencapai khulud (khulud) selamanya.

2. Surah Al-Anfal ayat 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah SWT dan Rasul (Nabi Muhammad SAW) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.

3. Surah An-Nisa ayat 58

  إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا 

Artinya : Sesungguhnya Allah SWT menyuruh menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan yang adil. Sesungguhnya Allah SWT adalah Maha mendengar dan lagi Maha melihat.

Maknah Amanah

pengertian amanah
pengertian amanah
  1. Terkait dengan larangan menyembunyikan kesaksian atau keharusan memberikan kesaksian yang benar dalam QS 2:283.
  2. Yang kedua, terkait dengan keadilan pelaksanaan hukum yang harus secara adil QS 4:58.
  3. Yang ketiga, terkait dengan sifat khianat. (Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kami mengetahui. QS 8:27.
  4. Yang keempat, terkait dengan sifat manusia yag mampu memelihara stabilitas rohaninya, tidak berkeluh kesah bila ditimpa kesusahan dan tidak melampaui batas ketika mendapatkan kesenangan QS 70:32.
  5. Yang kelima dipahami dalam pengertian yang sangat luas sebagai tugas keagamaan maupun kemanusiaan.

Jenis Jenis Amanah

pengertian amanah
pengertian amanah

1. Amanah Fitrah

Amanah fitrah adalah amanah yang ada dalam fitrah manusia. Manusia senantiasa cendurung kepada tauhid yang ada, kebenaran, karena fittrah berjalan dengan peraturan dari Allah.

Adanya fitrah disini tidak menjamin bagi seseorang akan selalu melakukan hal yang baik. Karena dalam fitrah bisa juga didalamnya akan ada kepekatan dari hawa nafsu yang datang.

2. Amanah Taklif Syar’i

Amanah taklif ini adalah amanah yang di berikan dari syariat. Karena ketaatan kepada syariat adalah bentuk dari ujian dari Allah kepada hambanya yang benar – benar bertaqwa.

Amanah dan Muamalah

pengertian amanah
pengertian amanah

Muamalah adalah ajaran agama islam yang menyangkut aturan-aturan dalam menata hubungan antara sesama manusia supaya tercipta kedamaian dan keadilan dalam kebersamaan hidup manusia.

Aspek muamalah merupakan bagian prinsipal dalam agama islam karena dengannyalah kehidupan sesama manusia ditata agar tidak terjadi persengketaan dalam kontak sosial antara satu pihak dengan pihak yang lain dalam masyarakat.

Dengan demikian muamalah menjadi sangat penting. Dalam hadist dinyatakana agama islam itu adalah muamalah.

Manusia menurut ajaran agama islam adalah khilafah di muka bumi ini, untuk bertuga menata kehidupan dengan sebaik mungkin sehingga terciptanya kedamaian dalam kehidupan di tengah manusia yang dinamis.

Kehidupan damai tidak serta merta, akan tetapi diciptakan dan dirancang. Oleh karena itu perlu diciptakan perangkat-perangkat dan aparat-aparat untuk mencipatakan suasana perdamaian tersebut.

Amanah (Trust) adalah modal utama untuk terciptanya kondisi damai dan stabilitas di tengah masyarakat tersebut. Karena amanah sebagai landasan moral dan etika yang utama dalam bermuamalah dan berinteraksi sosial. Firman Allah SWT Q.S. 4:58 sebagai berikut:

Artinya adalah seseungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada ayang berhak menerimanya dan mnyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu mentetapkan dengan yang adil.

Sesungguhnya Allah SWT memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu dan sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.

Dalam kitab-kitab sejarah perjuangan Rasulullah SAW, amanah merupakan salah satu diantar beberapa sifat yang wajib di miliki para Rasul.

Mereka bersifat jujur dan dapat dipercaya, terutama dalam urusan yang berkaitan dengan tugas kerasulannya, seperti menerima wahyu, memelihara keutuhan dan menyampaikan kepada manusia, tanpa penambahan, pengurangan, atau penukaran sedikitpun.

Mereka juga bersifat amanah dalam arti terpelihara dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWTbaik lahir maupun batin.

Menepati amanah merupakan moral yang mulia, Allah SWT. Menggambarkannya sebagai orang mukmin yang beruntung Q.S. 12:52, sebaliknya Allah SWT tidak suka orang-orang yang berkhianat dan tidak merestui tipu dayanya tersebut Q.S. 12:52.

Dan orang yang mengkhianati amanah termasuk salah satu sifat orang yang munafik (hifrokit). Dalam ilmu Fiqih islam, amanah berarti kepercayaan yang diberikan kepada seseorang yang berkaitan dengan pemeliharaan harta benda, seperti Ariyah dan Al-Wadiah.

Alwadiah merupakan harta benda yang dititipkan oleh seseorang kepada orang lain untuk dipelihara dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan Ariyah adalah izin yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain untuk memanfaatkan harta benda yang dimiliki dengan tidak meminta imbalan sepeserpun.

Penerima barang titipan ini, baik dalam bentuk ariyah maupun wadiah diberikan amanah oleh pemiliknya untuk merawat dan memelihara keutuhan, keselamatan barang titipan itu dengan sabaik mungkin.

Apabila sebagaian kamu mempercayai sebagai yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya dan hendaklah ia selalu bertakwa kepada Allah SWT ( Q.S. Al-Baqarah :283).

Namun demikian jika barang yang diamanatkan itu hilang atau rusak, penerima amanah itu tidak berkewajiban untuk mengganti atau memperbaikinya, kecuali atas kelalaiannya penerima amanah tersebut.

Dalam hukum muamalah termasuk kategori amanah adalah wadiah, rahn, luqatah, ariyah, dan ijarah. Dalam melaksanakannya amanah dari 5 macam amanah tersebut, terdapat perbedaan satu dengan yang lainnya adalah :

  • Wadiah

Wadiah adalah barang titipan disampaikan kepada pemiliknya apabila pemilik tersebut meminta barang titipannya.

  • Rahn ( jaminan atau gadai )

Rahn adalah barang yang menjadi jaminan atas hutang yang diberikan kepada pemiliknya apabila pemiliknya barang tersebut telah melunasi semua hutangnya.

  • Luqathah

Luqathah adalah penemuan barang dan harus diumumkan ditempat umum selama satu tahun. Demikian ini di lakukan agar seseorang yang mempunyai barang tersebut bisa mengambilnya kembali.

  • Ariyah dan Ijarah

Apabila telah selesai pekerjaannya dan pengguna barangnya, maka barang tersebut wajib untuk dikembalikan kepada pemilik barang sebelum diminta oleh pemiliknya.

Dalam perdagangan dikenal istilah menjual dengan cara amanah, seperti menjual ( murabahah ).

Maksudnya penjual menjelaskan ciri-ciri, kwalitasnya, dan harga barang dagangannya kepada pembeli tanpa melebih-lebihkannya.

Amanah merupakan unsur yang sangat amat vital dan sangat urgen keberadaannya dalam kelangsungan roda perekonomiannya.

Karena bencana terbesar di dalam pasar dewasa ini adalah meluasnya tindakan manipulasinya, batil, dusta, khianat bahkan bisa menzhalimi orang dengan perdagangan yang dilakukan.

Misalkan berbohong dalam mempromosikan barang (taghrir), menimbun stok barang demi keuntungan pribadi, mudah bersumpah, mengadakan persengkokolan jahat untuk memperdayakan konsumen (tamajil), menyembunyikan kerusakan barang (tadlis) dan sebagainya.

Pada hakikatnya perdagangan yang demikian disibukkan oleh laba kecil daripada laba yang besar, terpakau pada keberuntungan yang fana’ daripada keberuntungan yang kekal yaitu akhirat.

Inilah yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika beliau ke luar rumah dan melihat komunitas manusia yang sedang bertransaksi jual beli.

Nabi Muhammad SAW pun melanjutkan perkataannya, sesungguhnya para pedagang dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan yang durhaka, kecuali mereka yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbuat baik dan berbuat benar (H.R Ahmad).

Amanah bertambah penting pada saat seseorang memebentuk serikat dagang, melakukan bagi hasil (mudharabah) atau wakalah (menitipkan barang yang untuk menjalankan proyek yang sudah di sepakati bersama-sama).

Dalam hal ini, pihak yang lain percaya dan memegang janji demi kemaslakatan untuk bersama, jika salah satu pihak menjalankannya hanya demi keuntungan pihak tanpa memikirkan keuntungan pihak yang lain, maka itu adalah berkhianat.

Amanah merupakan faktor utama terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa, sebab dengan sikapa yang amanah semua komponen bangsa dan negara akan berlaku yang jujur, tanggung jawab dan disiplin dalam setiap aktifitas kehidupan.

Membawahnya korupsi, oligapoli dan monopoli dalam berbagai lapangan kerja dan sektor ekonomi yang baik dan ekonimi mikro maupu ekonomi makro, baik yang dikelolah pemerintah ataupun pihak swasta.

Hilangnya saling percaya, tumbuhnya saling mencurigai (negative thinking), menjamurnya mental hiprokit, apriori terhadap tugas dan kewajiban, sifat-sifat tercela lainnya sebagai akibat dari hilangnya amanah tersebut.

Demikian tadi pembahasan tentang pengertian dari amanah. Semoga dengan pembahasan ini kita bisa menerapkan sikap yang diajarkan oleh Baginda Rosulullah SAW.

 

Pengertian Amanah

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *