PENGERTIAN BANK SYARIAH

Pengertian Bank Syariah– Apa yang dimaksud dengan Bank Syariah ? pengertian Bank Syariah adalah bank yang operasionalnya berpedoman pada usaha untuk dilakukan seperti yang ada pada Zaman Rasulullah Saw. Bentuk-bentuk dari usaha yang sudah ada sebelumnya tetapi tidak di larang oleh Rasulullah Saw atau bentuk-bentuk usaha yang baru sebagai hasil dari ijtihad para tokoh agama yang tidak menyimpang dari sumber Al-Quran dan Al-Hadist.

PENGERTIAN BANK SYARIAH MENURUT PARA AHLI

PENGERTIAN BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

Berikut ini adalah definisi dari Bank Syariah menurut beberapa ahhli:

1. H. Karnaen Perwata Atmadja

Menurut Drs. H. Karnaen Perwata Atmadja, pengertian  bank syariah adalah bank yang peroperasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dari syariat islam yang tata caranya operasional yang mengacu pada ketentuan-ketentuan dari Al-Quran dan Al-Hadist.

2. Ensiklopedia Islam

Menurt Ensiklopedia, pengertian bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasanya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang dari pengoperasiannya sudah disesuaikan dengan prinsip-prinsip dari syariat islam.

3. Undang-Undang No.10 tahun 1998

Menurut Undang-Undang No.10 tahun 1998, pengertian dari bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah, menurut jenisnya terdiri dari atas bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah.

4. Syafe’i Antoni dan Perwata Atmadja

Menurut dari M. Syafe’i Antoni dan Perwata Atmadja, pengertian dari bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah islam dan tata caranya mengacu kepada ketentuan dari Al-Qur’an dan Al-Hadist.

5. Sudarsono

Menurut Sudarsono, pengertian bank syariah adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa dan memberikan kredit lainnya dalam lalu lintas pembayarannya dan peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah.

6. Siamat Dahlan

Menurut Siamat Dahlan, pengertian bank syariah adalah bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip yang dari syariah dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist.

7. Schaik

Menurut Schaik, pengertian bank syariah adalah bentuk bank yang modern yang berdasarkan pada landasan hukum islam, dikembangkan pada abad yang pertengahan islam, menggunakan konsep bagi resiko metode yang utama dan meniadakan sistem keuangan yang berdasarkan kepastian dan keuangan yang sudah ditentukan dari sebelumnya.

8. Undang-Undang No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

Menurut Undang-Undang No.21 tahun 2008, pengertian bank syariah adalah bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip yang syariah dan menurut jenisnya terdiri dari bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah.

9. Muhammad

Menurut Muhammad, pengertian bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa yang lainnya, dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip dari syariat islam.

Baca Juga : Pengertian Bank

SEJARAH BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

Dimasa hidupnya Rasulullah Saw secara umum bank adalah lembaga yang melakukan tiga fungsi utama yang menerima simpanan uang tersebut, meminjamkan uang dan memberikan kepada jasa pengriman uang.

Dalam sejarah perekonomian umat islam pembiayaan yang akan dilaksanakan dengan akad yang sesuai dengan syariah islam sudah menjadi bagian kebiasaan umat isalam sejak pada zaman Rasulullah Saw. Aktivitas tersebut diantaranya adalah menerima penitipan harta, kepentingan bisnis, meminjamkan uang  untuk kepentingan konsumsi dan kepentingan bisnis.

Selain itu juga melakukan pengiriman uang yang biasanya sudah dilaksanakan sejak pada Zaman Rasulullah Saw. Gagan dalam berdirinya dari bank islam atau bank syariah pada tingkatan internasional yang ada dalam konferensi Negara-Negara Islam di seluruh dunia bertempatan di Kuala Lumpur, Negara Malaysia pada tanggal 21-27 April 1969 yang telah disetujui oleh 19 Negara termasuk dari Negara Indonesia.

Konferensi tersebut membuat keputusan beberapa hal, sebagai berikut :

  1. Setiap keuntungan wajib tunduk hukum untung dan ruginya kalau tidak, maka termasuk riba, walaupun ribanya sedikit atau banyak hukumnya adalah haram.
  2. Terdapat usul supaya bank islam bersih dari sistem ribah dalam jangka waktu yang sangat cepat.
  3. Sementara untuk menunggu berdirinya bank islam, bank yang mempraktekkan bunga yang sudah diizinkan beroperasi tetapi jika benar-benar dalam keadaan yang darurat.

Karena berdasarkan hukum fiqih bunga bank yang dimasukkan dalam kategori haram yang artinya adalah hukumnya haram, pada sejumlah Negara Islam atau mempunyai penduduk mayoritas Islam maka mulailah bergerak untuk mendirikan lembaga bank alternatif yang non ribawi.

Usaha yang modern pertama untuk mendirikan bank yang tanpa bunga, pertama kali dilaksanakan di Negara Malaysia pada pertengan tahun 1940-an, dari penelitian yang lainnya dilaksanakan di Negara Pakistan pada akhir tahun 1950-an yang mana lembaga perkreditan tersebut tidak ada bunganya yang didirikan di Desa-Desa Negara tersebut.

Namun, pendirian bank syariah yang paling berhasil dan berinovasi pada masa modern yang dilaksanakan di Negara Mesir pada tahun 1963 dengan berdirinya bernama Mitt Ghamr Local Saving Bank.

Di Negara Indonesia, bank syariah yang pertama muncul adalah pada tahun 1991 dan mulai beroperasi resmi pada tahun 1992. Sedangkan untuk pemikiran tentang hal tersebut sudah ada sejak dasawarsa pada tahun 1970-an.

Menurut Dawam Raharjo, ketika memberikan kata pengantar buku bank islam analisis fiqih dan buku keuangan, penghalangnya adalah faktor politik yaitu bahwa pendirian bank islam dianggap sebagai-bagaian dari cita-cita untuk mendirikan Negara Islam.

Tetapi sejak tahun 2000-an, yang sudah menjadi bukti dari keunggulan bank syariah atau (bank islam) daripada bank konvensioanal adalah bank muamalat yang tidak memerlukan suntika dana, ketika bank-bank konvensional menjerit untuk meminta bantuan likuiditas Bank Indonesia yang ratusan triliunan karena akibat dari negatif spread bank-bank syariah pun banyak bermunculan di Negara Indonesia.

FUNGSI BANK SYARIAH

Berikut ini adalah beberapa fungsi yang ada di bank syariah:

1. Penghimpun Dana

Penghimpun dana mirip dengan bank konvensional, pada abnk syariah memiliki fungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat, perbedaan yang kedua adalah jika bank konvensional penabung akan mendapatkan balasan jasa yang berupa bunga, sedangkan untuk bank syariah penabung akan mendapatkan balasan yang berupa bagi hasil.

2. Penyalur Dana

Dana yang sudah dihimpun atau dikumpulkan dari bank syariah dari nasabahnya, selanjutkan akan disalurkan kembali ke nasabah yang lain dan sistemnya dari bank syariah adalah bagi hasil.

3. Memberikan Pelayanan Jasa Bank

Dalam kepastian ini, bank syariah juga memiliki fungsi yaitu adalah memberikan layanan seperti jasa transfer, jasa tarik tunai, pemindahan buku dan jasa perbankan yang lainnya.

TUJUAN BANK SYARIAH

Dalam bank syariah, tujuan dari bank syariah adalah sebagai berikut:

Berdasarkan Handbook Of Islamic Banking, tujuan perbankan islam adalah sebagai penyedia fasilitas keuangan dengan cara mengusahakan instrumen-instrumen dari keungan yang sama atau sepadan dengan ketentuan dan norma yang syariah.

Sangat berbeda sekali jika dengan bank konvensional, pada bank syariah tidak mempunyai tujuan yang untuk memaksimalkan keuntungan seperti halnya pada sistem perbankan yang berdasarkan dari bunga, tetapi tujuan dari bank syariah adalah untuk memberikan keuntungan sosial ekonomi untuk semua orang muslim.

CIRI CIRI BANK SYARIAH

Berikut ini adalah beberapa ciri dari bank syariah, yaitu adalah:

  1. Beban biaya yang sudah disepakati ketika akad perjanjiannya yang dikeluarkan dalam bentuk jumlah nominal yang besarnya fleksibel dan bisa ditawar dengan batasan yang wajar.
  2. Menggunakan prosentase dalam hal kewajiban untuk melakukan pembayaran yang selalu dihindarkan.
  3. Didalam kontral dalam pembiayaan proyek, bank tidak akan memberikan perhitungan yang menurut keuntungan pasti yang dihadapkan mukanya.
  4. Arahan dana yang asalnya dari masyarakat berbentuk tabungan atau deposit oleh penyimpan yang dianggap sebagai titipan, sedangkan bagi bank dianggap sebagai titipan yang sudah diamanahkan sebagai pernyataan.

Diproyek yang akan dibiayai oleh bank sesuai dengan prinsip dari syariah sehingga penyimpanan dana tersebut tidak dijanjikan dengan imbalan yang nyata.

  1. Terdapat Dewan Syariah yang memiliki tugas melakukan pengawasan bank dalam sudut pandang syariahnya.
  2. Bank syariah sering juga memakai istilah bahasa arab yang dimana istilah tersebut sudah tercantum dalam Fiqih Islam.
  3. Terdapat produk khusus yaitu adalah pembiayaan tanpa beban murni yang bersifat sosial yang mana nasabah tidak wajib untuk mengembalikan pembiayaan tersebut (Al-Qordul Hasal).
  4. Terdapat larangan aktivitas usaha yang tertentu dari pihak bank syariah.
  5. Aktivitas usaha bank syariah yang banyak jenisnya jika dibandingkan dengan bank konvensional.
  6. Didalam bank syariah keterkaitan antara bank dan nasabah adalah hubungan akad (kontrak) antara investor yang memiliki dana (shohibul maal) dengan investor pengelolaan dana (mudharib) yang sama-sama bekerja secara produktif dan keuntungannya akan dibagi secara adil.

JENIS BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

Menurut prinsip kerjanya, bank syariah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu adalah Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Umum Syariah (BUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang penjelasannya ada dibawah ini:

1. Unit Usaha Syariah (UUS)

Unit Usaha Syariah (UUS) adalah unit kerja yang dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang memiliki fungsi untuk kantor induk, dan unit kantor cabang yang melaksanakan aktivitas usaha menurut prinsip dari syariah. Seperti PT. Bank Danamon Indonesia, PT. Bank CIMB Niaga, PT. Bank Tabungan Negara (BTN) dan lain sebagainya.

2. Bank Umum Syariah (BUS)

Bank Umum Syariah (BUS) adalah bank syariah yang dalam ativitas usahanya adalah menyediakan jasa lalu lintas pembayaran seperti PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank BRI Syariah, PT. Bank BNI Syariah dan lain sebagainya.

3. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah bank yang dalam aktivitasnya tidak melakukan penghimpun dana dari masyarakat yang berbentuk gir, sehingga tidak bisa menerbitkan cek dan bilyet giro. Seperti PT. BPRS Buana Mitra Perwira, PT. BPRS Amanah Rabbaniah dan lain sebagainya.

Sampai saat ini ada sekitar 11 Bank Umum Syariah, 163 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dan 23 unit Usaha Syariah.

PRODUK BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

PENGERTIAN BANK SYARIAH

Berikut ini adalah produk yang dari bank syariah yang dibedakan menjadi tiga produk, yang pertama penyaluran dana, yang kedua produk penghimpun dana, dan yang ketiga adalah produk jasa yang memberikan bank nasabahnya. Dibawah ini adalah penjelasan dari produk-produknya tersebut:

1. Produk Penyaluran Dana

  • Prinsip Jual Beli (Ba’i)

Akad jual beli yang dilaksanakan karena terdapat pemindahan kepemilikan barang. Keuntungan bank dijabarkan ke depan, dan juga harga yang mau dijual. Terdapat tiga jenis jual beli dalam pembiayaannya investasi bank syariah dan modal kerja, antara lain adalah:

  • Ba’i Al Murabahah merupakan jual beli dengan harga yang dasar ditambahkan keuntungan yang telah disetujui diantara pihak dari bank dengan nasabah, dalam cara ini pihak dari bank menjelaskan harga barang kepada nasabah yang kelak bank nanti memberikan bagi hasil dalam jumlah yang tertentu dan sesuai dengan kesepakatan.
  • Ba’i Assalam merupakan jual beli nasabah sebagai pembeli dan pemesan akan memberikan uangnya ke tempat akad berdarsarkan dengan harga barang yang dipesan dan sifat dari barangnya sudah dijelaskan sebelumnya. Uang yang diserahkan akan menjadi tanggungan bank sebagai penerima pesanan dan pembayaran yang dilaksankan dengan cepat dan segera.
  • Ba’i Al Istishna merupakan bagian dari Ba’i Assalam tetapi Ba’i Al Istishna seringkali dipakai dalam bidang dari manufaktur. Semua ketentuan dari Ba’i Ishtishna ikut ambil ketentuan Ba’i Assalam tetapi pembayaran yang bisa dilaksanakan beberapa kali

 

  • Prinsip Sewa (Ijarah)

Prinsip sewa (ijarah adlah kesepakatan pemindahan hak guna atas barang atau jasa dengan cara sewa yang tanpa diikuti pemindahan kepemilikannya atas barang yang disewakan. Didalam bank menyewakan peralatan kepada nasabah dengan cara biaya yang telah disetujui secara nyata sebelumnya atau telah disepakati sebelumnya.

 

  • Prinsip Bagi Hasil (Syirkah)

Ada dua jenis produk yang didalamnya ada prinsip bagi hasil atau syirkah, yaitu adalah:

  • Musyarakah

Musyarakah adalah salah satu produk syariah yang dimana ada dua pihak atau bisa lebih yang bekerja sama untuk meningkatkan aset yang sudah dimiliki bersama.

Dimana sebuah pihak memadukan sumber daya yang telah dimiliki baik yang dalam bentuk wujud yang nyata, fisik atau  tidak berwujud. Diantara hal ini semua pihak yang bekerja sama berkontribusi yang dimiliki baik dalam bentuk barang, dana, kemampuan atau kemampuan aset yang lainnya.

Ketentuan didalam musyarakah merupakan pemilik modal yang mempunyai hak dalam menentukan kebijakan usaha yang digerakkan pelaksana proyek tersebut.

  • Mudharabah

Mudharabah adalah kerja sama antara dua orang atau bisa lebih yang dimana pemilik modal percaya terhadap modal kepada pengelola dengan perjanjian pembagian keuntungan.

Perbedaan yang menjadikan dasar diantara musyarakah dan mudharabah adalah kontribusi terhadap manajemen dan keuangan pada masyarakat untuk diberikan dan dipunyai oleh dua orang atau bisa lebih, sedangkan pada mudharabah modal yang dimiliki hanya satu pihak itu saja.

2. Produk Penghimpun Dana

Prosuk penghimpun dana dalam bank syariah antara lain adalah giro, deposit dan tabungan. Prinsip yang akan diterapkan didalam bank syariah adalah sebagai berikut:

  • Prinsip Wadiah

Diterapkan prinsip wadiah yang dilaksanakan adalah wadiah yad dhamanah yang akan diterapkan pada rekening produk giro.

Berbeda lagi dengan wadiah amanah, yang dimana pihak yang dititipi bertanggung jawab atas keuntungan harta dari titipan sehingga boleh memanfaatkan harta dari titipan tersebut. Dan pada wadiah amanah adalah harta titipan yang tidak bisa dimanfaatkan oleh yang dititipi.

  • Prinsip Mudharabah

Di prinsip mudharabah, penyimpanan dana bertindak sebagai pemilik modal sedangkan bank yang bertindak sebagai pengelolanya.

Dana yang disimpan oleh bank akan dimanfaatkan untuk melaksanakan pembiayaan, dalam hal ini apabila bank memanfaatkannya untuk digunakan pembiayaan mudharabah, maka bank akan mempunyai tanggung jawab atas kerugian yang bisa saja akan terjadi.

Berdasarkan kewenangan yang diperoleh pihak dari penyimpan, maka prinsip dari mudharabah akan dibedakan menjadi tiga baian, yaitu adalah:

  • Mudharabah Muqayyad On Balance Sheet

Merupakan jenis simpanan khusus dan pemiliki dapat membuat syarat-syarat yang khusus dan wajib dipatuhi oleh bank. Seperti contohnya adalah disyaratkan untuk bisnis yang tertentu dan akad yang tertentu.

  • Mudharabah Muqayyadah Off Balance Sheet

Merupakan penyaluran dana yang langsung kepada pelaksa usaha dan banknya sebagai perantara pemilik dana dengan pelaksaan usaha. Pelaksanaan usaha juga bisa mengajukan syarat-syarat tertentu yang harus wajib dipatuhi bank dalam menentukan jenis usahanya dan pelaksanaan usahanya.

3. Produk Jasa Perbankan

Selain bisa melaksanakan aktivitas penghimpunan dana dan menyalurkan dana, bank juga bisa memberikan jasa kepada nasabah dengan mendapatkan imbalan yang berupa keuntungan atau sewa, jasa tersebut adalah:

  • Sharft (Jual beli Valuta Asing)

Sharft adalah aktivitas jual beli mata uang asing yang tidak sama, tetapi harus dilakukan di waktu yang sama (spot). Bank memperoleh keuntungan untuk jasa jual beli.

  • Ijarah (Sewa)

Ijarah adalah aktivitas yeng menyewakan simpanan (safe deposit box) dan jasa tata laksana administrasi dokumen atau (custodian), yang di dalam aktivitas ini bank yang memperoleh keuntungan sewa dari jasa tersebut.

Demikian yang sudah di jelaskan tentang pengertian Bank syariah dengan lengkap, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa selalu membaca artikel di web kami. Kurang lebihnya mohon maaf kalau ada kata yang salah.

Pengertian Bank Syariah

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply