pengertian bencana alam

Pengertian Bencana Alam : Definisi, Macam Macam, Jenis Jenis

Pengertian Bencana Alam – Pengertian Bencana Alam, apa itu bencana alam? Bencana alam merupakan suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa yang terjadi dan disebabkan oleh alam.

Bencana appun bentuknya tentunya sangat merugikan bagi manusia, dengan seiring perkembangan teknologi saat ini manusia sudah bisa memprediksi terjadinya suatu bencana alam.

Namun, manusia tidak akan bisa menghentikan peristiwa tersebut. Mungkin manusia bisa memperkecil adanya korban jiwa, tetapi tetap saja menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Kita sebagai manusia hanya bisa menghindari dan berikhtiar agar bencana tidak terjadi, dan sekuat apapun manusia tersebut tidak akan mampu menghentikan terjadinya suatu bencana.

Allah SWT maha tahu, jika beliau berkehendak menurunkan suatu bencana maka bencana itu akan terjadi.

Itu merupakan kuasanya dan hal seperti itu tidak dapat di tolak. Allah menurunkan suatu bencana tentunya ada sebab,maksud, dan tujuan tertentu, dapat menjadi sebuah teguran dan peringatan kepada manusia untuk menjaga alam ini agar tidak rusak.

Pengertian Bencana Alam

pengertian bencana alam
pengertian bencana alam

Bencana alam merupakan rangkaian peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan manusia dan penghidupan yang disebabkan faktor alam atau faktor manusia, sehingga dapat menyebaban timbulnya korban jiwa, rusaknya lingkungan, kerugian harta benda dan efek psikologis bagi manusia.

Bencana alam merupakan suatu bencana yang diakibatkan oleh peristiwa alam. Bencana alam merupakan konsekuensi dari ulah manusia pada pengrusakan alam yang ada.

Minimal salah satu tindakan yang dilakukan untuk menjaga alam sekitar bisa berupa tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang dan membakar hutan sembarangan serta tidak melakukan hal – hal yang dapat menyebabkan rusaknya lingkungan.

Jenis –  Jenis  Bencana Alam

pengertian bencana alam
pengertian bencana alam

Ada banyak sekali jenis –jenis dari bencana alam, namun secara umum bencana alam dibagi menjadi 3 jenis yaitu : bencana alam geologi, bencana alam meteorologi, dan bencana alam ekstraterestial. Berikut adalah penjelasan lengkapnya :

1. Bencana Alam Geologi

Yang dimaksud dengan bencana alam geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti contohnya : tsunami, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan yang lainnya.

2. Bencana Alam Meteorologi

Yang dimaksud dengan bencana alam meteorologi atau hidrometeorologi adalah bencana alam yang bersangkutan dengan iklim. Bencana ini pada umumnya tidak terjadi di suatu tempat yang khusus.

Bencana alam ini paling banyak terjadi hampir di seluruh dunia seperti contohnya banjir dan kekeringan. Namun, kekhawatiran yang mungkin dapat terjadi pada masa modernisasi seperti sekarang ini adalah terjadinya pemanasan global.

3. Bencana Alam Ekstra-terestial

Definisi dari bencana alam ekstra-terestial adalah suatu bencana alam yang terjadi di luar angkasa.

Adapun bencana alam dari luar angkasa adalah datangnya berbagai benda – benda langit seperti asteroid, meteor, atau gangguan badai matahari.

Meskipun dampak dari bencana alam tersebut tidak terlalu besar, namun asteroid dan meteor kecil bisa berjumlah ratusan bahkan ribuan juta banyaknya sebingga bisa menimbulkan untuk menabrak bumi.

Macam – Macam Bencana Alam

pengertian bencana alam
pengertian bencana alam

Berhubungan dengan pengertian bencana di atas bahwasanya bencana alam adalah hal yang sangat merugikan baik rugi bidang material, maupun jiwa. Adapun beberapa macam bencana alam yang ada sebagai berikut:

1. Bencana Alam Banjir

Banjir merupakan suatu bencana alam yang di sebabkan akibat curah hujan yang cukup tinggi dengan tidak diimbanginya resapan dan saluran pembuangan air yang kurang memadai, sehingga banjir bisa merendam berbagai wilayah yang kurang akan resapan dan saluran air tersebut.

Namun, pada umumnya banjir terjadi karena luapan air sungai yang tidak mampu membendung derasnya aliran air yang datang menyebabkan jebolnya sistem perairan suatu daerah.

Banjir juga diakibatkan dari manusia itu sendiri karena membuang sampah tidak pada tempatnya, dibuang ke sungai, saluran – saluran air, dan menebang pohon secara liar. Pohon berfungsi sebagai penyerap air dikala datangnya musim hijan.

2. Bencana Alam Tanah Longsor

Bencana alam tanah longsor atau disebut juga gerakan tanah merupakan suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai jenis dan tipe contohnya jatuhnya bebatuan atau gumpalan tanah yang besar.

Pada umumnya tanah longsor dapat terjadi disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong ialah faktor – faktor yang mempengaruhi kondisi material itu sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan material tersebut dapat bergerak.

Bencana alam tanah longsor bisa terjadi karena curah hujan yang cukup lebat dan tanah pada daerah tersebut tidak ditumbuhi tanaman sama sekali maka terjadilah longsor.

Tanaman berfungsi untuk menahan tanah – tanah agar tidak mudah terseret atau longsor. Namun, ada juga bencana alam longsor yang terjadi secara alami, karena pada dasarnya tanah yang kurang padat, kemiringan yang cukup curam, dan curah hujan yang cukup tinggi.

3. Bencana Alam Kebakaran Hutan Liar

Kebakaran hutan dapat terjadi terkait dari alam itu sendiri, namun bisa juga disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggug jawab.

Jika kebakaran hutan terjadi maka cukup sulit untuk dipadamkan, di karenakan luasnya daerah yang terbakar serta lokasinya yang jauh dari tempat penanggulangan bencana.

Kemudian bahaya yang ditimbulkan akibat dari kebakaran hutan adalah terjadinya pencemaran udara dan asapnya dapat merusak saluran pernafasan .

Kebakaran hutan secara liar ialah kebakaran yang terjadi di alam liar. Yang kemungkinan disebabkan oleh kejadian alam itu sendiri, seperti contohnya petir yang menyambar.

Jika di sebabkan karena ulah dari manusia, maka bisa dipastikan karena keserakahan dari manusia dalam membuka lahan baru tanpa melihat dan memikirkan akibat yang ditimbulkan dari ulahnya tersebut.

4. Bencana Alam Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan suatu goncangan atau getaran yang terjadi di permukaan bumi  akibat dari proses pelepasan energi dari dalam secara tiba – tiba lalu menimbulkan gelombang seismik. Gempa bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan dari kerak atau lempeng bumi.

Gempa bumi bisa diukur dengan menggunaan suatu alat bernama seismometer. Moment magnitudo ialah skala yang umum dimana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter ialah skala besarnya lokal 5 magnitude.

Pada umumnya gempa bumi bisa terjadi pada daerah – daerah yang deket dengan patahan lempengan bumi. Gempa merupakan bencana alam yang tidak dapat diperkirakan datangnya, oleh sebab itu gempa merupakan bencana alam yang sangat berbahaya.

Namun, ada beberapa cara dan usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari kerugian gempa bumi. Seperti contohnya membangun bangunan yang bisa meredam getaran gempa, memperkuat pondasi pada bangunan dan lain sebagainya.

5. Bencana Alam Tsunami

Pengertian dari tsunami, secara harfiah berarti “ombak besar di pelabuhan” ialah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal  yang terjadi secara mendadak atau secara tiba – tiba.

Perubahan ini terjadi karena disebabkan oleh gempa bumi yang berada di dasar laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman dari meteor yang jatuh di laut.

Kemudian kata tsunami sebenarnya berasal dari bahasa jepang dari kata tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang artinya gelombang. Bencana ini merupakan bencana yang sangat berbahaya karena, tidak bisa di prediksi kapan akan terjadi dan sulit untuk mencegah datangnya tsunami dengan kecepatan yang tinggi.

6. Bencana Alam Kekeringan

Bencana alam kekeringan merupakan keadaan kekurangan kekurangan air pada daerah tertentu dalam masa yang berkepanjangan (berbulan – bulan sampai bertahun – tahun).

Keadaan seperti ini biasanya dapat terjadi pada suatu wilayah yang mengalami curah hujan di bawah rata- rata. Musim kemarau yang panjang akan berakibat kekeringan, karena cadangan air pada tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, atau penggunaan manusia untuk kepentingan yang lainnya.

Bencana alam kekeringan ini hampir setiap tahun terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Namun, bukan hanya di Indonesia saja melainkan sudah umum terjadi di negara – negara lain di dunia.

7. Bencana Alam Gunung Meletus

Bencana gunung meletus dapat terjadi karena endapan magma di dalam perut bumi yang terdorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.

Dari proses letusan – letusan itulah gunung berapi dapat terberbentuk. Dampak dari letusan gunung berapi dapat menyebabkan banyak korban jiwa serta menghabiskan harta benda manusia.

Gunung meletus adalah salah satu bentuk bencana alam yang sangat dahsyat karena diakibatkan dari meningkatnya aktivitas magma yang ada di perut bumi.

Jika suatu gunung akan meletus bisa di deteksi dengan cara melihat aktivitas perkembangannya, mulai dari siaga, waspada, awas, dan sampai pada puncaknya yaitu meletus.

Kemudian ketika suatu gunung meletus maka akan mengeluarkan macam – macam material yang ada di dalam bumi, mulai dari debu, batu, awan panas, kerikil, dan magma.

Karena waktu terjadinya bencana gunung meletus bisa diprediksi, maka bisa mengantisipasi warga dan memperkecil adanya  korban jiwa dengan memberikan peringatan kepada warga agar segera pergi mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Magma ialah berupa cairan panas yang keluar dari dalam perut bumi dengan suhu yang sangat tinggi dan diperkirakan lebih dari 1000 derajat celcius. Kemudian magma yang sudah keluar dari perut bumi disebut dengan lava.

Namun, disisi lain gunung meletus bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar, dikarenakan 1 hingga 2 bulan setelah terjadinya letusan gunung tersebut tumbuh – tumbuhan di sekitar menjadi lebih subur, karena debu dan material – material yang dikeluarkan mengandung zat hara yang sangat tinggi dan baik untuk tanaman.

8. Bencana Alam Pemanasan Global (Global Warming)

Bencana alam selanjutnya adalah global warming atau pemanasan global merupakan suatu peristiwa meningkatnya suhu rata- rata pada atmosfer bumi, laut, serta daratan di bumi. Pemanasan global bisa terjadi disebabkan oleh efek rumah kaca, efek timbal balik, dan variasi matahari.

9. Bencana Alam Angin Topan atau Angin Puting Beliung

Yang disebut dengan angina putting beliung ialah angina yang berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi dan bergerak secara vertical dengan durasi maksimal 5 menit.

Di Indonesia bencana ini biasa disebut dengan angin putting beliung atau angina lesus, jika di amerika biasa di sebut angin tornado.

Bencana angin putting beliung belum bisa diprediksi dikarenakan kurangnya teknologi yang kurang memadai.

Tetapi jika di Amerika angin topan sudah dapat diprediksi kapan akan terjadi dan dimana akan terjadi sehingga dapat menghimbau dan meminimalisir adanya korban jiwa agar segera untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

10. Bencana Alam Badai Tropis (Siklon Tropis)

Badai tropis atau siklon tropis ialah badai sirkuler yang dapat menimbulkan angin kencang yang bisa merusak daerah yang dilewatinya sekitar 250 mil dari pusatnya.

Siklon tropis tentunya menyebabkan suatu kerusakan yang disebabkan oleh angin kencang, gelombang badai dan hujan yang lebat. Gelombang badai ialah naiknya permukaan air laut sepanjang pantai secara cepat karena tiupan dari angin yang menggerakkannya ke pantai.

11. Bencana Alam Wabah Penyakit

Definisi dari wabah adalah merupakan istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya suatu penyakit di daerah yang luas dan pada banyak orang. Maupun suatu istilah untuk menyebut penyakit yang menyebar pada daerah tersebut.

Arti wabah dipelajari dalam epidemiologi, kata epidemiologi berasal dari Bahasa yunani epi yang berarti pada dan demos yang artinya rakyat.

Jadi pengertian dari wabah penyakit adalah panyakit yang timbul sebagai kasus baru pada populasi tertentu (manusia), dalam satu periode tertentu, dengan laju yang melampaui dugaan (ekspektasi), yang berdasarkan pangalaman yang mutakhir.

Dengan kata lain epidemi ialah merupakan wabah yang terjadi lebih cepat dari yang di duga. Jumlah kasus baru penyakit dalam suatu populasi dalam periode tertentu di sebut dengan incidence rate (laju timbulnya penyakit.

Potensi Ancaman Bencana

pengertian bencana alam
pengertian bencana alam

Berikutnya adalah potensi ancaman bencana alam, bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) ataupun oleh ulah dari manusia (man-made disaster). Berikut adalah factor – factor penyebab terjadinya suatu bencana alam diantaranya :

1. Bahaya Alam 

Bahaya Alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah dari manusia (man-made hazards)

Yang menurut definisi dari United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR) bisa dikelompokkan menjadi bahaya geologi, bahaya hidrometeorologi, bahaya biologi, bahaya teknologi, dan penurunan kualitas lingkungan.

2. Kerentanan

Kerentanan (vulnerability) yang tinggi dari masyarakat,infrastuktur, dan elemen – elemen dalam kota atau dalam suatu kawasan yang beresiko terkena bencana.

3. Kapasitas yang rendah dari komponen masyarakat

kapasitas yang rendah dari beberapa komponen yang ada dalam masyarakat. Potensi ini juga sangat tidak baik.

System Penanggulangan Bencana

Dalam proses penanggulangan bencana harus ditangani secara serius, Indonesia menyadari bahwa masalah kebencanaan harus lebih serius dalam penangananya.

Sejak terjadinya gempa bumi dan disusul tsunami yang menerjang aceh pada tahun 2004. Mengenai kebencanaan merupakan suatu bahasan yang komprehensif dan multi dimensi.

Dalam menyikapi kebencanaan yang setiap tahunnya frekuensinya terus meningkat , pemikiran mengenai penanggulangan bencana harus di pahami serta diimplementasikan oleh semua pihak.

Bencana merupakan urusan semua pihak. Secara periodic, di Indonesia sudah terbentuk system nasional penanggulangan bencana.sistem nasional ini meliputi beberapa aspek diantaranya adalah sebagai berikut

1. Legislasi

Dari sisi legislasi, pemerintah Indonesia telah mengesahkan undang – undang nomor 24 th 2007 yang berisi tentang penanggulangan bencana.

Produk hukum di bawahnya diantaranya adalah peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan kepala badan , serta peraturan daerah lainnya.

2. Kelembagaan

Kelembagaan bisa ditinjau dari sisi formal dan sisi non formal. Secara formal, Badan Nasional Penanggulalngan Bencana (BNPB) merupakan lembaga pemerintah di tingkat pusat.

Sementara focal point penanggulangan bencana di tingkat provinsi dan kota ialah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Dari sisi non formal, lembaga- lembaga tersebut baik di tingkat nasional dan local dibentuk bertujuan untuk  memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

Di tingkat nasional, dibentuknya Platform Nasional (Planas) yang terdiri dari masyarakat sipil, dunia usaha, perguruan tinggi, media, serta lembaga internasional. Ditingkat local, kita mengenal Forum PRB Yogyakarta dan Forum PRB Nusa Tenggara Timur.

3. Pendanaan

Pada era saat ini kebencanaan bukan hanya isu local atau nasional, melainkan melibatkan internasional. Komunitas internasional memberikan dukungan pada pemerintah Indonesia dalam membangun manajemen penanggulangan bencana agar menjadi lebih baik.

Kepedulian dan keseriusan pemerintah Indonesia dalam masalah bencana sangat tinggi dengan dibuktikannya penganggaran yang signifikan khsusnya dalam pengurangan risiko bencana dalam pembangunan.

Berikut merupakan contoh terkait dengan penanggulangan bencana di Indonesia

  • Dana DIPA (APBN dan APBD)
  • Dana On-Call
  • Dana Kontijensi
  • Dana yang sumbernya dari masyarakat
  • Dana dari dukungan komunitas internasional
  • Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah

Demikian merupakan ulasan mengenai tentang penjelasan dari bencana alam semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terimakasih.

Pengertian Bencana Alam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *