Pengertian Filsafat Adalah : Pengertian, Tujuan, Cabang Filsafat !

Pengertian Filsafat – Filsafat adalah suatu kajian masalah umum dan mendasar mengenai hal apapun yang ada di bumi, seperti pengetahuan, nilai, akal, eksistensi, bahasa, dan pikiran. Filsafat sendiri berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah bermakna “Pecinta Kebijaksanaan”.

Pada dasarnya filsafat seharusnya dilihat sebagai disiplin yang mendidik dan menata kita terhadap pertimbangan-pertimbangan dan tindakan yang manusiawi, karena pengertian filsafat secara umum yaitu mencintai kebijaksanaan seperti arti kata dari filsafat itu sendiri.

Sedangkan mencintai akan kebijaksanaan disini diartikan bahwa kita tidak dapat memiliki kebijaksanaan itu dalam tangan, maka dari itu kita selalu dalam proses mencari. Pencarian secara terus menerus inilah yang membuat filsafat dimengerti sebagai usaha mencari yang paling benar, paling dalam, dan paling terakhir.

Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah filsafat yaitu Phytagoras. Phytagoras adalah seorang matematikawan dan Filsuf Yunani yang dikenal dengan teoremanya.

Pengertian Filsafat Secara Umum

pengertian filsafat

pengertian filsafat

Pengertian filsafat secara umum diartikan sebagai suatu kebijaksanaan hidup yang digunakan untuk memberikan suatu pandangan hidup secara menyeluruh berdasarkan refleksi atas pengalaman hidup dan pengalaman ilmiah.

Filsafat juga bisa diartikan sebagai ilmu yang berusaha mencari sebab yang paling mendalam dan paling mendasar dari sebuah persoalan bagi segala sesuatu yang sesuai dengan pikiran dan rasio.

Filsafat juga berarti sebuah studi tentang seluruh fenomena hidup dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.

Dalam Filsafat, tidak didalami dengan melakukan berbagai macam eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan yang rumit, tetapi hanya dengan mengutarakan masalah yang ada secara persis, mencari solusinya, dan memberikan argumentasi serta alasan yang tepat untuk masalah yang tersebut.

Dalam arti lain, filsafat merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang metafisika, logika, etika, politik, estetika, dan retrologi. Dalam filsafat, segala sesuatunya pasti berkaitan dengan logika dan pikiran.

Pengertian Filsafat Secara Etimologis

pengertian filsafat

pengertian filsafat

Kata filsafat mempunyai arti yang sama dengan kata falsafah dalam bahasa Arab atau kata philosphy dalam bahasa Inggris, atau kata philoshopie dalam bahasa Prancis dan Belanda, atau philoshophier dalam bahasa Jerman. Kata-kata tersebut berasal dari bahasa Latin ”philosophia” yaitu sebuah kata benda yang merupakan hasil dari kegiatan philoshopien sebagai kata kerjanya.

Kata philosphia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni philein (mencintai) dan sophos (kebijaksanaan, ketrampilan, pengalaman praktis, dan intelgensi).

Jadi dapat disimpulkan pengertian filsafat secara etimologis yaitu mencintai dengan sungguh-sungguh terhadap kebijaksanaan, atau juga cinta terhadap ilmu-ilmu pengetahuan, selain itu dapat diartikan juga sebagai cinta yang sedalam-dalamnya terhadap kearifan dan cara pandang yang benar.

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

pengertian filsafat

pengertian filsafat

Selain pengertian secara umum dan etimologis, para ahli filsafat juga mengemukakan pendapatnya tentang pengertian filsafat, berikut diantaranya :

1. Menurut Plato

filsafat adalah pengetahuan yang memiliki minat untuk mencapai kebenaran yang asli.

2. Harold H. Titus, Harold

Menurut beliau membagi filsafat menjadi beberapa pengertian di antaranya yaitu, Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.

Kemudian pendapatnya yang lain menjelaskan bahwa Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi;

Filsafat juga dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan;

Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

3. Immanuel Kant

Menurut pendapat lain, oleh seorang filsuf dari Rusia Immanuel Kant, dia menyimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala ilmu pengetahuan yang menurut beliau tercakup empat persoalan, diantaranya metafisika, etika, agama, dan antrpologi. Empat persoalan inilah yang menjadi cikal bakal dari segala ilmu pengetahuan yang ada sekarang.

Menurutnya empat persoalan tersebut dapat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi manusia. Misalnya saja pertanyaan “apakah yang dapat kita ketahui?” bisa dijawab dengan “Ilmu Metafisika”. Kemudian “Apa saja yang dapat kita kerjakan?” bisa dijawab dengan “Ilmu Etika”, kemudian pertanyaan “sampai dimanakah pengharapan kita” bisa dijawab dengan “Ilmu Agama” dan yang terkahir pertanyaan “apakah yang dinamakan manusia” dijawab dengan “Ilmu Antropologi”.

Selain pendapat dari ahli filsuf yang berasal dari Barat, ahli filsuf islam pun menyampaikan pendapatnya tentang pengertian filsafat.

4. Al- Kindi

Menurut filsuf asal Timur Tengah, Al-Kindi, dia berpendapat bahwa filsafat adalah pengetahuan benar mengenai segala hakikat yang ada dalam diri manusia. Jadi menurut Al-Kindi pengetahuan apapun itu yang ada dalam diri manusia itu disebut filsafat.

5. Al-Ghazali

Kemudian pendapat dari seorang ahli filsuf dari Persia yaitu Al-Ghazali, beliau berpendapat bahwa filsafat ialah bersifat nazari, yakni ilmu tersebut dihasilkan dari penalaran yang mendefinisikannya sangat sulit dan hanya bisa dikonsepsi dengan analisis/klasifikasi serta contoh langsung.

Meskipun telah mengemukakan pendapatnya, tapi banyak ilmuwan yang menilai bahwa Al-Ghazali bukanlah seorang filsuf.

Hal itu di utarakan karena bukunya yang berjudul Tahafut al-Falasifah, Al-Ghazali mengatakan “sumber kekufuran manusia ialah pada saat itu mereka terlalu terpukau oleh nama-nama besar filsuf seperti Socrates, Plato, Arsitoteles, dan yang lainnya”. Padahal Al-Ghazali hanya bertujuan untuk menjaga kesucian dan kebersihan ilmu filsafat dari fikiran-fikiran dan pandangan-pandangan buruk yang sudah ada sejak saat itu.

Pendapat lain mengatakan bahwa filsafat ialah pemikiran yang bebas dan di ilhami oleh rasio-rasio, mengenai segala sesuatu yang muncul karena pengalaman-pengalaman jadi ilmu filsafat disin diartikan sebagai ilmu yang bebas dalam hal pemikiran tapi tetap berkaitan dengan logika dan rasio berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah pernah dialami oleh manusia (experience).

6. Prof. Drs. Hasbullah Bakry

Sedangkan pendapat menurut seorang ahli filsafat dari Indonesia Prof. Drs. Hasbullah Bakry, dia mengartikan bahwa filsafat adalah suatu ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.

7. Imam Barnadib

Kemudian menurut Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta dan mantan Rektor UNY-IKIP, Imam Barnadib. Beliau menyimpulkan bahwa pengertian filsafat ialah sebuah pandangan secara menyeluruh dan sistematis.

Beliau mengartikan secara menyeluruh dikarenakan menurutnya filsafat bukan hanya sekedar pengetahuan belaka melainkan filsafat itu suatu pandangan yang dapat menembus di balik pengetahuan itu sendiri.

Dengan pandangan yang ada seperti ini nantinya akan terbuka kemungkinan untuk menemukan hubungan pertalian antara semua unsur yang dipertinggi, dengan mengarahkan perhatian dan kedalaman mengenai kebijakan-kebijakan. Dan dikatakan sistematis, menurutnya karena filsafat menggunakan cara berpikir yang sadar, teliti, teratur, dan sesuai dengan hukum-hukum yang sudah ada.

Dari beberapa pengertian filsafat menurut para ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa filsafat adalah ilmu yang menjadi dasar dari semua ilmu, karena setiap pembahasan yang mengenai filsafat selalu mencakup tentang kehidupan sehari-hari yang di telaah secara mendalam sehingga mendapatkan hasil yang paling baik dan paling akhir.

Cabang Cabang Filsafat

pengertian filsafat

pengertian filsafat

Pada umumnya filsafat dibagi menjadi beberapa cabang atau bagian. Cabang cabang filsafat sebagai berikut.

1. Epistemoloi

Epistemologi adalah salah satu cabang dari filsafat yang membahas mengenai pegetahuan. Contohnya, asal mula, bentuk atau struktur, metodelogi, validitas, yang secara bersamaan membentuk sebuah pengetahuan manusia.

2. Metafisika

Metafisika adalah filsafat yang berkaitan dengan analitas pada hakikat fundamental tentang keberadaan dan realitas yang bersama-sama meenyertainya. Kajian mengenai metafisika ini berporos pada pertanyaan yang mendasar tentang dan sifat yang dikaji.

3. Logika

Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang teknik berpikir yang teratur, lurus dan tepat sasaran.

4. Etika

Etika adalah cabang dari filsafat yang mempelajari tentang aturan atau norma yang dipakai sebagai pedoman bagi manusia untuk bermasyarakat yang mana norma ini berkaitan dengan sifat baik dan buruknya masyarakat.

5. Estetika

Estetika adalah cabang dari filsafat yang membahas tentang keindahan. Bertanya tentang bagaimana keindahan tersebut dapat terbentuk dan bagaimana pula keindahan tersebut bisa dirasakan oleh manusia.

6. Filsafat Ilmu

Filsafat Ilmu adalah cabang dari filsafat yang membahas tentang berbagai polemik pertanyaan tentang ilmu, dan juga sebagai penerapan terhadap beberapa cabang filsafat untuk mencari akar persoalan dan  sebagai sarana untuk menemukan asas realitas dalam bidang ilmu tersebut untuk bisa mendapatkan kejelasan.

Gambaran Filsafat Di Dunia

pengertian filsafat

pengertian filsafat

1. Filsafat Barat

Sebuah tradisi filosofis dunia Barat yang berasal dari para pemikir Pra-sokrates yang terjadi sekitar abad ke 6 SM. Tokoh- tokoh Filsafat Barat antara lain : Phytagoras dan Thales.

2. Filsafat Timur Tengah

Adalah literatur hikmat yang awal dikenal dan saat ini sebagian besar didominasi oelh budaya islam. Literatur kebijaksanaan daerah ini yaitu menginstuksikan setiap orang untuk melakukan tindakan etis, kehidupan praktis, dan kebijakan sesuai cerita. Tokoh-tokoh filsafat Timur Tengah antara lain : Al-Kindi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Ghazali dan lain sebagainya.

3. Filsafat India

Filsafat ini biasanya diklasifikasikan sebagai ortodoks dan heterodoks. Yaitu berpegangan teguh dengan ajaran resmi dan sebaliknya yang menentang ajaran resmi. Tokoh ortodoks filsafat India antara lain : Nyaya, Yoga, dan Vedanta. Sedangkan tokoh heterodoks antara lain : Jain, Buddhis, dan Carvaka.

4. Filsafata Buddhis

Filsafat Buddha selalu merujuk pada pandangan dan penerapan ajaran Buddha  terhadap aspek-aspek kehidupan, eksistensi, pengetahuan, akal budi, materi, serta moralitas manusia. Pada awalnya pokok ajaran Filsafat Buddhis terletak pada Dukkha yang dipercaya awal dari permasalahan dan eksistensi yang ada di dunia ini.

5. Filsafat Asia Timur

Pada Filsafat Asia Timur teori yang dikembangkan diantaranya yaitu, teori metafisik, politik, dan etika. Teori-teori tersebutlah yang mempengaruhi banyak filsafat lain seperti Filsafat Korea, Filsafat Vietnam, dan Filsafat Jepang. Salah satu tokoh yang paling berpengaruh ialah Kitaro Nishida yang berhasil mendirikan Aliran Kyoto. Sebuah aliran filsafat Jepang yang unik dan berpengaruh dari Fenomenologi Barat dan Filsafat Buddha Jepang.

6. Filsafat Afrika

Filsafat yang unik karena menyajikan pandangan, gagasan, dan tema dunia Afrika ini awalnya dikembangkan oleh filsuf Afrika yang berasal dari Ethiopia, Zera Yacob.

Tujuan Filsafat

pengertian filsafat

pengertian filsafat

Keberadaan filsafat  ini bisa membantu tentang semua persoalan pada semua bidang. Membahas tentang pengertian filsafat ada beberapa tujuan dari filsafat sendiri :

  1. Agar manusia bisa menjadi lebih baik dan terdidik yang memiliki pengetahuan dan bisa menilai hal yang ada di sekitar dengan objektif.
  2. Menjadikan manusia semakin bijaksana dalam menjalani kehidupan.
  3. Supaya menjadikan manusia berpikiran secara luas.
  4. Agar manusia bisa berpikir mandiri, bisa berpendapat sendiri, mandiri rohani, dan bisa bersikap kritis.
  5. Agar manusia bisa mendalami unsur pokok dari ilmu agar dapat paham mengenai sumber, hakikat serta tujuan dari ilmu.
  6. Agar manusia paham tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan kemajuan dari ilmu pengetahuan yang ada di berbagai bidang.
  7. Agar guru dan murid bisa memiliki pedoman untuk mendalami ilmu pengetahuan, agar bisa membedakan persoalan ilmiah maupun non-ilmiah.
  8. Agar ilmuan yang terdorong bisa mendalami dan bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada.

Demikianlah arttikel singkat tentang filsafat, ciri ciri, tujuan, cabang dan pengertian. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Pengertian Filsafat

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply