pengertian reklamasi

Pengertian Reklamasi : Definisi, Tujuan, Manfaat, Macam Macam !

Pengertian Reklamasi –  adalah merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menambah luasan daratan dengan maksud untuk aktivitas yang cocok dan sesuai di wilayah tersebut dan selain itu juga bertujuan untuk keperluan konservasi wilayah pada pantai.

Kegiatan reklamasi ini dilakukan jika pada suatu wilayah tertentu sudah tererosi atau terabrasi yang cukup parah sehingga perlu dikembalikan seperti kondisi semula.

Karena lahan merupakan suatu asset yang sangat penting bagi negara, salah satu kegiatan reklamasi yang sedang banyak diperbincangkan adalah reklamasi yang dilakukan di pantai di Jakarta utara.

Pengertian Reklamasi

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Kata reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa inggris yaitu reclaim yang berarti memperbaiki sesuatu yang telah rusak.

Lebih rinci dijelaskan dalam kamus Bahasa inggris – Indonesia departemen pendidikan nasional, disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea).

Kemudian arti dari kata reclamation diterjemahkan sebagai mendapatkan atau memperoleh tanah. Ada beberapa sumber yang mendefinisikan tentang arti dari reklamasi tersebut adalah sebagai berikut :

Pengertian Reklamasi Menurut Beberapa Sumber

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

1. Pedoman Reklamasi Wilayah Pesisir

Menurut Pedoman Reklamasi di Wilayah Pesisir tahun 2005, definisi dari reklamasi ialah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalah rangka bertujuan untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan.

Reklamasi yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurangan, pengeringan atau drainase pada lahan.

2. Menteri Perhubungan

Peraturan Menteri Perhubungan No PM 52 Tahun 2011 mengartikan bahwa reklamasi adalah suatu bidang pekerjaan timbunan yang berada di perairan maupun pantai yang bisa mengubah garis pantai dan kontur kedalaman di perairan.

3. Pedoman Pengembangan Reklamasi Pantai dan Perencanaan Bangunan Pengamannya 

Berdasarkan Pedoman Pengembangan Reklamasi Pantai dan Perencanaan Bangunan Pengamanannya tahun 2004.

definisi dari reklamasi pantai ialah meningkatkan manfaat sumber daya lahan dari yang sebelumnya kurang bermanfaat menjadi yang lebih bermanfaat dilihat dari sudut pandang lingkungan, kebutuhan masyarakat, maupun nilai ekonomis.

4. Perencanaan Kota

Menurut Perencanaan Kota tahun 2013, pengertian dari reklamasi adalah usaha pengembangan suatu daerah yang tidak atau kurang produktif (seperti rawa, baik itu rawa pasang surut ataupun rawa pasang surut gambut atau pantai)

Perencanaan ini menjadikan daerah yang produktif (seperti perkebunan, pertanian, permukiman, perluasan pelabuhan) dengan cara menurunkan muka air genangan dengan membuat kanal – kanal, membuat tanggul, dan memompa air supaya keluar atau dengan pengurugan.

5. Modul Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi

Berdasarkan Modul Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi tahun 2007 pengertian reklamasi adalah suatu usaha memanfaatkan kawasan atau lahan yang tidak berguna atau masih kosong dan berair menjadikan lahan yang berguna atau bermanfaat lagi dengan cara di keringkan.

Misalkan di daerah kawasan pantai, daerah rawa – rawa, di lepas pantai atau di laut, di tengah sungai yang lebar, ataupun di danau.

Dari pengertian – pengertian diatas bisa diambil kesimpulan bahwa pengertian dari reklamasi pantai adalah upaya atau usaha peningkatan daerah pantai untuk keperluan masyarakat seperti perumahan, pertanian , maupun perluasan wilayah.

Tipologi Kawasan Reklamasi

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Menurut dari modul terapan pedoman perencanaan tata ruang kawasan reklamasi pantai tahun 2007, tipologi kawasan reklamasi dibedakan menjadi beberapa bagian berdasarkan dengan fungsinya, berikut diantaranya adalah :

Bagian Bagian Reklamasi Berdasarkan Fungsinya

  • Kawasan Perumahan dan kawasan permukiman
  • Kawasan perdagangan dan kawasan jasa
  • Kawasan industry
  • Kawasan pariwisata
  • Kawasan pelabuhan laut dan kawasan penyebrangan
  • Kawasan pelabuhan udara
  • Kawasan Ruang Terbuka (Public, RTH Lindung, RTH Binaan, Ruang Terbuka Tata Air)
  • Kawasan Mixed-Use
  • Kawasan Pendidikan

Reklamasi Berdasarkan Luasan dan Lingkupnya

Selain berdasarkan fungsinya, kawasan reklamasi dibagi menjadi beberapa tipologi berdasarkan dengan luasan dan lingkupnya, diantaranya sebagai berikut :

  • Reklamasi Besar definisi dari reklamasi besar ialah kawasan reklamasi dengan luasan >500 ha dan mempunyai fungsi pemanfaatan ruang yang sangat banyak dan bervariasi. Berikut adalah contohnya : kawasan reklamasi Jakarta.
  • Reklamasi Sedang adalah merupakan kawasan reklamasi dengan luasan 100 sampai dengan luasan 500 ha dan pemanfaatan ruang yang tidak terlalu banyak tentunya ( kurang lebih 3 sampai 6 jenis). Contohnya adalah : kawasan reklamasi manado.
  • Reklamasi Kecil ialah merupakan kawasan reklamasi dengan luasan yang sangat kecil ( dibawah 100 ha) dan hanya mempunyai lingkup ruang pemanfaatan (hanya 1 sampai 3 jenis ruang saja). Contohnya adalah : kawasan reklamasi makassar.

Tujuan dan Manfaat Reklamasi

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Berikutnya kita bahas tentang tujuan dari sebuah reklamasi, tujuan reklamasi menurut modul terapan pedoman perencanaan tata ruang kawasan reklamasi pantai tahun 2007.

Definisi dari tujuan reklamasi yaitu menjadikan atau mengubah suatu kawasan berair yang telah rusak dan tidak bermanfaat menjadi kawasan baru yang lebih baik dan bermanfaat.

Kawasan tersebut tentunya bisa untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan masyarakat seperti kawasan permukiman, perindustrian, bisnis maupun kawasan pertokoan.

Bukan hanya itu juga meliputi kawwasan pelabuhan udara, pertanian, jalur transportasi alternative, reservoir air tawar pinggir pantai, kawasan pengolahan limbah, lingkungan terpadu, maupun sebagai tanggul perlindungan daratan dari ancaman abrasi.

Bisa juga sebagai kawasan wisata terpadu yang nantinya akan menjadi masukan untuk daerah tersebut maupun masukan untuk pemerintah.

Sedangkan menurut perancanaan kota tahun 2013, tujuan dilakukannya reklamasi pantai adalah merupakan salah satu cara atau langkah dalam pengembangan kota.

Reklamasi dilakukan oleh negara atau kota – kota maju atau besar yang laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahannya meningkat demikian pesat tetapi memiliki kendala dengan semakin menyempitnya lahan daratan atau keterbatasan lahan.

Dengan kodisi tersebut pemekaran kota ke arah daratan sudah tidak mungkin lagi terjadi, sehingga diperlukannya daratan baru.

Menurut dari salah seorang ilmuan yaitu Max Wagiu tahun 2011, tujuan dari dilakukannya reklamasi di tinjau dari aspek fisik dan lingkungan yaitu:

  • Untuk mendapatkan kembali tanah di bibir pantai yang hilang akibat gelombang laut
  • Untuk mendapatkan tanah atau lahan baru di kawasan depan garis pantai untuk mendirikan sebuah bangunan yang nantinya bisa berfungsi sebagai benteng perlindungan garis pantai dari gelombang laut.
  • Menjaga keseimbangan tata air
  • Menjaga kelestarian kawasan lindung (kawasan mangrove, pantai, hutan pantai, dan sebaagainya)
  • Mencegah timbulnya dampak atau konflik sosial dalam masyarakat
  • Menjaga dan mengantisipasi kerusakan kawasan potensial (biota laut, perikanan, minyak, dan yang lainya)
  • Menghindari area rawan bencana

Adapun kebutuhan dan manfaat dari reklamasi dilihat dari aspek tata guna lahan, ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dari segi tata ruang , suatu wilayah tertentu perlu dilakukan reklamasi agar bisa berdaya dan memiliki hasil guna.

Untuk wilayah pantai yang diorientasikan bagi pelabuhan, industry, wisata, atau pemukiman dan suatu daerah yang memiliki perairan dangkal wajib untuk dilakukan reklamasi agar bisa bermanfaat.

Terlebih lagi pada daerah pelabuhan, reklamasi menjadi kebutuhan yang mutlak dan harus ada berguna untuk pengembangan fasilitas pelabuhan, tempat bersandarnya kapal – kapal, pelabuhan container, pergudangan, dan sebagainya.

Seiring dengan perkembangannya pelabuhan yang didalamnya terdapat ekspor – impor kini menjadi kawasan yang sangat luas dengan adanya berkembangnya industry seperti pabrik, moda angkutan, pergudangan yang sekarang mempunya mangsa ekspor – impor tentunya lebih memilih tempat yang berlokasi di dekat pelabuhan karena sangat ekonomis dan bisa mengurangi biaya transportasi.

Aspek dari perekonomian adalah kebutuhan lahan akan pemukiman, semakin mahalnya daratan dan menipisnya daya dukung lingkungan di suatu daratan menjadikan reklamasi sebagai pilihan bagi negara maju atau kota metropolitan guna memperluas lahan untuk kepentingan pemukiman.

Pada kasus tersebut di kawasan pantai guna untuk mengembalikan konfigurasi pantai yang terkena abrasi ke bentuk semula.

Dari penjelasan tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa tujuan dari dilakukannya reklamasi adalah untuk mendapatkan lahan baru untuk pertanian, untuk pembangunan gedung atau memperluas kota dan sebagai sarana transportasi.

Reklamasi pada umumnya menyangkut wilayah laut, baik laut dangkal ataupun laut dalam. Reklamasi juga bisa dilakukan pada daerah rawa – rawa yang  bisa bermanfaat untuk keperluan industry.

Daerah Pelaksanaan Reklamasi Pantai

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Menurut definisi dari Perencanaan Kota tahun 2013, menjelaskan bahwa pelaksanaan reklamasi pada pantai dibedakan menjadi tiga jenis. Yaitu diantaranya sebagai berikut :

  • Daerah reklamasi yang menyatu dengan garis pantai, kawasan daratan yang lama tersambung dengan kawasan yang baru dan garis pantai yang baru akan lebih menjorok jauh ke laut. Penerapan model tersebut bisa dilakukan pada kawasan yang tidak memiliki penanganan khusus atau kawasan lindung seperti kawasan pemukiman nelayan, hutan mangrove, hutan pantai, kawasan terumbu karang, kawasan penangkapan ikan, padang lamun, biota – biota laut yang dilindungi, kawasan rawan bencana, dan kawasan taman laut.
  • Daerah reklamasi yang mempunyai jarak tertentu terhadap garis pantai. Pada model seperti ini memisahakan daratan dengan kawasan daratan baru,

reklamasi gabungan dari dua bentuk fisik (terpisah dan tersambung dengan daratan)

Sistem Reklamasi Pantai

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Ada beberapa sistem yang dapat dipertimbangkan guna mencapai tujuan reklmasi , kondisi, da lokasi lahan, dan ketersediaan sumber daya alam. Beberapa contohnya sebagai berikut :

1. Sistem Kanalisasi

Yaitu suatu sistem dalam reklamasi dengan cara membuat kanal –kanal atau saluran drainase (kondisi tertetentu dilengkapi pintu air). Yang bertujuan untuk menurunkan permukaan air sehingga lahan yang kering bisa untuk dimanfaatkan. Contohnya : perkebunan kelapa sawit di daerah gamut.

2. Sistem Polder

Yang kedua yaitu dengan cara sistem polder, sistem polder melingkupi lahan basah atau genangan dengan tanggul yang kedap air dan bisa menurunkan tinggi permukaan air di area tersebut.

Selanjutnya tinggal mengendalikan tinggi permukaan air tersebut supaya tetap berada di ambang batas yang diinginkan, sehingga lahan tetap kering dan siap untuk pertanian, perindustrian, dan yang lainnya.

Keberhasilan dari sistem ini ialah menjaga dan mempertahankan muka air tanah sehingga diperlukan kemampuan pompa untuk mengatur muka air tersebut.

Keuntungan dari cara ini adalah volume tanah urugan sangat minim atau kecil terutama pada lahan yang tidak perlu ditinggikan.

Namun, kekurangan dari cara tersebut ialah diperlukan biaya yang cukup besar untuk membuat tanggul, sistem kanal, dan saluran serta sistem pompa air. Selain itu juga dibutuhkan waktu yang cukup panjang guna mempersiapkan reklamasi lahan tersebut.

Sistem polder ini dapat di kelompokkan menjadi dua, diantaranya yaitu :

  • Polder Dalam

Air dari hasil sedotan polder tidak langsung di alirkan ke laut akan tetapi dialirkan ke waduk – waduk tampungan atau di saluran yang ada di luar polder untuk kemudian baru dialirkan ke lautan.

­

  • Polder Luar

Dalam sistem polder luar, air dari hasil sedotan polder langsung  di buang atau dialirkan ke lautan tanpa melalui proses apapun.

  • Sistem Urugan

Sistem reklamasi dengan mengurug lahan yang akan direklamasi dilanjutkan dengan langkah – langkah perlindungan dari sistem perbaikan tanahnya (tanah urug reklamasi).

Sistem ini berkembang dengan dukungan berbagai jenis alat – alat besar seperti alat penggali  tanah, alat pengambilan, dan alat pengeruk tanah.

Alat – alat transportasi penebaran bahan – bahan tanah urug dan alat pemadatan tanah dibedakan menjadi dua macam berdasarkan cara kerjanya yaitu :

HYDRAULIC FILL : atau dalam pengertiannya dibuatnya tanggul terlebih dahulu baru dilakukan pengurugan

BLANKET FILL : berbeda dengan yang tadi sistem ini dengan cara tanah di urung terlebih dahulu baru kemudian tanggul dan sistem perlindungan dibuat belakangan.

Material Urugan Reklamasi

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Dalam melaksanakan reklamasi dengan urugan, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan diantanya yaitu : jenis material, volume kebutuhan material, lokasi material, waktu yang diperlukan, dan biaya sehingga akan berpengaruh pada pelaksanaan dan peralatan yang di gunakan.

1. Material Pasir

Material yang baik digunakan umumya berupa pasir dengan kandungan pasir halus tidak lebih dari 15%, sedangkan untuk bagian dasar tanggul dan permukaan dasar tanah yang lembek.

Maka lebih baik lagi jika perbandingan fraksi halusnya <10% analisis material diambil dari hasil pengeboran dan hasilnya menunjukkan :

  1. Plastisitas : sebaiknya harus kecil (<10%)
  2. Kohesivitas : sebaiknya kecil (1,5 sampai dengan 5 kgf/cm2)
  3. Sudut geser dalam : sebaiknya besar (450 sampai dengan 500)
  4. Berat jenis : kurang lebih 2.6 kg/cm2
  5. Permeabilitas : 1 x 10 sampai 4 cm/detik

2. Material Batu

Material batu terutama  digunakan sebagai konstruksi perlindungan pada daerah yang akan dilakukan reklamasi  diantaranya yaitu : dengan tumpukan batu / rubble mount jenis batu yang digunakan pada umumnya adalah batuan beku, karena batuan ini memiliki sifat dan ketahanan yang tinggi terhadap erosi dan pelapukan.

3. Material Tanah

Sebagai salah satu  material dari reklamasi  tanah pada umumnya lebih banyak digunakan sebagai material penutup pada bagian atas dari timbunan  atau soil cover.

Sumber Material

Kebutuhan material  dari timbunan reklamasi yang akan digunakan pada umumnya meliputi jumlah jutaan ton serta letaknya tidak jauh dari lokasi reklamasi. Lokasi sumber material bisa berasal dari daratan ataupun dari dasar laut.

Sumber Material Daratan

Sumber material daratan bisa berupa bukit atau deposit datar. Sumber material bukit umumnya berupa batuan beku (andesit) dan tanah urugan. Sedangkan sumber material  datar umumnya berupa material pasir (endapan alluvial).

Sumber material dari bukit bisa digali dengan wheel – dredger, yaitu berupa alat pengeruk yang mana penggeruknya terpasang pada suatu roda yang di putar. Sedangkan yang datar digali dengan menggunakan excavator.

Bahan yang sudah digali kemudian diangkut menggunakan ban berjalan (belt conveyor) ke terminal, dan sebagai tempat tampungan biasanya menggunakan tongkang berukuran besar  kemudian baru diangkut menggunakan tongkang – tongkang kecil ke lahan reklamasi.

2. Sumber Material di Laut

Sebagai alternatif lain bahan timbunan diambil dari lautan yang berupa pasir endapan di dasar laut. Pengambilan tersebut dalam kapasitas besar dapat menggunakan alat cutter suction dredger yang dimuatkan ke kapal itu sendiri (hopper dredger) atau dapat juga dimuatkan ke tongkang.

Nantininya material tersebut dibawa ke lahan yang akan di urug.  Selain menggunakan alat tersebut  bisa juga menggunakan grab dredger yang dipasang diatas tongkang besar.

Macam Bangunan Pelindung Reklamasi Pantai

pengertian reklamasi
pengertian reklamasi

Perlindungan pada pantai dapat ditimbulkan secara alami oleh pantai tersebut serta bisa dengan bantuan dari manusia. Perlindungan secara alami bisa berupa dunes atau karang laut yang tumbuh secara alami.

Berikutnya perlindungan dengan bantuan  manusia dapat berupa struktur bangunan pengaman pantai, penambahan timbunan pasir, serta hutan mangrove yang tumbuh secara alami di sekitar pantai.

Bangunan pada pantai digunakan untuk melindungi lahan reklamasi dari kerusakan serangan gelombang dan arus laut yang bisa menyebabkan erosi.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi lahan reklamasi yaitu sebagai berikut :

  1. Memperkuat dan melindungi lahan reklamasi agar mampu bertahan dari serangan gelombang laut
  2. Merubah laju transport sediment di sepanjang lahan reklamasi pantai
  3. Mengurangi energi gelombang yang sampai
  4. Menambah suplay sediment

Berdasarkan fungsinya bangunan pengaman pantai dapat diklarifikasikan kedalam 3 kelompok diantaranya adalah :

  • Konstruksi yang dibangun sejajar dengan garis pantai contohnya seawall dan revetment
  • Konstruksi yang dibangun tegak lurus dengan pantai dan sambung contohnya : groin, jetty, dan breakwater.
  • Konstruksi yang dibangun di lepas dan sejajar dengan garis pantai . contohnya : breakwater konstruksi yang termasuk ke dalam kelompok pertama  adalah dinding pantai (revetmen) yang dibangun di garis pantai atau di daratan yang berfungsi untuk melindungi pantai dari serangan gelombang laut.

Tipe bangunan pantai pada umumnya ditentukan oleh ketersediaan material deket dengan lokasi pengerjaan, kondisi dasar laut, kedalaman air, dan ketersediaan peralatan.

Batu merupakan salah satu bahan yang utama dalam pembuatannya jadi harus diperhatikan akan ketersediaan dari bahan tersebut.

Faktor lainya adalah karakteristik dasar laut yang mendukung bangunan tersebut dari pengaruh gelombang laut. Tanah dasar atau pondasi bangunan harus memiliki daya dukung yang kuat sehingga stabilitas bangunan dapat terjamin.

Pada pantai dengan tekstur tanah dasar lunak, dimana daya dukung tanah kecil, maka konstruksi harus dibuat seringan – ringan mungkin atau bisa juga dengan memperlebar dasar sehingga bangunan berbentuk trapesium (sisi miring), yang bisa terbuat dari batu atau beton .

Bangunan dengan bentuk trapesium memliki luas alas yang besar sehingga tekanan yang ditimbulkan bangunan kecil, apabila daya dukung tanah besar maka bisa digunakan pemecah ombak dengan sisi tegak, bisa terbuat dari buis beton atau block beton yang ditumpuk dan dapat juga berupa kaison.

Demikian tadi ulasan tentang pengertian dan penjelasan lengkap tentang reklamasi. Semoga bermanfaat.

Pengertian Reklamasi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *