Kumpulan Peribahasa Jawa

Peribahasa Jawa – Pepatah Jawa selalu berisi pesan yang penuh dengan makna. Sebagai suku yang paling besar di Negara Indonesia ini, budaya Jawa pastinya tidak lepas dari kehidupan sehari-harinya.

Suku Jawa dikenal dengan budaya yang sopan santunnya sangatlah kuat. Budaya Jawa ini bisa dilihat dari kata-kata pepatah Jawa yang saat ini masih tetap menjadi inspirasi bagi semua orang.

Kata-kata pepatah Jawa berisi tentang nasehat dan makna dari sebuah kehidupan yang mendalam. Kata-kata pepatah Jawa diturunkan dari generasi ke generasi untuk pesan dan nasihat kehidupan sehari-harinya.

Ada banyak sekali kata-kata pepatah Jawa yang sudah bisa kita serap artinya di dalam kehidupan. Kita bisa membagikan kata-kata pepatah Jawa ini untuk pesan yang bermakna bagi orang-orang di sekeliling kita.

Pengertian Peribahasa Bahasa Jawa

Pengertian Peribahasa Bahasa Jawa

Peribahasa Jawa adalah suatu bentuk gaya bahasa yang digunakan oleh orang Jawa berguna untuk memberikan sebuah sindiran, nasehat, dan teguran kepada orang lain.

Bentuk dari pepatah atau peribahasa jawa yang berupa kelompok kata yang singkat, padat, mudah dihafalkan dan mudah untuk difahami namun berisi berbagai norma yang bisa diambil untuk pelajara n hidup.

Dalam masyarakat Jawa dahulu, di turunkan dari generasi ke generasi secara lisan “gethok tular”. Kemudian gaya bahasa penyampaiannya secara perbandiangan, lugas dan ada yang menggunakan sebuah perumpamaan.

Meski begitu isinya tetap mudah di saring oleh orang yang hendak dinasehati. Berikut ini beberapa contoh kumpulan peribahasa Jawa dan arti makna secara lengkap.

Pepatah Jawa Untuk Terus Berjuang

Pepatah Jawa Untuk Terus Berjuang

Adhang – andhang tetese embun.

Berharapa sesuatu dengan hasil yang apa adanya, seperti berharap kepada tetesan embun.

Ana dina, ana upa.

Di setiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata.

Kena iwake aja nganti buthek banyune.

Selalu berusahalah untuk mencapai tujuan yang tanpa menimbulkan sebuah kerusakan.

Gliyak gliyak tumindhak, sareh pakoleh.

Upaya yang dilakukan secara perlahan-lahan, tapi akhirnya tujuannya bisa tercapai.

Sluman – slumun slamet.

Biarpun kurang hati-hati tetapi masih diberikan keselamatan.

Sepi ing pamrih, rame ing gawe.

Melakukan pekerjaan tanpa ada pamrih.

Pepatah Jawa Dengan Sentilan Kehidupan

Pepatah Jawa Dengan Sentilan Kehidupan

Emprit abuntut bedhug.

Masalah yang awalnya hanya kecil akhirnya bisa berujung menjadi besar.

Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang.

Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan perkara yang baik dianggap buruk.

Jalma angkara mati murka.

Mendapat kesulitan karena kemarahannya diri sendiri.

Jagake endhogke si blorok.

Berharap pada sesuatu yang belum pasti.

Pithik trondhol diumbar ing padaringan.

Orang yang deberi sebuah kepercayaan barang berharga, pada akhirnya hanyalah bisa menghabiskan.

Kebat kliwat, gancang pincang.

Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidaklah sempurna.

Pepatah Jawa Untuk Sindiran

Pepatah Jawa Untuk Sindiran

Becik Ketitik, ala ketara.

Perbuatan yang baik akan selalu dikenali, perbuatan yang buruk nantinya juga akan dektahuinya juga.

Nabok nyilih tangan.

Menggabarkan orang yang tidak berani menghadapi musuhnya serta meminta bantuan kepada orang lain secara diam-diam.

Cuplak andheng – andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake.

Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikan akan terhapus semua.

Adigang, adigung, adiguna.

Mengandalkan kekuatan, kekuasaan serta kepintarannya.

Sembur – sembur adus, siram – siram bayem.

Sebuah tujuan yang terlaksanakan karena mendapatkan sebuah dukungan banyak orang.

Kakehan gludug kurang udan.

Terlalu banyak berbicara namun tidak pernah memberikan sebuah bukti.

Pepatah Jawa Beri Gambaran Kehidupan

Pepatah Jawa Beri Gambaran Kehidupan

Desa mawa cara, Negara mawa tata.

Di setiap daerah mempunyai adat istiadat, atau aturan yang berbeda.

Dadiya banyu emoh nyawuk, dadiya godhong emoh nyuwek, dadiyo suket emoh nyenggut.

Menggambarkan orang yang saking jengkelnya sampai tidak mau bertegur sapa lagi.

Dudu sanak lan dudu kadang, yen mati melu kelangan.

Meskipun tidak ada ikatan darah, namun terasa sudah seperti bagian dari keluarga, jika ada duka, maka ikut merasa kehilangan dan merasa sedih.

Tunggak jarak mrajak tunggak jati mati.

Perkara yang jelek merajalela, sedangkan perkara yang baik tinggal sedikit.

Kebo mulih menyang kandhange.

Sejauh-jauh seseorang pergi, akhirnya akan kembali pulang ke kampung halamanyya.

Ngajari bebek ngelangi.

Pekerjaan yang tidak ada manfaatnya.

Maju tatu mundur ajur.

Masalah yang dihadapinya bersifat serba salah.

Pepatah Jawa Penuh Makna

Pepatah Jawa Penuh Makna

Beras wutah arang bali menyang takere.

Menggambarkan sesuatu yang sudah rusak tidak akan bisa kembali lagi seperti semula.

Bathok bolu isi madu.

Menggambarkan orang dari kalangan bawah tetapi kaya ilmu pengetahuan.

 Gupak pulute ora mangan nangkane.

Sudah ikut berjuang secara susah payah, tetapi tidak ikut menikmati hasilnya.

Busuk ketekuk, pinter keblinger.

Orang yang bodoh ataupun orang pandai suatu saat sama-sama akan mengalami sebuah kesulitan.

Ngalem legining gulo.

Memuji seseorang yang nyatanya memang benar-benar sudah terbukti.

Kacang ora ninggal lanjaran.

Kebiasaan anak selalu meniru dari kedua orang tuanya.

Kata-Kata Pepatah Jawa Bermakna Mendalam

Kata-Kata Pepatah Jawa Bermakna Mendalam

kendel ngringkel, dhandang ora godak.

Mengaku pintar dan berani, kenyataannya bodoh dan penakut.

Kumentus ora pecus.

Menggambarkan orang yang banyak membual tidak ada perbuatan dan bukti yang becus.

Kesandhung ing roto, kebentus ing tawang.

Menemui sebuah musibah yang tidak di sangka-sangka.

Menthung koja keno sembagine.

Menggambarkan seseorang yang merasa sudah memperdayai tetapi sebenarnya dia sendiri yang sudah terpedaya.

Lambe satumang kari semerang.

Orang yang sudah berkali-kali dinasehati tetapi tidak juga di dengarkannya.

Obah ngarep kobet mburi.

Segala tindakan pemimpin selalu menjadi anak buahnya.

Milih – milih tebu oleh boleng.

Terlalu banyak memilih tetapi pada akhirnya malah mendapatkan yang tidaklah baik.

Peribahasa Jawa Tentang Sabar

Peribahasa Jawa Tentang Sabar

Jer Basuki Mawa Bea.

Di setiap keberhasilan ada harga yang harus dibayar.

Artinya adalah keberhasilan yang didapatnya tidak akan jauh dari apa yang kita sudah di perjuangkan. Mungkin diantara kita sering mendengarnya, bahwa proses ini tidak akan membohongi sebuah hasil. Apabila kita ingin sukses tentunya kita harus memperjuangkannya.

Obah Ngarep Kobet Mburi.

Berusahalah dulu, bersenang kemudian.

Artinya peribahasa ini seperti peribahasa di dalam bahasa Indonesia, yaitu berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian. Yang mempunyai arti hampir sama, dengan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Ojo Leren Lamun Durung Sayang.

Janganlah berhenti sebelum capek.

Artinya adalah mengajarkan kepada kita bahwa kita harus selalu tetap berusaha, jangan sampek pernah untuk berhenti.

Jembar Segarane.

Berjiwa besar memaafkan.

artinya adalah jadilah manusia yang berjiwa besar dan bisa memaafkan kesalah di setiap orang. Dengan cara memafaakan kesalahan orang lan artinya adalah kita sudah memaafkan dirinya sendiri.

Ojo Milik Barang Kang Melok, Ojo Mangro Mundak Kendo

Janganlah tergiur yang terlihat indah, janganlah mendua supaya tetap semangat.

Artinya adalah yang tanpak menggoda dan indah belum tentu baik untuk diri kita, jadi janganlah sampai mendua, supaya kita tetap selalu semangat.

Peribahasa Jawa Cinta

Peribahasa Jawa Cinta

Yang ini beribahasa atau kata-kata cinta dalam bahasa jawa, cocok untuk kalian yang sedang kasmaran dengan orang jawa :

Witing Trenso Jalaran Soko Kulino.

Jatuh cinta karena terbiasa.

Rino Wengi Aku Tansah Kelingan Sliramu.

Siang malam aku selalu ingat bersama dirimu.

Siapa nih yang pada saat ini sedang mengalami perasaan yang kayak ini, siang dan malam yang dipikirannya hanya ada dia.

Peribahasa Jawa Lucu

Peribahasa Jawa Lucu

Obat Pahit wae Marakke Mari, Mosok Koe Sing Manis Marakke Loro.

Obat yang pahit saja bisa biki menjadi sembuh, masak kamu yang manis bikin aku sakit.

Berakit-Rakit Ke Hulu Berenang-Renang Ke Tepian, Mantan Wes Neng Penghulu Aku Iseh Kesepian.

Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian.

Tresno Iku Kadang Koyo Criping Telo, Iso Ajur Nek Ora Ngati-Ati Oleh Nggowo.

Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati membawahnya.

Aku Tanpamu Bagaikan Sego Kucing Ilang Karete, Ambyar.

Aku tanpamu bagaikan nasi kucing yang hilang karetnya, hancur.

 Wes Kadung Ngomong Sayang Jebule uwe Nduwe Gandengan, Wes Kadung Tak Sawang Malah Ninggal Kenangan.

Sudah terlanjur menyatakan sayang, ternyata sudah punya gandengan, sudah terlanjur untuk dipandang malah meninggalkan sebuah kenangan.

Pepatah Jawa Tentang Ilmu

Pepatah Jawa Tentang Ilmu

Berikut ini adalah pepatah bahasa jawa tentang ilmu supaya kita bisa makin semangat untuk menimbah ilmu dan selalu belajar hingga ke liang lahat :

Gagal Niku Kuncine Sukses, Ben Kegagalan Iku Ngajari Kene Ilmu.

Kegagalan merupakan kuncinya kesuksesan. Setiap kesalahan adalah mengajarkan kita ilmu.

Laku Ing Sasmita, Amrih Lantip.

Ilmu tanpa iman bisa buta. Ilmu yang bermanfaat harus dikuasai secara lahir dan batin supaya bisa diamalkan di dalam kehidupan sehari-hari, berguna untuk dirinya sendiri dan berguna untuk orang lain yang membutuhkannya.

Adab Lan Ilmu Iku Podo-Podo Pentinge Gae Nguber Urip Ing Dunyo.

Adab adalah akar dari ilmu, tidak ada adab ilmu yang dimilikinya akan bisa menjadi tidak bermanfaat bagi kebaikan orang lain.

Pondasine Sukses Iku Integritas, Yakin, Amanah, Karakter Sing Mulyo, Tresno Lan Setia.

Pondasi kesuksesan merupakan integritas, yakin, amanah, karakter yang mulia, cinta dan kesetiaan.

Sukses Lan Gagal Iku Bagian Tekan Urip, Ojo Leren Lan Dilakoni Terus Nganti Sukses.

Sukses dan gagal merupakan bagian dalam sebuah kehidupan, jangan menyerah dan selalu dijalani saja hingga mencapai kesuksesan.

Kebo Nyusu Gudel.

Tidak ada yang salah apabila orang yang lebih tua meminta petunjuk dan diajari oleh orang yang lebih mudah.

Nek Wes Niat Kerjo Iku Ojo Golek Perkoro, Nek Wes Diniati Golek Rejeki Iku Ora Usah Golek Rai.

Kalau sudah niat bekerja janganlah mencari perkara, kalau sudah diniati mencari rejeki itu tidak usah mencari muka.

Kebo Sapi Dikeluhi, Uwong Dikandani.

Jika kerbau atau sapi dalam melakukan suasu perlu untuk dicabuk, berbeda dengan orang atau pribadi manusia yang hanyalah di ajak untuk bercicara saja untuk bertindak.

Kegedhen Endas Kurang Utek.

Orang pandai buka hanya soal intelegensi saja, melainkan padai di dalam menempatkan dirinya dan pandai membaca situasi yang terjadi.

Sukses Niku Amergi Sampurno, Golek Gawe, Sinau, Setia Lan Tekun.

Sukses merupakan hasil dari sempurna, kerja, belajar, setia dan ketekunan.

Peribahasa Bahasa Jawa Kuno

Peribahasa Bahasa Jawa Kuno

Di Obong Ora Kobong, Diguyang Ora Teles.

Meskipun disakiti, ditekan, di sakiti, di sia-siakan namun tetap sukse.

Setan Ora Doyan, Demit ora Doyan.

Artinya adalah terlepasa dari mara bahaya.

Endhek Wiwitane, Dhuwur Wekasane.

Yang semula sedarhana dan akhirnya mulia.

Diwenehi Ati Ngrogoh Rempelo.

orang yang tidak mau bersyukur atas pemberian yang baik serta berkeinginan lebih banyak.

Dumadining Awakmu Kuwi Lantaran Anane Bapak Biyung Ira.

Terjadinya dirimu atau kita itu melalui adanya bapak ibumu.

Esuk Kedele, Sore Tempe.

Orang yang mudah tertawa dan tidak memiliki sebuah pendirian.

Jalukan Nanging Ora Weweh.

Orang yang suka meminta tetapi tidak pernah memberi kepada orang lain.

Mikul Dhuwur Mendem Jeru.

Kita senantiasa yang menjunjung tinggi kebaikan orang tua dan merahasiakan semua kejelekannya.

Nuthuti Layangan Pedhot.

 

Artinya adalah berusahalah mengembalikan keadaan yang sudah rapuh.

Nyolong Pithek.

Orang yang salah di dalam memperkirakannya.

Peribahasa Jawa “Bebasan Saloka”

Peribahasa Jawa “Bebasan Saloka”

Peribahasa jawa bisa dibagi menjadi dua macam, diantaranya adalah Bahasa dan Salika, berikut ini adalah penjelasan dari bebasan dan saloka yang bisa disampaikan oleh penulis secara lengkap dan jelas.

 Bebasan

Bebasan yaiku sing bade panggonane lan nggadahi kang tegese entar, ngemu surasa nggambarake tindak tandhuke manungso. “sebuah rangkaian kata yang tidak mengandung arti pengandaian, tetap penggunaannya dan memiliki maka konotatif.

Tulodho atau Contoh :

  • Ngubek-Ngubek Banyu Bening.

Membuat kerusuhan di tempat yang sudah tentram.

  • Urip Iku Urup.

Hidup itu nyala yang artinya adalah hidup itu harus bisa memberikan sinar cahaya kebaikan untuk sesama.

  • Nuthuti Kidang Lumaya.

Mengejar sesuatau yang mustahil untuk dicapainya.

  • Ngenteni Endhog Si Blorok.

Menunggu sesuatu yang belum pasti.

  • Ancik-Ancik Pucuking Eri.

Peringatan jika terjadi ancaman atau bahaya.

  • Ngutik Utik Macan Turu.

orang yang selalu suka mencari masalah.

  • Adhang Andhang Tetes Embun.

Artinya adalah berharap sebuah anugerah dari Tuhan.

  • Gondhelan Ponchote Tape “Jarik”.

Artinyaadalah hidup selalu bergantung kepada istrinya.

Saloka

Saloka adalah sebuah rangkaian kata yang penggunaannya tetap, memiliki arti pengadaian, yang bermakna konotatif. Yang diandaikan orang atau manusia, serta pengandaian binatang.

Tulodho/ Contoh :

  • Kemladean Ajak Sempal.

Artinya adalah saudara yang mengajak kerusakan.

  • Tengu Ngadu Gajah.

Artinya adalah orang yang kecil mengadu kepada orang besar.

  • Cecak Ngunthul Cagak.

Artinya adalah cita-cita yang tidak mungkin bisa di dapat karena tidak sinkron dengan kekuatannya.

  • Kebu Nusu Gudel.

Artinya adalah orang yang sudah tua meminta diajari dengan orang yang masih muda.

  • Kakehan Gluduk Kirang Jawah.

Artinya adalah terlalu banyak berbicara tetapi tidak ada buktinya.

  • Baladewa Ilang Gapite.

Artinya adalah segala kegalakan, kegagahan, kegarangan, hilang serta tidak berarti lagi.

  • Asu Rebutan Balung.

Artinya adalah berdebat dengan hal yang hanya sepele, tetapi tidak ada yang mau mengalah.

  • Mburu Uceng Kelangan Delog.

Artinya adalah jika kita mengejar barang yang sedikit, malah kehilangan barang yang banyak.

Peribahasa Jawa Populer

Peribahasa Jawa Populer

Yitna Yuwana Lena Kena.

Orang yang berhati-hati akan selamat, sedangkan untuk yang berhati-hati maka akan celaka.

Memang seperti itulah, tentu kita dengan adanya peribahasa ini, kita harus lebih berhati-hati lagi melaku segala aktifitas apapun, biar selamat dan tidak terjadi apa yang tidak kita inginkan.

Ana Catur Mungkur.

Tidak mau mendengarkan perkataan dari orang lain.

Sebenarnya ada kalanya kita mendengarkan perkataan dari orang lain, selama itu baik dan positif untuk kita, yang terpenting adalah janganlah merasa bahwa kita selalu merasa benar.

Angon Mangsa.

Mencari waktu yag baik dan tepat.

Menjadi seorang yang bijak, karena seorang yang bijak akan tahu, kapan bertindak dan kapan melakukan hal yang memang perlu untuk dilakukan.

Anak Polah Bapak Kepradhah.

Perbuatan anak yang tidak baik maka orang tua kena getahnya.

Untuk kita semua sebagai anak supaya lebih berhati-hati dalam bertindak dan melakukan segala hal, karena apa yang kita lakukan sebagai anak, pasti selalu melibatkan orang tua.

Cincing-Cincing Meksa Klebus.

Ingin berhemat malah boros.

Criwis Cawis.

Banyak berbicara namun tidak melakukannya.

Jangan sampai kita banyak berbicara tetapi tidak berbuat atau tidak melakukan apa-apa. Mending sedikit berbicara dan bertindak.

Desa Mawa Cara Negara Mawa Tata.

di setiap daerah atau negara memiliki adat istiadat masing-masing.

Bahwa di setiap daerah atau tempat mempunyai adat istiadat, sehingga kita harus selalu menghormati di setiap tempata ataupun daerah.

Kebat Kliwat Gancang Pincang.

Orang yang bertindak tidak hati-hati maka bisa celaka.

Mengajarkan kepada kita harus selalu berhati-hati di dalam melakukan segala hal, diperhitungkan terlebih dahulu baik atau buruk, dan untun dan ruginya.

Busuk Ketekuk Pinter Keblinger.

Orang yang bodoh ataupun pintar tidak bisa menolak kemalangan atau musibah.

Demikian artikel ini yang bisa disampaikan, mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, apabila ada kesalahan kata mohon untuk dimaafkan.

 

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply