PETA ACEH : Provinsi Aceh, Sejarah, Batas Wilayah, Adat, Tradisi

Peta Aceh – Sumatera merupakan salah satu pulau di Indonesia yang terdiri dari beberapa provinsi. Salah satunya ialah provinsi Aceh. Jika kita lihat pada peta Aceh, provinsi

yang beribukota di Banda Aceh ini berada di wilayah paling barat dari negeri Indonesia atau di ujung utara pulau Sumatera.

Sedangkan ibu kotanya sendiri terletak di ujung utara. Berdasarkan letak astronomis, peta Aceh berada antara 2°- 6° lintang utara serta 95°- 98° lintang selatan dengan ketinggian 125 m di atas permukaan laut.

Wilayahnya tidak terlalu luas jika dibandingkan dengan provinsi- provinsi di Sumatera yang lain. Bahkan semakin ke utara, wilayah akan semakin kecil. Namun meskipun wilayahnya yang kecil, Aceh merupakan alam yang sangat makmur terlebih lagi menyimpan catatan sejarah Islam yang sangat besar.

Provinsi ini dikenal dengan sebutan Serambi Mekah. Hal ini disebabkan adanya peranan penting dalam sejarah Indonesia. Untuk mengenal peta Aceh secara lengkap, mari simak penjelasan berikut ini.

PETA ACEH LENGKAP

peta aceh lengkap

GAMBAR PETA ACEH

gambar peta aceh

PETA BUTA ACEH

peta buta aceh

PETA PROVINSI ACEH

peta provinsi aceh

SEJARAH ACEH

sejarah aceh

Pada mulanya, Aceh bernama Aceh Darussalam, kemudia berubah menjadi Daerah Istimewa Aceh di tahun 1959 – 2001. Pada tahun 2001 – 2009 mengalami pergantian nama kembali menjadi Nanggore Aceh Darussalam.

Dan pada tahun 2009 berganti kembali jadi provinsi Aceh yang tidak berganti lagi sampai sekarang. Sedangkan nama Aceh sendiri masih jadi misteri.

Keturunan bangsa Aceh adalah berasal dari tanah Persia. Dimana sering kita dengar kalau Aceh berasal dari nama Arab, Cina, Eropa serta Hindustan (Hindia). Aceh sendiri membangun daerah di bagian pulau Ruja (Sumatera).

Awalnya Aceh berasal dari bangsa Achemenis yang berada di sebuah bukit Kaukasus di Eropa Tengah. Achemenis hidup 2500 tahun sebelum Masehi. Bangsa ini merupakan bangsa yang sangat suka berkelana hingga tersebar ke semua dunia di Asia, Afrika Eropa serta pulau Ruja.

Kemudian ada satu keturunan yang pindah ke tanah Persia dan menjadi bangsa Persia. Serta terdapat satu keturunan lagi yang bermigrasi ke pulau Ruja dan menjadi bangsa Aceh. Dengan begitu, Aceh berasal dari bangsa Achemenia, Persia dan Acheh.

Meski seperti itu terdapat yang menarik dari Aceh, dimana simbol agamanya dikekalkan dalam suasana dayah. Yang kemudian menjadi pusat sumber ilmu agama Islam. Pada saat Aceh akan dijajah, seluruh suku serta ulama Aceh sepakat untuk melawan penjajahan.

Kebencian orang Aceh kepada penjajahan tidaklah kebencian etnisitas atau sejarah. Melainkan kebencian karena untuk melawan penindasan dan penjajahan dalam bentuk jihad. Dalam asal usul kebudayaan Aceh, baik persoalan bersatu ataupun berpisah menjadi hal yang sangat biasa.

Mereka dapat bersatu dengan siapa saja akan tetapi budaya yang telah melekat dengan tradisi Islam tidak bisa dihentikan. Terlebih jiwa nasionalisme mereka menjadi bagian dari Indonesia yang tidak pernah dikhianati dalam perjuangannya hingga saat ini.

Baca Juga : Peta Indonesia

BATAS PROVINSI ACEH

batas wilayah aceh

Berdasarkan peta Aceh, kawasan Aceh tidak terlalu luas, bahkan dapat dikatakan cenderung kecil. Di bagian utara serta timur berbatasan langsung dengan selat Malaka, kemudian bagian selatan berbatasa dengan provinsi Sumatera Utara.

Serta di bagian barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.Provinsi yang disebut Serambi Mekah ini dibagi menjadi beberapa kawasan. Yakni 18 kabupaten serta 5 kota. Dari 18 kabupaten dan 5 kota tersebut, tentunya mempunyai ciri khas nya masing- masing. Meski begitu Aceh hidup dengan damai serta makmur sampai sekarang.

IKLIM ACEH

iklim aceh

Sebagai kawasan yang terletak tidak jauh dari garis khatulistiwa, iklim di Aceh hampir seluruhnya ialah daerah tropis. terhadap kawasan pesisir pantai suhu udara rata- rata 26, 9°C, suhu udara tertinggi mencapai 32, 5°C serta minimum 22, 9°C.

Kelembaban relatif wilayah ini berkisar antara 70 serta 80 persen. Antara bulan Maret hingga Agustus Aceh mengalami tahap musim kemarau, kondisi ini dipengaruhi oleh massa udara benua Australia.

Sedangkan unutk musim hujan, terjadi antara bulan September sampai Februari yang diperoleh dari massa udara daratan Asia serta Samudra Pasifik. Aceh memiliki curah hujan yang bermacam- macam berkisar antara 1. 500- 2. 500 mm per tahun.

GEOGRAFI ACEH

geografi aceh

Aceh menempati wilayah ujung paling barat di Pulau Sumatera bila dilihat dari Peta Indonesia, di mana titik terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia terdapat di Pulau Rondo, sedangkan itu kilometer Nol Indonesia terletak di pulau Weh.

Secara geografis Aceh terletak di antara 2°– 6° lintang utara dan 95°– 98° lintang selatan dengan ketinggian rata- rata 125 m diatas permukaan laut.

Batas- batas wilayah Aceh ialah, disebelah utara serta timur berbatasan langsung dengan Selat Malaka, bagian selatan merupakan satu- satunya perbatasan darat dengan Sumatra Utara serta bagian barat dengan Samudra Hindia.

Luas Aceh 5. 677. 081 ha, dengan hutan sebagai kawasan terluas yang mencapai 2. 290. 874 ha, diikuti kawasan perkebunan masyarakat seluas 800. 553 ha. Sedangkan kawasan industri mempunyai luas terkecil yaitu 3. 928 ha. Cakupan kawasan Aceh tersusun dari 119 pulau, 35 bukit serta 73 sungai utama.

Baca Juga : Peta Surabaya

SUKU PROVINSI ACEH

suku provinsi aceh

Meskipun mempunyai wilayah yang cenderung kecil, akan tetapi Aceh mempunyai 12 jenis suku yang terdapat di dalamnya. Berikut ini ke- 12 suku tersebut:

  1. Suku Aceh

Suku ini berada di ujung utara Sumatera serta menjadi suku di Indonesia yang pertama kali memeluk agama Islam. Sampai akhirnya mereka mendirikan kerajaan Islam. Masyarakat Aceh kebanyakan bekerja sebagai pekerja tambang, petani serta nelayan.

  1. Suku Aneuk Jamee

Nama Aneuk Jamee berasal dari bahasa Aceh yang artinya merupakan anak tamu. Jika dilihat melalui peta Aceh, suku ini tersebar di sepanjang pantai barat serta selatan Aceh. Bahasa yang dipakai adalah dialek dari bahasa Minangkabau.

  1. Suku Alas

Suku yang bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara yang disebut Tanah Alas ini menganut agama Islam. Tanah Alas dilalui oleh banyak sungai. Salah satu yang populer yaitu sungai Lawe Alas atau sungai Alas.

  1. Suku Batak Pakpak

Suku ini tersebar di beberapa kabupaten ataupun kota yang ada di Sumatera Utara serta Aceh. Yakni di kabupaten Dairi, kabupaten Pakpak Bharat, kabupaten Humbang Hasundutan (Sumatera Utara), kabupaten Aceh Singkil serta kota Sabulussalam.

  1. Suku Devayan

Keberadaan suku ini yaitu di pulau Simeulue, Simeulue Timur, kecamatan Teupah Barat, Simeulue Tengah, Teluk Dalam serta Teupah Selatan.

  1. Suku Gayo

Dataran tinggi Gayo didiami oleh suku Gayo. Kebanyakan berada di kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah serta 3 kecamatan di Aceh Timur (Serbe Jadi, Simpan Jernih, Peunaron).

  1. Suku Haloban

Suku ini berada di kabupaten Aceh Singkil yakni pulau Banyak. Dimana di pulau ini ada 7 desa dengan ibukota kecamatan yang berada di desa pulau Balai.

  1. Suku Kluet

suku kluet yang menempati sebagian kecamatan di kabupaten Aceh Selatan. Yaitu kecamatan Kluet Selatan, Kluet Utara, Kluet Tengah serta Kluet Timur.

  1. Suku Singkil

Berikutnya adalah suku Singkil. Suku ini menempati kabupaten Aceh Singkil daratan serta kota Subulussalam.

  1. Suku Lekon

suku Lekon ini berada  Lebih tepatnya berada di kecamatan Alafan, Simeulue serta desa Lafakha dan desa Langi.

  1. Suku Sigulai

suku Sigulai adalah suku yang menempati pulau Simeulue Utara serta kecamatan Simeulue Barat, Alafan dan Salang.

  1. Suku Tamiang

Suku ini berada di kabupaten Tamiang. Dialek bahasa serta kebudayaan yang dipakai oleh suku ini hampir sama dengan masyarakat Melayu yang terdapat di kabupaten Langkat.

KESENIAN ACEH

kesenian aceh

Kesenian Aceh sudah sangat terkenal bahkan saat sebelum Indonesia merdeka, ini merupakan salah satu dari banyaknya kesenian yaitu Nazam (Ca e) Aceh.

Kesenian Aceh yang merupakan budaya turun temurun dari Nenek Moyang kita, merupakan peninggalan yang harus kita lestarikan walau apapun kendala serta rintangannya.

Kendala atau rintangan  yang sangat berat dizaman teknologi yang serba canggih serta aneka ragam budaya saat ini ialah pesisme masyarakat Aceh kepada Budayanya sendiri.

Pengaruh keanekaragaman, kecanggihan teknologi, kebudayaan yang sudah banyak ragamnya menghipnotis suatu suku untuk melupakan budaya aslinya, termasuk juga suku Aceh yang sudah tidak tertarik lagi dengan macam budaya warisan dari endatunya, bahkan yang sudah populer misalnya :

  • Tari Saman

Tari tradisional ini dulunya adalah  tarian etnis suku Gayo, ras bangsa gayo adalah ras tertua di pesisir aceh saat itu, tujuan utama tari ini adalah sebagai media atau alat untuk penyebaran Agama Islam.

  • Tari Laweut Aceh

Gaya tari Laweut merupakan gaya tari yang berasal dari daerah Pidie, Laweut asal kata dari Shalawat yang merupakan kata pujian kepada Nabi Muhammad Sallallahualaihi wasallam.

  • Tari Tarek Pukat

Tari tarek pukat berasal dari para nelayan Aceh, asal muasal tari tarek pukat juga sangat unik. Pada saat  masyarakat Aceh kesulitan terhadap tangkapan ikan, masyarakat kemudian bergotong royong mencari ikan dan berhasil dengan hasil tangkapan yang luar biasa.

  • Tari Bines

Gaya tari Bines ini berasal dari daerah Gayo Lues, dengan jumlah personil harus genap, dengan gaya tari lambat, sedang hingga cepat dan berhenti serentak.

  • Tari Didong

Tari didong merupakan kesenian dari hasil kombinasi beberapa Tari, vokal, dan sastra, pencetus utamanya ialah Abdul Kadir To’et. Tari ini berasal dari Bener meriah dan Aceh tengah.

  • Rapai Geleng

Tari ini berasal dari Aceh Selatan, yang kemudian di kembangkan oleh seseorang Anonim. Tari Rapai Geleng di mainkan oleh para pria, karena alatnya serta modelnya memberatkan buat wanita.

AGAMA

agama aceh

Aceh salah satu kota yang ada di Indonesia yang dikenal dengan mayoritas penduduknya memluk agama islam.

Begitu juga dengan mayoritas masyarakat di Provinsi Aceh memeluk agama Islam yang mencapai 97,6%. Sedangkan yang memeluk agama lain seperti agama kristen 1,7%, agama Hindu 0, 08% dan agama Budha sebanyak 0, 55%.

ADAT ISTIADAT ACEH

adat aceh

  1. Bercocok tanam

bercocok tanam yang dimulai semenjak pembukaan lahan. Dalam hal ini, terdapat badan atau lembaga adat yang berwenang, yaitu panglima uteuen yang dibawahi beberapa stuktur adat yang lain seperti petua seuneubôk, keujruen blang, cenayang glé, dan yang lainnya.

Seuneubôk artinya adalah sebuah wilayah baru di luar gampong yang pada awalnya berupa hutan, yang kemudian dijadikan sebagai ladang. Karena itu, pembukaan lahan seuneubok harus selalu memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif untuk lingkungan hidup.

  1. Membuka Lahan

Bagi warga Aceh ada beberapa ketentuan yang telah hidup dan berkembang sejak zaman dulu. Kearifan masyarakat Aceh juga terdapat larangan menebang pohon pada radius sekitar 500 m dari tepi danau, 200 m dari tepi mata air serta kiri-kanan sungai pada daerah rawa.

  1. Pantangan

Tidak hanya itu, dalam adat Aceh dikenal juga  beberapa pantangan saat membuka lahan di daerah seuneubôk. Larangan itu seperti peudong jambô. Jambô atau gubuk tempat istirahat pasti terdapat di setiap tanah.

Dalam adat meublang, jambo tidak boleh didirikan di lintasan binatang buas atau di tempat – tempat yang diyakini terdapat makhluk halus penghuni rimba atau tempat sakral yang diyakini penduduk sekitar.

Dan bahan yang digunakan untuk penyangga gubuk juga tidak boleh dari kayu bekas lilitan akar (uroet), karena ditakutkan akan mengundang ular masuk ke jambo tersebut.

Selain itu, di dalam kebun atau hutan juga dilarang berteriak-teriak atau memanggil-manggil seseorang saat berada di dalam hutan atau kebun. Karena ditakutkan akan mendatangkan hama atau hewan yang bisa merusak tanaman, seperti contohnya tikus, babi, rusa, gajah, dan sebagainya.

Ada pula bahwa adat Aceh terdapat pantangan masuk hutan atau hari – hari tertentu yang dilarang. Karena masyarakat Aceh kental keislamannya, dan hari – hari yang dilarang biasanya berkaitan dengan hari – hari agama.

  1. Adat Bersawah

Dalam bersawah (meupadé),  ada juga beberapa ketentuan untuk keberlangsungan kenyaman serta keamanan dalam bercocok tanam. Hal ini seperti hanjeut teumeubang watèe padé mirah. Artinya ialah tidak boleh memotong kayu saat  akan dipanen. Jika ini dilanggar, diyakini akan mendatangkan hama wereng (geusong).

Rumah tradisional suku Aceh dinamakan rumoh Aceh. Rumah ini bertipe rumah panggung dengan 3 bagian utama serta 1 bagian tambahan. Tiga bagian yaitu meliputi serambi depan, serambi tengah, dan serambi belakang.

MAKANAN KHAS

makanan khas aceh

Kota Aceh memiliki berbagai macam jenis makanan yang khas. Diantaranya yaitu gulai itik,timphan, kari kambing yang enak, Gulai Pliek U serta meuseukat yang langka.

Selain itu juga ada emping melinjo asal kabupaten Pidie yang populer akan kegurihannya, dodol Sabang yang terbuat dengan berbagai macam rasa, ketan durian (boh drien ngon bu leukat), dan juga bolu manis asal Peukan Bada, Aceh Besar juga dapat jadi andalan untuk Aceh.

SENJATA TRADISIONAL ACEH

senjata tradisonal aceh

Adapun senjata – senjata khas Aceh diantaranya adalah Rencong. Rencong  merupakan senjata tradisional Aceh, bentuknya menyerupai huruf L, serta apabila dilihat lebih dekat bentuknya merupakan kaligrafi tulisan bismillah. Rencong termasuk dalam jenis dagger atau belati (bukan termasuk pisau atau pedang).

DESTINASI WISATA DI ACEH

wisata aceh

  1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid yang dibangun oleh sultan Iskandar Muda tahun 1612 ini sudah menjadi ikonkota Aceh. Bangunanutama masjid berwarna putih dengan kubah berwarnahitam besar dikelilingi oleh 7 menara.Masjid  inimenjadi tempat wisata religi di Aceh yang banyak didatangi karenakeindahannya.

  1. Air Terjun Blang Kolam

Air Turun ini terdapat di Ds Sidomulyo, Aceh Utara.Disini, kalian dapat melihatair terjun kembar dengan tinggi 75 m yang dikelilingi oleh pepohonan rindang.

  1. Air Terjun Suhom

Air  Terjun ini terletak di Ds Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. untuk dapat mencapai tempat  ini, andaharus melaluijalanan naik turun dengan pemandangan alam pegunungan Paro serta Kulu.

  1. PantaiLampuuk

Pantai ini disebutsebagaipantai Kuta di Aceh.PantaiLampuuk mempunyai garis pantai sepanjang 5 kilometer dari selatan keutara dengan pasir putih halus serta tebing karang diujungpantai.Pantai Lampuuk terletak di Ds Meunasah Masjid, Lhoknga, Aceh Besar.

  1. PantaiUlee Lheue

Tempat wisata satu ini hanya berjarak 3 kilometer dari pusat kota Banda Aceh, tepatnya di Kecamatan Meuraxa.Aktivitas yang sangat terkenal di pantai ini yaitu memancing.

  1. Pulau Rubiah

Pulau Rubiah terletak di Sabang, tepatnya di sebelah barat laut Pulau Weh.NamaRubiah sendiri diambil dari nama yang tertulis di sebuahbatunisan yang terdapat di pulautersebut.Tempat inipopuler dengan keelokan alam dasar lautnya.

  1. Kuala Merisi

Kuala Merisi ialah tempat yang pas buat menikmati pantaidengan suasana yang sepidantenang. Tempat wisata beradadi Desa Ketapang, Kecamatan Krueng Sabee, ini mempunyai garis pantai yang panjang dengan ombak kecil yang cocok buat bermain air di tepian.

  1. Museum Tsunami

Tsunami yangmenerjangAceh pada tahun 2004 menyisikandukabagiwarga Aceh yang selamat. Untukmengenang sekaligus menghormati korban yang meninggal, dibangunlah sebuah Museum Tsunami di JalanSultan Iskandar Mudapada tahun 2009.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply