PETA INDONESIA

PETA INDONESIA : Geografis, Demografi, Iklim, Lingkungan Hidup, Pulau

Peta Indonesia – Negara Indonesia dikenal sebagai Negara dengan wilayahnya yang luas. Hal tersebut bisa dilihat dari peta Indonesia yang jumlah pulaunya lebih banyak dibandingkan Negara yang berada di Asia Tenggara yang lainnya.

Salah satu Negara yang berada di Asia Tenggara ini mempunyai banyak keunikan dan keragaman yang berbeda-beda dengan Negara Asia Tenggara yang lainnya.

Sehingga, tidak heran jika banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Negara Indonesia bahkan ada yang memiliki untuk menetap di Negara Indonesia.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi geografis Negara Indonesia yang berbeda dengan Negara yang lain di dunia ini.

GAMBAR PETA INDONESIA

PETA INDONESIA

GAMBAR PETA INDONESIA VERSI GOOGLE EARTH

PETA INDONESIA

PETA INDONESIA LENGKAP

PETA INDONESIA

PETA BUTA INDONESIA

PETA INDONESIA

PETA PULAU INDONESIA

PETA INDONESIA

PETA INDONESIA HITAM PUTIH

PETA INDONESIA

GEOGRAFIS INDONESIA

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Negara Indonesia yang ber Ibukota di Jakarta ini mempunyai letak geografis yang strategis. Negara Indonesia terletak di antara 6  ͦLU – 11  ͦ08 LS dan 95  ͦBT – 141  ͦBT yang memiliki luas wilayah daratan mencapai 1.922.570 Km².

Dimana 4.88% atau 93.000.00 Km²  adalah luas perairan dan 1.811.569.00 Km² adalah daratan. Hal tersebut terlihat jelas di peta Indonesia yang wilayahnya dikelilingin dengan lautan yang luas dan Negara Indonesia berada di garis khatulistiwa.

Dengan jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai 17. 504 pulau, sebanyak 6.000 pulau yang belum berpenghuni. Hal tesebut dikarenakan kebanyakan penduduk mendiami 5 pulau besar, yaitu adalah Pulau Papua, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Sumatera.

Baca Juga : Peta Asia

Negara Indonesia mimiliki batas laut maupun daratan sehingga sering kali terlibat konflik dengan Negara-Negara tetangga. Berikut ini batas-batas wilayah Negara Indonesia :

Untuk sebelah Utara berbetasan dengan Negara Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Samudera Pasifik. Sebelah Barat Negara Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia dan Negara Hindia.

Sebelah Selatan Negara Indonesia berbatasan dengan Timor Leste dan Samudera Hindia. Di bagain Timur berbatasan dengan Negara tentangga yaitu adalah Papua Nugini.

IKLIM

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Negara Indonesia sebagai Negara yang berada di di garis khatulistiwa yang umumnya memiliki iklim yang tropis. Sehingga tidak heran jika Negara Indonesia mempunyai dua musim, ialah musim kemarau dan musim hujan.

Negara Indonesia dikenal sebagai Negara maritim yang mempunyai perairan yang sangat luas dan ditambah letaknya yang diapit dengan dua Samudera menjadikan Negara Indonesia beriklim laut.

Dengan adanya iklim ini, maka kelembagaan udara yang cukup tinggi mencapai lebih dari 80%. Hal tersebut sebagai sifat dan akibat kepulauan daerah yang tropis sehingga disebut dengan iklim tropis basah.

Keuntungan dengan adanya iklim laut tersebut adalah salah satu adanya pengaruh angin laut yang akan membawa kelembapan ke daratan. Sehingga, pengaruhnya bisa menyejukkan daratan yang kering dan panas pada saat musim kemarau.

Sedangkan untuk malam harinya tidak terlalu dinggin dikarenakan pengaruh air laut yang hangat. Kepulauan yang berada di Negara Indonesia terdiri dari dataran tinggi, dataran rendah dan pegunungan dengan puncak-puncak yang menjulang untuk menciptakan variasi iklim.

Sehingga, di kawasan Negara Indonesia terdapat iklim salju di puncak pegunungan Jaya Wijaya di Papua dan iklim tropis lembab di dataran rendah.

Ada juga yang beriklim hujan tropis yang berada di daerah hadapan angin dan iklim kering yang berda di daerah bayangan hujan.

LINGKUNGAN HIDUP

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Negara Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi sehingga tidak jarang disebut dengan Mega Biodiversity. Baik dari flora ataupun fauna yang berada di Indonesia jenisnya sangat banyak dan tersebar di semua wilayah Indonesia.

Daftar flora identitas provinsi yang berada di Indonesia yaitu daftar flora nusantara yang menjadika simbol flora nasional Negara Indonesia.

Selain itu, Indonesia dikenal juga bunga nasional yang dimana bunga yang ditetapkan pemerintahan yang sebagai karakteristik bangsa Negara Indonesia.

Hal tersebut ditetapkan dalam Surat Kemendragi Nomor. 48 Tahun 1989 yang mengatur tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora dan Fauna Daerah.

Selain flora yang berada di Indonesia, juga dikenal dengan Fauna Indonesia yang bermacam- macam. Hal tersebut dikarenakan dipengaruhi gerakan hewan, keadaan alam dan rintangan alam.

Persebarannya bisa dilihat di peta Indonesia yang sesuai dengan daerahnya masing-masing. Negara Indonesia sendiri menggolongkan faunanya menjadi tiga golongan, diantaranya adalah:

1. Fauna Tipe Asiatis

Fauna Tipe Asis jenis yang ini berdasarkan peta Indonesia yang persebarannya di wilayah bagian barat Indonesia sampai selat Lombok dan selat Makassar. Hewan-hewan yang sudah hidup di daerah ini berjenis hewan besar yang menyusui, diantaranya adalah hewan harimau, gajah, beruang, orang utan dan badak.

2. Fauna Tipe Australis

Fauna Tipe Australis bisa dilihat dari peta Indonesia, maka fauna yang tipe ini akan mudah untuk ditemukan di bagian wilayah timur Indonesia yaitu Papua dan sekitaranya. Contoh fauna yang tersebar di daerah Papua yang didominasi oleh jenis burung, seperti burung cendrawasih, kasuari dan kakatua.

3. Fauna Peralihan

Fauna Peralihan bisa dilihat dari peta Indonesia, maka fauna yang tipe ini akan mudah untuk ditemukan di bagian wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi.

Hewan yang tipe ini disebut dengan hewan asli dari Indonesia yang tidak bisa temui di Negara lainnya.

Persebaran hewan tersebut yang termasuk fauna peralihan diantaranya adalah hewan babi rusa, anoa daratan, komodo dan burung maleo.

Penggolongan fauna yang berada di atas adalah berdasarkan pada pengelompokan oleh Max Wilhelm Carl Weber fan Alfred Russel Wallace.

DEMOGRAFI

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Negara Indonesia sebagai Negara yang luas dan juga mempunyai penduduk yanh berjumlah sangat besar. Tidak heran jika Negara Indonesia yang menempati posisi yang keempat dengan penduduk yang terbesar di dunia ini.

Berdasarkan Biro Pusat Statistik, penduduk dari Negara Indonesia mempunyai populasi hampir mencapai 270.054.853 jiwa pada tahun 2018.

Namun diantara 5 pulau besar di Negara Indonesia, Pulau Jawa adalah pulau dengan penduduk yang terbanyak khususnya di Kota Jakarta yang sangat padat penduduknya.

Penduduk Negara Indonesia sebagaian besar adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga kelompok Polinesia, Mikronesia, dan Melanesia. Yang pada akhirnya di setiap daerah dan disetiap pulau mempunyai jenis suku yang masing-masing akan menjadi identitas mereka.

Di Negara Indonesia ada beberapa agama yang diakuinya, diantaranya adalah Agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

Selain itu ada juga kepercayaan yang dimiliki penduduk Indonesia terutama yang berada di daerah pedalaman. Sedangkan Negara Indonesia kelompok mayoritasnya adalah penduduk Agama Islam.

Faktor dari Pendukung Letak Geografis Negara Indonesia

Berikut ini adalah faktor-faktor pendukung dari letak geografis Negara Indonesia:

  1. Letak Astronomis

Bila Anda amati peta ataupun globe, Anda hendak melihat posisi dari astronomis. Letak astronomis adalah posisi sesuatu Negara atau wilayah yang dapat dicermati lewat garis bujur serta garis lintang astronomis

Negara Indonesia sendiri terletak di antara 6°LU- 11°LS serta di antara 95°BT- 141°BT. Dimana wilayah yang terletak pada titik koordinat itu merupakan pulau  Roti, pulau We, di ujung utara pulau Sumatera serta pulau Merauke.

Posisi astronomis Negara Indonesia memberika beberapa pengaruh. Yang pertama, Negara Indonesia mempunyai tingkatan kelembaban yang tingi serta menghasilkan Indonesia mempunyai 3 wilayah waktu.

Ketiga wilayah tersebut adalah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), Waktu Indonesia bagian Tengah ataupun Waktu indonesia tengah (WITA) serta Durasi Indonesia komponen Timur ataupun Waktu indonesia timur (WIT).

Yang kedua, Negara Indonesia mempunyai ekosistem hutan hujan tropis yang berharga amat besar karena disebabkan memiliki curah hujan yang sering . Ketiga, Negara Indonesia memperoleh cahaya matahari dalam kurun waktu  yang lebih lama.

  1. Letak Fisiologis

Setelah letak astronomis, letak geografis pula dipengaruhi oleh letak fisiologis. Dimana letak fisiologis adalah posisi yang dimana wilayah tersebut bisa dicermati menurut dari segi fisiknya.

Adalah garis bujur serta garis lintang, letak dengan wilayah yang lain, tipe batuan yang ada, relief dataran bumi serta seluruh yang berhubungan dengan laut.

Letak fisiologis sendiri adalah kombinasi dari letak geografis, astronomis, geologis serta zona laut. Ada 3 lautan besar yang mengelilingi Negara Indonesia serta jadi batasan dari zona laut.

Dimana disebelah selatan Indonesia berdekatan dengan Samudera Hindia, disebelah utara Indonesia berdekatan dengan laut  Cina Selatan dan disebelah timur berdekatan dengan Samudera Pasifik.

  1. Letak Geologis

Negara Indonesia mempunyai posisi geologis di antara 2 sirkum adalah Sirkum Pasifik serta Sirkum Mediterania. Serta terdapat pada 3 lempeng penting bumi, adalah lempengan Australian, lempengan Pasifik serta lempengan Eurasia.

Posisi geologis sendiri adalah posisi wilayah yang dilihat dari faktor kondisi batuan di permukaan dunia. Posisi ini yang membuat Negara Indonesia kerap sekali diterpa gempa serta gunung meletus. Apalagi sebagian besar gunung- gunung yang berada di Idonesia adalah gunung api aktif.

  1. Sosial Budaya

Aspek lain yang pengaruhi posisi geografis Negara Indonesia merupakan aspek sosial budaya. Aspek ini mempengaruhi ikatan dengan negeri lain, bukan cuma dengan Negara Indonesia aja.

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GEOGRAFIS

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Letak geografis Negara Indonesia mempunyai pengaruh serta dampak dalam bermacam aspek, baik itu keuntungan ataupun kerugian. Banyak sekali perihal yang dipengaruhi oleh letak geografis Negara Indonesia.

Seperti politik, cuaca, iklim, pariwisata, ekonomi sampai sosial budaya. Selanjutnya ini beberapa akibat yang ditimbulkan dari letak geografis itu di berbagai macama.

  1. Pembagian Musim di Negara Indonesia

Akibat dampak awal letak dari geografis Indonesia merupakan pembagian musimdi Indonesia adalah masa penghujan serta masa kemarau.

Akibat ini bisa terjadi karena posisi Negara Indonesia yang diapit oleh 2 samudera dan setelah itu menimbulkan angin muson yang berhembus dan bertukar arah masing- masing setengah tahun sekali.

Pada bulan Oktober – April angin berhembusan dari barat daya serta menimbulkan masa penghujan. Untuk bulan April – Oktober angin berhembus dari timur laut yang menimbulkan musim kemarau.

  1. Hubungan Politik Negara Indonesia

Posisi geografis dari Indonesia pula mempengaruhi hubungan politik di Indonesia. Salah satunya merupakan Indonesia bisa tercampur dalam oraganisasi yang bernama ASEAN dan mempunyai hubungan politik yang amat bagus dengan negeri lain, karena disebabkan akses yang dipunyai sangatlah mudah.

  1. Aspek Sosial Budaya

Negara Indonesia pula terletak di antara 2 benua yang setelah itu dipengaruhi oleh bidang sosial budaya. Banyak sekali kultur asing yang masuk serta bertumbuh di Indonesia. Semacam alat musik, film, metode berpakaian, gaya tari dan lain-lain.

  1. Situasi Ekonomi Indonesia

Bila diamati dari zona ekonomi, situasi geografis amat mempengaruhi dalam perihal ini. Dengan posisi Negara Indonesia yang strategis membuat Indonesia dijadikan sebagai rute perdagangan dunia.

Ataupun dapat dibilang Negara Indonesia terdapat di persimpangan lalu lintas yang amat ramai. Dengan sedemikian itu pastinya akibat dampak positif kepada kondisi ekonomi di Negara Indonesia yang hendak akan diperoleh.

  1. Bidang Komunikasi

Di bidang komunikasi posisi geografis amat berperan penting. Warga akan dituntut untuk bisa berbicara bahas Inggris sebab terletak di jalur Internasional.

Negara Indonesia pula bisa menguasai bahasa asing dengan cara tidak langsung yang membuat Negara Indonesia kaya akan bahasa. Akan perihal ini pula juga bisa menimbulkan tersingkirnya budaya lokal alhasil bukan lagi jadi prioritas penting.

  1. Pariwisata Di Indonesia

Sebab dibantu posisi yang penting, hawa tropis, posisi yang dekat lautan dan cuaca yang terang membuat Indonesia bertumbuh dalam zona pariwisata.

  1. Keragaman Alam Di Indonesia

Perihal ini pastinya tidak asing lagi di mata dunia. Negara Indonesia merupakan salah satu negeri yang kaya akan flora serta faunanya.

Gimana bukan, Negara Indonesia jadi daya tari tersendiri di dunia internasilan dengan terdapatnya keanekaan flora serta fauna yang terbesar luas. Dengan hamparan alam serta lautan yang amat menawan.

  1. Kekayaan Sumber Energi Tambang

Tidak hanya terletak di antara 2 daratan serta 2 samudera, Negara Indonesia pula terletak di lipatan muda. Dengan sedemikian itu banyak sekali sumber energi tambang yang dipunyai oleh Indonesia. Semacam minyak bumi serta gas.

Yang perlu kamu ketahui, Indonesia adalah negeri yang amat kaya, dengan beraneka ragam budaya, suku sampai kekayaan alamnya.

Apalagi bila kita gali lebih dalam, banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari letak geografis Indonesia ini. Bagus buat warga, bangsa Indonesia sampai dunia Internasional.

34 PROVINSI DAN IBU KOTA

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Beikut ini adalah 34 nama-nama Provinsi yang berada di Indonesia beserta Ibukotanya, tahun peresmiannya dan luas wilayah untuk tiap-tiap provinsi yang berada di Indonesia. Berikut ini Provinsi yang berada di Indonesia dari wilayah barat ke timur :

  1. Provinsi Aceh dengan Ibukota Banda Aceh, tahun peresmian 1959 dan luas wilayah mencapai 57.365 Km².
  2. Provinsi Sumatera Utara dengan Ibukota Medan, tahun peresmian 1956 dan luas wilayahnya 72.981 Km².
  3. Provinsi Sumatera Barat dengan Ibukota Padang, tahun peresmian 1957 dan luas wilayah mencapai 42.297 Km².
  4. Provinsi Riau dengan Ibukota Pekambaru, tahun peresmian 1957 dan luas wilayah mencapai 94 Km².
  5. Provinsi Kepulauan Riau dengan Ibukota Tanjung Pinang, tahun peresmian 2002 dan luas wilayah mencapai 8.084 Km².
  6. Provinsi Jambi dengan Ibukota Jambi, tahun peresmian 1957 dan luas wilayah mencapai 53.509 Km².
  7. Provinsi Bengkulu dengan Ibukota Bengkulu, tahun peresmian 1968 dan luas wilayah mencapai 19.789 Km².
  8. Provinsi Sumatera Selatan dengan Ibukota Palembang, tahun peresmian 1950 dan luas wilayah mencapai 85.679 Km².
  9. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Ibukota Pangkalpinang, tahun peresmian 2000 dan luas wilayah mencapai 16. 424 Km².
  10. Provinsi Lampung dengan Ibukota Bandar Lampung, tahun peresmian 1964 dan luas wilayah mencapai 35.245 Km².
  11. Provinsi Banten dengan Ibukota Serang, tahun peresmian 2000 dan luas wilayah mencapai 9.019 Km².
  12. Provinsi Jawa Barat dengan Ibukota Bandung, tahun peresmian 1950 dan luas wilayah mencapai 35.245 Km².
  13. Provinsi DKI Jakarta dengan Ibukota Jakarta, tahun peresmian 1961 dan luas wilayah mencapai 740 Km².
  14. Provinsi Jawa Tengah dengan Ibukota Semarang, tahun peresmian 1950 dan luas wilayah mencapai 33.987 Km².
  15. Provinsi DI Yogyakarta dengan Ibukota Yogyakarta, tahun peresmian 1950 dan luas wilayah mencapai 3.133 Km².
  16. Provinsi Jawa Timur dengan Ibukota Surabaya, tahun peresmian 1950 dan luas wilayah mencapai 47.921 Km².
  17. Bali dengan Ibukota Denpasar, tahun peresmian 1958 dan luas wilayah mencapai 5.561 Km².
  18. Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan Ibukota Mataram, tahun peresmian 1958 dan luas wilayah 19.950 Km².
  19. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Ibukota Kupang, tahun peresmian 1958 dengan luas wilayah 47.676 Km².
  20. Provinsi Kalimantan Utara dengan Ibukota Tanjungselor, tahun peresmian 2012 dengan luas wilayah 71.177 Km².
  21. Provinsi Kalimantan Barat dengan Ibukota Pontianak, tahun peresmian 1956 dan luas wilayah mencapai 115. 114 Km².
  22. Provinsi Kalimantan Tengah dengan Ibukota Palangkaraya, tahun peresmian 1958 dan luas wilayah 153.564 Km².
  23. Provinsi Kalimantan Selatan dengan Ibukota Banjarmasin, tahun peresmian 1956 dan luas wilayah 36.805 Km².
  24. Kalimantan Timur dengan Ibukota Samarinda, tahun peresmian 1958 dan luas wilayah 194.849 Km².
  25. Provinsi Gorontalo dengan Ibukota Gorontalo, tahun peresmian 2000 dan luas wilayah 11.968 Km².
  26. Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Manado, tahun peresmian 1960 dan luas wilayah 13.931 Km².
  27. Provinsi Sulawesi Barat dengan Ibukota Mamuju, tahun peresmian 2004 dan luas wilayah 16.787 Km².
  28. Provinsi Sulawesi Tengan dengan Ibukota Palu, tahun peresmian 1964 dan luas wilayah 68.090 Km².
  29. Provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibukota Makassar, tahun peresmian 1960 dan luas wilayah 46.116 Km².
  30. Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Ibukota Kendari, tahun peresmian 1964 dan luas wilayah 36.757 Km².
  31. Provinsi Maluku Utara dengan Ibukota Sofifi, tahun peresmian 1999 dan luas wilayah 42.960 Km².
  32. Provinsi Maluku dengan Ibukota Ambon, tahun peresmian 1958 dan luas wilayah 49.350 Km².
  33. Provinsi Papua Barat dengan Ibukota Manokwari, tahun peresmian 1999 dan luas wilayah 114.566 Km².
  34. Provinsi Papua dengan Ibukota Jayapura, tahun peresmian 1969 dan luas wilayah 309.934 Km².

KOTA PENTING

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Beberapa Kota besar dan Kota penting yang berada di Indonesia diantaranya adalah Jakarta, Surabaya, Jayapura, Medan, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Banda Aceh, Rantauprapa, Sintang, Rengal, Manokwari, Banjarmasin, Tanjungredeb, Pekalongan, Pati, Tegal, Tanjungselor.

Bogor, Bengkulu, Singkawang, Samarinda, Garut, Dumai, Kediri, Kebumen, Kupang, Kendawang, Lhoseumawe, Langsa, Cirebon, Lunjuk Besar, Malang, Denpasar, Djambi, Pontianak, Manado, Sukabumi, Probolinggo, Makassar dan Sukabumi.

PULAU BESAR DI INDONESIA

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA

Bali, Kalimantan (Pulau Kalimantan merupakan bagian dari Indonesia, berbagi dengan Negara Malaysia dan Negara Brunei Darussalam), Nusa Tenggara Timur, Buru, Jawa, Jamdena, Maluku, Lombok, Papua (Pulau Papua merupakan bagian dari Indonesia dan berbagi dengan Negara Papua Nugini).

Maluku Utara, Sulawesi, Obi, Kepulauan Riau, Sumba, Sumatera, Timor, Taliabu, Nusa Tenggara Barat dan Trangan.

BENCANA ALAM 

PETA INDONESIA
PETA INDONESIA
  • Aktivitas gunung berapi.
  • Gempa bumi.
  • Kebakaran hutan.
  • Kekeringan parah.

Demikian artikel yang menjelaskan tentang Peta Indonesia dengan lengkap, kurang lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya . Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Peta Indonesia

 

 

7 komentar untuk “PETA INDONESIA : Geografis, Demografi, Iklim, Lingkungan Hidup, Pulau”

  1. Ping-kembali: PETA JAKARTA : Sejarah, Iklim, Geografis, Data Sosial [LENGKAP]

  2. Ping-kembali: Peta Pulau Jawa Lengkap Degan Penjelasan, Gambar, Letak Geografis

  3. Ping-kembali: Peta Lampung, Gambar, Sejarah, Letak Geografis, Nama Pulau !!!

  4. Ping-kembali: PETA BENGKULU : geografis, iklim, wisata, sejarah peninggalan wisata

  5. Ping-kembali: Peta Sumatera Selatan, Letak Geografis, Iklim, Sejarah, Kabupaten Kota

  6. Ping-kembali: PETA JAMBI : Sejarah, Peninggalan Sejarah, Kabupaten Kota, Geografis

  7. Ping-kembali: PETA RIAU : Sejarah, Geografis, Iklim, Kabupaten dan Kota Riau

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *