PETA SUMATERA SELATAN : Sejarah, Letak Geografis, Iklim

Peta Sumatera Selatan – Sumatera Selatan merupakan Provinsi di Peta Indonesia yang terletak di bagian Selatan Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Selatan beribukota di Palembang. Secara geografis, Sumatera Selatan yang berbatasan dengan Provinsi Jambi di Utara, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di sebelah Timur.

Provinsi Lampung di Selatan dan Provinsi Bengkulu di sebelah Barat. Provinsi tersebut kaya akan sumber daya alam, seperti gas alam, minyak bumi, dan batu bara.

Selain itu Ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan adalah Palembang, sudah terkenal sejak dahulu karena Palembang menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Disamping itu, Provinsi Sumatera Selatan ini banyak tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Jembatan Ampera, Sungai Musi, Pulau Kemaro, Kota Pagaralam, dan Danau Ranau dan lain-lainnya.

GAMBAR PETA SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

PETA SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

PETA BUTA SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

PETA ADMINISTRASI SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Luas wilayah Sumatera Selatan mencapai 91.592,43 Km², sedangkan jumlah penduduk Sumatera Selatan mencapai 8.043.093 Jiwa, suku yang ada di Sumatera Selatan adalah Suku Palembang, Suku Komering, Suku Pasemah, Suku Ranau, Suku Semendo dan lain-lain.

Lambang Sumatera Selatan berbentuk perisai bersudut lima. Di dalamnya terdapat lukisan bunga teratai, jembatan Ampera, batang hari sembilan, dan gunung serta di atasnya terdapat atap rumah khas dari Sumatera Selatan.

Logo di atas mempunyai arti atau makna yang mencerminkan falsafah kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, bunga teratai yang berkelopak lima berarti keadilan dan keberanian berdasarkan Pancasila.

Batang Hari Sembilan merupakan nama lain dari Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki sembilan sungai. Jembatan Ampera adalah ciri yang menjadi kebanggaan dari masayarakat Sumatera Selatan.

Gunung memiliki makna daerah dari pegunungan yang banyak terdapat di Provinsi Sumatera Selatan. Atas yang khas dari Sumatera Selatan yang berujung 17, 8 dari garis genting, dan 45 buah genting adalah simbol dari kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

  • Batasa Wilayah Sumatera Selatan untuk sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, untuk sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung dan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :

Peta Lampung

Peta Bengkulu

 

LETAK GEOGRAFIS SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Wilayah Sumatera Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau karena dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan kayu rawa tau bakau dan palmase.

Sedikit makin ke barat adalah dataran rendah yang sangat luas. Lebih masuk kedalam wilayah tersebut semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membela Sumatera Selatan dan daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai 900-1.200 meter dari permukaan laut.

Bukit barisan yang terdiri dari puncak Gunung Dempo mencapai 3.159 meter, Gunung Seminung mencapai 1.964 meter, Gunung Patah dengan ketinggian 1.107 meter dan Gunung Bengku dengan ketinggian mencapai 2.125 meter.

Disebelah Barat dari Bukit Barisan adalah lereng. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai sungai yang besar, kebanyakan sungai-sungai tersebut bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Lalan, Sungai Mesuji, dan Sungai Banyuasin.

Sedangkan sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, untuk Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Komering, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Rawas dan Sungai Rupit adalah anak Sungai Musi.

Secara Administratif Sumatera Selatan terdiri dari 13 Pemerintahan Kabupaten dan 4 Pemerintahan Kota, dengan Kota Palembang sebagai Ibukota Provinsi. Pemerintah Kabupaten dan Kota membawahi pemerintah Kecamatan dan Desa ataupun Kelurahan.

Sumatera Selatan memiliki 13 Kabupaten, 4 Kota Madya, 212 Kecamatan, 354 Kelurahan dan 2.589 untuk Desa.

Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah yang mencapai 16.905, 32 ha, yang kedua di ikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah mencapai 14.477 ha.

Sebagai salah satu Provinsi tujuan berinvestasi, Sumatera Selatan memiliki berbagai sarana dan prasaranan penunjang, diantaranya adalah Bandara Silampari yang berada di Kota Lubuklinggau, Bandara S.M. Badaruddin II yang berada di Kota Palembang.

Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim dan Bandara Banding Agung yang bertempatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang terletak di Kota Palembang dan juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.

IKLIM SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode yang panjang, sedangkan untuk cuaca adalah keadaan atmosfer pada suatu saat.

Ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi, meteorologi mempelajari tentang proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi di dalam atmosfer terutama pada lapisan bawah atau di sebut dengan troposfer.

Musim yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan sama seperti umumnya yang terjadi di Negara Indonesia, hanya di kenal dengan dua musim yaitu di musim kemarau dan musim penghujan.

Pada bulan Juni sampai bulan September arus angin yang berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uang air, sehingga bisa mengakibatkan musim kemarau.

Sedangkan pada Bulan Desember sampai bulan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudra Pasifik terjadi musim hujan.

Keadaan seperti itu di setiap setengah tahun sesudah melewati masa peralihan padan bulan April sampai bulan Mei dan bulan Oktober sampai bulan November.

Bulan November merupakan bulan dengan curah hujan yang sangat banyak. Suhu di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2003 menunjukkan variasi 24,6 sampai dengan 27 derajat Celsius. Sedangkan kelembabannya bervariasi anatar 75 sampai 85 R.H.

Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan variasi hujan antara 9/7 samapi 492/23 mm di sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya cendurung turun. Provinsi Sumatera Selatan memiliki iklim am, yaitu iklim tropis dengan musim kemarau cenderung pendek.

SEJARAH SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Provinsi Sumatera Selatan atau Pulau Sumatera bagian selatan di dirikan pada tanggal 12 September 1950 yang masih mencakup Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Ketiga wilayah tersebut dikemudian hari menjadi provinsi sendiri.

Penduduk yang pertama di Provinsi Sumatera Selatan diperkirakan berasal dari Zaman Palaeolitikum. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan benda-benda pada Zaman Palaeolitikum yang ditemukan di beberapa wilayah antara lain di Desa Bengamas, di dasar Sungai Saling dan Sungai Kikim.

Para Ahli berpandangan bahwa penduduk pada zaman tersebut adalah termasuk Ras Wedda, yang dimana orang Kubu dan Toale termasuk ke dalam ras tersebut.

Sejak tahun 300 sebelum masehi, bangsa dari Deutro-Melayu sudah mendiami Daerah Sumatera Selatan, sejak awal masehi, penduduk Sumatera Selatan sudah menjalani hubungan dengan bangsa-bangsa yang lain, seperti Cina, India dan Arab.

Perkembangan masyarakat yang pesat menghasilkan terbentuknya suatu kerajaan yang besar, bernama Kerajaan Sriwijaya.

Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada tahun 1926, disebutkan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi yang didirikan pemukiman yang bernama Sriwijaya yang kemudian berkembang menjadi kerajaan yang besar.

Kerajaan Sriwijaya dan berkembang selama abad ke 7 sampai abad ke 12. Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Sriwijaya mempunyai 13 Negara jajahan yang meliputi seluruh wilayah Indonesia di bagian Barat dan seluruh semenanjung Melayu sampai ke sebelah Selatan Teluk Bandon.

Ketika itu, Kerajaan Sriwijaya merupakan pusat dari perdagangan Internasional dan pusat penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara.

Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya mulai pudar sejak datang serangan-serangan dari Kerajaan Siam pada tahun 1292, Kerajaan Melayu-Jambi yang kuasai oleh Kerajaan Singasari, dan Kerajaan Singasari sendiri menyerang ke Kerajaan Sriwijaya dalam waktu yang hampir bersamaan.

Setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya, di sekitar Sumatera Selatan muncul beberapa kerajaan kecil, namum meskipun banyak bermunculan kerajaan di sekitarnya, Sumatera Selatan sendiri bisa dikatakan vakum dikarenakan tidak ada kekuasaan yang meneruskan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

Keadaan vakum ini berlangsung sampai pertengah abad ke 16. Pada abad ke 16, berdirilah Kesultanan Palembang, di tepi sungai Musi. Pendirinya adalah Ki Gedeng Suro, seorang pelarian politik dari daerah Demak.

Kesultanan ini mulai berhadapan dengan Belanda pada abad ke 17, pada tahun 1825, Belanda berhasil menghapus Kesultanan tersebut setelah  mengalahkan Sultan Ahmad Najamuddin. Sejak itulah Palembang menjadi sebuah keresidenan dan berada di bawah kekuasaan Belanda.

Pada awal abad ke 20 merupakan momen munculnya semangat kebangsaan. Sejumlah organisasi pergerakan kebangsaan muncul di daerah tersebut seperti PKI, Serekat Islam, Partino, PSII, PNI Baru, Parindra dan PII.

Semangat pergerakan kebangsaan tersebut sempat menurun ketika Jepang menduduki daerah ini, namum setelah Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya, pada tanggal 17 Agustus 1945, semangat kembali tumbuh yang berupa mempertahankan kemerdekaan.

Pada awal kemerdekaan, Sumatera Selatan belum menjadi Provinsi, daerah tersebut merupakan bagian dari Provinsi Sumatera dan berbentuk keresidenan A.K. Gani yang ditetapkan oleh Presiden Ir. Soekarno yang sebagai residen dan bertanggungjawab kepada Gubernur Sumatera Teuku Muhammad Hasan.

Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melancarkan penyerbuan secara besar-besaran ke semua pertahanan pejuang di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Penyerbuan tersebut dinamakan dengan Aksi Militer I, akibat aksi Militer Belanda, pusat dari keresidenan terpaksa akan dipindahkan dari Palembang menuju ke Lahat.

Kemudian Belanda melancarkan aksi Militer II yang menghasilkan pendudukan atas Ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta. Selain itu, Belanda juga berhasil menduduki daerah-daerah yang lain, termasuk di wilayah Sumatera Selatan.

Selama menduduki daerah tersebut, Belanda membentuk Negara Sumatera Selatan dengan Abdul Malik sebagai Wali Negaranya.

Eksistensi Negara Sumatera Selatan tersebut tidak berlangsung lama, pada tahun 1950, Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali terburuk. Sumatera Selatan akan menjadi salah satu Provinsi dari NKRI yang baru terbentuk.

Provinsi lainnya yang baru di bentuk adalah Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Pada periode tahun 1950-an, kondisi dari Sumatera Selatan dikacaukan dengan munculnya gerakan separatis, seperti peristiwa Mayor Juahartono dan PRRI. Namun semua pemberontak tersebut bisa di atasi dengan baik.

KEBUDAYAAN SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Provinsi Sumatera Selatan kaya akan sumber daya alam, seperti gas alam, minyak bumi dan batu bara. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakat tersebut.

Makanan khas dari Provinsi Sumatera Selatan sangat beragam seperti pempek, tekwan, model, pindang patin, sambal jokjok, pindang tulang, tempoyak dan berengkes.

Berikut ini adalah beberapa macam kebudayaan yang ada di Sumatera Selatan:

  • Tari Gending Sriwijaya

Teri Gendi Sriwijaya merupakan tarian yang ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu yang agung seperti Kepala Negara, Duta Besar dan tamu-tamu agung yang lainnya.

Tari Gending Sriwijaya hampir sama dengan Tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penarinya dan perlengkapan busana yang akan di pakai.

  • Tari Tanggai

Tari Tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu yang resmi dan dalam acara pernikahan.

Umumnya tari tanggai ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kain songket, pending, dodot, kalung, sanggul malang, tajuk cempako, kembang urat atau rampai, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku yang terbuat dari lempengan tembaga.

Tari Tanggai merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana yang khas daerah para penari lebih kelihatan anggun dengan busana khas daerah.

Tarian tersebut menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah, menghargai, menghormati dan menyayangi tamu yang mau berkunjung ke daerahnya tersebut.

  • Tari Tenun Songket

Tarian Tenun Songket adalah menggambarkan kegiatan remaja putri khususnya dan para ibu rumah tangga di Palembang pada umumunya adalah memanfaatkan waktu yang luang untuk menenun songket.

  • Tari Rodat Cempako

Tari Rodat Cempoko merupakan tari takyat yang bernafaskan Islami. Gerak dasar dari tari rodat cempako diambil dari Negara asalnya di Timur Tengah, seperti halnya dengan Tarian Dana Japin dan Tarian Rodat Cempako yang sangat lincah dan dinamis.

  • Tari Mejeng Besuko

Tari Mejeng Besuko adalah tari yang melukiskan kesukariaan para remaja dalam suatu pertemuan mereka. Mereka bersenda gurau yang mengajuk pada hati lawan jenisnya. Bahkan tidak jarang diantaranya mereka ada yang jatuh cinta dan menemukan jodohnya melalui pertemuan seperti ini.

  • Tari Madik (Nindai)

Masyarakat Palembang mempunyai kebiasaan apabila akan memilih calon, orang tua dari pria terlebih dahulu datang kerumah seorang wanita dengan bermaksud menilai dan melihat madik dan nindai atau yang dimasud adalah gadis.

Hal yang dinilai atau di ditandai tersebut, antara lain adalah kepribadiannya sehari-hari dan kehidupan keluarganya sehari-hari.

Dengan penindaian itu diharapkan bahwa apabila si gadis tersebut dijadikan menantu dia tidak akan mengecewakan dan kehidupan mereka akan berjalan dengan langgeng dan sesuai dengan harapan dari pihak keluarga mempelai pria.

  • Dul Muluk

Dul Muluk adalah salah satu kesenian tradisional yang berada di Sumatera Selatan yang biasanya seni Dul Muluk ini akan di pentaskan pada acara yang bersifat menghibur, seperti di acara panggung hiburan dan pernikahan pergelaran tradisional.

KABUPATEN DI PROVINSI SUMATRA SELATAN

peta sumatera selatan

peta sumatera selatan

Dapat kita ketahui bahwa Provinsi Sumatera Selatan terdapat 13 Kabupaten dan 4 Kota Provinsi Sumatera Selatan, yang meliputi:

  • Kabupaten

    1. Kabupaten Banyuasin.
    2. Kabupaten Empat Lawang.
    3. Kabupaten Lahat.
    4. Kabupaten Musi Banyuasin.
    5. Kabupaten Musi Rawas.
    6. Kabupaten Musi Rawas Utara.
    7. Kabupaten Ogan Hilir.
    8. Kabupaten Ogan Komering Ilir.
    9. Kabupaten Ogan Komering Ulu.
    10. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
    11. Kabupaten Penukal Abab Lemating Ilir.
  • Kota di Provinsi Sumatera Selatan

  1. Kota Lubuklinggau.
  2. Kota Pagar Alam.
  3. Kota Palembang.
  4. Kota Prabu Mulih.

Demikian penjelasan tentang Peta Sumatera Selatan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah wawasan kita semuanya. Selalu kunjungi web kami. Kurang lebihnya mohon maaf kalau ada kata yang salah.

Peta Sumatra Selatan

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply