Fakta Unik Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh – Rumah Adat Aceh memang lekat dengan kebudayaan Islam, karena Provinsi Aceh memang merupakan salah satu pintu masuk penyebaran Agama Islam yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, Budaya Aceh seringkali tercipta dari campur baur antara kebudayaan Melayu dan kebudayaan Islam. Salah satu bukti dari akulturasi kedua budaya adalah Rumah Adat Aceh atau Rumoh Aceh.

Provinsi Aceh merupakan sebuah provinsi yang berada di ujung utara dari Pulau Sumatera. Provinsi Aceh yang pernah bernama D.I Aceh serta Nanggroe Aceh Darussalam sudah terkenal dengan syariat islamnya.

Provinsi Aceh mendapatkan gelar daerah istimewah  sehinggah Provinsi Aceh bisa mengatur hukum pemerintahannya sendiri dengan syariat islam.

Di Provinsi Aceh memiliki sebutan serambi mekah yang dimana memang dikenal sebagai salah satu Provinsi yang lekat dengan kebudayaan islam.

Provinsu Aceh adalah salah satu daerah yang menjadi pusat penyebaran agam islam di Negara Indonesia.

Sehingga tidak mengherankan jika kebudayaan yang ada di sini adalah campur baur antara kebudayaan melayu dengan kebudayaan islam.

Rumah Aceh semakin langka untuk kita jumpai karena masyarakat Aceh lebih memilih rumah yang terbuat dari beton. Namun, anda masih bisa menjumpai rumah adat Aceh ini di sekitar perkampungan penduduk.

Ada dua tempat untuk bisa melihat rumah adat ini. Anda bisa mengunjungi Museum Aceh yang berada di Banda Aceh dan Rumoh Cut Nyak Dhien di daerah Lampisang, Aceh Besar.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai rumah adat Aceh, mari kita simak penjelasan yang ada di bawah ini.

Sejarah Rumah Adat Aceh

sejarah rumah adat aceh

Sejarah Rumah Adat Aceh berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat yang terdahulu.

Leluhur yang mengisyaratkan bahwa rumah adat ini bukan hanya sekedar tempat untuk bertedung akan tetapi rumah adat ini adalah ekspresi keyakinan akan Tuhan.

Rumah adalah jembatan surga atas kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan.

Karena itu, pembuatan Rumah Aceh memang selalu memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam.

Penduduk Aceh juga sangat faham bagaimana cara bisa memanfaatkan alam untuk membangun rumahnya.

Kayu-kayu dipilih yang bangus untuk membuat tiang rumah, atap dari daun rumbia serta papan untuk dinding rumah.

Masyarakat Aceh tidak menggunakan paku untuk menyambung di setiap tiangnya, akan tetapi diikat sangat kuat dengan pasak atau rotan.

Ada satu hal yang lebih unik lagi.

Meskipun terbuat dari alam seua, rumah Aceh yang berbentuk rumah panggung itu bisa kokoh sampai 200 tahun, loh.

Rumah Adat yang ada di Aceh terkenal dengan tahan gempa, ketika ada gempa, tiang-tiang rumah yang sudah terikat kuat, biasanya hanya akan bergoyang saja tanpa merobohkan rumah adat tersebut.

Baca Juga : Rumah Adat di Indonesia

Bentuk dari Rumah Adat Aceh

Bentuk dari Rumah Adat Aceh

Secara umum, Rumah Adat Aceh berbentuk rumah panggung dengan ketinggian tiang antara 2.50 meter – 3 meter.

Bentuk rumah adat pun sangat seragam, yang berupa persegi panjang dan memanjang dari arah timur ke arah barat.

Konon, bentuk dari memanjang tersebut dipilih untuk memudahkan penentuan arah kiblat.

Untuk bagian dalam rumah adat memiliki tiga atau lima tiang, dengan satu ruang utama disebut dengan rambat.

Rumah dengan tiga ruang biasanya mempunyai 16 tiang, sedangkan rumah dengan lima ruang mempunyai sebanyak 24 tiang.

Untuk pintu utama dari Rumah Adat Aceh ini adalah tingginya yang selalu lebih rendah dari orang dewasa. Biasanya ketinggian pintu ini ukurannya hanya 120 cm – 150 cm.

Maka dari itu, untuk setiap orang yang hendak masuk ke Rumah Aceh harus menunduk terlebih dahulu.

Meskipun pintunya pendek, Anda akan bisa menemui rumah yang luas saat masuk kedalamannya, tidak ada perabotan seperti meja dan kursi sofa.

Tamu biasanya duduk diatas tikar yang sudah disediakan pemilik rumah tersebut.

Apabila yang memiliki rumah adalah orang yang sudah berkecukupan, Rumah Aceh memiliki ukiran dan ornament yang rumit, sementara untuk rakyat biasa, cukup membuat rumah panggung tanpa ada ukiran dan ornament apapun. Rumah Adat ini juga tahan dari banjir dan gempa.

Komponen Utama dari Rumah Adat Aceh

Komponen Utama dari Rumah Adat Aceh

Rumoh Aceh di tiap Kota atau Kabupaten detilnya sangat berbeda-beda.

Meskipun detilnya sangat berbeda, Rumoh Aceh ini memiliki komponen utama secara umum.

Komponen-komponen yang utama dalam Rumoh Aceh biasanya adalah sebagai berikut :

1. Seuramoe-Uke (Serambi Depan)

Seuramoe-uke merupakan ruangan yang berfungsi sebagai menerima tamu laki-laki.

Letaknya tepat berada di bagian depan rumah.

Ruangan serambi depan juga berfungsi sekaligus untuk menjadi tempat tidur dan tempat untuk makan tamu laki-laki.

2. Seuramoe-Likoot (Serambi Belakang )

Fungsi utama dari ruangan serambi belakang adalah tempat untuk menerima tamu peruman dan letaknya berada di bagian belakang rumah.

Sama seperti serambi depan yang tadi, serambi belakang ini bisa menjadi tempat makan dan tempat tidur tamu perempuan tersebut.

3. Rumoh-Inong (Rumah Induk)

Letak dari ruang induk ini diantara serambi depan dan serambi belakang rumah.

Posisinya pun dibuat lebih tinggi dan terbagi menjadi dua kamar.

Keduanya dipisahkan oleh gang yang yang menghubungkan serambi rumah depan dengan rumah serambi belakang.

4. Seulasa (Teras)

Seulasa atau teras rumah adat ini berada di bagian paling depan dari rumah.

Letaknya menempel dengan serambi depan (seuramoe-uke).

Letak dari teras ini memang sudah ditentukan sejak pada zaman dahulu dan tidak berubah hingga sekarang.

5. Keupaleh (Gerbang)

Keupaleh atau Gerbang biasanya tidak terlalu umum untuk dijumpai di Rumah Adat Aceh.

Gerbang biasanya dimiliki oleh kalangan tokoh masyarakat atau orang berada.

Ini adalah salah satu ciri-ciri dari rumah adat yang milik tokoh masyarakat tersebut.

Gerbang yang biasanya terbuat dari bahan kayu dan dipayungi bilik di atasnya.

6. Tamee (Tiang)

Tamee atau tiang merupakan komponen paling utama yang wajib untuk dimiliki oleh rumah adat Acet.

Kekuatan dari tiang menjadi tumpuan yang utama dari rumah adat ini.

Tiang yang berbentuk bulat dan berdiameter 20 cm – 35 cm serta tingginya 150 cm – 170 cm.

Jumlah bisa berubah 16, 20, 24 atau sampai 28 batang.

Keberadaan tiang-tiang ini yang berfungsi untuk memudahkan proses pemindahan rumah tanpa harus susah payah pada saat membongkarnya.

7. Rumoh-dapu (Dapur)

Letak dari dapur ini dekat atau tersambung dengan serambi belakang rumah. Latai dapur posisinya sedikit lebih rendah daripada lantai serambi belakang rumah.

8. Kroong-padee (Lumbung Padi)

Rumah masyarakat Aceh mayoritas kerja adalah sebagai petani.

Oleh karena itu, masyrakat yang ada di Aceh menyediakan tempat lumbung padi yang terpisah dari bangunan rumah utama.

Meskipun terpisah, lumbung padi tempatnya masih berada di perkarangan rumah.

Tempatnya pun bervariatif, bisa di samping rumah, belakang rumah atau bisa di depan rumah.

Tahap Membangun Rumah Adat Aceh

Tahap Membangun Rumah Adat Aceh

Untuk masyarakat Aceh, membangun Rumah Aceh seperti membangun kehidupan.

Oleh karena itu, pembangunan Rumah Adat Aceh harus memenuhi persyarakatan serta bertahap.

Proses pembangunan Rumoh Adat Aceh dilakukan secara cermat serta berlandasan kepada pengetahuan lokal masyarakat.

Oleh karena itu, Rumoh Adat Aceh bisa bertahan sampai ratusan tahun lamanya walaupun hanya terbuat dari kayu. Tahapan-tahapan dalam pembuatan Rumoh Aceh sebagai berikut :

1. Musyawarah

Sebelum membuat rumah adat, biasanya akan diadakan musyawarah keluarga, setelah sudah mencapai kesepakatan, hasil perencanaannya akan disampaikan kepada Teungku “Ulama” di kampung.

Tujuan memberitahukan kepada Teungku “Ulama” adalah untuk mendapatkan saran-saran supaya rumah adat tersebut menjadi lebih tentram dan tenang.

Selain itu, ada juga musyawarah tentang persyaratan yang harus dilaksanakan, persyaratan tersebut biasanya berupa pemilihan hari yang bagus dan ditentukan langsung oleh Teungku, pengadaan kayu pilihan, kenduri “pesta” dan sebagainya.

2. Pengadaan Bahan

Setelah sudah mencapai mufakat dari keluarga ataupun Teungku, maka bahan pun akan diadakan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Rumoh Aceh adalah daun rumbia, kayu, trieng (bambu) dan lain-lain.

Penyediaan bahan ini akan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

Kayu yang dipilih untuk pembangunan biasanya kayu yang tidak dilintir akar serta tidak menyangkut kayu lain saat jatuh ditebang serta tidak mengganggu kayu yang lain.

3. Pengolahan Bahan

Kayu-kayu tersebut akhirnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh serta tidak terkena hujan. Apabila waktu pembangunan yang masih lama, kayunya akan direndam di dalam air terlebih dahulu.

Tujuan untuk merendam kayu adalah supaya kayu tersebut tidak dimakan hewan serangga. Setelah direndam, kayu dibentuk sesuai dengan kebutuhan rumah adat.

Namun apabila pembangunan akan segera dilaksanakan, maka bahan rumah tersebut akan segera dibentuk sesuai dengan kebutuhan rumah adat, seperti jendela, pintu dan lain-lainnya.

4. Pendirian Rumah

Setelah sudah siap semua prosesnya, maka dimulailah pembangunan Rumah Adat Aceh, pembangunan yang pertama rumah adat ditandai dengan pembuatan landasan untuk memecahkan kayu.

Di bagian tengah rumah adat ini meliputi dinding rumah dan lantai rumah, selanjutnya pembuatan di bagian atas dan diakhiri dengan pemasangan atap rumah.

Untuk bagian yang terakhir dari pembangunan Rumah Aceh ini adalah di pemasangan ornament pendukung seperti ukiran hias rumah bisa dipasang sesuai dengan selera dan lain-lain.

Fakta-Fakta Menarik Tentang Rumah Adat Aceh

Fakta-Fakta Menarik Tentang Rumah Adat Aceh

1. Jumlah Anak Tangga Ganjil

Makna dari pembangunan Rumah Adat ini terkenal dengan istilah anak tangga yang jumlahnya ganjil adalah istimewah, anak tangga rumah adat ini selalu berjumlah ganjil, karena berjumlah antara 7 sampai 9 anak tangga.

Nilai yang lebih banyak juga mempunyai makna terkait dengan nilai-nilai religius yang sudah dianut oleh masyarakat Aceh.

2. Anti Gempa

Rumah Adat Aceh ini tahan terhadap banjir dan tahan gempa.

Hal ini terjadi karena struktur Rumah Aceh ini tidak menggunakan paku, akan tetapi menggunakan teknik sambungan ikat yang lebih fleksibel terhadap getaran gempa.

Aman dari banjir karena posisi dari rumah adat sebagai rumah panggung.

 3. Mempunyai Ruang Bawah

Karena rumah Aceh berbentuk panggung secara otomatis akan mempunyai ruang bawah yang bisa dimanfaatkan untuk bisa meletakkan benda-bendanya di area tersebut.

Filosofi dan Keunikan Rumah Adat Aceh

Filosofi dan Keunikan Rumah Adat Aceh

Dalam membangun sebuah rumah adat, masyarakat Aceh sangat memperlihatkan unsur-unsur agamnya. Hal tersebut tercermin dalam beberapa hal.

Misalknya, rumah Aceh yang berbentuk persegi panjang dengan bagian depannya menghadap ke barat.

Filosofi rumah di Kebudayaan Aceh menandakan bahwa masyarakat Aceh adalah masyarakat yang taat beragama.

Rumah yang menghadap ke arah kiblat adalah cermin dari masyarakat Aceh yang tidak lupa dengan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini.

Masyarakat Aceh juga meletakkan gentong air didepan rumahnya, gentong tersebut diletakkan di depan rumah supaya tamu yang hendak datang bisa mencuci kali terlebih dahulu.

Sehingga kaki para tamu bisa bersih ketidak hendak memasuki rumah tersebut.

Hal ini memiliki arti bahwa tamu-tamu yang datang harus mempunyai niat yang baik kepada tuan rumahnya.

Selain letak rumah yang mengadap ke arah barat, salah satu tanda religius dari masyarakat Aceh adalah jumlah anak tangga.

Disetiap Rumah Aceh mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil. Kepercayaan Umat Islam bahwa Allah SWT menyukai hal-hal yang berjumlah ganjil.

Masyarakat yang biasanya banyak meletakkan ukiran dan lukisan di dinding rumah. Hal ini menandakan bahwa  masyarakat Aveh menyukai keindahan. Namun, tidak semua orang menggunakan hiasan di rumah tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Aceh juga mempunyai rumah adat lain selain rumah Aceh. Rumah-rumah tersebut adalah Rumah Adat Rangkang dan Rumah Adat Santeut. Lalu apa perbedaannya ?

Rumah Santeut disebut dengan Tampong Limpong. Rumah ini merupakan rumah yang biasanya ditinggali oleh masyarakat yang berpenghasilannya rendah. Di bagian rumah Santeut sama dengan bagian Rumah Aceh.

Hanya saja, tidak ada perbedaan ketinggian antara serambi depan, belakang dan tengah.

Ukuran rumah adat ini relatif lebih kecil. Rumah Santeut biasanya dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah, hal berbeda dengan Rumah Rangkang.

Rumah Rangkang adalah gubuk yang terdiri dari satu ruangan yang berguna untuk tempat istirahat petani.

Bahan-bahan yang digunakan dalam membuat Rumah Rangkang lebih sederhana daripada yang digunakan untuk membuat Rumah Santeut atau Rumah Aceh.

Baca Juga : Rumah Adat Papua

Ciri Khusus dari Rumah Adat Aceh

Ciri Khusus dari Rumah Adat Aceh

  • Motif Flora

Untuk motif flora seperti tumbuh-tumbuhan baik berbentuk akar, daun, batang dan bunga-bungaan.

Ukiran yang berbentuk stilirisasi tumbuh-tumbuhan ini tidak diberi warna, jikapun ada warna, warna yang  digunakan adalah hitam dan merah.

Ragam hias ini biasanya terdapat pada dinding, tulak angen, kindang, jendela rumah, rinyeuen (tangga) dan blok pada bagian kap.

  • Motif Fauna

Motif Fauna yang biasanya digunakan adalah binatang-binatang yang sering kali disukai dan sering kali dilihat, motif alam yang digunakan oleh masyarakat Aceh diantaranya adalah langit dan bulan, langit dan awan, binatang dan laut, serta motif yang lainnya seperti lidah, rantee, dan lain-lain.

  • Motif Hias

Motif hias atau disebut dengan ukiran keagaaman yang diambil dari Ayat-Ayat Suci Al-Quran.

Seiring berjalannya waktu, Rumah Adat Aceh kini hanya sedikit yang bisa kita temui di Wilayah Aceh.

Masyarakat sekarang sudah beralih dengan menggunakan rumah-rumah yang terbuat dari beton dan bata.

Hal tersebut juga terjadi karena semakin sedikit bahan yang bisa di temui di alam. Pembangunan di atas hutan membuat potensi-potensi alam di wilayah Aceh mulai berkurang.

Sebagai sesama warga Negara Indonesia, alangkah baiknya kita harus selalu mendukung kelesatarian kebuadayaan Rumah Adat Aceh serta tidak mengganggap sebelah mata, dengan menjaga satu sama lain, kita juga biisa melindungi kebudayaan Indonesia supaya tidak punah karena kelalaian kita semua.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, selalu kunjungi symbianplanet.net dan dapatkan informasi yang bermanfaat.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply