Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah Adat Kalimantan Selatan –  Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau, salah satunya yaitu pulau Kalimantan. Yang merupakan pulau terluas di Indonesia.

Wilayah ini kemudian terbagi dalam beberapa provinsi, salah satunya yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, yang beribukota Banjin.

Provinsi dengan slogan Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing ini memiki beragam kebudayaan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Beragam kebudayaan yang dimiliki antara lain tarian adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat musik, dan rumah adat.

Rumah adat Kalimantan Selatan memiliki beragam jenis dengan ciri dan keunikan masing – masing yang berbeda serta mengandung nilai filosofi.armas

Berikut kita ulas mengenai penjelasan rumah adat Kalimantan Selatan secara lengkap.

Sejarah Rumah Adat Kalimantan Selatan

Berdasarkan sejarah rumah adat Banjar telah ada sejak abad ke 16, pada saat pangeran Samudera menguasai daerah Banjar yang dulunya masih memeluk agama Hindu.

Hingga masuknya agama Islam ke daerah Banjar yang banyak mempengaruhi budaya masyarakat dan bentuk rumah tradisional.

Karena pengaruh agama Islam juga kemudian pangeran Samudera mengganti namanya menjadi Sultan Suriansyah dan bergelar Panembahan Batu Habang.

Pada awalnya bangunan rumah adat Banjar berbentuk segi empat yang memanjang ke depan. Perkembangan selanjutnya yaitu penambahan bangunan pada sisi kanan dan kiri dari bangunan utama, yang dalam masyarakat Banjar disebut Disumbi.

Tambahan bangunan di kanan dan kiri itulah yang kemudian disebut dengan anjung. Sehingga saat ini rumah adat masyarakat Banjar sering disebut dengan rumah Baanjung.

Seiring berkembangnya zaman rumah tradisional Banjar semakin sulit untuk ditemukan, sekalipun masih ada, hanya beberapa saja rumah adat yang masih berdiri, dengan kondisi bangunan yang mulai tua termakan waktu.

Konstruksi utama bangunan rumah adat Kalimantan Selatan terbuat dari kayu. Mulai dari pondasi, tiang, dinding, lantai, dan atapnya.

Dengan kondisi hutan di wilayah Kalimantan Selatan yang masih terjaga, hal itu tidak menjadi masalah bagi masyarakat pada saat itu.

Berikut contoh kerangka rumah menggunakan ukuran tapak kaki atau depa. Setiap ukuran mempunyai ukuran yang ganjil, yang dipercaya masyarakat memiliki nilai magis.

  • Gelagar terbuat dari kayu ulin, damar putih, dan belangiran
  • Susuk dari kayu ulin
  • Lantai terbuat dari kayu ulin dengan tebal 3 cm
  • Turus Tawing terbuat dari kayu damar
  • Watun Barasuk dari kayu ulin berbentuk balok
  • Balabad dari kayu damar putih berbentuk balok
  • Rangka pintu serta jendela dari kayu ulin berbentuk papan
  • Titian Tikus dari kayu damar berbentuk balok
  • Tiang Orong – orong dan sanggau ributnya dari kayu lanan, ulin, dan damar putih berbentuk balok
  • Gorden dan bujuran sampiran terbuat dari kayu ulin dan kayu damar berbentuk balok
  • Ring dari bilah – bilah kayu damar putih
  • Atap terbuat dari kayu rumbia dan ulin
  • Kasau dari kayu damar putih dan kayu ulin berbentuk balok

Macam – Macam Rumah Adat Kalimantan Selatan

Kentalnya kebudayaan Kalimantan Selatan menghasilkan beragam bentuk rumah adat yang bermacam – macam dengan ciri khas masing – masing yang menarik untuk diketahui. Berikut penjelasan tentang macam – macam rumah adat dengan ciri yang berbeda – beda.

Baca Juga : Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bubungan Tinggi

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Bubungan Tinggi merupakan rumah adat yang paling terkenal dari Kalimantan Selatan atau bisa dikatakan sebagai maskotnya rumah adat suku Banjar.

Pada awalnya merupakan rumah kesultanan Kalimantan Selatan. Kemegahan serta kualitas seninya mencerminkan status ekonomi dan status sosial dari sang pemilik rumah.

Sering perkembangan zaman masyarakat Banjar banyak yang mengadoptasi konsep bangunan rumah tersebut.

Bangunan rumah adat ini berkonsep rumah panggung yang ditopang dengan tiang- tiang penyangga bangunan. Terbuat dari kayu ulin yang mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Rumah Bubungan Tinggi memiliki ciri khas yang unik, yaitu memiliki atap yang menjulang tniggi dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat.

Bentuk atap rumah menyerupai pelana kuda, itu sebabnya disebut dengan atap pelana.

Bagian atap yang menutupi bagian tengah hingga depan disebut dengan atap sindang langit. Sedangkan, bagian tengah ke belakang disebut dengan atap hambin awan.

Pada bagian puncak atap rumah Bubungan Tinggi dilengkapi dengan beragam motif dan ukiran khas suku Banjar. Selain itu, ukiran – ukiran tersebut biasanya terdapat pada papilis, tataban, tiang, dan tangga rumah.

Bentuk ukiran dan seninya banyak mendapat pengaruh dari agama Islam. Kebanyakan motif yang dipakai adalah motif floral dan fauna seperti motif bunga dan motif binatang. Namun, juga terdapat ukiran – ukiran berbentuk kaligrafi.

Rumah Adat Palimasan

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu rumah adat Palimas dilengkapi dengan anjung dan rumah Palimas tanpa anjung.

Hal yang membedakan antara dua jenis rumah tersebut terletak pada struktur bangunan induk yang dilengkapi dengan atap perisai yang menutupi serambi pamedangan.

Rumah adat Palimas menggunakan anjung mempunyai ciri – ciri  yang menonjol diantaranya yaitu terdapat ujung dengan atap perisai atau biasa disebut dengan ambin sayup.

pada bagian depan rumah atau emper terdapat empat buah tiang penyangga, menggunakan atap sengkuap atau yang disebut dengan atap sidang langit pada serambi sambutan.

Pada dinding tawing terdapat 1 sampai 3 pintu depan dan terasnya menggunakan kandang rasi. Tangga rumah Palimasan dibuat kembar antara bagian kanan dan kirinya.

Rumah Adat Tadah Alas

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Pada dasarnya rumah adat Kalimantan selatan ini merupakan pengembangan dari rumah adat Balai Bini. Dengan penambahan satu atap perisai lagi sebagai kanopi di bagian terdepan.

Atap kanopi tersebut disebut dengan tadah alas, yang kemudian dijadikan sebagai nama dari rumah adat Kalimantan selatan ini.

Konstruksi bangunan rumah Tadah Alas berbentuk segi empat yang memanjang dari depan ke belakang dan di bagian depan ditutup mengguunakan atap gajah.

Atap rumah pada bagian depan kemudian di tutupi lagi menggunakan sebuah atap perisai yang tersusun  secara rapi.

Rumah Adat Gajah Manyusu

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah ini memiliki nama yang unik, nama kolektif untuk semua jenis rumah adat suku Banjar.

Nama tersebut diambil dari bentuk atap rumah yang menggunakan atap perisai buntung atau disebut juga dengan atap gajah hidung bapicik. Dengan dilengkapi atap sengkuap pada bagian depan atau disebut juga dengan atap sidang langit.

Pada bagian anjungnya menggunakan atap sengkuap atau disebut juga dengan atap anjung pisang sasikat dan dapat juga menggunakan atap perisai atau disebut juga dengan atap anjung ambin sayup.

Rumah Adat Balai Laki

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan rumah adat Kalimantan Selatan lainnya.

Rumah adat Balai Laki menggunakan tebar layar atau disebut juga dengan tawing layar.

Bentuk bangunan rumah ini menggunakan pelana atau biasa disebut dengan atap balai laki yang menutupi serambi pamedangan.

Selain itu rumah Balai Laki dilengkapi dengan serambi sambutan berjumlah 4 buah yang menyangga bagian depan atau karbil menggunakan atap sengkuap dan disebut juga dengan atap sidang langit.

Baca Juga : Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah Adat Balai Bini

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Kalimantan Selatan ini dulunya difungsikan sebagai tempat tinggal untuk para putri.

Konstruksi bangunan rumah Balai Bini menggunakan perisai yang disebut dengan atap gajah. Sedangkan pada bagian anjung atau sayap bangunan menggunakan atap sengkuap atau bisa juga menggunakan atap anjung pisang sasikat.

Rumah Adat Ba’anjung Gajah Baliku

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat ini merupakan salah satu jenis rumah Baanjung, rumah tradisional suku Banjar Kalimantan Selatan.

Rumah Ba’anjung Gajah Baliku pada zaman kesultanan Banjar digunakan sebagai tempat tinggal untuk Warit Raja.

Yaitu sebagai tempat tinggal para keturunan garis pertama atau bubuhan para gusti. Jadi, rumah adat ini hanya dihuni oleh para calon penerus Sultan jika suatu saat terjadi apa – apa terhadap Sultan.

Bentuk bangunan rumah ini hampir mirip dengan rumah Bubungan Tinggi, namun memiliki perbedaan pada ruang paluaran atau ruang tamu.

Konstruksi atap rumah adat ini menggunakan atap kuda – kuda dengan perisai yang disebut dengan atap gajah.

Rumah Adat Palimbangan

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Provinsi Kalimantan Selatan memang memiliki beragam rumah adat salah satunya yaitu rumah adat Palimbangan. Rumah adat Kalimantan Selatan ini memiliki ukuran yang cukup besar dan megah.

Pada dasarnya rumah Palimbangan merupaka tempat tinggal bagi saudagar kaya ataupun para ulama dan pemuka agama.

Rumah Palimbangan memiliki ciri khas yang menonjol dari rumah adat lainnya, terutama pada bagian atapnya dan juga dilengkapi dengan beragam ukiran serta ornamen yang menjadikan tampilan rumah lebih menarik.

Bagian luar rumah Palimbangan menggunakan atap pelana dengan dilengkapi hiasan layang – layang pada bagian gunungannya.

Rumah Adat Lanting

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah Lanting merupakan rumah adat dengan konsep bangunan terapung diatas air. Rumah adat Kalimantan Selatan ini sangat kental akan budaya air, sesui dengan kehidupan masyarakat Banjar yang hidup di daerah rawa dan sepanjang sungai.

Konstruksi bangunan rumah lanting berbentuk segi empat dengan atap pelana. Dengan pondasi rumah berupa pelampung batang kayu berukuran besar dan menggunakan gelagar kayu ulin sebagai penyangga lantai papan.

Pembagian ruang rumah Lanting dibagi menjadi dua, terdiri dari ruang keluarga dan ruang kamar tidur. Menggunakan kawat sebagai pengikat antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Rumah Adat Gajah Baliku

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Gajah Baliku mempunyai bentuk yang menyerupai dengan rumah Bubungan Tinggi, akan tetapi memiliki sedikit perbedaan di bagian ruang tamu atau ruang paluaran yang membedaka antara keduanya.

Pada bagian ruang tamu dan ruang paluaran menggunakan desain atap kuda – kuda dengan atap perisai yang disebut dengan atap gajah.

Desain lantai rumah yang datar menghasilkan bentuk ruangan yang disebut dengan ambin sayup.

Rumah Adat Bangun Gudang

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah adat Kalimantan Selatan ini pada zaman dulunya merupakan tempat tinggal para pedagang dari Tionghoa.

Rumah Bangun Gudang memiliki perbedaan yang menonjol dari rumah adat lainnya yaitu terdapat tiga pintu masuk ke dalam rumah.

Pintu masuk tersebut terletak di bagian depan, samping kanan, dan samping kiri rumah. Perbedaan lainnya yang paling terlihat yaitu tidak adanya 4 pilar bangunan yang berada di teras rumah seperti pada rumah adat Kalimantan Selatan yang lain.

Rumah adat Bangun Gudang dapat kita temukan di daerah kelurahan Sunagi Jingan, kota Banjarmasin.

Baca Juga : Rumah Adat Kalimantan Tengah

Rumah Cacak Burung atau Rumah Anjung Surung

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah ini memiliki ciri khas yang unik apabila dilihat dari atas, yaitu bentuknya menyerupai tanda + (positif).

Hal tersebut dikarenakan kepercayaan masyarakat setempat bahwa tanda tersebut dipercaya dapat menolak balak bagi penghuninya.

Pada umumnya rumah ini menjadi rumah masyarakat biasa, khususnya bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan bekerja di lingkungan kesultanan Banjar.

Itulah penjelasan tentang keragaman rumah adat Kalimantan Selatan dengan ciri dan keunikan yang berbeda  dengan rumah adat yang lain.

Dan merupakan warisan dari nenek moyang berbentuk hunian yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai salah satu kekayaan kebudaya Indonesia .

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply