Mengenal Rumah Adat Sulawesi Utara

Rumah Adat Sulawesi Utara – Di setiap suku bangsa yang ada di setiap daerah  tentunya memiliki rumah adat masing-masing. Begitu juga rumah adat di wilayah Sulawesi Utara yang ditempati oleh masyarakat Minahasan.

Hingga saat ini kebudayaan tersebut masih ada dan tetap terjaga, termasuk pakaian adar yang ada beberapa kali ditemukan dalam bentuk versi yang modern.

Baju dari adat Provinsi Sulawesi Utara terbagi menjadi beberapa macam, tergantung dari wilayah masing-masing.

Begitu juga dengan tarian tradisional yang memiliki banyak ragam tarian. Tak hanya itu saja, wilayah Minahasan juga di kenal dengan senjatanya yang memiliki ciri khas dan unik yang berbeda dari wilayah yang lainnya.

Namun di artikel ini kita akan membahasan lebih mendalam tetang rumah adat yang berada di Provinsi Sulawesi Utara ini.

Mengenal Rumah Adat dari Sulawesi Utara

rumah adat sulawesi utara

Rumah Adat tradisional yang unik ini memiliki gaya arsitektur yang sangat mengagumkan dan terlihat sangatlah indah.

Di bagian depan rumah adat terlihat bentuknya sangat simetris. Material yang digunakan untuk membangun rumah berasal dari bahan-bahan yang alami.

Contohnya untuk kontruksi yang menggunakan kayu sedangkan di bagian atap rumah menggunakan daun rumbia.

Konsep dari rumah adat ini sama juga seperti rumah adat kebanyakan, yaitu rumah adat panggung dan didominasi dengan tiang penyangga.

Adapun jumlah tiang penyangga yang berjumlah sekitar 16-18 penyangga. Salah satu keunikan dari rumah adat Suku Minahasan adalah tiang yang dipasang tidak boleh disambungkan dan kontruksi bangunannya tetaplah kuat.

Di bagian depan rumah memiliki dua anak tangga yang berada di sebelah kanan dan sebelah kiri. Jendela pada rumah adat ini dibuat sangatlah banyak dengan tujuan supaya sirkulasi udara bisa bekerja dengan baik.

Di sisi lain, sirkulasi udara yang bagus membuat penghuni rumah bisa nyaman dan betah untuk tinggal di dalam rumah adat tersebut.

Di dalam sejarah pembangunan rumah adat di masyarakat Minahasan, dahulunya hanya memiliki satu ruangan saja.

Misalkan ada ruangan yang lain, maka akan dibatasi dengan tidak yang digantung dan menggunakan bahan dari rotan atau ijuk.

Namun dengan seiring berjalannya waktu, kini sudah mengalami beberapa perubahan yang sesuai dengan perkembangan kehidupan di sekitar masyarakat.

Setelah mengenal rumah adat yang berada di Sulawesi Utara, maka sekarang kita akan menjelaskan tentang jenis-jenis rumah adat yang berada di Sulawesi Utara dengan lengkap. Berikut ini adalah rumah adat dari Sulawesi Utara yang terkenal :

1. Rumah Adat Walewangko atau Rumah Pewaris

rumah adat sulawesi utara

Nama rumah adat tradisional Sulawesi Utara ini berasal dari kata bale dan wale yang memiliki arti tempat tingga yang digunakan untuk berbagai kegiatan bersama dengan keluarga.

Sedangkan walewangko memiliki arti pewaris. Yang artinya adalah rumah adat tersebut akan diwariskan secara turun temurun.

Apabila pemilik rumah adat telah meninggal, maka anaknya yang nantinya akan ditunjuk sebagai ahli waris atau sebagai pewarisnya.

Ciri khas dari rumah adat walewangko atau rumah pewaris adalah terdapat pada ornament di dalam rumah tersebut. Secara umum setidaknya ada tiga corak atau gambaran ornamen, yaitu corak fauna, flora dan corak alam.

Bagi masyarakat Misahan, ketiga corak tersebut memiliki filosofi yang bisa didapatkan dari pendahulunya.

Sejarah Rumah Adat Walewangko atau Rumah Pewaris

Kata Walewangko pada nama rumah adat dari Sulawesi Utara ini berasal dari kata bale atau kata wale yang memiliki arti ke dalam bahasa Indonesia adalah sebuah rumah yang digunakan untuk melangsungkan beragam aktivitas dengan semua anggota keluarga.

Sedangkan jika disatukan, rumah adat walewangko bisa diartinya juga menjadi rumah adat pewaris. Selain itu, walewangko sebenarnya adalah nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Langowan Barat, Provinsi Sulawesi Utara.

Maka dari itu rumah adat walewangko bisa kita jumpai di wilayah Sulawesi Utara yang berada di Kecamatan Langowan Barat.

Pada zaman dahulu, rumah adat walewangko tidak hanya ditinggali oleh satu keluarga saja, melainkan bisa 6 sampai 9 keluarga yang tinggal secara bersamaan di dalam rumah tersebut.

Setiap keluarga memiliki kepala keluarga yang tersendiri dan mengurus urusan rumah tangganya masing-masing.

Baca Juga : Rumah Adat di Indonesia

Pembagian Ruangan

Pada awalnya, rumah adat walewangko hanya terdiri dari satu ruangan saja, namun dengan seiringnya zaman dan berjalannya waktu.

Di bagian dalam rumah adat ini, dibagi menjadi beberapa bagian ruang yang dipisah oleh tali rotan atau tali ijuk dengan tingkarnya akan digantungkan dan berfungsi sebagai sekat antara ruangan satu dengan yang lainnya.

Pembagian ruangan ini secara garis besar terbagi menjadi tiga bagian dan masing-masing ruangan memiliki beberapa ruangan lagi dan di setiap ruangan memiliki fungsi tersendiri yang akan ditentukan oleh aturan adat di sekitarnya.

Berikut ini adalah penjelasannya secara lengkap mengenai di setiap bagian rumah adat walewangko :

Bagian Depan Rumah

    • Ruang Lesar

Ruang Lesar pada dasarnya sama seperti berada di rumah pada masa saat ini. Dibagian rumah ini berada di wilayah palinmg depan dan dilengkapi dengan dinding.

Ruangan Lesar mempunyai fungsi sebagi tempat bagi kepala suku serta pemangku adat ketika berlangsungnya pidato atau maklumat kepada penduduk lokal disekitarnya.

  • Ruang Sekay

Ruang Sekay adalah ruangan serambi yang juga terdapat pada bagian depan rumah. Perbedaan antara ruang sekay dan ruangan lesar adalah di dindingnya yang berada di belakang pintu rumah.

Dan memiliki fungsi sebagai ruangan tamu atau ruangan menjamu para tamu ketika pemiliki rumah hendak mengadakan sebuah acara.

Selain itu, ruangan ini bisa digunakan untuk mengadakan berbagai acara adat seperti acara ucapara adat atau acara musyawarah.

  • Ruang Pores

Ruangan Pores sebenarnya hampir sama dengan ruangan sekay yaitu sebagai ruangan menerima tamu yang hendak berkunjung.

Namun tamu yang bisa memasuki ruangan pores adalah tamu yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pemilik rumah tersebut.

Fungsi lain dari ruangan pores adalah sebagai temapt untuk berkumpulnya semua anggota keluarga besar.

Selain itu, ruangan pores juga memiliki fungsi sebagai tempat bagi para tamu wanita untuk melakukan bermacam aktivitas. Di bagian ruangan ini biasanya langsung tersambung dengan dapur, ruang makan dan tempat tidur.

Bagian Kolong Rumah

Sebagai rumah adat panggung, rumah adat ini juga memiliki bagian kolong rumah. Suku Minahasan tidak akan membiarkan bagian dari kolong rumahnya terbengkalai begitu saja.

Namun merekan akan memanfaatkan untuk tempat menyimpan benda dan alat pertanian seperti gerobak, kayu, balok dan papan. Selain itu di bagian kolong biasanya digunakan untuk hewan peliharaan atau kandang hewan ternak.

Bagian Belakang Rumah

Di bagian belakang rumah ada beberapa ruangan digunakan untuk tempat penyimpanan peralatan makan, peralatan masak dan digunakan juga untuk beraktivitas mencuci.

Ada juga di bagian rumah yang disebut dengan sebutan “Soldor” sebagai tempat penyimpanan hasil panen seperti padi, jagung dan lain-lain.

Gaya Arsitektur Rumah Adat Walewongko

Bentuk Rumah Adat Walewongko cenderung berbentuk simetris di bagian depannya. Sebagai rumah adat tradisional, tentunya material bangunannya dari bahan alami, di bagian kontruksi rumah tersebut menggunakan kayu yang kuat dan atap rumahnya terbuat dari daun rumbia.

Rumah adat ini dibangun dengan konsep rumah panggung yang tentunya akan ditopang dengan tiang penyangga. Jumlah tiang yang digunakan untuk menyangga sebanyak 16-18 penyangga.

Ada satu keunikan pada penyusun tangga yang digunakan untuk menopang rumah adat ini. Semua tiang terpasang dengan rapi dan tidak ada sambungan apapun.

Rumah tersebut masih akan tetap kokoh karena tiang yang digunakan adalah kayu yang benar-benar sangatlah kuat.

Untuk menuju rumah, ada 2 buah tangga yang berada di bagian depan rumah, satu tangga dibungan di sebelah kanan rumah dan tangga yang satunya di sebelah kiri.

Selain itu, gaya arsitektur yang sangatlah mengagumkan. Rumah adat ini mempunyai banyak jendela membuat sirkulasi udara di dalam ruangan akan berjalan dengan baik sehingga pemilik rumah bisa merasakan nyaman di dalam rumahnya.

Keunikan Rumah Adat Walewongko

Rumah adat ini memiliki dua tangga yang berada di sisi kanan dan di sisi kiri rumah tersebut. Untuk pemasangan dua buah tangga memiliki makan yang tersendiri bagi masyarakat Suku Minahasan.

Mereka percaya jika kedua tangga tersebut bisa menghilangkan mencegah semua roh jahat yang hendak masuk ke dalam rumah.

Jika ada roh jahat yang hendak masuk dengan memasuki salah satu tangga, maka roh jahat bisa turun lagi melalui tangga yang lainnya dan begitu juga sebaliknya.\

Dekorasi Rumah Adat Walewongko

Rumah adat ini akan dipercantik dengan barmacam ornamen, hiasan ornamen yang akan digunakan di dalam rumah berkaitan dengan kebudayaan dari Suku Minahasan.

Secara garis besar, ada tiga motif atau corak yang hendak digunakan pada dekorasi rumah diantaranya adalah motif flora, motif fauna dan motif alam.

Baca Juga : Rumah Adat Sulawesi Selatan

2. Rumah Adat Bolaang Mongondow

rumah adat sulawesi utara

Rumah Adat Bolaang Mongondow diambil dari nama sebuah wilayah di provinsi tersebut. Rumah adat ini memiliki atap yang bentuknya melintang dan bubungan lumayan curam.

Tangga yang berada di bagian depan rumah serambi tidak ada dinding. Sedangan untuk bagian dalam rumah ada ruang induk dan ruang tidur.

Ruang induk juga ada ruangan yang lain seperti ruang depa, tempat tidur, dapur dan tempat makan yang berada di bagian belakang rumah.

Wilayah ini kaya akan kebudayaannya, karena raja-raja zaman dahulu semua sistem dan aspek kehidupan masyarakat diatur dengan tatanan adat.

Luas wilayah atau wilayah rumah adat ini sangat luas sekitar 8000 kilometer persegi atau sama dengan 54% dari luas wilayah yang ada di Sulawesi Utara.

Sejak tahun 2008 yang lalu, rumah adat ini sudah mengalamai pemekaran wilayah yang dimana hingga sekarang ada pemekaraan deaerah 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Kotamadya adalah Kota Kotamobagu.

Pembagian Ruangan Rumah Adat Bolaang Mongondow

  1. Bagian Atas Rumah

Bagian atas rumah masyarakat setempat dengan sebutan nama Katou. Sedangkan untuk tiang raja bangunan dikenal dengan sebutan origi bindubungan.

Di bagian atas rumah adat ini terdapat kayu penyangga dengan posisi miring yang berada di antara kayu tiang raja dan kayu bunbungan

Kayu penyangga yang posisinya miring dikenal sebagai bentaga. Sedangkan untuk kayu penyangga rumah atapnya, dikenal dengan lotad. Di bagian atap rumah biasanya tersusun atas daun rumbia atau nipah yang disebut dengan atop.

  1. Bagian Tengan Rumah

Di bagian tengah rumah, terdapat baratan kayu dengan posisi yang membujur dari muka rumah sampai belakang rumah. Ada juga solabako adalah tiang penyangga rumah dan pengairian adalah kayu yang posisinya melintang diantara tiang rumah.

Untuk yang terakhir terdapat dinding rumah dan pintu yang dikenal dengan sebutan dopi. Pintu rumah adat ini berasal dari bahan dari alam seperti bambu, papan kayu biasa atau kayu nibung.

Apabila bahannya dari papan atau kayu, maka memiliki lebar 30 meter, dengan panjang mencapai 2-3 meter dan memiliki ketebalan 2 cm.

Untuk dinding rumah biasanya berasal dari kayu nibung atau kayu bambu. Di bagian laintainya terbuat dari kayu nibung dan bambu.

Di ruangan tengah ini terdapat tangga yang sejajar dengan pintu utama yang berada di serambi muka rumah.

  1. Bagian Bawah Rumah

Tersusun atas kayu yang melintang, dimana lebarnya akan disesuikan dengan luas bangunannya atau disebut juga sebagai olad. Di setiap bagian bawah rumah, memiliki sebutan masing-masing.

Tiang penyangga di sebuat dengan oigi, sedangkan bagian ruangan di kenal dengan talog. Ada pula di bagian bagu sendi disebuy sebagai otong atau kopatudama.

Dan yang terakhir adalah di bagian tangga dan kayu yang membujur dari arah muka rumah sampai belakang rumah di sebut dengan langko.

Gaya Arsitektur

Sama halnya dengan rumah adat walewangko, rumah adat ini dibangun dengan konsep rumah panggung. Tiang-tiang yang digunakan untuk menopang rumah berjumlah cukup banyak.

Salah satu hal yang penting dan mencolok dari gaya arsitektur adalah berada di atap rumahnya. Bentuk dari atapnya yang dibuat melintang dengan bubungan atap yang curam.

Rumah adat bolaang mangondow hanyak memiliki satu tangga dan rumah adat ini serambinya tidak mempunyai dinding.

Baca Juga : Rumah Adat Sulawesi Barat

Keunikan

Jika Anda hendak berkunjung di wilayah Sulawesi Utara, maka rumah adat ini masih bisa di jumpai dengan bentuk yang asli dan dibangun sekitar ratusan tahun yang lalu bertempat di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Rumah tersebut dihuni oleh penduduk lokal yang kini sudah mencapai usia sekitar 80 tahun. Dia mendapatkan rumah tersebut dari leluhurnya yang sudah hidup 3 generasi sebelum meraka.

Dan uniknya lagi, kontruksi dari rumah tersebut tidak pernah merenovasi sedikitpun, hanya saha cat rumah tersebut diganti secara berkala untuk bisa membuatlah terlihat indah dan menarik untuk dipandang.

Hal tersebut menandakan bahwa rumah adat ini dibangun dengan material yang begitu kokoh meskipun bahannya masih bersifat alami.

Kontruksi rumah masih berdiri dengan baik dan kokoh meskipun sudah dibangun beberapa puluhan tahun yang lalu.

Jenis-Jenis Rumah Adat Bolaang Mongondow

Ada beberapa jenis rumah adat ini, sesuai dengan orang yang menghuni rumah adat tersebut, berikut ini adalah pejelesanya :

  1. Komalig

Jenis rumah adat dari komalif adalah rumah adat yang menjadi rumah bagi para raja atau disebut dengan rumah istana raja.

  1. Silidan

Rumah adat silidan ini adalah untuk penghuni para bangsawan, sesuai dengan status sosialnya, di zaman dahulu, kalangan bangsawan tidak menghuni rumah adat yang sama dengan masyarakat orang biasa.

  1. Bolai

Jenis rumah adat ini yang sering kali di temui di wilayah Sulawesi Utara. Karena rumah adat bolai dihuni oleh penduduk asli yang sudah lama tinggal di wilayah Sulawesi Utara.

Dengan berbagai keunikan yang dimiliki oleh rumah adat ini, sudah seharusnya kita sebagai generasi muda penerus Bangsa untuk bisa melestarikan dan menjaga kebudayaan masyarakat tersebut.

Rumah adat Bolai memiliki fungsi yang sangat unik, perbedaan bisa kita lihat dengan siapa yang si pemilik rumah tersebut, jika kita bisa melihat dengan mudah untuk mengklarifikasi siapa pemilik di setiap rumah adat yang ada disana.

  1. Genggulang

Rumah Genggulang adalah rumah darurat yang dibagun di dalam kebun atau di hutan. Rumah ini dibangun supaya masyarakat setempat bisa beristirahat di sana sesudah lelak atau capek mencari sesuatu di hutan atau mengurus kebunnya.

  1. Lurung atau Laig

Sedangkan lurung atau laif adalah jenis rumah adat yang berupa pondok kecil dengan bentuknya sederhana hanya untuk tempat istirahat.

Fakta Menarik dari Rumah Adat Bolaang Mongondow

  1. Ritual Anak Pingit

Di bagian atas ada sebuah kamar yang khusus untuk anak gadis yang hendak dipingit, ada tangga naik yang malalui kamar di bagian bawahnya, yang bertujuan anak gadis keluar bisa diketahui oleh orang tuanya. Ritual ini berjalan sampai 40 hari dan anak gadis ini tidak boleh menyentuh tanah sama sekali.

  1. Rumah Warisan

Ada salah satu rumah dari Suku Bolaang Mongondow yang dimiliki oleh Suhartien Tegela yang merupakan warisan sejak tahun 1940 dan secara turun temurun.

Proses penebangan kayu untuk membangun rumah adat ini dilakukan oleh nenek moyangnya yang hendak melihat bulan di langit serta menggunakan gerjaji yang manual.

Kayu yang digunakan adalah kayu besi yang tahan lama sampai sekarang bahkan bisa tahan terhadap serangan rayap dan beberapa kali di cat.

Rumah adat ini menjadi saksi terjadinya gerakan permesta dan dinding rumah tersebut pernah di lepas supaya tidak dibakar.

Sekian informasi tentang rumah adat Sulawesi Utara secara lengkap, semoga dengan mengenal rumah adat warisan bangsa Indonesia akan bisa menambah kecintaan kita semua terhadap Tanah Air kita.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kata yang salah, mohon untuk dimaafkan.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply