SEJARAH ASEAN

Sejarah Asean Lengkap, Perjanjian, Piagam, Lambang, Pembentukan

Sejarah Asean – pada dasarnya manusia merupakan zoon politicon atau makhluk  yang ditakdirkan untuk hidup bermasyarakat atau dalam kata lain yakni bersosialisasi. Sejatinya manusia memang tidak bisa hidup sendiri dimanapun ia berada dan akan selalu membutuhkan bantuan dari orang lain.

Manusia yang memang hakikatnya sebagai makhluk sosial merupakan bukti kecil yang nyata terjadi pada kita dalam kehidupan kita sehari – hari. Bukti lainnya dalam skala yang lebih besar yakni adanya hubungan sosial antar Negara.

Suatu Negara yang terdiri dari pemimpin, pemerintahan, dan rakyat, serta adanya pengakuan dari Negara lain. Tidak serta merta bisa berjalan sendiri, sama halnya juga pada manusia yang memerlukan bantuan dan hidup berdampingan dengan orang lain, maka suatu Negara pun demikian.

Hidup berdampingan yang dilakukan antar Negara yakni  salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dalam bidang – bidang tertentu. Dalam hal ini bisa diismpulkan bahwa kerjasama yang dilakukan oleh Negara – Negara di Asia Tenggara tersebut merupakan kerjasama Regional.

Dikatakan Regional karena dilakukan dalam suatu ruang lingkup yang dekat. Negara Indonesia  terletak di benua Asia bagian tenggara yang berdekatan dengan beberapa Negara antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Timor Leste.

SEJARAH PEMBENTUKAN ASEAN

SEJARAH ASEAN
SEJARAH ASEAN

Pada tanggal 8 Agustus 1967 bertempat di Bangkok. Beberapa Negara seperti Indonesia, Singapura, Filipina dan Malaysia menyetujui terbentuknya ASEAN.

ASEAN kepanjangan dari (Association of East Asia Nation) pada dasarnya ada beberapa kesamaan yang melatar belakangi terbentuknya organisasi  ini yakni sebagai berikut :

  • Negara – Negara di Asia Tenggara mempunyai persamaan Geografis yakni berbatasan utara dengan Republik Rakyat Cina (RRC), berbatasan selatan dengan Samudra Hindia, berbatasan timur dengan Samudera Pasifik, dan berbatan barat dengan teluk bengala serta anak benua India.
  • Bangsa – bangsa di Asia Tenggara mempunyai persamaan Ras Mongoloid dan mempunyai kebudayaan dasar melayu Austronesia.
  • Pernah mengalami penjajahan beberapa diantaranya yakni oleh bangsa Portugis, Perancis, Belanda, dan bangsa Inggris yang datang ke Asia Tenggara melalui jalur perdagangan laut.  Dan satu – satunya Negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami penjajahan adalah Thailand.
  • Mempunyai persamaan kepentingan dalam memajukan negaranya.

Kelima Negara tersebut yang masing – masing diwakili oleh Menteri Luar Negeri yang memprakarsai terbentuknya ASEAN melalui diskusi pada tanggal 5 – 6 Agustus 1967 untuk membicarakan terbentuknya  ASEAN dan berakhir dengan kesepakatan penandatanganan dekralasi Bangkok.

yang menjadi bukti atau tanda telas resmi berdiri sebuah organisasi regional baru di kawasan Asia Tenggara.

Adapun perwakilan – perwakilan Menteri Luar negeri yang memprakarsai terbentuknya ASEAN dari kelima Negara tersebut yaitu :

  1. Adam Malik adalah perwakilan Menteri Luar Negeri dari Indonesia
  2. Rajaratnan adalah perwakilan Menteri Luar Negeri dari Singapura
  3. Narcisco Ramos adalah perwakilan Menteri Luar Negeri dari Thailand
  4. Tun Abdul Razak merupkaan perwakilan Menteri Luar Negeri dari Malaysia
  5. Thanat Koman adalah perwakilan Menteri Luar Negeri dari Filipina

Berikut adalah isi dari deklarasi Bangkok yang merupakan tujuan dari dibentuknya ASEAN yaitu :

  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan kebudayaan serta memajukan kehidupan social di kawasan Asia Tenggara.
  2. Menjaga stabilitas regional serta meningkatkan perdamaian.
  3. Di dalam bidang ekonomi, social, ilmu pengetahuan, teknik, dan administrasi akan ditingkatkan dalam bekerja sama serta dapat saling membantu antar kepentingan bersama.
  4. Dalam bidang pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara akan ditingkatkan dalam bekerja sama.
  5. Berupaya untuk menjalin kerja sama yang solid meskipun telah ada organisasi regional dan internasional lainnya.

Pada awal terbentuknya ASEAN tidak semua Negara di Asia Tenggara  ikut bergabung, namun seiring berjalannya waktu Negara – Negara tersebut satu persatu bergabung. Adapun urutan kelima Negara – Negara lainnya yang ikut bergabung yaitu :

  1. Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1987 satu minggu setelah mereka dinyatakan telah merdeka.
  2. Vietnam bergabung pada 28 Juli 1995.
  3. Myanmar dan Laos bergabung bersamaan pada 23 Juli 1997
  4. Kamboja bergabung pada 16 Desember 1998
  5. Timor Leste belum dinyatakan secara resmi bergabung meskipun telah mengikuti beberapa kegiatan dari ASEAN.

PIAGAM ASEAN

SEJARAH ASEAN
SEJARAH ASEAN

Demi untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta dapat survive di tengah arus globalisasi yang kian deras. ASEAN melakukan banyak perubahan untuk kesejahteraan Negara – Negara anggota.

Setelah secara resmi didirikan melalui deklarasi Bangkok, maka pada ASEAN pun mempunyai piagam ASEAN atau yang biasa kita kenal dengan ASEAN charter.

Yang bertujuan untuk mengubah ASEAN yang semula hanya berupa asosiasi regional saja menjadi asosiasi internasional dengan landasan hukum yang kuat, aturan – aturan yang absolut, dan struktur organisasi yang efektif serta efisien.

Pada konferensi tingkat tinggi atau biasa disingkat dengan KTT yang ke 13 ASEAN bertempat di Singapura pada tanggal 20 November 2007, dilaksanakan penandatanganan piagam ASEAN oleh sepuluh Negara anggota ASEAN.

Melalui UU No 38 tahun 2008 Indonesia meratifikas piagam ASEAN. Berikut adalah prinsip – prinsip dasar dalam piagam ASEAN yaitu :

  • Seluruh Negara anggota ASEAN berupaya untuk saling menghormati kemerdekaan, integritas wilayah,kesetaraan, kedaulatan, serta identitas nasional.
  • Menjaga dan menjalankan komitmen serta tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan keamanan, perdamaian, dan kemakmuran regional.
  • Segala macam ancaman, agresi, hingga penggunaan kekuatan atau tindakan illegal yang tidak sesuai dengan hukum internasional akan di tolak.
  • Berupaya untuk memilih penyelesaian damai sengketa.
  • Meski merupakan sesama anggota Negara ASEAN namun tiap Negara anggota tidak diberkenankan ikut campur dalam masalah internal tiap masing – masing Negara.
  • Menjaga eksistensi nasional tiap Negara anggota, bertujuan agar terbebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan dengan cara menghormati haknya.
  • Hal – hal yang dianggap penting atau serius dan dapat memengaruhi kepentingan bersama ASEAN maka akan dilakukan konsultasi.
  • Bersama Negara anggota ASEAN lainnya turut menjunjung tinggi piagam PBB serta hukum internasional.
  • Menekankan nilai – nilai kebersamaan dalam keanekaragaman dan semangat persatuan serta menghormati perbedaanbudaya, bahasa, dan agama dari masyaraka ASEAN.
  • Hubungan politik, ekonomi, social,budaya eksternal menjadi sentralitas ASEAN

Layaknya sebuah organisasi pada umumnya, ASEAN pun  juga mempunyai struktur organisasi yang sesuai dengan deklarasi Bangkok yaitu terdiri dari :

  1. KTT (Konferensi Tingkat Tinggi)
  2. Pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM atau ASEAN Ministerial Meeting).
  3. Pertemuan menteri – menteri sektoral (SBDMM atau sectoral Bodies Ministerial Meeting).
  4. Panitia Tetap ASEAN (ASC atau ASEAN Standing Committee).

PERANAN INDONESIA DALAM ASEAN

SEJARAH ASEAN
SEJARAH ASEAN

Negara Indonesia merupakan Negara terbesar dengan wilayah terluas serta jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Tak hanya itu saja, Indonesia pun juga mempunyai andil atau peran yang begitu besar di dalam ASEAN. Berikut adalah peranan Indonesia dalam ASEAN yaitu :

  1. Dari kelima Negara yang memprakarsai atau melatar belakangi terbentuknya organisasi ASEAN.
  2. Mendirikan sebuah Gedung secretariat ASEAN di Jakarta
  3. Indonesia sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 1 yakni bertempat di Bali.
  4. Kepulauan Riau diperbolehkan oleh pemerintahan Indonesia untuk menyediakan sebagai pusat karantina hewan dan tanaman guna untuk keperluan ASEAN.
  5. Sepenuhnya mendukung terselenggaranya MEAN (Masyarakat Ekonomi Asean).
  6. Ikut turut serta dalam menciptakan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
  7. Merupakan salah sau penggagas terbentuknya komunitas keamanan ASEAN.

ARTI LAMBANG ASEAN

SEJARAH ASEAN
SEJARAH ASEAN

Seperti yang kita ketahui, ASEAN merupakan organisasi besar di dunia yang terkenal, karena banyak visi dan misinya yang berhasil dan melakukan banyak perubahan untuk rakyat  dunia.

Lambang dari ASEAN ini sudah digunakan di tahun – tahun yang lalu, dan ditetapkan pada pertemuan ke-6 Dewan Koordinasi ASEAN pada tanggal 8 April 2010.

Lambang ini dirancang dengan baik serta didasarkan atas arti dari lambang – lambang yang menarik untuk di pelajari. Lambang dari ASEAN sendiri mempunyai arti khusus yang dimiliki.

Rancangan untuk membuat tanaman padi sebagian dasar untuk lambang ini, adalah padi atau nasi merupakan makanan pokok rakyat Asia Tenggara dan tanaman padi itu sendiri merupakan tanaman yang penting bagi masyarakat.

Dan karena padi sendiri ada yang membantahnya dengan kemakmuran, kekayaan, dan kecukupan pangan, itu yang menjadikan alasan mengapa ini sangat tepat dan cocok untuk digunakan sebagai lambang untuk organisasi resmi kita ini.

Agar bisa digunakan di ASEAN , yang diperlukan dari Asia, agar makmur dan damai, layaknya tanaman padi yang selalu bermanfaat bagi banyak orang. Dulu lambang ASEAN sendiri bergambar 6 padi yang diikat menjadi satu, mengingat karena dulu hanya ada 6 negara Asia Tenggara yang bergabung.

Dari lambang padi juga terhimpun di tengah lingkaran merah, di bawah batang padi terdapat tulisan “asean” huruf kecil dengan jenis huruf Helvetica berwarna biru. Lingkaran merah ini di batasi oleh cincin berwarna putih dan biru.

Setiap warna pun dilepaskan dengan arti dari lambang ASEAN ini. Hal tersebut terkait erat dengan tujuan dan cita –cita dari ASEAN yang ingin agar organisasi ini bisa menjadi sebuah organisasi yang bisa membantu banyak orang.

Berikut adalah penjelasan dan arti dari lambang ASEAN sebagai berikut :

  • Lambang ASEAN ini digunakan sebagai lambang resmi ASEAN
  • Lambang ini melambangkan kemantapan, persatuan, perdamaian, dan dinamika ASEAN. Warna – warna lambang : merah, biru, putih, dan kuning adalah merupakan warna – warna yang digunakan dalam berbagai bendera Negara – Negara anggota ASEAN.
  • Warna biru melambangkan perdamaian dan kemantapan, warna merah melambangkan perdamaian dan dinamika, dan warna kuning melambangkan kemakmuran .
  • Sepuluh batang padi yang diambil melambangkan sepuluh Negara dari anngota ASEAN. Hal ini melambangkan sebuah harapan bagi para pemilik ASEAN yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara yang mendukung persahabatan dan solidaritas.
  • Lingkaran melambangkan persatuan ASEAN
  • Hak cipta lambang ASEAN diijinkan oleh ASEAN

Arti Warna Lambang Asean

  • Warna biru melambangkan perdamaian dan keamanan
  • Warna merah melambangkan semangat dan kedinamisan
  • Warna putih lambang kesucian
  • Warna kuning melambangkan kemakmuran
  • Ikatan rumpun padi melambangkan harapan dari para tokoh pemimpin ASEAN agar dapat mendukung dalam persahabatan dan kesetiakawanan social
  • Lingkaran melambangkan kesatuan

BENTUK KERJASAMA ASEAN

SEJARAH ASEAN
SEJARAH ASEAN

Bentuk kerjasama ASEAN ini di bagi kedalam dua bidang yakni bidang Ekonimi dan bidang Politik. Berikut adalah penjelasannya secara lengkap :

Kerjasama ASEAN di Bidang Ekonomi

Perlu kita tahu, bahwa semenjak ASEAN didirikan kerjasama pada bidang ekonomi yang terjalin diantara Negara – Negara anggota maupun Negara yang bukan dari anggotanya sudah berjalan dengan baik.

Adapun bentuk – bentuk kerjasama ASEAN dalam bidang ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pembukaan Pusat Promosi ASEAN

Pertama yang terlintas di benak kita mendengar kata promosi adalah kita sering mengaitkan dengan hal – hal yang menarik agar orang lain tertarik dengan apa yang sedang dipromosikan.

Begitu pula dengan ASEAN, meskipun ASEAN sudah dikenal oleh berbagai Negara – Negara di dunia melalui PBB, ASEAN tetap perlu mempromosikan dirinya kepada dunia luar.

Promosi yang dilakukan oleh ASEAN meliputi sector perdagangan, investasi, dan pariwisata. Pusat promosi ASEAN dilakukan di Negara Jepang yang merupakan Negara dengan perkembangan cepat di berbagai sector.

Pembukaan pusat promosi di Jepang memiliki tujuan untuk melakukan peningkatan kegiatan ekspor dari Negara – Negara ASEAN ke Jepang serta juga untuk meningkatkan jumlah investor Jepang bagi Negara – Negara ASEAN.

  1. Penyediaan Cadangan Pangan

Seperti yang kita tahu, bahwa beberapa Negara anggota ASEAN dikenal sebagai lumbung padi ASEAN, seperti Negara Thailand, Kamboja,dan Indonesia.

Dan sampai saat ini Negara – Negara tersebut tetap konsisten dalam penyediaan cadangan pangan bagi Negara – Negara anggota ASEAN.

Bentuk kerjasama dalam penyediaan pangan tidak hanya dilakukan untuk kerjasama yang saling menguntungkan saja, tetapi juga dalam keadaan yang darurat.

Contohnya ketika salah satu Negara ASEAN mengalami krisis pangan dikarenakan suatu musibah atau bencana, maka Negara lain siap untuk mensuplai cadangan pangan untuk Negara tersebut.

Beberapa Negara ASEAN yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi penyedia cadangan pangan untuk keadaan darurat diantaranya adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

  1. Penyelenggaraan Proyek Industri

Dalam menjalin kerja sama di bidang ekonomi, Negara – Negara angora ASEAN secara bersama – sama melebarkan sayap kerjasamanya di sector industry.

Sector industry yang dinaungi oleh Negara – Negara ASEAN sangat beragam. Semua dilakukan demi untuk kemajuan bersama Negara – Negara anggota ASEAN.

Beberapa proyek industri  yang dilakukan ASEAN meliputi industry pupuk, vaksin, tembaga, dan abu soda. Adapun nama proyek industrinya antara lain sebagai berikut :

  • ASEAN Aceh Fertilizer Project yang merupakan pabrik pupuk bertempat di Aceh Indonesia.
  • ASEAN Urea Project merupakan pabrik pupuk di Malaysia.
  • ASEAN Copper Fabrication Project merupakan pabrik industri tembaga yang berada di Filipina.
  • ASEAN Vaccine Project yang memproduksi vaksin berada di Singapura.
  • Rock Salt Soda Ash Project yang memproduksi abu soda berada di Thailand.
  1. Kawasan Perdagangan Bebas

Kawasan perdagangan bebas ASEAN atau yang biasa di kenal dengan AFTA (ASEAN Free Trade Area) merupakan bentuk kerjasama Negara – Negara ASEAN Dalam pengelolaan produk – produk lokal yang ada di seluruh Negara – Negara ASEAN tanpa terkecuali.

 

Keberadaan AFTA guna untuk meningkatkan daya saing Negara – Negara ASEAN dalam melakukan produksi untuk pasar dunia dengan adanya penghapusan bea dalam wilayah ASEAN itu sendiri.

Selain itu, dengan adanya AFTA juga dapat meningkatkan investasi oleh pihak asing secara langsung untuk Negara – Negara ASEAN.

  1. Koperasi ASEAN

Koperasi ASEAN atau ACO (ASEAN Cooperative Organization). Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak di bidang koperasi, guna untuk meningkatkan kesejahteraan Negara- Negara ASEAN.

Dalam tujuannya koperasi ASEAN memiliki tujuan untuk mengkokohkan organisasinya sebagai sebuah gerakan koperasi yang menopang perekonomian di Asia Tenggara.

Kerjasama ASEAN di Bidang Politik

Kerjasama Negara – Negara ASEAN juga dilakukan dalam bidang politik. Kerjasama dalam bidang politik didasarkan pada system hukum internasional agar kerjasama yang terjalin tidak menimbulkan penyebab sengketa internasional, karena adanya sebuah perbedaan system politik di berbagai Negara.

Berikut adalah kerjasama ASEAN di bidang politik dan penjelasannya antara lain yaitu :

  1. Defense Ministers Meeting

ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) merupakan bentuk kerjasama di bidang politik. Negara – Negara ASEAN mengadakan agenda pertemuan rutin diantara menteri keamanan yang ada di Negara – Negara anggota ASEAN.

Pertemuan ini diadakan untuk membahas mengenai kerjasama serta diplomasi politik dalam bidang pertahanan dan keamanan Negara ASEAN.

  1. Pengiriman Duta dan Konsulat

Sebagai Negara – Negara yang menjalin hubungan secara internasional, maka perlu adanya pengiriman duta dan konsulat sebagai wakil Negara.

Keberadaanya berguna untuk mewakili Negara asal duta dan konsulat tersebut dalam berdiskusi serta menjalankan peran sertanya dalam stabilitas politik di ASEAN.

Pengiriman duta serta konsulat merupakan hal yang rutin dilakukan agar wakil Negara selalu ada dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai bagian dari ASEAN.

  1. PerjanjianEkstradisi ASEAN

Merupakan bentuk kerjasama di bidang politik dalam menangani tersangka kejahatan yang melarikan diri ke kawasan Negara – Negara di ASEAN.

Melalui adanya perjanjian ekstradisi, Negara – Negara di ASEAN bisa melakukan kerjasama untuk mengembalikan tersangka tersebut ke Negara asalnya untuk menjaga stabilitas politik di Negara – Negara ASEAN.

  1. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir

Merupakan bentuk kerjasama Negara – Negara ASEAN di bidang politik mengenai pelarangan senjata nuklir di Negara ASEAN. Dalam perjanjian ini melarang keras adanya perancangan serta pembuatan senjata nuklir di ASEAN.

  1. Perjanjian Kawasan Damai, Bebas, dan Netral

Kerjasama Negara – Negara ASEAN untuk menjaga masing – masing Negara agar tetap damai dan kondusif.

Kata bebas dalam perjanjian ini memiliki makna bahwa setiap Negara – Negara ASEAN mempunyai hak untuk melakukan sesuatu secara bebas, namun tidak melanggar perjanjian serta ketentuan yang sudah disepakati dalam ASEAN.

Sedangkan kata Netral berarti Negara – Negara ASEAN tidak ikut campur atau mengintervensi konflik yang terjadi pada Negara – Negara lain, termasuk pada Negara ASEAN sendiri.

Organisasi ini telah memiliki kerjasama di berbagai bidang dan aspek. Bentuk kerjasama ini tidak hanya dilakukan dengan Negara sesama anggota saja, tetapi juga dengan Negara – Negara lain di luar anggota ASEAN seperti Jepang serta Negara – Negara Uni Eropa lainnya.

Demikian artikel mengenai sejarah ASEAN semoga bisa berguna dan menambah wawasan bagi para pembaca. Sekian dan terimakasih

Sejarah Asean

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *