Seni Grafis : Lengkap Pengertian, Sejarah, Fungsi, Contoh dan Jenisnya

Seni Grafis – Sering kali tidak Anda sadari bahwa seni hadir dan melekat di dalam kehidupan Anda sehari-hari. Banyak jenis seni yang perlu Anda ketahui, salah satunya adalah seni grafis.

Seiring berkembangnya zaman, seni tersebut mulai diminati banyak orang, terutama oleh anak muda karena hasil karyanya memiliki nilai estetika dan dapat berniali ekonomis yang tinggi.

Anda penasaran? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini untuk memahami lebih dalam mengenai seni grafis beserta jenis-jenisnya. Kini seni tersebut juga telah mengalami banyak perkembangan seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi.

Pengertian Seni Grafis

pengertian seni grafis

Seni merupakan buah karya seseorang yang memiliki nilai estetika. Sedangkan grafis asal katanya dari bahasa Inggris graphic atau graph yang memiliki arti menciptakan sebuah gambar, tulisan maupun lukisan yang digarap menggunakan cara digores maupun ditorehkan.

Seni grafis  merupakan salah satu jenis karya seni rupa dua dimensi yang diciptakan lewat suatu proses percetakan. Di dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah printmaking. Pengertian menurut Abe Idlan adalah salah satu bagian dari seni rupa yang mana karya tersebut dibuat memakai teknik cetak, yaitu menggunakan kertas.

Media yang dipakai untuk menghasilkan suatu karya antara lain adalah cat air, pastel minyak, cat minyak maupun pigmen padat yang larut air. Anda dapat menggunakan cara baik tradisional maupun cara kontemporer. Anda juga dapat memproduksi karya dalam skala besar dengan media cetak dengan tetap menjaga orisinalitasnya.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi kini justru lebih familiar dan identik dengan istilah desain grafis. Dengan demikian, telah mengalami pergeseran yang dulunya adalah bagian dari seni rupa murni kini menjadi bagian seni rupa terapan.

Baca Juga : Seni Tari

Sejarah Seni Grafis

sejarah seni grafis

1. Sejarah di dunia

Seni grafis berasal dari Asia, yaitu Cina. Seni tersebut ditemukan sejak kertas ditemukan pertama kali pada tahun 105 M oleh bangsa Tiongkok di masa Dinasti Ying. Pada mulanya, seni tersebut banyak dimanfaatkan untuk menuliskan tentang keagamaan.

Masyarakat Cina menuliskan naskah keagamaan pada kayu atau kertas. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat baik di Korea maupun Jepang. Naskah-naskah tersebut di dalamnya mengandung kultur kebudayaan kuno yang biasanya tahan lama.

Cina memiliki kontribusi yang besar terhadap kemajuan seni grafis di dunia barat. Hal ini dikarenakan Cina telah menemukan kertas dan mengembangkan teknik wood block. Sebelum teknik tersebut ditemukan, telah berkembang teknik mengukir di atas batu hingga kertas ditemukan.

Teknik mengukir di atas batu dimulai sejak tahun 165 M yang dikembangkan oleh penganut Konfusius Klasik. Kelebihan teknik ini adalah efektif untuk menyimpan dokumen karena tahan lama. Namun, teknik ini memiliki kelemahan, yaitu batunya berat dan membutuhkan banyak ruang penyimpanan.

Berawal dari hal inilah muncul teknik wood block printing. Teknik tersebut mulai berkembang sejak abad ke 6 sampai abad ke 9. Cara kerja teknik tersebut adalah Anda ukir naskah di atas blok kayu. Selanjutnya, Anda masukkan pewarna lalu blok kayu ditekankan di atas kertas agar tercetak gambar di kertas.

2. Sejarah di Indonesia

Di Indonesia, seni grafis mulai muncul sejak zaman kolonialisasi dan berkembang terutama saat kolonialisasi Belanda. Atas permintaan pemerintah Belanda, Indonesia pernah direkam pemandangan alamnya oleh para seniman yang berasal dari Belanda.

Keindahan pemandangan alam Indonesia direkam dan dituangkan dalam bentuk lukisan. Lukisan tersebut memiliki aliran romantisme. Selain itu, juga diabadikan menggunakan teknik wood engraving dan lithografi. Lewat hal itulah masyarakat Indonesia mengenal tentang seni grafis.

Namun, saat itu eksistensinya hanya digolongkan dalam kelas dua dan sebagai pendamping seni lukis. Pameran tunggal seni tersebut baru ada sekitar tahun 1970 hingga 1980. Pameran tersebut diselenggarakan di berbagai kota seperti Bandung, Surabaya dan Jakarta. Setelah dua tahun, muncullah kelompok yang dikenal sebagai Decenta.

Pada akhir tahun 1990, terjadi berbagai perubahan akibat munculnya aliran post modern yang terkenal. Namun, seiring kemajuan teknologi menjadikan seni tersebut berkembang pesat. Kini, dikenal sebagai desain grafis.

Fungsi Seni Grafis

seni grafis

1. Sarana komunikasi

Sebagai media komunikasi, Anda dapat menambahkan kalimat yang menarik pada gambar sehingga dapat mencuri perhatian banyak orang. Anda dapat menjumpai contohnya pada banner dan slogan.

2. Sarana untuk mengapresiasi seni

Dalam hal ini seni grafis lebih mengutamakan nilai estetika dan meminimalisir penggunaan kata-kata yang akan ditampilkan. Anda membutuhkan daya kreativitas yang tinggi sehingga jiwa seni Anda bisa hidup.

3. Sarana promosi

Hal ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk menawarkan berbagai produk karena lebih informatif. Cara ini dirasa lebih efektif sehingga perusahaan akan lebih optimal dalam mempromosikan produk-produknya.

4. Sarana untuk menyalurkan hobi

Desain grafis sangat mudah untuk dibuat dan cocok bagi Anda yang suka mengasah daya kreativitas. Hal ini dikarenakan Anda harus kreatif agar menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika yang tinggi dan menarik. Hobi yang satu ini memiliki nilai yang positif.

5. Sarana meningkatkan penghasilan

Anda dapat memanfaatkan hobi Anda untuk menghasilkan uang. Desain grafis memiliki nilai jual yang tinggi. Misalnya adalah untuk kepentingan promosi, cover buku dan lain-lain.

Karakteristik Seni Grafis

seni grafis

  1. Cara untuk menciptakan sebuah karya seni adalah dengan dicetak. Hal ini bertujuan agar saat Anda ingin memproduksi karya tersebut dalam jumlah yang banyak maka karya yang dihasilkan sama persis tanpa mengalami perubahan dalam hal ukuran dan bentuknya.
  2. Anda dapat mereproduksi karyanya, dengan demikian Anda dapat menciptakan karya dalam jumlah yang banyak.
  3. Karya seni yang dihasilkan tergantung pada teknik cetak yang digunakan. Karya tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda menyesuaikan teknik cetak yang dipakai untuk membuat karya seni tersebut.
  4. Media yang dipakai untuk membuat karya juga berpengaruh terhadap karakteristik karya.

Jenis-jenis Seni Grafis

seni grafis

1. Cetak Saring

Cetak saring ini sering dikenal dengan cetak sablon. Contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah dimanfaatkan untuk membuat spanduk, poster maupun gambar pada kaos.

Pada teknik ini, bahan yang dipakai untuk mencetak adalah kain kasa. Hal ini dikarenakan kain tersebut memiliki sifat lentur, halus dan elastis. Banyak seniman yang menerapkan teknik ini, misalnya Andy Warhol, Joseft Albert dan Chuck Close.

2. Cetak datar atau lithography

Lithography dalam bahasa Yunani terdiri dari kata lithos yang artinya batu dan graphein yang artinya menulis. Litography merupakan salah satu jenis seni cetak yang penulisannya dilakukan di atas batu, misalnya batu kapur.

Langkah awal untuk menerapkan teknik ini adalah dengan melukis motif di atas batu. Selanjutnya, Anda warnai batu menggunakan pewarna. Lalu, media cetakan diletakkan di atas ukiran. Pada umumnya media cetakan yang dipakai adalah kertas. Teknik ini diterapkan oleh para seniman seperti Odilon Redon, Pablo Picasso dan Joan Miro.

Baca Juga : Seni Kriya

3. Cetak tinggi

Teknik cetak tinggi dikenal dengan istilah teknik woodcut atau cetak timbul.  Fungsi teknik ini adalah agar pada bagian permukaan media cetak dapat muncul gambar timbul. Contoh aplikasinya adalah pada stempel.

Pada stempel bagian bawah terdapat bagian yang dicetak timbul. Bagian itulah yang nantinya menjadi tempat tinta sehingga saat stempel ditekankan pada kertas membentuk suatu gambar.

Bahan yang digunakan sebagai media dalam teknik cetak tinggi antara lain kayu metal, besi, triplek, karet dan lain-lain. Orang Eropa banyak menerapkan teknik ini untuk menciptakan motif pada kain tenun. Seniman yang berperan dalam teknik ini adalah Johanes Guttenberg.

4. Cetak dalam

Teknik cetak dalam dikenal dengan istilah teknik intaglio. Pembuatan desain grafis menggunakan teknik ini caranya adalah Anda goreskan motif ke lempengan logam memakai benda tumpul. Bahan lempengan logam yang digunakan antara lain seng, aluminium, tembaga, kuningan, besi dan lain-lain.

Ada empat macam sub-teknik dari cetak dalam, yaitu sebagai berikut:

  • Engrafing

Alat yang digunakan pada teknik ini adalah burin, sedangkan medianya menggunakan logam. Langkah membuatnya yaitu, pertama Anda ukir logam dengan burin. Kedua, cat Anda oleskan pada permukaan logam.

Ketiga, Anda bersihkan cat sehingga cat hanya terdapat pada sisi yang diukir. Terakhir, Anda press ukiran pada media cetak agar memperoleh motif ukirannya. Media cetak yang dapat Anda gunakan adalah kain atau kertas.

  • Etsa

Etsa dikenal dengan istilah Etching yang merupakan salah satu jenis teknik cetak  dalam yang memakai media ukir berupa tembaga. Caranya adalah pertama, Anda tutup permukaan tembaga menggunakan lilin. Kedua, ukir permukaan lilin memakai jarum etsa sampai permukaan tembaga tampak. Jarum tersebut harus tajam.

Ketiga, Anda rendam permukaan tembaga yang tergores menggunakan cairan asam. Tujuannya adalah agar pada permukaan yang tergores terjadi korosi. Keempat, lilin Anda bersihkan lalu dicetak ke kertas. Caranya adalah Anda press menggunakan tekanan tinggi.

  • Mezzotint

Anda membutuhkan alat bernama rocker agar dapat menerapkan teknik ini. Prinsip kerjanya  yaitu,  permukaan logam Anda kerok agar tampak menjadi gelap terang. Selain itu, pada beberapa sisi gambar dibuat kasar. Pada umumnya, teknik ini diterapkan untuk mencetak foto.

  • Drypoint

Teknik ini memiliki kemiripan dengan engraving, yaitu Anda mengukir pada permukaan logam. Perbedaannya terletak pada alat yang digunakan untuk mengukir. Pada drypoint menggunakan alat runcing sedangkan engraving menggunakan burin.

5. Cetak foto

Teknik cetak foto merupakan teknik modern yang mana Anda dapat memperoleh gambar cetakan dengan memakai kamera. Proses pada teknik ini mencakup pencucian film dan pencetakan foto.

6. Kolagrafi

Langkah kerja pada teknik ini dimulai dengan motif cetakan diletakkan di bawah kertas. Lalu, Anda cat atau arsir kertas memakai pensil dengan penekanan. Selanjutnya, Anda lepas kertas dari cetakan sehingga hasilnya objek gambar timbul, sedangkan sisi yang tidak bergambar menjadi cekung.

Baca Juga : Seni Musik

7. Cetak Stensil

Langkah kerja pada teknik ini adalah kertas dipotong menyesuaikan motif yang akan ditempelkan pada media cetak. Lalu, Anda cat media cetak atau disemprot cat. Saat cat sudah kering, Anda lepas kertasnya agar di media cetakan terbentuk motif sesuai yang Anda inginkan.

Informasi di atas dapat Anda jadikan sebagai sumber referensi untuk memahami lebih dalam tentang seni grafis dan untuk memperkaya wawasan Anda. Banyak sekali jenis-jenis seni tersebut yang dapat Anda praktekkan dan telah mengalami kemajuan pesat seiring berkembangnya zaman.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply