Pengertian, Jenis, Unsur, Teknik dan Aliran Seni Lukis Beserta Tokohnya

Seni lukis adalah bagian dari seni rupa yang pengembangannya dikhususkan pada menggambar. Sebuah karya lukisan dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi orang lain. Hal ini dikarenakan lukisan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Dalam membuat sebuah karya lukisan dibutuhkan beberapa teknik khusus agar hasilnya tampak, indah. Tidak heran jika terkadang sebuah lukisan memiliki nilai jual yang tinggi. Banyak objek yang dapat Anda gunakan untuk melukis baik itu hewan, tumbuhan maupun manusia.

Pengertian Seni Lukis

Pengertian Seni Lukis
               

1. Leo Tolstoy

Ekspresi perasaan dari pelukis yang diungkapkan kepada orang lain agar dapat merasakan persis seperti yang pelukis rasakan.

2. Sukaryono

Bentuk ekspresi dari isi hati pelukis atau yang dikenal dengan istilah komunikasi dari bahasa seniman.

3. Thomas Munro

Alat buatan manusia yang berfungsi untuk menciptakan efek-efek psikologis terhadap orang lain yang melihatnya.

4. Soedarso SP

  • Cabang seni rupa yang diekspresikan melalui karya 2 dimensional yang unsur-unsurnya berupa garis dan warna.
  • Karya manusia yang mengekspresikan pengalaman batin yang menginspirasi orang lain yang menghayati karyanya.

5. Soni Ade dan Imam R

Lukis merupakan sebuah kekuatan dari peradaban manusia serta budaya. Hal ini dikarenakan saat Anda melukis maka membutuhkan kejelian, kecermatan dan ketelitian untuk mengamati kehidupan.

6. Suyanto

Karya seni rupa yang diluapkan dalam bentuk lukisan sebagai  wujud dari ekspresi jiwa seorang seniman.

7. Herbert Read

Suatu kegiatan rohani yang merefleksikan jasmani dan mempunyai daya yang bisa mendorong terciptanya perasaan seseorang.

8. Myers

Nilai-nilai yang bersifat subyektif seperti nilai-nilai intelektual, religius, simbolis, emosional dan lain-lain.

10. M. Adler

Sesuatu yang dapat memberikan efek senang atau bahagia.

11. Aristoteles

Sesuatu yang sifatnya menyenangkan.

12. Slamet Riyanto

Kelompok dari ilmu desain grafis

13. Harry Sulastianto

Bagian dari seni rupa murni dalam bentuk 2 dimensi dan dilukis di kanvas memakai cat baik cat minyak maupun cat akrilik.

14. Suwarso Wisetrotomo, M. Dwi Marianto dan Endang Nawang

Suatu bentuk pengabdian dalam bentuk gambar yang diambil dari pengalaman hidup.

Teknik Seni Lukis

Teknik seni Lukis

1. Teknik Aquarel

Teknik aquarel merupakan suatu teknik melukis untuk menciptakan sebuah lukisan yang transparan dengan memakai cat air dan sapuan warna yang tipis.

2. Teknik Spray

Teknik spray merupakan suatu teknik melukis dengan cara disemprotkan pada media lukisnya sehingga menghasilkan karya yang lebih halus dan tampak visual. Salah satu contohnya adalah graffiti.

3. Teknik Plakat

Teknik plakat merupakan suatu teknik melukis yang memakai cat air dan cat minyak dengan sapuan tebal sehingga menghasilkan karya yang colorfull.

4. Teknik Pointilis

Teknik pointilis merupakan suatu teknik melukis memakai titik-titik sehingga lukisan yang dihasilkan menawan. Anda juga dapat melakukan gradasi warna untuk mengatur gelap terang pada lukisan.

5. Teknik Tempera

Pada teknik tempera ini Anda menggunakan kuning telur pada cat sebagai perekat. Pada umumnya, teknik ini dipakai untuk media kayu, tembok dan kanvas.

6. Teknik Basah

Teknik basah merupakan suatu teknik melukis yang caranya adalah sebelum Anda menuangkan cat pada kanvas maka Anda encerkan cat minyak menggunakan linseed oil maupun minyak cat.

7. Teknik Kering

Teknik kering merupakan salah satu teknik melukis memakai cat minyak tanpa menggunakan minyak cat.

8. Teknik Campuran

Teknik campuran merupakan perpaduan antara 2 teknik lukis, yaitu teknik lukis kering dan basah.  Caranya adalah Anda mulai dengan menggunakan teknik kering kemudian baru diterapkan teknik basah. Anda blok warna sembari meningkatkan intensitas minyak cat secara perlahan hingga menghasilkan sebuah karya lukisan.

Unsur-unsur Seni Lukis

Unsur seni lukis

1. Unsur Visual

  • Garis
  • Bidang
  • Ruang
  • Warna

2. Unsur Non Visual

  • Imajinasi
  • Sebuah pandangan hidup dan pengalaman
  • Konsep
  • Sebuah sikap yang estetik dan artistik

Alat Seni Lukis

alat seni lukis

 

Alat-alat yang dibutuhkan di dalam seni lukis antara lain adalah:

  1. Kuas
  2. Alat pembersih kuas
  3. Palet
  4. Penjepit kanvas

Baca Juga : Seni Tari

Bahan Seni Lukis

Bahan seni lukis

Bahan-bahan yang dibutuhkan di dalam seni lukis antara lain adalah:

1. Cat atau tinta

Macam-macam cat atau tinta yang sering dipakai untuk melukis antara lain adalah cat air, tinta bak, cat tekstil, cat poster, cat minyak dan cat akrilik.  Selain menggunakan cat, Anda dapat melukis menggunakan bahan berupa pensil warna, pastel maupun crayon.

2. Media lukis

Anda dapat memanfaatkan dinding, kanvas dan kertas sebagai sarana untuk melukis.

Fungsi Seni Lukis

fungsi seni lukis

1. Fungsi Primer

Fungsi primer yaitu untuk menciptakan daya tarik terhadap lukisan yang dihasilkan. Bagi seorang pelukis, karya lukisan yang dihasilkan merupakan bentuk ungkapan perasaan dari dalam diri pribadinya sehingga hasil dari karyanya memuaskan.

Sedangkan, orang lain yang melihat akan tertarik dan dapat menimbulkan rasa tenang di dalam hati orang lain.

2. Fungsi Sekunder

Fungsi sekunder yaitu lukisan tidak hanya berfungsi sebagai wujud ekspresi maupun unsur yang bisa menciptakan daya tarik saja, melainkan lebih spesifik pada sesuatu yang bisa difungsikan.

3. Fungsi Fisik

Fungsi fisik lebih spesifik pada nilai-nilai estetika yang diperoleh dari sebuah lukisan. Salah satu contohnya adalah Anda dapat menggunakan lukisan sebagai hiasan sehingga dapat meningkatkan nilai estetika sebuah ruangan atau tempat.

Hal ini dapat memberikan dorongan dan motivasi kepada setiap orang yang berkunjung ke ruangan tersebut.

Jenis-jenis Seni Lukis Atau Aliran

Jenis seni lukis

1. Aliran Surealisme

Aliran surealisme adalah aliran yang ada kaitannya dengan dunia fantasi. Dengan demikian, Anda seperti melukis di alam mimpi. Ciri-ciri dari aliran ini adalah dipenuhi dengan khayalan sehingga lukisan tampak asing dan aneh. Ada pun tokoh yang berkontribusi dalam aliran ini antara lain Sudiardjo, Amang Rahman, Andre Masson, Joan Miro dan Salvador Dali.

2. Aliran Kubisme

Aliran seni lukis ini berbentuk geometris. Misalnya adalah lingkaran, segitiga, bola, segi empat, kubus, kerucut dan kotak-kotak. Tokoh yang terlibat Gezanne, Pablo Picasso, Fernand Leger, Robert Delaunay, Metzinger dan Braque.

3. Aliran Romantisme

Aliran seni lukis ini mempertontonkan lukisan yang fantastik. Aliran ini menggambarkan mengenai sesuatu yang memiliki sifat romance.

Misalnya sebuah tragedi, pemandangan alam, sejarah dan lain-lain. Tokoh di dalam aliran ini adalah Raden Saleh, Eugene Delacroix, Theodore Gericault dan Jean Baptiste.

Berikut ini merupakan ciri-ciri aliran seni romantisme:

  • Warna memiliki sifat meriah dan kontras
  • Komposisi diatur dinamis
  • Di dalamnya mengandung unsur kegetiran dan menyentuh perasaan
  • Lukisan menggambarkan sebuah cerita yang dahsyat dan emosional
  • Aliran ini dipenuhi dengan gerak dan dinamis.

Baca Juga : Seni Musik

4. Aliran Ekspresionisme

Aliran ekspresionisme merupakan sebuah aliran seni yang membebaskan distorsi bentuk maupun warna sehingga tercipta emosi.

Tokoh yang mendukung aliran ini adalah Affandi, Zaini, Popo Iskandar, Vincent Van Gogh, Paul Gaugiuin dan Ernast Ludwig. Aliran ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Banyak mengekspresikan jenis emosi kemarahan serta depresi dibandingkan emosi bahagia.
  • Aliran ini mengungkapkan isi hati
  • Aliran ini juga mengutamakan pemilihan warna
  • Mengandung imajinasi manusia

Baca Juga : Seni Patung

5. Aliran Impresionisme

Aliran impresionisme merupakan suatu aliran seni lukis yang berupaya menampakkan kesan yang ditangkap objek. Gambar pada aliran ini tidak lengkap atau sedikit kabur. Tokoh yang berperan di dalam aliran ini antara lain Claude Monet, Aguste Renoir, Casmile Pissaro, Sisley, Edward Degas dan Mary Cassat.

Ada pun ciri-ciri aliran tersebut adalah sebagai berikut:

  • Memiliki goresan kuas yang tebal dan pendek. Gaya mirip sketsa, hal ini dapat mempermudah pelukis untuk mendapatkan esensi subjek.
  • Proses pembuatan lukisan di luar ruangan.
  • Anda tidak harus menunggu cat kering untuk ditimpa menggunakan warna selanjutnya.
  • Warna komplementer dicampurkan untuk membuat bayangan.
  • Dihindari menggunakan pengolahan sifat transparansi.
  • Diharapkan warna yang diperoleh dengan meminimalisir pencampuran pigmen cat.

6. Aliran Pointilisme

Aliran ini melukiskan sebuah objek memakai titik-titik. Tokoh-tokohnya meliputi Rijama, Keo Budi Harijanto, Seurat’s La Parade dan Vincent van Gogh. Ada pun ciri khas dari aliran pointilisme ini adalah sebagai berikut:

  • Obyek terlihat jelas apabila dilihat dari jauh, sebaliknya jika dilihat dari jarak dekat maka terlihat baur.
  • Macam-macam titik yang dipakai bervariasi dalam hal ukuran besar kecilnya, tebal tipisnya maupun warnanya.

7. Aliran Fauvisme

Di dalam aliran ini, Anda bebas untuk menunjukkan ekspresi dalam hal menghasilkan karya lukisan. Objek lukisannya memiliki warna yang kontras dan liar. Garis di dalam fauvisme ini dapat menciptakan kesan bahwa orang yang melihat sebuah karya lukisan dapat mengetahui dengan jelas adanya sebuahb garis.

Tokoh-tokoh yang ada di dalam aliran ini antara lain adalah Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol Dufi dan Kess Van Dongen.

8. Aliran Realisme

Aliran realisme merupakan aliran yang menunjukkan karya lukis seperti apa adanya layaknya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lukisan tampak nyata dan tidak ditambah hal lain.

Ciri khas dari aliran realisme ini adalah sebagian besar menggambarkan mengenai kehidupan sehari-hari. Lukisan-lukisan yang dibuat antara satu objek dengan objek yang lainnya saling menyatu.

Tokoh yang terlibat antara lain Gustove Corbert, Fransisco de Goya dan Honore Umier.

9. Aliran Naturalisme

Objek lukisan yang digunakan pada aliran naturalisme bersifat alami. Aliran ini memiliki kemiripan dengan aliran realisme.

Hal yang membedakan antara keduanya adalah pada aliran naturalisme ini dijumpai adanya tambahan sehingga lukisan tampak lebih indah.  Ciri-ciri aliran ini adalah sebagian besar memiliki tema mengenai alam.

Lukisan menggunakan teknik gradasi warna. Aliran ini juga mempunyai susunan perbandingan, tekstur, perspektif, gelap terang dan pewarnaan yang digarap secara teliti.

Tokoh di dalam aliran ini adalah Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom dan Trubus.

9. Aliran Abstraksionisme

Aliran seni lukis ini menerapkan cara non representasional dalam hal bentuk dan warna. Aliran ini populer tidak menggunakan objek mentah dan menggantikan unsur bentuk beserta porsinya.

Ada dua jenis aliran abstraksionisme, yaitu non figuratif dan abstrak kubistis. Tokohnya antara lain Clyfford Stll, Adolf Got Lieb, Mark Rothko dan Robert Montherwell.

Hal menonjol yang mencirikan aliran abstraksionisme adalah seni lukis ditampilkan dan ditata secara tidak terbatas. Artinya bentuk-bentuknya sesuai dengan yang ada di alam.  Selain itu, tampilan dari masing-masing bentuk, warna dan garis tidak menghiraukan dan tidak sesuai dengan bentuknya yang asli di alam.

10. Aliran Futurisme

Aliran futurisme ini menampilkan sebuah objek lukisan yang seolah-olah bergerak. Hal-hal yang diprioritaskan pada aliran ini antara lain adalah keindahan gerak, visual, garis serta warna. Tokohnya antara lain Carlo Carrà, Umberto Boccioni,  Giacomo Balla dan Sculptor.

Ada pun ciri-ciri dari aliran ini adalah sebagai berikut:

  • Termasuk dalam karya seni yang menangkap unsur baik gerak maupun kecepatan.
  • Dalam mengekspresikan kecepatan maupun persamaan waktu maka Anda harus memperhatikan beberapa hal seperti gaya, kedisiplinan dan kedinamisan.
  • Memakai tipografi sebagai suatu unsur ekspresi pada sebuah desain.
  • Menerapkan prinsip multiple viewpoints.

11. Aliran Klasikisme

Aliran klasikisme memiliki karakter dan ciri yang khusus. Seperti halnya namanya maka gambar-gambar yang dipamerkan memiliki gaya klasik. Tak heran jika aliran ini banyak dijumpai baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tokoh-tokoh dalam aliran ini meliputi Bartholome Vignon, Jaques Lovis David dan Jan Ingles.

Ada pun ciri dari aliran ini adalah sebagai berikut:

  • Menceritakan tentang lingkungan istana
  • Lukisan yang dihasilkan terikat terhadap norma-norma intelektual akademis
  • Wujud obyek yang Anda lukis berupa hiperbolis
  • Raut mukanya tampak tenang
  • Bentuk lukisan harmonis dan seimbang
  • Batasan warna yang digunakan bersih dan statis

12. Aliran Konstruktivisme

Hal yang ditekankan pada aliran ini adalah penggambaran pada seni-seni bangunan. Ada pun yang menjadi objek utama untuk dilukis berupa bangunan beserta latar di sekeliling bangunan.

Contoh objek yang dapat dilukis adalah bangunan modern kuno maupun klasik. Tokoh-tokoh di dalam aliran ini antara lain Sprinka,  Jim Nyoman Nuarta, Supankat, Laszlo Moholy-nagy,  Victor Pasmore, Liubov Popova dan Naum Gabo.

13. Aliran Dadaisme

Aliran ini termasuk artistik. Hal ini dikarenakan bentuk yang digunakan dalam aliran ini mengerikan. Selain itu, dijumpai pula bentuk-bentuk lukisan yang  kekanak-kanakan, seram, magic serta mengesankan.

Aliran ini tidak memiliki ilusi. Biasanya didominasi oleh warna merah, hitam, hijau dan putih.  Ada pun tokoh-tokoh yang ada di dalam aliran ini antara lain Roull Haussmann, Duchamp dan Hans Arp.

14. Aliran Pop Art

Aliran pop art ini biasanya bertentangan dengan kejenuhan terhadap seni lukis yang tidak memiliki objek. Pada umumnya karya seni ini mengadung kritikan, sindiran maupun humor. Objek yang digunakan dalam aliran ini adalah manusia. Tokoh-tokohnya meliputi Ris Purnomo, Nyoman Nuarta, George Segal, Tom Wasselman dan Yoseph Benys.

15. Aliran Optik

Aliran ini melukiskan objek manipulasi visual yang menipu mata. Objek yang digunakan meliputi garis, bidang dan objek yang memiliki warna hitam putih. Tokoh-tokohnya adalah Agus Djaja, Bridget Louise Riley dan Walter Gropius.

Baca Juga : Seni Grafis

16. Aliran primitif

Aliran ini melukiskan objek dengan mengacu gaya primitif pada dinding goa-goa. Objek yang digunakan meliputi hewan, tumbuhan, manusia yang dilukis dalam bentuk garis sederhana. Contoh tokoh-tokoh di dalam aliran ini adalah Ricardo Ponce dan Sudjojono.

Banyak sekali jenis seni lukis yang dapat Anda peroleh berdasarkan informasi di atas. Anda dapat menjadikannya sebagai sumber referensi untuk mempelajari dan memahami lebih dalam tentang ilmu dan teknik melukis beserta ciri-ciri dan tokohnya.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply