Penjelasan tentang Seni Movie Terlengkap

Seni Movie – Pasti Anda sudah pernah mendengar tentang seni movie, bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, seni movie ini biasanya ditampilkan dalam berbagai genre yang tentunya dapat dipilih sesuai selera.

Film dapat menjadi favorit karena biasanya merupakan visualisasi dari sebuah novel, cerita, dan lain sebagainya sehingga dapat dilihat dengan nyata tanpa harus menyelami naskah terlebih dahulu.

Pengertian Seni Movie

pengertian seni ukir

 

Film terdiri dari 3 kata, yaitu cinema, tho atau phytos, dan graphie atau graph. Ketiganya menjadi 1 dalam sebuah kata cinematographie yang berarti memunculkan gerak dengan cahaya yang berasal dari tulisan.

Alat yang digunakan dalam film ini biasanya adalah kamera. Dimana dalam sebuah kamera tersebut, manusia dapat bereksperimen untuk mendapatkan film terbaik.

Seni movie merupakan hasil ciptaan seni yang tergabung dalam beberapa unsur seni untuk menghasilkan sebuah karya yang bagus. Beberapa seni yang tergolong di dalamnya yaitu seni fotografi, seni arsitektur, seni tari, seni rupa, seni puisi, seni musik, seni teater, seni novel, dan seni pantomim.

Meskipun bersifat spiritual namun kelengkapan berbagai unsur seni ini dapat memberikan jenis film terbaik bagi Anda.

Baca Juga : Seni Teater

Sejarah Seni Movie

sejarah seni movie

 

Film memang terkenal menjadi salah satu bentuk seni yang memberikan gambaran berupa video. Tak banyak yang mengetahui dan memahami bahwa film pertama kali diciptakan di Eropa.

Pembuatan film pertama dibuat oleh Lumiere Brothers pada tahun 1805 yang kemudian diteruskan oleh George Melies pada tahun 1899 dengan proses editing.

Perkembangan film di Eropa tentu berdampak pada perkembangan yang ada di Indonesia. Pada tahun 1980 sampai 1970-an, film mulai muncul pada dunia televisi.

Hal ini tentu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Indonesia dimana pada saat itu masih belum banyak alat hiburan yang dapat menghilangkan stress atas berbagai kejadian yang menimpa.

Adanya film yang muncul di televisi tersebut merupakan sebuah awal dari berkembangnya film di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, film mulai muncul di bioskop pertama kali di Jakarta.

Film yang diputar di bioskop ini merupakan impor film dari luar negeri yang dapat menjadi salah satu asal mula para seniman film di Indonesia mulai tumbuh dan berkembang.

Baca Juga : Seni Tari

Hal ini membuat para seniman film bermunculan dan membuat berbagai jenis genre film yang dapat memberikan perkembangan positif bagi Indonesia.

Film utama yang diproduksi oleh orang Indonesia adalah berjudul “Loentoeng Kasaroeng” pada tahun 1926. Film ini melibatkan berbagai pihak, salah satu tokoh yang berpengaruh adalah Bupati Bandung yang menjabat pada saat itu.

Jenis Seni Movie

jenis seni movie

Film juga memiliki berbagai jenis yang tentunya dapat dibedakan berdasarkan jalan cerita maupun bagaimana cara film tersebut diluncurkan. Terdapat beberapa jenis yang akan dijelaskan berupa poin-poin di bawah ini.

1. Seni movie cerita

Film cerita merupakan salah satu jenis fiksi yang menceritakan berbagai hal tergantung dari keinginan sang penulis naskah. Hal ini tentu berawal dari sebuah cerita yang menarik dan memiliki cerita yang menonjol dan digemari oleh masyarakat. Biasanya film cerita ini telah disebarkan menggunakan bioskop dengan para artis untuk meningkatkan penjualan.

Topic cerita yang diusung juga dapat berasal dari kisah nyata yang dimodifikasi menjadi sebuah kisah yang menarik dan berbeda dengan cerita pada umumnya. Film cerita ini digemari baik dari segi seni maupun dari segi hiburan. Sehingga tak jarang masyarakat sering menikmati film cerita yang ada di bioskop untuk dinikmati.

2. Seni movie dokumenter

Film dokumenter merupakan salah satu film pendek yang berdasarkan kisah nyata yang ditampilkan dalam bentuk yang berbeda.

Dokumenter memiliki seni yang tinggi karena dapat menceritakan berbagai kisah yang ada berdasarkan gambar yang diputar dalam film tersebut. Adapun tampilan dari film dokumenter terkadang tidak memiliki warna.

Sisi menarik dari sebuah film dokumenter adalah isi cerita yang disampaikan melalui film tersebut. Dimana terdapat berbagai realitas sosial yang terkadang tidak dipahami sebagai sebuah permasalahan yang ada. Terkadang, seni movie dokumenter ini dapat disebut sebagai karya yang merekam kisah nyata dengan tampilan yang kreatif.

3. Seni movie berita

Film berita ini merupakan salah satu bentuk video berdasarkan kejadian atau fakta yang sedang terjadi pada sebuah wilayah, jam, dan tempat. Dimana di lingkungan tersebut pasti memiliki orang, tempat, dan suatu kejadian yang menimbulkan sebuah permasalahan maupun kejadian dimana terdapat suatu kemenarikan.

Sehingga seni movie berdasarkan berita ini dapat menjadi salah satu informasi penting bagi Anda yang sedang berada di wilayah jauh. Film berita ini dapat menjadi salah satu alat bagi Anda untuk memperoleh pengetahuan atas kejadian yang menimpa suatu wilayah tertentu sehingga dapat memberikan realitas nyata pada saat itu.

5. Seni movie kartun

Seni movie kartun ini digemari oleh remaja hingga anak-anak. Bahkan, tak jarang film kartun pada saat ini yang diciptakan berdasarkan realitas kekeluargaan, sehingga kartun dapat digemari oleh semua usia. Tidak hanya anak-anak atau remaja, kartun juga dapat dinikmati oleh kalangan dewasa yang tergabung di dalamnya.

Sejak dahulu, kartun mulai diproduksi dan memang diperuntukkan bagi anak-anak. Sehingga tidak hanya memperoleh berbagai ilmu dari permainan, anak-anak juga dapat memperoleh makna yang dijelaskan melalui gambar atau film kartun. Namun, pengawasan tontonan kartun oleh anak-anak harus diawasi oleh orang tua.

Pada awalnya, kartun dibuat oleh seniman Amerika Serikat yang tergolong dalam Walt Disney. Banyak sekali film kartun yang diproduksi, mulai dari Snow White, Mickey Mouse, Donald Duck, dan lain sebagainya. Kini Walt Disney juga menciptakan berbagai jenis film kartun yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Unsur-Unsur Seni Movie

unsur seni movie

Seni movie sebagai salah satu karya juga memiliki unsur-unsur dimana jika terdapat salah satu unsur yang hilang maka tidak akan berlangsung secara maksimal. Unsur-unsur perfilman dijelaskan secara rinci di bawah ini.

1. Produser

Produser merupakan salah satu pihak yang menjadi investor terbesar dalam pembuatan film. Dimana produser ini merupakan pihak yang melakukan pembiayaan pada proses produksi dan bertanggung jawab atas berbagai hal yang terjadi pada saat pembuatan film berlangsung.

Produser juga memberikan semua perlengkapan yang berhubungan dengan pembuatan film.

2. Sutradara

Unsur kedua dalam seni movie adalah sutradara, dimana fungsi sutradara adalah mengatur semua alur cerita dan berbagai naskah dalam proses produksi film. Sutradara harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengatur alur agar film yang dibuat memiliki karakteristik dan cara penyampaian makna yang berbeda.

3. Penulis skenario

Bagi Anda yang belum tahu, naskah merupakan jalan cerita yang telah disepakati bersama baik actor maupun pihak pelaksana produksi film.

Dimana naskah film tersebut memberikan bentuk teks yang dapat divisualisasikan pada saat adegan film dimulai. Sehingga dapat memberikan kejelasan pada saat mengungkapkan perasaan maupun aktivitas yang tertulis dalam teks.

Sedangkan penulis skenario atau naskah adalah orang yang menulis naskah yang akan diproduksi filmnya. Sehingga penulis tersebut dapat membuat sebuah percakapan maupun menggambarkan situasi dimana harus pindah tempat, waktu, serta pemeran yang melakukan adegan. Naskah ini yang kemudian dikerjakan oleh sutradara untuk diproduksi filmnya.

4. Penata kamera

Penata kamera atau yang dapat disebut sebagai kameramen merupakan kumpulan orang yang bertugas sebagai pengambil gambar dalam proses produksi film.

Kameramen dituntut agar dapat memperoleh angle yang tepat ketika adegan film dimulai. Hal ini tentu berpengaruh pada hasil akhir film yang dapat memberikan kesan sinematografi yang bagus.

Berbagai adegan tentu memberikan nilai dan pembawaan yang berbeda, dengan sisi pengambilan gambar yang tepat tentu dapat memberikan cerita yang menarik dan disesuaikan dengan keinginan sutradara. Penata kamera ini merupakan koordinator utama dalam kepemimpinan departemen kamera.

Baca Juga : Seni Ukir

5. Penata artistik

Penata artistik ini merupakan seseorang yang bertugas untuk membuat sketsa atau desain kasar berupa warna maupun tidak. Penata artistik inilah yang mempersiapkan berbagai hal meliputi pakaian, rias, lingkungan kejadian, dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pemeran film.

6. Penata musik

Penata musik juga merupakan salah satu unsur penting yang bertugas untuk mengisi suara pada sebuah film. Seorang penata music tidak harus memiliki berbagai ilmu tentang musik, namun minimal memiliki tingkat kepekaan sehingga dapat menonjolkan makna yang ingin disampaikan pada saat film diproduksi.

7. Editor

Setelah film diproduksi dan memperoleh jalan cerita berdasarkan alur yang diinginkan oleh sang sutradara, tugas selanjutnya adalah dilakukan oleh editor dimana film yang telah jadi tersebut diedit untuk memperoleh gambar terbaik.

Editor ini merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk mengedit film yang telah dibuat sehingga dapat memperoleh film yang bagus.

8. Pengisi dan penata suara

Ketika memproduksi film, tentu tidak semua pemeran dapat menggunakan suaranya sendiri. Diperlukan beberapa pengisi suara yang dapat berdialog dengan suara yang sesuai dengan karakter film untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Pengisi suara merupakan orang yang bertugas untuk mengisi suara dalam sebuah tokoh film. Biasanya pengisi suara ini dibutuhkan pada saat pembuatan film kartun, animasi, dan lain sebagainya yang membutuhkan.

Sedangkan penata suara merupakan seseorang yang menentukan baik atau tidaknya sebuah suara yang terekam dalam pembuatan film. Dalam hal ini, setiap adegan dan suara yang dikeluarkan harus berkesinambungan sehingga menghasilkan film terbaik.

9. Pemeran (artis atau aktor)

Pemeran atau bintang film dapat disebut sebagai artis atau aktor yang memerankan sebuah film yang di dalamnya terdapat berbagai tokoh.

Pemain yang ada telah mendapatkan naskah yang harus dibaca, dipahami, bahkan diperankan untuk keberhasilan sebuah film. Pemeran inilah yang nantinya berada di depan layar sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan film.

Karakter yang dimainkan tentu memiliki berbagai jenis. Mulai dari pemeran utama, pemeran pembantu, hingga pemeran pendukung.

Hal ini tentu berhubungan dengan kebutuhan dan berdasarkan jalan cerita dari film itu sendiri. Para pemain dapat menjalankan naskah yang ada maupun dapat berimprovisasi sesuai dengan kebutuhan.

Sekian penjelasan tentang seni movie ini, tentunya berbagai hal berkaitan dengan film sudah dipahami sebagai salah satu aspek yang telah umum dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu, film menjadi salah satu jenis kesenian yang digemari bahkan mendapatkan dukungan tertinggi untuk dikembangkan di Indonesia.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply