Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Yuk Intip Pengertian, Sejarah, Fungsi, Unsur, Jenis, contoh Seni Tari

6 min read

seni tari

Seni tari merupakan sebuah gerakan yang memiliki irama, dilakukan pada suatu tempat dan waktu yang telah ditentukan. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan perasaaan dan menyalurkan pesan baik dari seseorang maupun kelompok kepada masyarakat. Informasi lebih lanjut Anda dapat menyimak ulasan berikut ini.

Pengertian Seni Tari

Pengertian Seni Tari

1. Soedarsono

Tari merupakan bentuk ekspresi dari dalam jiwa manusia yang disampaikan lewat sebuah gerakan ritmis yang benilai indah. Artinya setiap gerakan tubuh sesuai dengan irama nada sehingga memberikan daya pikat bagi Anda yang menontonya.

2. Yulianti Parani

Tari merupakan gerakan ritmis dari tubuh yang dilakukan baik sendiri maupun secara berkelompok untuk mengekspresikan suatu perasaan tertentu.

3. Aristoteles

Tari adalah gerakan ritmis yang pada prakteknya menggunakan karakter manusia.

4. Sach

Tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan lewat gerak berirama yang memiliki nilai.

5. Pangeran Suryadiningrat

Tari merupakan suatu gerakan tubuh yang dilakukan sesuai dengan irama musik yang memiliki tujuan tertentu.

6. Enoch Atmadibrata

Tari merupakan gerakan tubuh pada ruang tertentu yang berdasarkan atas irama dan gerak.

7. Bagong Sudito

Tari merupakan suatu gerakan ritmis sebagai sarana ekspresi manusia.

8. I Gede Ardika

Tari merupakan suatu gerak tubuh yang selaras dengan sebuah irama.

9. Haukins

Tari merupakan sebuah ekspresi jiwa dalam bentuk gerakan berdasarkan imajinasinya sendiri.

10. Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

Bentuk dari seni ekspresionostis yang melambangkan sikap jiwa manusia terhadap konflik dan masalah yang terjadi pada dunia modern.

11. Kamaladevi Chattopadhaya

Tari merupakan suatu dorongan dari dalam diri manusia yang harus diekspresikan dalam bentuk gerakan ritmis.

12. M. A. Theodora Retno Maruh

Sebuah karya seni gerak yang sifatnya tidak kontemporer.

14. Judith Mackrell

Tari merupakan suatu gerak tubuh yang ritmis mengikuti iringan musik. Gerakan tersebut diselenggarakan di dalam ruangan. Tujuannya adalah untuk menuangkan ide, emosi, meluapkan energi dan untuk hiburan.

15. Kamala Devi Chattopadhyaya

Sebuah insting yang mendorong emosi pada diri seseorang.

Sejarah Seni Tari

Sejarah Seni Tari

1. Zaman Prasejarah

Seni tari sudah ada sejak zaman prasejarah, yakni zaman di mana belum dijumpai kerajaan-kerajaan. Dahulu seni tersebut identik dengan daya magis maupun ghaib. Hal ini dikarenakan dulu masyarakat di Indonesia memiliki kepercayaan akan roh leluhur.

Tujuan diadakan tarian pada zaman prasejarah ini adalah sebagai bentuk rasa hormat terhadap roh nenek moyang. Gerakan pada setiap tarian terinspirasi dan meniru dari gerakan baik hewan maupun tumbuhan.

2. Zaman Hindu Budha

Pada zaman kerajaan Hindu Budha, di Indonesia seni tari banyak dipengaruhi oleh budaya-budaya dari India. Banyak para pedagang India yang datang ke Indonesia membawa budaya-budaya tersebut.

Di zaman ini, tari berkembang dan digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Hindu Budha di Indonesia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya literatur tari yang isinya berupa unsur gerak tangan mudra. Karya tersebut memiliki 64 motif.

3. Zaman Kerajaan Islam

Seni tari pada zaman kerajaan Islam di Indonesia hanya diselenggarakan oleh orang asing. Orang asing tersebut berasal dari Ethiopia, Sudan dan lain-lain. Tujuan diselenggarakannya tari adalah untuk menyambut hari raya atau untuk merayakan hari bahagia.

Berdasarkan perjanjian Giyanti, pada tahun 1755 kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi  Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kesultanan Surakarta. Kedua kerajaan tersebut menggunakan tari sebagai identitas kerajaan. Masing-masing kerajaan menghasilkan gerakan dan penampilan tari yang berbeda dan dijadikan identitas kerajaan tersebut.

4. Zaman Saat Penjajahan

Pada zaman penjajahan, di Indonesia seni tari tidak berkembang. Hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor seperti peperangan, keributan dan lain-lain. Akan tetapi, tari di dalam istana tidak mengalami perubahan dan tetap dilestarikan dengan baik.

Pada zaman penjajah, tarian hanya digelar pada saat ada acara-acara penting saja. Misalnya untuk menyambut tamu raja, digelar saat acara pernikahan, pelantikan raja dan berbagai acara lainnya.

Salah satu hasil karya tari pada zaman ini adalah tari Praworoguno yang asalnya dari Jawa Tengah. Tari tersebut menceritakan tentang latihan tentara Indonesia menggunakan alat berupa tameng sebagai sarana untuk melindungi diri.

5. Zaman Setelah Kemerdekaan

Pada zaman ini, seni tari kembali berkembang di Indonesia. Hal ini tampak pada munculnya kembali tari di dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, tari mulai diselenggarakan untuk berbagai acara seperti upacara adat, upacara keagamaan dan lain-lain.

Di zaman modern ini, tari juga mulai berkembang, bahkan kini banyak bermunculan sanggar yang mengajarkan mata pelajaran tari. Misalnya breka dance, dansa, tari balet dan masih banyak lagi lainnya.

Baca Juga : Seni Lukis

Unsur-unsur Seni Tari

Unsur seni tari

Ada 3 unsur utama, yaitu sebagai berikut:

1. Raga

Saat Anda menari maka harus memperlihatkan gerakan badan yang posisinya bisa berdiri atau duduk.

2. Irama

Irama menyatukan antara gerakan badan dan musik yang mengiringi, yaitu dilihat dari segi tempo dan iramanya.

3. Rasa

Seni tari harus bisa mengungkapkan perasaan seseorang lewat tarian, gerakan dan ekspresi dari seorang penari.

Sedangkan, unsur pendukungnya adalah sebagai berikut:

1. Ragam gerak

Sebuah tarian akan tampak lebih indah apabila terdapat kolaborasi antara kaki, tangan, raut wajah, lirikan mata dan ekspresi wajah.

2. Ragam iringan

Suatu tarian biasanya dinikmati bersama dengan iringan musik yang cocok dengan gerakan tarian. Namun, akan lebih indah jika iringan musik itu berasal dari tubuh penari. Misalnya, Anda melakukan hentakan, tepukan dan lain-lain.

3. Rias dan kostum

Adanya rias dan kostum menjadikan sebuat tarian menjadi lebih bermakna dan tidak terasa hambar sehingga menarik untuk dilihat.

4. Pola lantai

Seorang penari harus memperhatikan pola lantainya agar tarian tampak indah. Sebagai penari Anda dituntut mampu menyesuaikan diri dengan tempat karena Anda berdiri pada beberapa titik untuk bergerak. Begitu juga saat Anda menari secara berkelompok. Berikut ini merupakan macam-macam pola lantai yang perlu Anda ketahui:

  • Pola lantai vertikal

Contoh pola lantai ini adalah penari berjajar membentuk formasi garis lurus dari belakang ke depan dan sebaliknya, yaitu dari depan ke belakang.

  • Pola lantai horizontal

Contoh pola lantai ini adalah penari berjajar membentuk formasi garis lurus ke samping.

  • Pola lantai diagonal

Contoh pola lantai ini adalah penari berbaris berjajar membentuk formasi garis miring ke kanan atau kiri.

  • Pola lantai melingkar, pada pola lantai ini penari berbaris membentuk sebuah lingkaran.

Jenis-jenis Seni Tari

Jenis Jenis Seni Tari

1. Berdasarkan jumlah orang yang menari

  • Tari solo

Tari ini dilakukan oleh penari secara sendirian. Tari ini dapat dilakukan baik oleh pria maupun wanita.

  • Tari duet

Tari ini dilakukan oleh dua orang, yaitu 2 orang laki-laki, 2 orang perempuan atau bisa juga satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.

  • Tari group

Tari ini dilakukan secara berkelompok, baik laki-laki, perempuan atau kombinasi antara laki-laki dan perempuan.

2. Berdasarkan pertunjukan dan partisipasinya

  • Tari teater

Tari teater merupakan tari yang melukiskan sebuah cerita dan dipertunjukkan menggunakan properti khusus.

  • Tari partisipatif

Tari ini tidak melukiskan sebuah cerita dan tidak dipertunjukkan memakai properti khusus seperti tari teater. Namun, tari ini hanya dipentaskan sebagai bentuk interaksi sosial atau untuk berolahraga saja.

3. Berdasarkan alirannya

  • Tari tradisional

Tari tradisional diwariskan secara turun temurun dan dilestarikan sehingga menjadi budaya pada suatu kelompok masyarakat. Di dalam tari tradisional mengandung nilai, simbol, filosofi dan unsur religi. Pada umumnya, tari tersebut tidak mengalami perubahan dalam segala hal seperti kostum, rias dan lain-lain.

Tari tradisional terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Tari tradisional klasik

Tari ini tidak dapat dirubah gerakanya. Hal ini dikarenakan jika dirubah maka dapat merusak nilai dari tarian. Biasanya tari ini hanya dikembangkan oleh kaum bangsawan maupun keraton.

Tari ini berfungsi untuk menyambut tamu penting kerajaan seperti bangsawan dan lain-lain. Ciri khas dari tari ini adalah nuansanya anggun, berwibawa, dan penarinya menggunakan jubah yang disertai aksesoris mewah.

  • Tari tradisional kerakyatan

Tari ini dikembangkan oleh masyarakat biasa. Tari ini bisa dikombinasikan dengan gerakan lain sehingga tarian terlihat menarik. Tari ini berfungsi untuk upacara perayaan maupun untuk tari pergaulan.

  • Tari kreasi baru

Tari ini banyak dikembangkan oleh penata tari. Berbeda dengan tari tradisional yang gerakanya tidak bisa dirubah maka gerakan tari ini lebih bebas namun tetap mengikuti kaidah agar gerakan tari terlihat indah. Ada dua jenis tari kreasi baru, yaitu:

  • Tari kreasi baru pola tradisi, tari ini mengandung unsur tradisional sehingga di dalam setiap tari dijumpai nilai-nilai tradisi.
  • Tari kreasi baru pola non tradisi, tari ini tidak mengandung unsur tradisi sehinggga tari ini termasuk tari modern.
  • Tari kontemporer

Pada tarian ini di dalamnya dijumpai gerakan-gerakan yang memiliki sifat simbolik dan unik serta untuk menyampaikan pesan tertentu. Tari ini diiringi irama musik yang unik. Misalnya orkestra, musik flutyloops dan lain-lain.

Kostum dan riasan wajah yang digunakan menyesuaikan dengan tema. Tarian ini dipertunjukannya dengan tujuan untuk mengenang perjuangan tokoh, mengenang sebuah peristiwa dan lain-lain.

Fungsi Seni Tari

Fungsi Seni Tari

  • Tari untuk pertunjukan

Tari ini ditujukan untuk dipentaskan dalam sebuah acara. Hal yang ditonjolkan dalam tarian ini adalah koreografi artistik, tema yang menarik dan konsep yang bagus serta matang. Dengan demikian, tarian yang ditampilkan tampak indah.

  • Sebagai media untuk upacara

Tarian ini hanya diselenggarakan saat upacara adat maupun kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan. Tarian ini dilakukan secara khidmat karena berkomunikasi dengan Tuhan.

  • Sarana hiburan

Tari ini diselenggarakan untuk menghibur orang yang menontonnya sehingga dapat menghilangkan rasa penat. Tarian ini memiliki gerakan yang bebas dan diiringi dengan musik beserta irama yang bagus untuk didengar.

  • Sarana Pendidikan

Sebuah tari dapat digunakan sebagai sarana belajar anak-anak untuk mempersiapkan diri menuju kedewasaan. Hal ini dapat dipelajari lewat pesan-pesan yang terkandung di dalam masing-masing gerakan tari.

  • Katarsis

Sebuah seni juga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan jiwa. Pada umumnya, katarsis ini dilakukan oleh para seniman yang menghayati seni tari secara mendalam.

  • Sarana untuk terapi

Salah satu contohnya adalah tari digunakan untuk sarana terapi penyandang cacat baik fisik maupun mental.

  • Sarana olahraga

Menari identik dengan menggerakkan tubuh sehingga secara otomatis Anda telah melakukan olahraga.

  • Tari untuk pergaulan

Tari ini diadakan untuk saling berinteraksi antar sesama manusia. Tujuan lainnya adalah untuk adu kemampuan dalam bidang kesenian. Masing-masing orang menampilkan gerakan yang lincah dan komunikatif sehingga menimbulkan adanya interaksi.

  • Tari untuk kesenian

Tarian ini diselenggarakan untuk melestarikan sebuah budaya yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang. Tari kesenian ini dipentaskan hanya pada hari kebudayaan.

Baca Juga : Seni Musik

Contoh Seni Tari

Contoh Seni Tari

1. Tari daerah Nanggro Aceh Darussalam

  • Tari Pukat, merupakan tari yang melukiskan kehidupan seorang nelayan.
  • Tari Saman, merupakan tarian yang diiringi irama serta gerak yang dinamis. Tari ini dipentaskan dengan posisi duduk.

2. Tari daerah Bali

  • Tari Legong, merupakan tari yang menceritakan kisah cinta raja dari Lasem.
  • Tari Kecak, merupakan tari yang ceritanya bersumber pada cerita dari kitab Ramayana.

3. Tari daerah DKI Jakarta

  • Tari Yepong, tari ini digunakan untuk menghormati tamu negara.
  • Tari Sembah, tari ini juga digunakan untuk menyambut tamu menggunakan adat Betawi.

4. Tari daerah Jawa Barat

  • Tari Merak, tari ini menceritakan tentang keindahan kisah hidup burung merak.
  • Tari Jaipong, merupakan salah satu contoh tari pergaulan.

5. Tari daerah Jawa Tengah

  • Tari Serimpi, tari ini adalah tari keraton yang ada sejak zaman dahulu dan memiliki suasana yang lembut, agung dan menawan.
  • Tari Blambangan Cakil, tari ini menceritakan tentang kisah Srikandi melawan raksasa.

6. Tari daerah Jawa Timur

  • Tari Remong, tujuan dilaksanakannya tarian yang berasal dari Surabaya ini adalah untuk menyambut tamu.
  • Tari Reog Ponorogo, tari ini dilakukan untuk mempertunjukkan kegagahan, keperkasaan dan kejahatan. 

Konsep Seni Tari

Konsep Seni tari

Konsep seni ini terdiri atas 3 poin penting, yaitu sebagai berikut:

1. Ruang Gerak

Saat menari maka Anda membutuhkan ruang gerak yang sesuai dengan jenis tarian yang dipentaskan. Ruang gerak terbagi atas ruang gerak yang luas maupun yang sempit. Jumlah penari juga mempengaruhi jenis ruang gerak.

Apabila jumlah penari semakin banyak maka Anda membutuhkan ruang gerak yang luas. Sebaliknya, jika jumlah penarinya semakin sedikit maka Anda membutuhkan ruang gerak yang sempit.

2. Waktu

Setiap jenis gerakan yang dipertunjukkan dipengaruhi oleh waktu. Di dalam tari, Anda juga mengenal istilah tempo yang merupakan cepat lambatnya gerak dalam sebuah tari. Tempo ini berfungsi untuk menjadikan sebuah tarian menjadi lebih indah dan menarik untuk ditonton.

3. Tenaga

Anda harus mempunyai tenaga agar dapat menari. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gerakan yang harmonis, ritmis dan dinamis. Tenaga juga mempengaruhi penampilan Anda saat menari. Apabila Anda menari tanpa tenaga maka tarian akan terlihat kurang menarik.

Baca Juga : Seni Grafis

Ada beberapa tingkatan tenaga yang digunakan oleh seorang penari. Pada jenis tari tertentu membutuhkan gerakan yang memerlukan tenaga yang kuat. Namun, ada juga gerakan tari yang memerlukan tenaga sedang atau lemah.

Penjelasan di atas dapat Anda jadikan sebagai sumber referensi untuk memahami lebih dalam tentang seni tari sehingga dapat menambah wawasan Anda. Jenis-jenis tari tersebut banyak, masing-masing dibuat dengan gerakan yang indah dan bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi Anda yang melihatnya.

data-full-width-responsive="true"
Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Gambar Kartun Lucu

Abdul Roqib
5 min read

Tabel Pencampuran Warna

Abdul Roqib
11 min read

Menggambar Teknik Dusel

Abdul Roqib
5 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *