Sketsa Burung Hantu

Sketsa Burung Hantu – merupakan kelompok burung dari anggota Ordo Strigiformes, dan termasuk burung buas karnivora (pemakan daging).

Owl sebutan dalam bahasa inggris merupakan burung yang beraktivitas pada malam hari (nokturnal) dan konon burung ini dianggap sebagai pembawa unsur mistis. Namun, terlepas dari nuansa mistis tersebut burung ini termasuk burung yang layak untuk dipelihara.

Keseluruhan terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui dan menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika dan beberapa pulau – pulau terpencil.

Pada tahun 2003 spesies burung hantu pertama kali ditemukan di wilayah Indonesia tepatnya di daerah Lombok oleh George Sangster.

Spesies baru tersebut ditemukan lantaran memiliki keunikan pada suaranya. Burung hantu tersebut memiliki suara teritorial sebagai simbol daerah kekuasaan.

Burung ini dianggap sebagian orang sebagai simbol kebijaksanaan dan juga sebagai lambang kematian. Masyarakat Jawa biasa menyebut burung hantu dengan sebutan dares atau manuk dares.

Sketsa Burung Hantu Berwarna

Sketsa Burung Hantu

Burung hantu memiliki ciri khas yang unik tidak seperti jenis burung pada umumnya, yakni memiliki mata besar yang menghadao ke depan tidak seperti burung lain yang matanya menghadap ke samping. Dilengkapi dengan paruh bengkok yang tajam seperti parung burung elang.

Susunan bulu pada burung hantu di bagian kepala membentuk lingkaran wajah, tampilan wajah burung ini demikian mengesankan dan terkadang juga menyeramkan jika menatap.

Burung hantu juga memiliki kelebihan dengan mempunyai leher yang lentur sehingga wajahnya bisa berputar 180 derajat ke belakang.

Pada umumnya burung hantu berwarna burik kecoklatan atau abu – abu dengan bercak – bercak hitam putih.

Sketsa Burung Hantu

Burung ini amat sulit untuk ditemukan, pasalnya burung ini memiliki perilaku yang kerap mematung atau tidak bergerak menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan. Begitu juga pada saat tidur di siang hari burung ini akan melindungi dirinya dengan dedaunan.

Burung hantu memiliki ekor pendek dan mempunyai sayap yang besar serta lebar. Rentang sayapnya dapat mencapai sekitar tiga kali dari panjang tubuhnya menjadikan burung ini sangat piawai dalam terbang.

Dalam menggambar burung hantu agar gambar kelihatan lebih hidup bisa ditambahkan dengan sentuhan warna. Pewarnaan bagi pemula bisa menggunakan crayon, pasalnya warna tersebut mudah untuk di hapus jika terjadi kesalahan.

Baca Juga : Sketsa Hewan

Sketsa Burung Hantu 3D

Sketsa Burung Hantu

Sebagian besar burung hantu berburu di malam hari, namun ada juga yang berburu ketika hari remang – remang di waktu sore dan waktu subuh, serta ada juga yang berburu di siang hari.

Keunggulan burung ini dengan memiliki mata yang menghadap ke depan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat.

Memiliki paruh yang tajam dan kuat, dengan kaki yang cekatan serta dapat mencengkeram sangat kuat, dan dilengkapi dengan kemampuan terbang tanpa berisik, merupakan modal dasar kemampuan dalam berburu di tengah gelapnya malam.

Bahkan beberapa jenis dapat memperkirakan posisi dan jarak mangsa dengan sangat akurat di dalam kegelapan total, hanya berdasarkan indra pendengaran dibantu dengan bulu – bulu pada wajahnya untuk mengarahkan suara.

Sketsa Burung Hantu

Burung hantu berburu berbagai binatang kecil seperti serangga, tikus, kodok, dan yang lainnya. Burung ini biasa membuat sarang atau tempat tinggal mereka di lubang – lubang pohon, atau diantara pelepah daun bangsa palem.

Beberapa jenis juga sering memanfaatkan ruang – ruang pada bangunan, seperti di lubang – lubang kosong dan di bawah atap. Tergantung pada jenisnya, burung hantu dapat bertelur antara satu sampai empat butir, biasanya berwarna putih atau putih berbercak.

Sketsa Burung Hantu Keren

Sketsa Burung Hantu

Burung hantu sering dimanfaatkan oleh para petani sebagai salah satu hewan pembasmi hama tikus di sektor pertanian.

Burung ini merupakan musuh utama bagi para tikus, oleh karena itu banyak petani ataupun perusahaan pertanian yang memanfaatkan burung hantu untuk menanggulangi serangan tikus.

Menggunakan racun tikus, pemburu tikus akan melibatkan banyak orang dan butuh secara serempak untuk membasmi tikus serta butuh proses yang tidak mudah tentunya.

Sebagai predator alam, burung hantu jenis serak Jawa adalah pemburu tukus yang paling popular dan handal, yang banyak digunakan oleh para petani baik di perkebunan kelapa sawit maupun di pertanian padi.

Dalam pertanian, sepasang burung hantu dapat melindungi 25 hektare lahan tanaman padi. Dalam kurun waktu satu tahun, satu ekor burung hantu mampu memangsa 1300 ekor tikus.

Sketsa Burung Hantu

Begitu juga dengan perkebunan kelapa sawit, penggunaan burung hantu mampu menurunkan serangan hama tikus pada tanaman sawit muda hingga di bawah 5 %.

Dari segi biaya, penggunaan burung hantu jauh lebih efesien atau lebih hemat hingga 50 % dibandingkan dengan penggunaan racun tikus secara kimiawi.

Oleh karena itu, burung hantu banyak dikembangbiakan di penangkaran untuk dimanfaatkan sebagai pengendali hama tikus.

Salah satu contohnya di kabupaten Pati Jawa Tengah, pemerintah merencanakan program penangkaran burung hantu secara resmi, dan mengelurakan peraturan daerah yang berisi tentang larangan perburuan burung, termasuk jenis burung hantu.

Keberadaan burung hantu saat ini mulai jarang ditemukan atau mulai langka, khususnya di Indonesia. Bentuk dan ciri khas yang unik dari burung hantu serta kecerdasannya, membuat kita ingin mengabadikannya di dalam kertas gambar.

Sketsa Burung Hantu Hitam Putih

Sketsa Burung Hantu

Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, burung hantu dianggap sebagai lambang maut atau kematian. Konon katanya burung ini dianggap sebagai pemanggil roh.

Apabila ada burung hantu berkeliaran disekitar rumah tertentu, maka mitosnya pada beberapa hari ke depan akan ada orang yang meninggal di dalam rumah tersebut.

Selain itu, di dunia barat burung hantu dipercaya sebagai lambang kebijaksanaan. Hal tersebut berdasarkan kekuasaan dari burung ini pada wilayah – wilayah tertentu. Bahkan di Negara Inggris, burung ini dipercaya sebagai pembawa keberuntungan.

Sketsa Burung Hantu

Burung ini terdiri dari dua suku burung, yakni suku burung serak atau yang biasa dikenal dengan burung hantu gudang (Tytonidae) dan suku burung hantu sejati (strigidae).

Mayoritas dari variasi jenis burung tersebut menyebar terbatas pada satu wilayah tertentu atau pada satu pulau saja.

Baca Juga : Sketsa Kupu – Kupu

Sketsa Burung Hantu Simpel dan Mudah

Sketsa Burung Hantu

Jenis burung hantu terbesar di dunia diketahui bernama sculpin atau yang popular dengan sebutan Island Owl.

Burung hantu jenis ini memiliki ukuran panjang dapat mencapai 70 cm dengan lebar kepakan sayap mampu mencapai 2 meter.

Habitat asli burung hantu jenis ini berada pada 140 km sebelah timur Hokkaido. Burung hantu sculpin merupakan spesies burung hantu yang teramcam punah.

Bahkan menurut penelitian spesies burung hantu Island owl kurang dari 1000 ekor di seluruh dunia. Jumlah tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan dengan jumlah panda di seluruh dunia.

Bagi anda yang ingin memelihara atau mengembangbiakan burung hantu tidak terlalu sulit. Cukup sediakan tenggeran atau sebagai tempat burung tersebut, dianjurkan untuk tidak mengurung burung ini karena dapat menyebabkan stres pada burung hantu dan sulit untuk dijinakkan.

Dibandingkan dengan burung hantu dewasa, anak burung hantu cenderung lebih mudah untuk dijinakkan. Salah satu caranya yaitu dengan mengelus pada bagian kepalanya.

Sketsa Burung Hantu

Dengan pemberian kasih sayang melalui sikap yang dilakukang kepada burung hantu tersebut, maka anak burung hantu akan lebih mudah mengenali pemiliknya, sehingga akan lebih mudah untuk di latih dan diperintah.

Selain itu juga perlu di perhatikan untuk pencahayaan terhadap burung hantu. Burung hantu merupakan burung yang aktif di malam hari dan menghindari cahaya.

Maka dari itu perlu menempatkan burung hantu di tempat yang gelap yang jauh dari cahaya lampu karena akan mengganggu aktivitas dari burung ini.

Selain cara merawat burung hantu dengan baik, anda juga harus memperhatikan beberapa penyakit yang dapat menyerang burung ini.

Contohnya seperti penyakit tatelo (kejang – kejang), stress, dan aspergilosis (penyakit yang disebabkan oleh jamur, berakibat hilangnya nafsu makan serta kesulitan bernafas).

Sketsa Burung Hantu untuk Kolase

Sketsa Burung Hantu

Apa itu kolase ? sebagian orang tentu tidak asing lagi dengan kolase, namun ada juga yang belum mengetahui apa itu kolase.

Kolase merupakan komposisi artistik yang terbuat dari berbagai bahan. Bahan yang sering digunakan seperti kertas, kaca, kain, kayu, logam dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar.

Kolase termasuk karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam perpaduan bahan.

Karya seni kolase juga ada yang berbentuk tiga dimensi atau yang biasa disebut dengan asemblase. Selama bahan tersebut bisa dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi sebuah karya seni yang luar biasa dan dapat mewakili perasaan orang yang membuatnya.

Sketsa Burung Hantu

Seni kolasi berbeda sifatnya dengan seni lukis, cetak, dan seni pahat. Dimana karya seni ini tidak lagi menampilkan bentuk asal material yang dipakai.

Dalam seni kolase bentuk asli material yang dipakai harus tetap terlihat. Contohnya seperti jika menggunakan kerang – kerangan harus masih bisa dikenali bentuk aslinya walaupun sudah dirakit menjadi satu kesatuan.

Gambar Burung Hantu dari Kain Flanel

Sketsa Burung Hantu

Kain flanel merupakan jenis kain yang terbuat dari serat wol tanpa ditenun, yang dibuat dengan proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis.

Secara umum kain flanel memiliki 2 tipe yakni polos dan bercorak. Kain flanel polos hanya mempunyai satu warna di seluruh bagiannya, sedangkan kain flanel yang bercorak mempunyai serat – serat dalam warna yang berbeda.

Kain ini sangat mudah untuk di temukan di pasaran, dengan harga yang relatif terjangkau, kain flanel memiliki sifat yang mudah dibentuk dan proses penjahitan tidak perlu dilipat seperti jenis kain yang lain.

Sketsa Burung Hantu

Kain ini biasa digunakan untuk beragam keperluan, seperti mengurangi getaran pada panel interior dalam industri otomotif, melapisi meja biliar, dan juga sebagai media untuk berekspresi dalam dunia seni tekstil atau seni design.

Kain flanel ini mudah untuk dibentuk menjadi apapun, salah satunya adalah bentuk replika burung hantu yang bisa digunakan sebagai aksesori atau hiasan.

Salah satunya bisa dimanfaatkan sebagai souvenir atau cenderamata sebagai tanda terimakasih bagi para undangan dalam berbagai acara seperti pernikahan, acara wisuda, dan ulang tahun.

Baca Juga : Sketsa Kelinci

Sketsa Burung Hantu Terbang

Sketsa Burung Hantu

Burung hantu memang dianugerahi sayap yang panjang dan lebar sehingga burung hantu sangat piawai dalam terbang.

Pada  zaman dulu para penyihir memilih burung hantu sebagai sarana untuk mengirimkan pesan. burung hantu dipilih bukan karena keren, melainkan karena kemampuan terbang mereka yang hampir tidak ada suaranya.

Hal tersebut dapat mempercayai mereka untuk menyampaikan pesan pribadi yang sangat tersembunyi dan rahasia.

Sketsa Burung Hantu

Sketsa Burung Hantu di Pohon

Sketsa Burung Hantu

Burung hantu akan berdiam diri atau mematung di ranting pohon dalam kurung waktu yang cukup lama, jika sedang melakukan pengintaian atau pengawasan terhadap mangsanya.

Sketsa Burung Hantu

Dibalik dari kesan mistisnya, burung hantu juga memiliki tingkah yang lucu dan menggemaskan. Namun kini burung hantu sudah menjadi hewan peliharaan yang popular dan banyak di pelihara oleh pecinta burung di dunia.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply