Sejarah Suku Betawi dan Kebudayaannya

Suku Betawi – Telah ada dan berkembang sejak zaman penjajahan Belanda, suku Betawi memiliki kaitan yang erat dengan sejarah perjuangan Bangasa Indonesia.

Umumnya suku ini bertempat tinggal di Jakarta dan merupakan keturunan dari penduduk Batavia (nama Jakarta saat masa kolonial) sejak abad ke-17.

Menurut beberapa pihak, suku Betawi lahir dari perkawinan antar etnis dan bangsa dimasa lalu.

Mereka yang mengaku sebagai orang Betawi secara biologis merupakan keturunan dari campuran beragam suku yang didatangkan oleh Belanda ke Jakarta atau Batavia.

Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Asal-Usul Betawi

asal usul betawi

Kata Betawi menurut para ahli dan sejarawan mengacu pada beberapa kata berikut:

1. Pitawi

Merupakan kata dari bahasa Melayu Polinesia Purba yang memiliki arti larangan.

Kata tersebut mengacu pada komplek Candi Batu Jaya yang dihormati.

Ridwan Saidi yang merupakan seorang sejarawan, mengaitkan kompleks Candi Batu Jaya, Karawang, dan Tatar Pasundan merupakan kota suci yang tertutup.

2. Betawi

Kata ini digunakan untuk menyebut giwang dalam bahasa melayu Bunei. Mengacu pada tempat ditemukannya banyak giwang di Babelan, Bekasi dari abad ke-11 Masehi.

3. Guling Betawi (Cassia glauca)

Guling Betawi merupakan jenis flora atau tumbuhan.

Tanaman perdu dengan bentuk kayu bulat seperti guling ini banyak digunakan untuk pembuatan gagang pisau atau gagang senjata keris.

Sebab kayu dari Guling Betawi ini mudah diraut dan kukuh.

Kemungkinan besar nama Betawi diambil dari nama jenis tanaman.

Karena menurut Ridwan Saidi nama tempat atau daerah yang ada di Jakarta banyak yang menggunakan nama berbagai jenis flora.

Contohnya Krekot, Gambir, Grogol, Bintaro dan sebagainya.

Sehingga kata Betawi bukan berasal dari kata Batavia (nama Jakarta masa kolonial), sebab Batavia lebih merujuk ke wilayah asal nenek moyang orang Belanda.

Ditambah dengan naskah-naskah yang menuliskan Batavia sebagai Batafia dan suku Betawi sebagai Batawi. Hal tersebut menerangkan suku Betawi bukan terbentuk karena kota Batavia yang dibangun oleh Belanda.

Baca Juga : Suku Di Indonesia

Sejarah Betawi

Sejarah betawi

Seorang sejarawan bernama Sagiman MD mengemukakan bahwa penduduk Betawi telah mendiami Jakarta sejak zaman Neolitikum 1500 SM.

Penduduk asli Betawi merupakan penduduk Nusa Jawa seperti Sunda, Madura, dan Jawa. Mengingat pada masa Hindia Belanda terjadi percampuran darah antara orang Arab, Cina, dan Eropa yang datang kemudian menikah dengan penduduk setempat.

Sementara lulusan Fakultas Sejarah Universitas Indonesia, Yahya Andi Saputra berpendapat bahwa penduduk suku Betawi merupakan penduduk Nusa Jawa yang memiliki satu kesatuan kebudayaan.

Kemudian karena beberapa hal, mereka terpecah menjadi berbagai suku bangsa sendiri yaitu munculnya kerajaan, datangnya penduduk dari luar Jawa, perkembangan ekonomi daerah masing-masing.

Pada zaman kerajaan Tarumanegara, berkembang kebudayaan yang sekarang menjadi ciri khas suku Betawi.

Salah satu kebudayaan tersebut adalah ondel-ondel.

Penduduk Tarumanegara mengarak ondel-ondel diiringi gamelan. Hingga saat ini ondel-ondel masih terus dikenalkan kepada masyarakat.

Pada abad ke-7 Kerajaan Tarumanegara ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya.

Penduduk dari Sumatera berdatangan dan membangun pemukiman di pesisir Jakarta.

Karena penduduk Sumatera kebanyakan merupakan suku Melayu, bahasa pergaulan di Jakarta yang semula bahasa Kawi tergantikan dengan bahasa Melayu.

Keluarga mempunyai arti yang penting bagi masyarakat suku Betawi. Setiap anggota keluarga harus menjunjung tinggi martabat keluarga karena bagi mereka kehidupan berkeluarga itu suci.

Babe merupakan panggilan untuk ayah, sedangkan ibu dipanggil enyak. Anak pertama disebut bongsor dan anak bungsu disebut bontot.

Pada tahun 414 ada seorang kelana dari Tiongkok bernama Fa Hiien, ia melihat terdapat banyak rumah di pesisir dan orang-orang menangkap ikan di laut.

Hal tersebut yang menjadikan pelabuhan Sunda Kelapa ramai dikunjungi pelaut asing.

Kebudayaan Betawi

Suku Betawi diketahui memiliki budaya yang beragam dan unik, sebab merupakan perpaduan dari berbagai ciri khas kebudayaan lain. Berikut ini adalah kebudayaan suku Betawi yang perlu untuk diketahui.

1. Rumah adat Betawi

rumah adat betawi

Teras yang luas merupakan salah satu ciri khas dari rumah adat Betawi.

Teras tersebut difungsikan untuk tempat menjamu tamu dan tempat bersantai keluarga.

Ciri khas yang lain ialah dinding rumah yang dapat dibuka dan digeser ke tepi dengan bebas. Rumah adat ini bernama Rumah Kebaya, yang memiliki beberapa ruangan di dalamnya.

  • Paseban

Berupa ruangan seperti kamar, tetapi hanya digunakan untuk menginap tamu yang berkunjung. Apabila tidak ada tamu, ruangan ini akan digunakan sebagai tempat sholat.

  • Teras

Biasanya di teras terdapat meja dan kursi untuk bersantai dan bercengkerama bersama keluarga. Tempat ini juga digunakan untuk menerima tamu yang bekunjung.

  • Ruang tidur

Rumah kebaya juga memiliki ruangan untuk tidur, seperti rumah pada umumnya.

Terdapat 4 ruangan tidur dan kamar dengan ukuran paling besar akan ditempati oleh pemilik rumah.

  • Pangkeng

Ruangan ini digunakan pada malam hari untuk bersantai. Seluruh anggota keluarga akan berada di ruangan ini dan bersenda gurau bertukar cerita.

Hal ini tentu merupakan sesuatu yang baik, karena bisa merekatkan tali silaturrahmi antar anggota keluarga.

  • Srondoyan

Ruang ini digunakan untuk kegiatan memasak dan terletak di bagian belakang rumah. Atau biasa disebut dengan dapur dan menjadi satu dengan ruang makan. Ruang ini.

2. Pakaian adat Betawi

pakaian adat betawi

Terdapat beberapa jenis pakaian adat suku Betawi, yaitu sebagai berikut:

  • Pakaian harian laki-laki

Pakaian adat untuk keseharian laki-laki terdiri dari sadariah atau baju koko polos tanpa motif, celana kain seperti celana kolor, dan selendang atau sorban.

Ditambah dengan aksesori berupa ikat pinggang. Untuk sorban dikenakan pada leher atau dicangklongkan di pundak.

  • Pakaian harian perempuan

Untuk perempuan, biasanya menggunakan baju kurung, kain sarung bermotif, dan kerudung. Baju kurung memiliki warna yang mencolok.

Untuk kain sarung memiliki motif batik yang cantik dan warnanya disesuaikan dengan kerudung dan baju kurung.

  • Pakaian adat resmi

Pakaian resmi tidak hanya dipakai oleh kalangan bangsawan saja, tetapi juga orang biasa.

Pakaian adat resmi ini bernama baju serong, yang terdiri dari jas hitam, kemeja putih sebagai dalaman dan celana hitam.

Ditambah dengan kain batik yang dikenakan di pinggang dengan panjang selutut.

Baca Juga : Suku Melayu

3. Bahasa Betawi

adat istiadat betawi

Dialek yang campur aduk merupakan cerminan dari masyarakat Betawi.

Dialek tersebut tercipta karena hasil perkawinan silang dari beberapa kebudayaan nusantara hingga asing.

Sehingga bahasa Indonesia dengan dialek Betawi diresmikan sebagai bahasa khas suku Betawi.

4. Tari adat Betawi

tari adat betawi

Contoh tarian adat Betawi yang populer adalah Tari Jaipong, Tari Cokek dan sebagainya.

Tari-tarian tersebut merupakan perpaduan dari beberapa unsur budaya masyarakat.

Seperti Tari Jaipong yang merupakan perpaduan antara Sunda dan Tiongkok, dengan pakaian yang dipakai penari serupa dengan pemain Opera Beijing.

5. Musik Betawi

musik adat betawi

Sama seperti suku lain di Indonesia, suku Betawi juga memiliki musik tradisional yang khas.

Alat musik tersebut adalah gambang kromong, yang juga merupakan ciri khas musik orang Tionghoa.

Selain gambang kromong ada pula rebana, tanjidor, dan keroncong tugu.

Tradisi Suku Betawi

tradisi suku betawi

1. Nyorog

Merupakan tradisi suku Betawi dalam menyambut ramadhan, biasanya dilakukan dengan mendatangi anggota keluarga yang lebih tua.

Dalam berkunjung juga harus membawa bingkisan berupa makanan. Hal ini bertujuan untuk menjaga silaturrahmi dan mempererat persaudaraan.

2. Tande Putus

Tande Putus merupakan tradisi pernikahan Betawi yang merupakan pengikat bahwa seorang wanita sudah ada yang punya atau sudah dilamar.

3. Palang Pintu

Prosesi ini sangat meriah dan menghibur, dilakukan sebelum memasuki akad nikah.

Meskipun mempelai pria sudah mendapat persetujuan untuk menikahi mempelai wanita, tetapi tetap membutuhkan perjuangan yang keras.

Sebelum memasuki kediaman mempelai wanita terdapat rintangan yang harus dilewati oleh mempelai pria, bernama palang pintu.

Makanan Khas Betawi

1. Kerak telor

makanan khas suku betawi

Makanan khas suku Betawi ini sangat terkenal di masyarakat.

Memiliki rasa yang gurih dan legit, makanan ini berbahan dasar beras ketan putih, telur, dan ebi yang disangrai sampai kering lalu ditambah bawang goreng dan kelapa sangrai.

Cara memasak kerak telor sangat unik, yaitu ketika telur setengah matang wajan akan dibalik menghadap panas arang dari anglo sampai matang.

2. Asinan Betawi

makanan khas suku betawi

Umumnya asinan Betawi berisi kol, tauge, selada, sawi, tahu putih yang disiram dengan kuah bumbu kacang dan ditambah kerupuk mie kuning besar.

Asinan Betawi terkenal enak dan segar karena menggunakan cuka sebagai campuran bumbunya dan banyak berisi sayuran segar.

3. Selendang mayang

makanan khas suku betawi

Selendang mayang berisi adonan kue yang terbuat dari semacam agar-agar yang diberi warna menarik. Kemudian dipotong-potong dan disajikan bersama kuah santan, es batu, siraman sirup gula jawa.

4. Soto Betawi

makanan khas suku betawi

Kuah dari soto ini berasal dari perasan santan dengan isian daging sapi atau jeroan sapi.

Soto ini tak hanya digemari masyarakat suku Betawi tetapi juga masyarakat luas,karena memiliki rasa yang gurih dan berbeda dari soto lainnya.

5. Roti buaya

makanan khas suku betawi

Roti buaya memiliki panjang kurang lebih 50 cm dan memiliki peran penting dalam pernikahan adat suku Betawi.

Roti ini akan dibawa ketika seorang laki-laki melamar seorang perempuan, sebagai ungkapan kesetiaan dari pasangan yang menikah.

6. Soto tangkar

makanan khas suku betawi

Selain soto Betawi, ada juga soto tangkar.

Sekilas tampilannya memang mirip dengan soto betawi.

Dinamai soto tangkar karena menggunakan iga sapi sebagai bahannya. Soto ini biasa disajikan dengan nasi dan sambal merah pedas.

7. Bir pletok

makanan khas suku betawi

Bir ini merupakan minuman khas Betawi yang memiliki khasiat untuk kesehatan dan tidak akan membuat mabuk karena tidak mengandung alkohol.

Dibuat dengan bahan khas Indonesia yaitu rempah-rempah seperti jahe, daun pandan, dan serai. Bir ini berwarna merah karena menggunakan kayu secang sebagai pewarna alaminya.

Baca Juga : Suku Toraja

8. Es doger

makanan khas suku betawi

Minuman khas Betawi yang lain adalah es doger.

Berbahan dasar es batu, kelapa, santan ditambah toping ketan hitam, tape, alpukat dan susu.

Biasanya dijajakan dengan menggunakan gerobak keliling.

Tidak hanya dijumpai di Jakarta saja, es doger juga bisa ditemui di kota-kota lain seperti Surabaya, Bandung, Malang dan lain-lain.

9. Gado-gado

makanan khas suku betawi

Makanan khas suku Betawi ini juga sangat terkenal dimasyarakat.

Dalam bahasa Betawi, gado-gado artinya campur aduk, sesuai namanya tersebut makanan ini berisi berbagai macam jenis sayur yang direbus, tahu tempe, dan telur yang disiram bumbu kacang.

Gado-gado lebih nikmat disantap dengan lontong dan kerupuk.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply