Pesona Suku Lingon di Kepulauan Halmahera

Suku Lingon – Indonesia selalu memberikan keistimewaan dalam berbagai hal, salah satunya adalah ragam suku yang berbeda dari setiap daerah tetapi tetap bersatu dalam mewujudkan bangsa yang rukun.

Keunikan yang ada pada masing suku mencerminkan ciri khas yang tidak bisa disamakan.

Salah satu suku yang penuh dengan keunikan dan keistimewaan adalah suku Lingon.

Pernah ada mendengar suku ini?

Suku Lingon merupakan suku yang mendiami wilayah Halmahera Timur Provinsi Maluku.

Suku ini berada di daerah pedalaman sehingga masih tergolong primitif dan jarang diketahui oleh banyak orang.

Jika Anda akan berkunjung ke tempat tinggal suku asli Indonesia ini, Anda harus bersama tetua setempat demi keselamatan dan keamanan.

Apa saja keunikan yang dimiliki suku ini? Yuk simak penjelasannya!

Baca Juga : Suku Bugis

Mengenai Suku Lingon

suku lingon

Akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia yang peduli dengan suku-suku asli yang mendiami wilayah pedalaman Indonesia.

Salah satu yang menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat adalah suku Lingon dengan keunikan berupa ciri fisik yang menyerupai orang Eropa.

Informasi ini menjadi salah satu topik viral karena sempat masuk dalam acara TV.

Berita yang beredar luas di masyarakat adalah keunikan fisik suku asli Lingon yang memiliki mata berwarna biru dengan kulit putih bersih dan postur tubuh yang tinggi.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan ciri fisik orang Indonesia pada umumnya yakni kulit berwarna sawo matang, mata berwarna hitam dan postur tubuh tidak terlalu tinggi.

Asal Usul Suku Lingon

sejarah suku lingon

Letak suku Lingon yang berada di pedalam membuat belum banyak data yang menjelaskan mengenai asal usul suku ini.

Para peneliti masih melakukan penelitian dan pengkajian secara mendalam guna mendapatkan data yang akurat mengenai sejarah asal muasal suku di Halmahera Timur ini.

Meski belum banyak data, ada beberapa hal yang bisa menjelaskan keberadaan suku ini.

Ada beberapa teori yang menjelaskan jika masyarakat Lingon bukanlah suku asli Halmahera Timur.

Teori ini dikuatkan dengan cerita masyarakat sekitar yang mengatakan bahwa suku tersebut mendiami Halmahera karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam di laut sekitar.

Kapal yang karam tersebut dipercaya merupakan milik orang Eropa asli.

Orang-orang Eropa tadi memutuskan untuk mempertahankan hidupnya dengan menyusuri wilayah pulau hingga akhirnya memilih untuk tinggal di pedalaman hutan.

Akses yang sulit menuju tempat lain memaksa mereka untuk tetap tinggal dan membangun kehidupan di pedalaman hutan tersebut.

Dalam proses kehidupan barunya di pedalaman hutan, mereka akhirnya mengalami regenerasi dan memilih untuk menjadi primitif atau menutup komunikasi dengan orang luar.

Paras cantik yang dimiliki oleh suku Lingon ini menjadi daya tarik bagi suku lain untuk berinteraksi lebih dalam, tetapi suku ini tidak mengizinkan orang luar masuk tanpa seizin mereka.

Tersohornya kecantikan suku Halmahera Timur ini membuat banyak orang luar yang sengaja menculik para wanita Lingon untuk dijadikan istri atau anggota keluarga.

Kejadian penculikan inilah yang membuat orang-orang Lingon semakin menutup diri dari dunia luar.

Salah satu suku yang diduga pernah melakukanpenculikan terhadap wanita Lingon adalah suku Togutil.

Baca Juga : Suku di Indonesia

Bahasa Suku Lingon

bahasa suku lingon

Saat ini belum ada penelitian mendalam tentang bahasa yang digunakan oleh suku pedalaman Halmahera timur ini.

Jika dugaan masyarakat benar yakni orang-orang Lingon berasal dari kapal Eropa yang terdampar, besar kemungkinan bahasa mereka juga tidak jauh dari bahasa orang-orang Eropa atau bahkan menggunakan bahasa Inggris.

Dari kurangnya data yang valid mengenai bahasa sehari-hari masyarakat Lingon, bisa menjadi referensi menarik bagi Anda untuk melakukan penelitian.

Meskipun saat ini menjadi hal yang cukup sulit dilakukan karena berbagai faktor yang mempengaruhinya, namun rasa penasaran akan musnah jika Anda melakukan penelitian sendiri bukan?

Sistem Mata Pencaharian Suku Lingon

Informasi seputar mata pencaharan apa yang dilakukan oleh orang-orang Lingon belum diketahu secara pasti.

Jika dilihat dari tempat tinggal yang berada di pedalaman hutan, masyarakat Lingon diduga memiliki mata pencaharian sebagai pemburu dan bertani.

Alasan lain yang memperkuat adalah mereka tidak pernah membuka diri pada dunia luar.

Data yang sangat minim mengenai segala aktifitas khususnya mata pencaharian suku Lingon, bisa menjadi referensi Anda untuk melakukan penelitian lebih mendalam lagi.

Gunakan informasi yang sudah ada dan usahakan untuk melakukan penelitian secara langsung walaupun saat ini dianggap cukup sulit bahkan mustahil.

Sistem Kepercayaan Suku Lingon

kepercayaan suku lingon

Sistem kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Lingon belum diketahui secara pasti.

Penelitian yang ada saat ini hanya pada ciri fisik masyarakatnya.

Sulitnya akses jalan menuju pedalaman hutan Halmahera menjadi hambatan yang cukup berat untuk meneliti suku ini.

Selain itu, sikap tertutup dari suku ini juga membuat para peneliti kesulitan dalam memperoleh data-data.

Kebudayaan Orang-orang Suku Lingon

Jika sistem kepercayaan hingga bahasa yang digunakan masyarakat Lingon saja belum diketahui secara pasti, tentunya mengenai kebudayaan atau kesenian yang ada di masyarakat ini juga belum diketahui.

Tidak adanya akses masuk menjadai alasan utama minimnya informasi seputar orang-orang Lingon di pedalaman hutan Halmahera. Sungguh sangat disayangkan bukan?

Fakta Unik Tentang Suku Lingon

fakta unik suku lingon

Dibalik misteri yang tersembunyi dan rasa penasaran yang Anda rasakan tentang suku Lingon, ada beberapa fakta menarik dan unik yang harus diketahui guna sebagai pengetahuan dan informasi yang bisa membantu Anda, diantaranya yakni:

1. Bola Mata Berwarna Biru

Jika diamati lebih seksama, Anda akan dibuat takjub dengan warna mata yang dimiliki oleh masyarakat Lingon.

Mereka memiliki warna mata biru terang.

Warna biru terang identik dengan ciri khas ras kaukasoid yakni banyak ditemukan dari orang-orang di benua Eropa.

Ras Kaukasoid memiliki bola mata yang indah, sehingga enak dipandang.

Hal inilah yang menjadikan orang-orang Lingon mendapatkan perhatian khusus karena memiliki ciri khas yang berbeda dengan ras masyarakat Indonesia pada umumnya.

Ras Indonesia asli jika ditelusuri lebih detail, belum ditemukan adanya ras Kaukasoid dalam silsilah suku asli bangsa Bhinneka tunggal ika ini.

Maka, tidak heran jika masyarakat Lingon dijuluki sebagai ‘orang bule’ dari Indonesia.

Baca Juga : Suku Sunda

2. Rambut Pirang

Keunikan dari suku Lingon juga ditunjukkan dengan warna rambutnya, yakni kuning atau coklat keemasan.

Warna pirang ini biasanya hanya dimiliki oleh masyarakat Eropa atau Amerika.

Tidak heran jika warna rambut yang indah ini juga menjadi daya tarik dari masyarakat Lingon.

Berbeda halnya dengan warna rambut yang dimiliki masyarakat asli Indonesia yakni warna hitam pekat, masyarakat Lingon cenderung memiliki warna rambut pirang.

Tidak heran bukan jika orang-orang ini lebih mirip orang Eropa?

3. Kulit Putih Bersih

Tidak hanya warna bola mata dan rambutnya saja yang menyerupai orang-orang Eropa, suku Lingon ini memimiliki warna kulit yang putih bersih.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki warna kulit sawo matang atau cenderung ke coklat.

Hal inilah yang membuat suku di pedalaman Halmahera ini lebih menonjol dibandingkan suku lain khususnya di daerah Halmahera sendiri.

Kulit bersih, rambut pirang dan warna bola mata biru membuat paras dari masyarakat Lingon dianggap lebih ganteng dan cantik.

4. Postur Tubuh Tinggi Tegap

Ciri khas lain yang bisa Anda lihat dari masyarakat Lingon adalah postur tubuh mereka yang cenderung lebih tinggi dari orang Indonesia pada umumnya. Selain tinggi, mereka juga berbadan tegap dan langsing.

Pada umumnya, rata-rata tinggi orang Indonesia mencapai 155cm untuk peremouan, dan 165cm untuk laki-laki, sedangkan masyarakat Lingon sendiri memiliki tinggi rata-rata 160cm untuk perempuan dan 175cm untuk laki-laki.

Bahkan ada beberapa yang mencapai tinggi hampir 2 meter.

5. Paras Ganteng Untuk Para Pria

Dari beberapa ciri yang sudah disebutkan diatas, tak heran jika banyak masyarakat yang menyimpulkan bahwa para kaum pria dari orang-orang Lingon memiliki paras yang lebih ganteng dibandingkan dengan masyarakat asli Indonesia, keistimewaan ini yang membuat banyak peneliti untuk melakukan pendalaman penelitian tentang asal usul masyarakat Lingon.

6. Paras Cantik Untuk Kaum Hawa

Bukan hanya kaum pria saja yang dikenal istimewa, kaum hawa dari suku pedalaman Halmahera ini juga menjadi pusat perhatian.

Banyak suku lain disekitarnya yang ingin menjadikan perempuan Lingon sebagai istrinya.

Tenar dengan paras yang cantik inilah membuat beberapa suku sekitar berani melakukan penculikan.

7. Sulit Ditemukan

Meskipun sudah dipublikasikan mengenai ciri-ciri orang Lingon yang unik, namun Anda akan kesulitan dalam menemukan suku ini.

Lokasi tempat tinggal yang berada di pedalaman hutan Halmahera akan membuat perjalanan Anda terhambat.

Akses jalan yang jauh dan sulit menjadi tantangan terbesar saat berkunjung ke tempat tinggal mereka.

Sebelum menuju ke lokasi tempat tinggal masyarakat Lingon, sebaiknya Anda bertanya lebih dahulu kepada masyarakat sekitar tentang titik pasti lokasinya.

Carilah informasi sedetail mungkin dari orang-orang terpercaya karena tidak banyak masyarakat Halmahera Timur yang mengetahui pasti keberadaan masyarakat Lingon.

Tidak hanya mencari informasi selengkap mungkin, Anda juga perlu dibersamai oleh tetua adat untuk mengiringi perjalanan Anda. Sikap tertutup dan primitive dari suku ini membuat tidak banyak orang yang diterima untuk berkunjung.

Namun, ada beberapa asumsi dari masyarakat yang menyatakan bahwa suku Lingon sudah mengalami kepunahan. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari keberadaan masyarakat Lingon.

Ada pula yang beranggapan jika orang-orang Lingon sudah melebur dengan masyarakat kita pada umumnya sehingga kurang terlihat.

8. Sebagai Primadona Pulau Halmahera

Kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh orang-orang Lingon membuat suku ini menjadi primadona di pulau Halmahera.

Meskipun berada di wilayah pedalaman hutan, namun ketenarannya sudah dikenal luas oleh  masyarakat Indonesia.

Perbedaan yang mencolok dari orang-orang ini menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat sekitar untuk mengenal lebih dekat.

Beberapa peneliti dan sejarawan juga berusaha untuk mendapatkan data-data yang valid guna dijadikan bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

Informasi diatas mengenai masyarakat Lingon yang tinggal di pulau Halmahera, Maluku Utara menjadi sebuah wawasan yang membuka sisi lain dari Indonesia.

Sisi unik yang ditonjolkan suku pedalaman ini membuat masyarakat khususnya para peneliti dan sejarawan tertarik untuk mengetahui lebih detail.

Akankah Anda juga tertarik akan melakukan penelitian?

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply