Tari Kecak: Seni Tari Unik dan Suci dari Bali

Pernahkah Anda menyaksikan Tari Kecak saat berlibur ke Bali? Jika berbicara tentang Bali, sebagian besar dari Anda mungkin akan menyebutkan tentang harmonisasi antara budaya, seni, dan agama di dalamnya.

Bukan sekedar wacana, masyarakat Bali memang mewujudkan harmonisasi ini dalam setiap sendi kehidupannya dari sejak zaman dahulu kala dan masih berlanjut sampai sekarang.

Salah satu wujud nyata harmonisasi ini adalah tarian-tarian tradisional Bali. Sebagian besar jenis tarian tradisional Bali memang sangat menarik untuk dibahas dan disaksikan. Dan Kecak adalah salah satu yang paling populer di seluruh dunia. Kira-kira apa ya yang membuatnya populer? Berikut adalah informasi detailnya.

Asal Usul dan Sejarah

sejarah tari kecak

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Bagi Anda yang sudah pernah atau bahkan sering menyaksikan aksi Tari Kecak, tahukah Anda sejarah dan asal usul tarian ini? Rupanya, salah satu tari Bali ini memiliki makna yang mendalam terkait dengan keindahan, nilai-nilai agama, dan pesan moral masyarakat Bali lho.

Dikenal juga sebagai Tarian Api & Trance, Tarian Kecak adalah salah satu pertunjukan seni tari Bali kuno yang telah dimodifikasi dengan menyisipkan sebuah kisah epik antara yang baik dan yang jahat.

Tidak diketahui secara pasti dari mana tarian Kecak berasal dan mana yang pertama kali dikembangkan, tapi banyak sumber yang menyebutkan bahwa Kecak pertama kali diadakan di desa Bona, Gianyar, Bali.

Tarian Kecak sebenarnya berasal dari ritual kuno Bali yang disebut “Tari Sanghyang”, di mana tarian hanya bisa dipentaskan di pura-pura. Ada dua jenis tarian Sanghyang: tari Sanghyang Dedari dan tari Sanghyang Jaran.

Tari Sanghyang Dedari dipertunjukkan oleh dua penari wanita muda di bagian tengah lingkaran, sedangkan Tari Sanghyang Jaran dimainkan oleh dua anak lelaki yang mengendarai kuda tiruan.

Kedua jenis tarian ini sama-sama menggunakan api sebagai titik utama dalam tarian. Pada awalnya, tarian tradisional ini merupakan ritual pengusiran setan di mana sekelompok pria terus-menerus meneriakkan ‘cak cak cak’ sementara yang lain akan kesurupan. Dari suara itu, maka nama seni tari ini lebih dikenal dengan Tari Kecak.

Kemudian pada sekitar tahun 1930, seorang pelukis dan musisi Jerman bernama Walter Spies yang tinggal di Bali kala itu menjadi sangat tertarik pada ritual tersebut dan berusaha mengolah Kecak menjadi sebuah drama musikal menarik yang didasarkan pada kisah Ramayana Hindu yang terkenal.

Perkembangan Tari Kecak

perkembangan seni kecak

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Bersama seorang cendekiawan dan koreografer bernama Wayan Limbak dan I Wayan Dibia, Walter Spies bermaksud untuk menyajikan tarian unik ini kepada khalayak turis Barat.

Untuk menarik lebih banyak penonton, tiga orang ini menambahkan penari Bali dan seorang pendongeng yang menjelaskan epik Hindu Ramayana dalam bahasa Bali.

Sejak saat itu, Tari Kecak di Bali terus berubah dan berkembang. Perkembangan tarian ini bisa dilihat dalam hal pementasan dan cerita.

Dari segi cerita, Kecak tidak lagi hanya menempelkan satu bagian dari kisah Ramayana untuk pementasan, tapi juga mengambil beberapa bagian lain yang dianggap menarik.

Baca Juga : Tari Saman

Kemudian dalam hal pementasan, Kecak tidak hanya sering diadakan di satu lokasi seperti Desa Bona Gianyar, tapi juga mulai dikenal luas dan dipertunjukkan di desa-desa lain di Pulau Dewata.

Penduduk Bali bahkan membentuk puluhan kelompok tarian Kecak yang mayoritas anggotanya adalah Banjar.

Revitalisasi Kecak terbaru dilakukan oleh I Made Sija dari Desa Bona yang membantu mengorganisasi dan melatih kelompok-kelompok budaya Kecak yang akhirnya berkeliling dunia mempromosikan budaya Bali dimulai pada pertengahan 1960-an.

Rekor MURI

rekor mur

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Semakin dikenal, Tari Kecak sering diadakan di banyak kegiatan dan festival di Bali, baik oleh pemerintah maupun oleh sekolah seni. Menjadi tarian paling anti mainstream di Indonesia dan paling unik di dunia, tarian Kecak tercatat memecahkan rekor MURI sebanyak 3 kali di tahun berbeda, yaitu:

  • Rekor Pertama

Pada tahun 1979, untuk pertama kali Tari Kecak tercatat dalam sejarah telah memecahkan rekor MURI dalam kategori seni tari dengan penari terbanyak, yang melibatkan 500 orang. Pada pertunjukan tarian masal ini, kisah yang dimasukkan ke dalam tarian Kecak adalah tentang Mahabharata.

  • Rekor Kedua

27 tahun kemudian, atau tepatnya pada tanggal 29 September 2006, rekor tersebut berhasil digeser oleh pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengadakan tarian Kecak kolosal dengan jumlah penari sebanyak 5.000 orang. Lokasinya adalah di Tanah Lot, Tabanan, Bali.

  • Rekor Ketiga

Pada tahun 2018 kemarin, tepatnya pada 25 Februari, tarian ini kembali menyabet penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia karena berhasil menyelenggarakan pertunjukan Tari Kecak dengan 5555 orang. Lokasinya saat itu adalah di Pantai Berawa. Ribuan penari dalam acara ini terdiri dari siswi dan siswa Kabupaten Badung, Bali.

Kisah Ramayana dalam Tari Kecak

seni kecak

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Kisah Ramayana kuno  dalam tarian Kecak menceritakan seorang pewaris tahta Kerajaan Ayodya bernama Pangeran Rama dan istrinya bernama Sinta telah diusir dari kerajaan oleh Raja Dasarata sebagai hasil dari tipu daya ibu tiri Rama. Akhirnya keduanya mengungsi ke hutan Dandaka ditemani oleh saudara laki-laki Rama bernama Laksmana.

Dari sejak kedatangannya di hutan, ternyata ketiganya telah diamati oleh iblis bernama Rahwana, yaitu Raja Alengka yang bernafsu pada Sinta yang cantik. Rahwana meminta bantuan seorang perdana menteri bernama Marica untuk membantu menculik Sinta.

Dengan kekuatan magis, Marica mengubah Rahwana menjadi seekor Rusa emas. Ketika Rusa emas memasuki hutan, Sinta yang melihat langsung terpesona dan meminta Rama untuk menangkapnya. Rama mengejar rusa tersebut bersama dengan kakaknya, Laksamana.

Sinta ditinggal sendirian di hutan dengan sebuah lingkaran pelindung yang telah digambar Rama di tanah. Namun, Rama dan Laksamana belum juga kembali hingga hari mulai gelap. Sinta yang mulai cemas dan semakin kedinginan tiba-tiba melihat seorang pendeta tua melintas dan tampak sangat kelaparan.

Karena iba, Sinta berniat memberikan makanan dengan melangkah keluar lingkaran. Pendeta tua yang ternyata adalah Rahwana yang telah menyamar langsung menarik Sinta dan membawanya ke istananya. Di istana Alengka, Rahwana mencoba segala yang dia bisa untuk merayu Sinta, namun tidak berhasil.

Rama yang mengetahui Sinta diculik akhirnya meminta bantuan Jenderal Tentara Kera bernama Hanoman. Fragment Ramayana ini berakhir dengan kemenangan Rama dan Hanoman yang berhasil mengalahkan Kerajaan Rahwana.

Inilah kisah khas antara yang baik dan yang jahat, yang digambarkan oleh penari Kecak yang memakai topeng berwarna-warni dan menari dengan anggun.

Unsur-Unsur Tari

unsur tari kecak

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Sebagai sebuah pertunjukan, Tari Kecak didukung oleh beberapa unsur yang membuatnya menarik, yaitu:

  1. Musik

Tarian kecak terbilang sangat unik dan berbeda dari seni tari lainnya. Keunikan ini terletak pada alat musiknya. Iringan musik adalah perpaduan dari suara gamelan dan suara musik akapela dari sekitar 50-100 laki-laki atau bahkan lebih. Jumlah penari dalam tarian Kecak memang tidak terbatas.

Satu orang akan bertindak sebagai pemimpin yang memberikan nada awal, dan satu orang lain bertindak sebagai penekan yang bertanggung jawab atas tekanan nada tinggi atau rendah. Orang ketiga bertindak sebagai penyanyi solo, dan satu orang lain lagi akan bertindak sebagai dalang yang menyampaikan cerita.

  1. Pola Tari

Para lelaki duduk dalam lingkaran konsentris dengan ruang tengah yang disediakan untuk karakter dalam cerita yang dibawakan.

Selain 4 orang yang bertugas di atas, puluhan anggota lain akan menari dengan menggerakkan tubuh ke depan, belakang, dan ke samping sambil mengayunkan tangan. Juga sembari meneriakkan ‘cak cak cak’ dengan posisi tetap duduk di dalam lingkaran.

  1. Properti Panggung

Properti panggung yang membuat tarian ini terlihat epic adalah bara api yang nantinya akan diinjak-injak oleh beberapa penari tanpa alas kaki.

Beberapa sumber mengatakan bahwa adegan berbahaya ini dibantu oleh hal magis yang juga membuat Kecak memiliki suasana sakral dan berbeda. Keseluruhan unsur inilah yang membuat Kecak menjadi sebuah pertunjukan yang dramatis, magis, dan memikat.

Baca Juga : Tari Piring

Kostum Tari Kecak

kostum seni kecak

Sumber gambar : encrypted-tbn0.gstatic.com/

Kostum untuk tarian kecak terdiri dari dua bagian, yaitu:

  1. Kostum Penari

Tarian Kecak yang ikonik ditampilkan oleh sekelompok besar pria bertelanjang dada dengan celana kain hitam dan kain sarung bermotif kotak khas Bali, yang biasanya berwarna hitam-putih.

Di bagian kepala adalah ikat kepala dari kain dengan warna senada sarung dan menyelipkan bunga putih di salah satu atau kedua telinga. Aksesoris lain adalah gelang kerincing yang dipakai pada pergelangan kaki.

  1. Kostum Pemain

Untuk para pemain yang memerankan tokoh Sinta, Rama, Hanoman dll mengenakan pakaian dan tata rias serta aksesoris yang hampir sama seperti Wayang Wong, yaitu sesuai dengan peran masing-masing.

Lokasi Pertunjukan

tari kecak

Di Bali, pertunjukan tarian kecak dilakukan hampir setiap hari di berbagai tempat. Beberapa lokasinya adalah Pura Luhur Uluwatu, Taman Budaya GWK, Batubulan, Pura Dalem Ubud, Panggung Padang Tegal, dan lokasi favorit adalah di Pura Tanah Lot.

Setelah menikmati matahari terbenam yang menakjubkan di kuil terkenal Tanah Lot, Anda bisa membeli tiket di Taman Budaya Surya Mandala Tanah Lot untuk menikmati pertunjukan Kecak yang biasa dimulai pukul 18.30 WIB-selesai.

Baca Juga : Tari Jaipong

Jika ingin suasana yang berbeda, Anda bisa berkunjung ke Pura Batu Karu yang berada sekitar 21 km utara Desa Tabanan. Di sini, di tengah-tengah vegetasi yang lebat dan udara segar, Anda dapat menikmati pertunjukan Kecak pada hari Minggu dan Rabu pukul 19.30 WIB.

Selain sebagai warisan budaya, Tari Kecak juga merupakan salah satu hal yang menarik wisatawan untuk datang ke Bali. Menyisihkan waktu untuk menghadiri pertunjukan tarian Kecak selama perjalanan Anda di Bali harus menjadi hal wajib untuk dilakukan jika Anda ingin membuat kenangan liburan yang berkesan.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply