Filosofi Tari Merak, Tarian Tradisi dari Jawa Barat

Tari Merak – adalah salah satu tarian rakyat tradisional yang asalnya dari Jawa Barat yakni tanah Pasundan. Sesuai dengan namanya, tarian ini memiliki filosofi gerakan burung Merak, salah satu burung yang terkenal.

Burung merak adalah burung hias tertua yang pertama kali diperkenalkan ke dalam budaya Mesopotamia lebih dari 4.000 tahun yang lalu.

Burung merak inilah yang menginspirasi tarian merak dari Jawa Barat yang kemudian menjadi sebuah kesenian tradisional yang begitu dikenal.

Tarian satu ini tidak hanya terkenal di seantero negeri ini saja, namun juga sudah sampai ke berbagai dunia lainnya. Penasaran seperti apakah filosofi dari tarian merak ini? Simak ulasannya di bawah ini, ya!

Pengertian Tari Merak

pengertian tari merak

Dari namanya, tari merak adalah sebuah tarian yang dengan jelas menggambarkan dan melambangkan gerakan merak yang elegan. Tarian merak dapat dilakukan sendiri atau dalam kelompok.

Para penari dari tarian yang indah ini mengenakan sebuah syal yang menampilkan ekor burung merak dengan tone warna-warni yang indah. Selain itu, para penari juga mengenakan mahkota dengan kepala mahkota ala merak.

Tarian Merak memiliki gerakan tangan yang halus dan diikuti oleh musik tradisional khas Jawa Barat dan musik tradisional inilah yang menjadi ciri utama dari tarian tradisional merak ini.

Merak adalah kata dalam bahasa Indonesia yang berarti burung Merak. Burung Merak adalah burung yang dianugerahi keindahan bulunya yang berkilauan mulai warna biru dan hijau mempesona bahkan ketika burung tersebut berteriak parau, teriakannya tampak begitu berbeda dengan keindahan yang dimilikinya.

Orang-orang Yunani bahkan mengetahui burung merak setelah penaklukan Alexander Agung di mana Aristoteles menyebutnya burung Persia dan bangsa Yunani saat itu dengan cepat menambahkan burung itu ke jajaran dewa mereka.

Baca Juga : Tari Saman

Filosofi Gerakan Tarian Merak

filosofi gerakan tari merak

Siapa saja yang menyaksikan tari Merak pasti akan merasa kagum melihatnya. Banyak orang yang terpesona oleh tarian Pasundan ini bahkan hanya dengan melihat  penampilan para penarinya saja.

Terinspirasi oleh merak yang sangat indah, para penari mengenakan kostum yang terperinci dan rumit dalam warna-warna cerah.

Tetapi ketika para penari mulai bergerak, gerakan mereka tidak pernah gagal meski harus menggunakan kostum yang berat. Gerakan kaki para penari sangat stabil dan hati-hati, sementara tangan menunjukkan keagungan burung merak yang anggun.

Gerakan tangan yang sangat lembut dan luwes ini memberikan pesona yang tak tertahankan apalagi kostum yang dikenakan begitu memberikan kesan anggun.

Ketika para penari menunjukkan ketangkasan mereka dalam menggerakan tarian merak, mata siapapun yang menyaksikannya akan dibuat terpana.

Setiap gerakan dalam tarian ini sangat bermakna dan memiliki pancaran bahagia. Tari Merak melambangkan keindahan alam dan makhluk-makhluknya.

Tarian ini bermaksud untuk menarik perhatian siapa saja yang melihatnya dan kepadanya penari berusaha meyakinkan orang-orang untuk mendedikasikan tarian yang indah untuk dunia ini.

Sebenarnya, tarian ini bercerita tentang keindahan merak jantan yang bertujuan untuk menarik merak betina, tetapi banyak orang beranggapan bahwa ia menceritakan tentang kehidupan dan keceriaan merak betina.

Merak jantan akan menunjukkan keindahan dan ekor bulu panjang berwarna-warni. Tindakan itu seperti tarian rahmat untuk menunjukkan keindahan terbaiknya.

Merak jantan percaya bahwa merak betina akan memukau dan keduanya akan melanjutkan upacara pernikahan sakral.

Setiap gerakan tarian Merak penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan, sehingga tarian ini selalu digunakan sebagai hadiah menari untuk para pengunjung atau untuk menyambut pengantin pria ke altar dalam upacara pernikahan.

Sejarah Tarian Merak

sejarah tari merak

Tarian Merak adalah sebuah tarian tradisional dari provinsi Jawa Barat dan menjadi tarian yang terkenal  dari tanah ‘Pasundan’ atau Sunda, Jawa Barat. Tari Merak ini diciptakan oleh Raden Tjeptjep Somantri sekitar tahun 1950.

Kemudian 15 tahun kemudian atau sekitar tahun 1965, tarian Merak kemudian disetting ulang dengan beberapa gerakan baru.

Gerakan baru itu dicetuskan oleh seseorang yang sangat mencintai seni, namanya Irawati Urban. Ia adalah seorang seniman dan maestro asal Bandung.

Tarian Merak diciptakan dalam bentuk tarian rampak, yang sangat populer di kalangan orang Sunda. Mengadaptasi perilaku burung merak, tarian ini tidak hanya menyambut pengantin saja namun juga sering diundang di istana presiden selama pemerintahan Soekarno pada 1960-an.

Demikian pula di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung, tarian Merak telah menjadi salah satu tarian yang sering dilakukan untuk menyambut tamu negara.

Jika pada tahun 1965 tarian ini diatur ulang oleh Tjetje Somantri maka tahun 1993, lrawati Durban, murid dari Tjetje Somantri, jugamemberikan sentuhan baru, baik dalam aspek gerakan tarian, iringan atau desain kostum.

Tarian Merak dengan ‘gaya’ lrawati kemudian menyebar ke banyak komunitas. Ya, pada tahun 1993, tarian Merak versi lrawati Durban jauh lebih dikenal. Tarian merak bersi Irawati sangat dikenal luas dan dipelajari di berbagai kursus Tari Sunda.

Baca Juga : Tari Pendet

Sentuhan estetika yang diberikan oleh lrawati Durban tampaknya menyebabkan Tari Merak disukai oleh banyak siswa yang bukan orang Sunda.

Tampak jelas bahwa struktur koreografi yang jelas dengan motif gerakan yang mudah dipelajari, busana yang sangat indah dalam penataan warna yang harmonis, serta iringan tarian yang semarak, merupakan aspek yang memicu minat para siswa. Alhasil, Tarian Merak telah menjadi tarian yang sering dipertunjukkan oleh siswa di berbagai acara.

Fungsi Tari Merak

fungsi tari merak

Tari Merak dilakukan dengan mengikuti alunan alat musik gamelan Sunda, Gerakan perlahan dari para penari menjadi ciri khasnya.

Dari awal hingga akhir, para penari melakukan gerakan-gerakan yang menggambarkan dengan anggun, indah dan kelincahan burung merak itu sendiri. Berdasarkan ceritanya, semua gerakannya menggambarkan seekor merak jantan yang sedang berusaha menarik merak betina.

Fungsi dari tarian Merak sendiri digunakan menjadi tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan dalam upacara pernikahan. Dalam sebuah pertunjukan, umumnya tarian Merak dilakukan oleh satu atau beberapa penari wanita.

Tarian Merak adalah tarian perempuan. Koreografinya terinspirasi oleh gerakan indah burung merak.

Gerak-gerik burung merak yang indah dicampur bersama dengan gerakan klasik tarian Sunda dan dengan demikian membuat tarian ekspresi warna-warni dari burung merak yang bangga menunjukkan bulu-bulunya yang indah.

Dalam setiap acara, tarian ini biasanya juga dipertunjukkan khusus untuk menyambut ‘tamu agung’ atau untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya budaya Sunda ke kelas internasional.

Tarian merak juga dipertunjukkan dalam upacara pernikahan sunda, tarian ini selalu menjadi tarian penyambutan mempelai pria yang akan datang ke altar.

Kostum Tari Merak

kostum tari merak

Kostum  yang harus dikenakan oleh penari adalah :

  • Pola bulu merak

Kostum warna yang dikenakan oleh para penari biasanya sesuai dengan pola bulu merak. Penari  mengenakan kostum yang sepenuhnya berwarna, seperti merah, kuning, dan hijau. Sebenarnya, warna-warna itu menggambarkan keindahan merak itu sendiri.

  • Sayap

Selain itu, kostum penari itu juga hadir dengan sepasang sayap yang memiliki filosofi bahwa kostum ini adalah bentuk bulu dari burung merak jantan yang sedang mengembang.

Kostumnya yang penuh warna dihiasi dengan karakteristik dominan yaitu sayap yang bisa digerakkan oleh penarinya dengan anggun yang dapat membuat tarian ini lebih indah.

  • Mahkota

Penari  juga harus menggunakan mahkota bernama yang akan bergoyang ketika penari-penarinya membuat sayap mereka. gerakan kepala.

  • Syal

Untuk membuatnya lebih menarik, penari juga memakai syal berwarna senada dengan warna kostumnya. Syal itu dirapikan di pinggang penari Merak agar terlihat seperti sepasang sayap merak.

Gerakan Dasar Tarian Merak

gerakan dasar tari merak

Ada beberapa gerakan dasar yang digunakan dalam tarian Merak ini. Beberapa gerakan dasar itu terdiri dari gerakan kepala, tangan, kaki dan juga campuran. Adapun gerakan yang pertama adalah kepala. Ada dua gerakan kepala di antaranya adalah :

  • Galier

Galier adalah gerakan yang mengharuskan penari untuk memutarkan kepalanya baik itu arah ke kanan, kiri, depan atau belakang.

  • Gilek

Gilek adalah gerakan tarian Merak yang mengharuskan penari untuk menggelengkan kepalanya ke arah kanan dan juga arah ke kiri.

Sementara untuk gerakan yang kedua adalah gerakan tangan yang terdiri dari :

  • Ukel

Ukel adalah gerakan yang mana penari harus luwes dalam memutar tangannya untuk bergerak sesuai irama.

  • Selut

Selut adalah gerakan tangan yang mewajibkan penari menggerakkan tangannya ke arah kanan dan kiri dan mendorong tangannya dengan tangkas ke depan atau ke atas secara bergantian sesuai irama.

  • Tepak Bahu

Tepak bahu adalah gerakan tangan sang penari yang mengharuskan ia menepuk pundak dengan salah satu tangan. Tepak bahu juga mengharuskan sang penari menepuk bahu dengan menggunakan  dua tangan secara bersilang dalam dua putaran tangan.

  • Capang

Capang  adalah gerakan tangan sang penari yang harus menekuk satu tangan.

  • Nyawang

Nyawang  adalah isyarat tangan sang penari yang harus menunjukkan kepada siapa saja yang menonton bahwa tangan itu sedang berisyarat melihat keadaan jauh di depan.

  • Lontang kanan atau kiri

Lontang kanan atau kiri adalah gerakan tangan sang penari yang menggunakan dua tangan untuk saling bergerak secara bergantian.

Adapun gerakan yang keempat adalah gerakan kaki yang terdiri dari :

  • Duduk Deku

Duduk deku adalah gerakan yang mengharuskan penari untuk melipat kedua kakinya ke bawah.

  • Seser

Seser adalah gerak kaki yang mewajibkan penari untuk menggeserkan kakinya ke kanan dan kiri.

  • Sirig

Sirig  adalah gerakan kaki yang membuat sang penari harus menggoyangkan kedua kakinya secara bersamaan.

Sementara gerakan yang terakhir dalam tarian Merak adalah gerakan gabungan.

Gerakan gabungan ini disebut mincid yang mana gerakan ini mengharuskan para penari untuk menggabungkan antara kepala, tangan, dan kaki dalam gerakan yang sama, tetapi tangan dan kaki harus digerakkan dengan pasangan yang berbeda.

Maksudnya adalah gerakan ini menyilangkan tangan kanan dengan kaki kiri dan begitu pula sebaliknya. Pementasan tari merak sendiri umumnya ditarikan secara serempak yang mana biasanya terdiri dari tiga penari atau bisa lebih.

Setiap penari memiliki fungsi sebagai wanita dan pria dengan iringan lagu Cingcangkeling. Dalam adegan gerak tertentu terkadang waditra bonang menabrak kayu begitu keras sehingga terdengar kencang.

Baca Juga : Tari Topeng

Adegan  itu adalah bagian dari gerakan sepasang burung merak yang sedang bercinta. Gerakan dalam tarian ini sangat mempesona diambil dari kehidupan burung Merak yang penuh sukacita.

Anda yang begitu menyukai kesenian tradisional, tarian Merak adalah salah satu seni yang sangat menginspirasi dan penuh dengan filosofi. Tarian ini tidak hanya menceritakan kisah burung Merak saja namun juga menjadi kekayaan seni Indonesia yang harus dijaga.

Demikian tadi beberapa ulasan tentan seni tari merak. Mudah – mudahan bermanfaat.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply