Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Tarian Asal Minangkabau, Tari Payung

5 min read

tari payung

Tari Payung – Indonesia memiliki banyak sekali kesenian yang sangat menarik, salah satunya kesenian tari Payung.

Tarian ini berasal dari Provinsi Sumatera Barat, lebih tepatnya dari tanah Minangkabau.

Seperti namanya, tarian yang dibawakan oleh 3 hingga 4 penari ini juga memakai properti utama yaitu payung.

Selain itu property yang digunakan dalam tarian ini adalah selendang.

Tarian yang telah melegenda di bumi Minangkabau ini menggambarkan pergaulan muda-mudi yang memiliki perlindungan dari berbagai hal negatif, perlindungan tersebut di lambangkan dengan property utama yang di pakai yakni payung. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lengkap tentang tarian cantik satu ini.

Sejarah Tari Payung

Sejarah Tari Payung

Tarian ini sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda.

Tarian asli dari Minangkabau ini berkaitan degan seni drama.

Seni drama toonel begitulah orang pada zaman dulu menyebutnya, kesenian tersebut terlahir dan dipengaruhi oleh sekelompok seniman yang berasal dari Semenanjung Malaya.

Drama toonel yang dibawakan oleh seniman dari Semenanjung Malaya ini biasanya juga menghadirkan kesenian lain termasuk kesenian tari dari Sumatera Barat yakni Tari Payung.

Pada awalnya tarian ini hanya digunakan sebagai selingan yang dipertunjukkan dalam seni drama toonel saja.

Seiring berkembangnya zaman, sekitar tahun 1920 tarian yang menggunakan payung ini mendapat sambutan baik dan hangat dari masyarakat di berbagai wilayah Sumatera, salah satunya adalah di Bukit Tinggi.

Penata tari Payung untuk pertama kalinya yaitu Muhammad Rasjid Manggis.

Selanjutnya dilanjutkan oleh Sitti Agam yang merupakan teman satu angkatan Rasjid Manggis di Normal School Bukittinggi.

Sitti Agam menciptakan tema pergaulan muda-mudi secara naratif yang menceritakan sepasang muda-mudi sedang melakukan kegiatan rekreasi di pemandian Bukittinggi yang bernama Sungai Tanang.

Konsep cerita yang digambarkan oleh Sitti Agam disesuaikan dengan kehidupan remaja yang bersekolah dan tinggal di lingkungan kota, kemudian terlepas dari kungkungan adat istiadat yang berlaku di sana.

Yang menarik di sini adalah, pada saat itu segala bentuk tarian dibawakan oleh penari wanita, bahkan peran laki-laki dalam tarian juga di perankan oleh penari wanita termasuk pemusik yang mengiringinya.

Perkembang tari payung selanjutnya diambil alih oleh Sariamin alias Selasih yang merupakan salah satu pelajar yang lebih muda dari Sitti Agam dan juga Rasjid Manggis yang juga bersekolah di Normal School Bukittinggi.

Sariamim tari ini disusun sedikit berbeda dalam proses penggarapannya saja, sedangkan yang lainnya tetap sama.

Selain itu di luar anak-anak yang belajar di Normal School tarian ini juga ditata oleh anak-anak dari Institut Kayutaman.

Anak-anak tersebut yaitu Sjofian Naan dan Djarmias Sutan Baginda.

Olehnya tarian ini digubah dengan warna yang berbeda, yaitu lebih menekankan pada simbol-simbol atau identitas yang lebih dalam dari daerah asal tarianna yaitu Minangkabau.

Semua orang yang memiliki andil dalam proses penciptaan Tari Payung memiliki ciri khas sendiri-sendiri.

Tetapi mereka tetap berpijak pada unsur-unsur tarian yang telah tercipta sebelumnya.

Dari abad ke-20 hingga kini, tarian yang sangat populer adalah tarian Kreasi dari Sjofyani Yusaf.

Tarian ini melalui banyak perubahan karena dari masa ke masa sudah banyak sekali penata tari yang berbeda-beda yang menggarapnya.

Kini tarian yang sudah melewati perkembangan dinamika horizontal ini sudah sangat terkenal dan sangat perlu di lestarikan mengingat tarian ini merupakan salah satu warisan kesenian dari tanah Minangkabau yang merupakan bagian dari Indonesia.

Baca Juga : Tari Saman

Filosofis Property Tari Payung

Filosofis Property Tari Payung

1. Payung

Tari payung menggunakan payung untuk property utamanya sesuai dengan penjelasan yang telah disebutkan di awal.

Property payung ini digunakan oleh penari lelaki pada tarian ini.

terdapat alasan mengapa property tersebut dibawakan oleh penari laki-laki, hal tersebut dikarenakan payung ini sebagai simbol pelindung.

Sedangkan lelaki merupakan pilar utama dalam sebuah keluarga, sehingga lelaki berkewajiban untuk melindungi seluruh anggota keluarganya.

Simbol tersebut terlihat dari penari laki-laki yang sedang memayungi kepala penari wanita sepanjang tarian dilakukan.

2. Selendang

Property yang digunakan dalam tari ini selanjutnya adalah selendang.

Selendang dalam tarian ini digunakan oleh para penari wanita saja.

Dalam hal ini selendang bermakna sebagai lambang ikatan cinta suci dari sebuah hubungan yang dilakukan oleh muda dan mudi.

Selain bermakna ikatan cinta suci, property ini juga berarti sebagai bentuk kesetiaan seorang wanita dan kesiapan wanita tersebut dalam membina sebuah rumah tangga dengan pasangannya.

Makna tersebut disampaikan pada gerakan selendang yang diletakkan di leher para penari lelaki.

3. Makna lagu pengiring

Tarian ini juga menggunakan lagu pengiring, lagu pengiring tersebut berjudul “Babendi-bendi ke Sungai Tanang”.

Lagu tersebut mengandung sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang pergi berbulan madu ke sebuah pemandian yang bernama Sungai Tanang.

Komponen Wajib Tari Payung

Komponen Wajib Tari Payung

1. Gerakan Tari

Seperti yang di jelaskan di atas, tari payung ini merupakan tarian pada pementasan kecil tentang drama kisah cinta sepasang kekasih yang saling mengasihi satu sama lain.

Tarian ini berbeda dengan tarian tradisional pada umumnya karena tidak ada gerakan yang menjadi pakem dari tarian.

Tarian ini menggunakan gerakan yang cenderung bebas pada pementasannya.

Meskipun gerakan tarian tergolong gerakan bebas, akan tetapi para penari tetap wajib memerhatikan keserasian gerakan yang mereka lakukan.

Gerakan dengan menggunakan properti payung harus serasi dengan gerakan dengan menggunakan property selendang.

Sehingga akan menciptakan pementasan yang luar biasa.

2. Busana Penari

Busana dan tata rias merupakan komponen yang tidak boleh tertinggal dalam pementasan tari.

Hal tersebut juga berlaku pada tari payung, pada tarian ini busana dan tata rias merupakan sebuah komponen yang penting untuk membuat pementasan tarian menjadi sempurna.

Para penari pada tarian ini menggunakan busana adat Melayu yang sesuai dengan adat Minang.

Busana tersebut digunakan oleh para penari wanita.

Busana yang digunakan penari wanita ini terdiri dari atasan kebaya atau baju kurung, bawahan berupa kain songket dan tambahan hiasan kepala berupa mahkota keemasan.

Sedangkan busana yang digunakan oleh penari laki-laki terdiri dari atasan berupa pakaian berlengan panjang yang dipadukan dengan celana panjang dengan warna senada pada bagian bawahnya.

Kemudian di percantik dengan sarung songket yang digunakan sebagai tapi dan kopiah khas dari Melayu.

3. Pengiring Tarian

Tari payung juga dilengkapi dengan pengiring sebanyak dua elemen.

Dua elemen tersebut berupa alat musik tradisional dan sebuah syair khusus.

Alat musik tradisional yang digunakan sebagai pengiring pada tarian ini adalah gendang, rebana, akordion dan gamelan Melayu.

Semua alat music yang digunakan untuk mengiringi tarian ini harus dimainkan sesuai dengan ritme tarian.

Sedangkan syair khusus yang digunakan adalah syair lagu.

Biasanya pada pertunjukan tari payung syair yang digunakan adalah syair berjudul “Babendi-bendi ke Sungai Tanang”.

4. Property Penari

Property yang digunakan dalam tarian ini digunakan sebagai perantara penyampaian makna atau filosofis dari tarian ini.

Berdasarkan makna dari property yang telah dijelaskan di bagian awal maka property yang digunakan adalah payung dan selendang.

Seperti yang dijelaskan di bagian awal, property payung digunakan oleh penari laki-laki sedangkan property selendang di gunakan oleh penari wanita.

5. Latar Panggung

Latar panggung yang digunakan dalam tarian ini tergolong jenis latar panggung yang sederhana.

Tarian ini juga merupakan jenis tarian yang fleksibel yang bisa dipentaskan di mana saja akan tetapi tempat untuk pementasan harus lapang.

Latar panggung yang luas digunakan dalam pertunjukkan tarian ini bukanlah tanpa alasan.

Hal tersebut dikarenakan untuk menjaga agar para penari tidak saling berbenturan dengan penari lainnya dikarenakan jumlah penarinya tergolong banyak.

Baca Juga : Tari Remo

Fungsi Tari Payung

Fungsi Tari Payung

Tari Payung memiliki berbagai macam fungsi yang sudah sangat familiar di Sumatera Barat.

Adapun fungsi dari tarian ini adalah, pertama tarian ini digunakan sebagai sarana ritual.

Hal ini dikarenakan makna dari tarian yang menggambarkan kasih sayang antara sepasang muda-mudi, sehingga tarian ini cukup sering dipentaskan pada acara-acara pernikahan adat Melayu.

Fungsi lain dari tarian ini adalah sebagai hiburan.

Seiring perkembangan zaman tarian ini tidak hanya digelar secara formal di acara-acara besar saja, tetapi juga dipentaskan diacara nonformal yang fungsinya digunakan sebagai hiburan.

Gerakan yang dipentaskan dalam acara  non formal juga lebih dinamis.

Keunikan Tari Payung

Keunikan Tari Payung

Tari payung kini sangat populer di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Tarian yang sangat populer ini memiliki banyak keunikan pada pertunjukannya.

Beberapa keunikan dalam tarian ini adalah sebagai berikut:

1. Property

Keunikan pertama adalah dalam hal property.

Property payung dan selendang yang mendominasi dalam pertunjukkan tarian ini terbilang sangat unik.

Karena tidak ada tarian tradisional lainnya yang menggunakan property utama berupa payung.

Mungkin sudah banyak tarian yang menggunakan property selendang, tetapi yang menggunakan payung?

2. Gerakan Tari

Gerakan tarian pada pertunjukan tarian ini tergolong unik, karena pada tarian tradisional lainnya akan ada pakem gerakan tetapi pada tari payung tidak ada pakem gerakan sama sekali. Gerakan tarinya tergolong gerakan bebas.

Selain itu gerakan dari penari wanita dan laki-lakinya saling bersahutan satu sama lain, sehingga akan memperlihatkan romantisme di setiap pasangan penari.

Gerakan itulah yang menyampaikan makna kasih sayang antara kedua muda dan mudi yang sedang memadu kasih.

3. Fleksibel

Tarian ini merupakan tarian yang sangat fleksibel yang dapat dipentaskan dalam acara apapun dan pesta apapun.

Gerakan tariannya yang dinamis dan memiliki kesan ramailah yang membuat tarian ini sangat fleksibel.

Tarian ini juga dapat dilakukan di berbagai macam setting panggung, hal ini juga telah dijelaskan di bagian awal.

Hanya saja tarian ini membutuhkan latar panggung atau latar pementasan yang lapang yang dapat menampung para penari dan membuat mereka tidak saling bersinggungan satu sama lain.

Tari payung yang berasal dari Minangkabau ini termasuk dalam warisan budaya dari leluhur yang sudah sepantasnya untuk dilestarikan.

Banyak sekali sanggar-sanggar tari di daerah Sumatera yang ikut melestarikan tarian ini.

selain itu masyarakat-masyarakat di Minangkabau juga tetap menjaga arisan leluhur dari Nenek Moyang mereka dan terus mementaskannya diacara-acara besar ataupun kecil.

Marilah ikut melestarikan tarian-tarian khas Nusantara, salah satunya tarian khas Minangkabau ini agar tetap terjaga dan tidak punah agar anak dan cucu kita di masa depan dapat tetap menikmati dan mempelajarinya.

Baca Juga : Tari Piring

data-full-width-responsive="true"
Abdul Roqib Halo semuanya. Perkenalkan nama saya Abdul Roqib. Seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sidoarjo. Ketertarikan saya pada blog sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Terutama bidang teknologi dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *