Tari Serimpi Beserta Pengertian, Sejarah, Jenis dan Daya Tariknya

Tari Serimpi – Serimpi adalah seni tari tradisional yang berasal dari Surakarta atau bisa juga Yogyakarta.

Dua daerah tersebut dikenal memiliki tarian Serimpi yang khas ini karena memang tari Serimpi awalnya adalah berasal dari keraton atau kerajaan dan baik Surakarta maupun Yogyakarta sama-sama memiliki sebuah keraton yang terkenal.

Tarian ini begitu tersohor di banyak kalangan dan tarian ini kostum khas adat Jawa.

Penasaran seperti apakah sejarah tarian ini dan apa saja unsur gerakan yang ada dalam tarian Serimpi? Baca ulasan di bawah ini untuk menjawab rasa penasaran Anda.

Asal Nama Tarian Serimpi

Asal Nama Tarian Serimpi

Serimpi adalah tarian klasik khas yang berasal dari keraton Yogyakarta.

Serimpi dikatakan sebuah tarian klasik karena memang pertama kali dilakukan pada abad ke-12.

Tarian ini pertama kalinya diciptakan oleh Pakubuwono IV.

Beliau adalah pemimpin Istana Surakarta Hadiningrat dan tarian ini melambangkan sebuah momen kematian.

Nama Serimpi sendiri berasal dari kata Srimpi Sangopati, yang memiliki arti calon pengganti Raja.

Sebagaimana jenis tarian khas Jawa lainnya, tarian Serimpi ini juga ditampilkan oleh musik gamelan, yang merupakan instrumen tradisional Jawa.

Namun adapula versi lain yang menyebutkan bahwa asal nama Serimpi sendiri adalah dari kata impi atau mimpi.

Adapun dinamakan serimpi karena tarian ini memiliki durasi sekitar 45 menit hingga satu jam di mana gerakan penari yang anggun dapat membawa penonton ke dunia lain seperti mimpi.

Tarian serimpi dilakukan oleh empat orang yang semuanya wanita.

Komposisi keempat penari ini melambangkan empat arah kompas yakni :

  • Toyo atau air
  • Grama atau api
  • Angin atau udara
  • Bumi atau tanah

Sedangkan nama perannya adalah Batak, Gulu, Dhada, dan Buncit yang melambangkan tenda tiang.

Pengertian Tari Serimpi

Pengertian Tari Serimpi

Sesuai dengan namanya, Serimpi dalam bahasa Jawa memiliki sinonim yang berarti empat.

Tarian ini sebagian besar ditarikan oleh empat penari yang diiringi oleh musik gamelan Jawa.

Tarian ini memiliki gerakan tangan yang lambat dan anggun.

Gerakan itulah yang merupakan ciri khas dari tarian Serimpi.

Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, jumlah orang yang menarikan Serimpi ini memiliki filosofi empat unsur dunia.

Diyakini empat penari tersebut mewakili api, angin, air dan bumi sehingga tarian ini memang harus dilakukan oleh empat penari. Tarian ini memiliki durasi pementasa sekitar 45-60 menit.

Melihat tema tariannya, Serimpi memiliki nuansa yang mistis dan gerakan lembut di setiap langkahnya.

Tarian klasik ini dibawakan oleh empat wanita, atau paling banyak lima.

Formasi ini bertujuan untuk mengisi simbol di balik filosofi untuk mewakili masing-masing elemen.

Serimpi adalah seni yang dianggap sebagai pusaka adhiluhung dari Keraton.

Tema yang ditampilkan pada tarian Serimpi bisa dikatakan hampir memiliki kesamaan dengan tarian Bedhaya Sanga.

Bedanya tarian Bedhaya Sanga ini sesuai dengan namanya, dilakukan songo yang artinya sembilan berarti dilakukan oleh 9 penari.

Hanya saja tarian Bedhaya Sanga ini menggambarkan pertikaian dua hal yang mengalami pertentangan seperti baik versus buruk, benar versus salah dan akal manusia versus hasrat manusia.

Baca Juga : Tari Saman

Sejarah Tarian Serimpi

Sejarah Tarian Serimpi

Menurut legenda, munculnya tarian serimpi ini berasal dari era kerajaan Mataram, pada masa pemerintahan Sultan Agung yakni sekitar tahun 1613-1646.

Pada saat itu tarian dianggap suci karena hanya dilakukan di istana sebagai ritual negara untuk mengingatkan sultan naik tahta.

Namun pada tahun 1775, ketika mendobrak Kesultanan Mataram, Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta, tarian serimpipun kemudian dibagi menjadi dua aliran yaitu gaya Kesultanan Yogyakarta dan gaya Kesultanan Surakarta.

Para penari, secara tradisional dipilih dari kerabat sultan, berasal dari orang-orang dalam keraton sendiri.

Hanya pada awal abad ke-20 bedhaya diizinkan untuk dikeluarkan dari pengadilan. Sepanjang sejarah, para sultan Yogyakarta membuat koreografi versi bedhaya untuk dilakukan di pengadilan dan untuk menyambut tamu yang terhormat.

Sebagai tarian klasik di keraton Yogyakarta, adhiluhung telah menjadi tarian seni dan dianggap sebagai peninggalan istana.

Tema tarian ditampilkan pada serimpi yang menggambarkan perselisihan antara dua hal yang bertentangan antara yang baik dan yang jahat, benar dan salah, akal manusia dan hasrat manusia.

Dahulu tarian Serimpi ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang di pelataran Yogyakarta.

Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu keraton.

Kemudian sesuai dengan perubahan zama, maka kemudian tari Serimpi ini mengalami beberapa perombakan gerakan. Perombakan ini dilakukan untuk menyesuaikan pada kebutuhan yang ada di masyarakat saat ini.

Bentuk utama dari penyesuaian tarian Serimpi yang lama dengan yang baru adalah pada durasi pertunjukan.

Jika tari Serimpi versi lama dalam setiap pertunjukan dapat disajikan selama kurang lebih 1 jam, maka saat ini Tari Srimpi bisa dilakukan dengan durasi sekitar 11-15 menit saja.

Perubahan durasi tarian Serimpi menghilangkan pengulangan gerakan yang dirasasama.

Banyak  upaya konservasi yang dilakukan dalam berbagai tarian klasik yang banyak ditemui di Yogyakarta. Hal ini dikarenakan agar tamu yang menyaksikan tidak mudah bosan.

Jenis-jenis Tarian Serimpi yang Terkenal

Jenis-jenis Tarian Serimpi yang Terkenal

Ada banyak sekali jenis tarian Serimpi yang kemudian banyak dikenal oleh masyarakat di antaranya adalah :

  • Tari Serimpi Sangopati

Tarian ini dimainkan oleh dua penari wanita dan jenis tari ini digagas oleh Pakubuwono IX.

Sebenarnya Serimpi Sangopati adalah karya Pakubuwono IV yang saat itu memerintah Kesultanan Surakarta pada tahun 1788-1820.

Diberi nama Serimpi Sangopati karena berasal dari kata ‘apatis “yang merupakan sebutan untuk calon pengganti raja. Jenis tarian Serimpi satu ini melambangkan ketentuan kematian dari arti Sangopati yang dialokasikan untuk Belanda.

  • Tari Srimpi Anglirmendhung

Menurut R.T. Warsadiningrat, jenis Tari Srimpi Anglirmendhung dicetuskan oleh KGPAA Mangkunagara Anglirmedhung I.

Dahulu jenis tarian Serimpi ini dilakukan oleh tujuh penari.

Namun ketika dipersembahkan kepada Sinuhun Buwana Paku, beliau meminta Tari Srimpi Anglirmendhung dirubah yang tadinya enam penari menjadi empat penari saja.

  • Tari Madu Srimpi Ludira

Tari Madu Srimpi Ludira ini digagas oleh Sultan Pakubuwono V yang sengaja menciptakan tarian tersebut sebagai upaya mengenang ibundanya tercinta

Sang ibunda sultan merupakan wanita yang masih memiliki keturunan Madura.

Ibundanya adalah seorang putri dari Adipati Cakraningrat Pamekasan yang sangat terkenal.

Penamaan Madu Ludira sendiri sengaja diambil dari bahasa Madura yang memiliki arti trah Madura.

Baca Juga : Tari Topeng

  • Tari Serimpi Renggawati

Tarian Serimpi Renggawati adalah salah satu jenis tarian klasik khas gaya putri Yogyakarta.

Tari  Serimpi Renggawati diciptakan oleh Sultan Buwana V. Penari Serimpi Renggawati berjumlah 5 orang dan membawa cuplikan cerita mengenai “Angling Darmo” yang magis.

Untuk tari Serimpi Renggawati sendiri menggunakan properti tambahan berupa pohon dan burung mliwis putih.

  • Serimpi Tarian Cina

Salah satu jenis tarian klasik di Istana Puteri Ngayogyakarta Hadiningrat ada Serimpi Tarian Cina. Ada keanehan pada tarian Serimpi Cina ini di mana para penarinya harus berpakaian ala negeri cina.

  • Tari Serimpi Pistol

Salah satu jenis tarian klasik gaya putri Yogyakarta selanjutnya adalah tari Serimpi Pistol.

Jenis tarian Serimpi ini diciptakan oleh Sultan Buwana VII.

Nah, yang menjadi ciri khas dari tarian Serimpi pistol ini adalah properti sang penarinya  yang diwajibkan membawa sebuah pistol.

  • Tarian Serimpi Padhelori

Sultan Buwana VI dan Sultan Buwana VII juga turut menciptakan sebuah tarian Serimpi yang dinamakan dengan Tarian Serimpi Padhelori.

Sama halnya dengan tari Serimpi Pistol, properti yang digunakan pada tarian jenis ini adalah menggunakan pistol namun pistolnya jenis cundrik.

Tarian ini membawa kutipan cerita dari “Menak”, yang menceritakan kisah Dewi peperangan dan dewi Sirtu Pelaeli Sudarawerti, sebagaimana diriwayatkan dalam puisiya.

Gending Pandhelori sendiri menjadi instrumen yang setia mengiringi tarian Serimpi Padhelori.

  • Tarian Merak Serimpi Kasimpir

Sultan Buwana VII tidak hanya turut menciptakan tari Serimpi Padhelori saja, namun juga ia menggagas terciptanya Tarian Merak Serimpi Kasimpir.

Nah, untuk tarian Serimpi jenis ini, properti yang digunakan ada dua yakni pistol dan juga panah. Sementara untuk alat musik yang mengiringi adalah adalah Gending Merak Kasimpir.

  • Tarian Serimpi Pramugrari

Salah satu jenis gaya tarian klasik putri Yogyakarta hasil penciptaan Sultan Buwana VII adalah Tarian Serimpi Pramugrari.

Properti yang digunakan sang penari adalah sebuah pistol sementara alat musik yang digunakan adalah Gending Pramugrari.

Daya Tarik Tarian Serimpi

Daya Tarik Tarian Serimpi

Ada beberapa hal yang membuat tarian Serimpi ini sangat menarik di antaranya adalah :

  • Kostum yang unik

Awalnya kostum yang digunakan untuk menampilkan tarian Serimpi adalah khas pakaian putri keraton sultan dengan dodotan dan mangkuk bermotif sebagai hiasan kepala.

Penari Serimpi mengenakan gaun pengantin keraton Yogyakarta sebagai kostum dengan dodotan dan gelung bokor sebagai motif dalam ornamen kepala.

Namun seiring berjalannya waktu, kostum itu berubah menjadi kain seredan dan gaun tanpa lengan dengan hiasan kepala bulu kasuari yang diikat dan gelang dengan ornamen bunga ceplok dan jebehan.

  • Warisan kerajaan

Sebagai tarian klasik di Kraton Yogyakarta, Tarian Serimpi sebagai seni luhur telah menjadi warisan kerajaan. Tema-tema tari ditampilkan pada Serimpi juga relevan dengan kehidupan yang terjadi saat ini.

  • Dilengkapi dengan properti senjata

Tarian Serimpi memiliki ekspresi pertempuran yang terlihat jelas dalam gerakan yang sama dari dua pasang tentara yang didukung dengan properti senjata termasuk belati kecil atau cundrik, jebeng, tombak, jemparing dan senjata.

  • Memiliki mitos raja Jawa

Tarian seperti bedhaya dan serimpi dikaitkan dengan budaya halus, dan canggih dari pengadilan Jawa, di mana mereka mewujudkan penciptaan mitos raja dan negara dan merupakan simbol penting dari kekuatan penguasa.

  • Menceritakan karakter yang kuat

Tarian-tarian ini adalah disiplin yang didedikasikan untuk gagasan tentang rahmat dan energi manusia lebih daripada ekspresi energi individu.

Gerakan-gerakan itu, meskipun dikendalikan dan memiliki banyak gaya, tarian ini ada untuk menggambarkan karakter bahkan ketika tarian itu sendiri tidak menceritakan kisah.

Baca Juga : Tari Merak

  • Diiringi oleh musik gamelan yang indah

Tarian ini diiringi oleh orkestra gamelan yang terdiri dari perkusi perunggu tradisional Indonesi dan instrumen yang ditekuk dan bersenar. Instrumen ini menghasilkan alunan yang indah.

Secara garis besar tari Serimpi adalah tarian jawa yang santun berasal dari kraton-kraton Yogyakarta dan Surakarta. Lambang tarian wanita Jawa dengan makna simbolis dan spiritual yang mendalam.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply