Kebudayaan dan Tarian Betawi yang Harus Kita Lestarikan

Tarian Betawi – Mendengar kata Betawi, pasti pikiran Anda langsung tertuju pada Jakarta.

Betawi merupakan salah satu suku Indonesia yang erat kaitannya dengan Ibukota Republik Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.

Betawi yang sudah dikenal banyak orang ini ternyata mempunyai kekayaan budaya dan kesenian yang menakjubkan. Salah satunya yaitu tarian Betawi yang lestari dan berkembang sampai sekarang.

Sejarah Berkembangnya Tarian Betawi

Sejarah Berkembangnya Tarian Betawi

Sejarah pada setiap hal memiliki kejadian yang berbeda-beda.

Meskipun begitu, setiap kejadian masa lampau yang terjadi akan memiliki kesannya sendiri.

Begitupun dengan sejarah yang ada pada tarian yang ada di Betawi. Maka dari itu, sejarah tariannya diwariskan kepada keturunannya untuk selalu diingat.

Hal tersebut dapat meningkatkan nilai perjuangan untuk lebih mencintai tariannya.

Salah satu tarian Betawi yang memiliki sejarah yang unik ini adalah tarian Kembang Lambang Sari.

Tarian yang ciptakan oleh seniman Wiwiek Widiyastuti pada tahun 2000 ini sangat menarik.

Awal mula tarian ni muncul yaitu dari kreativitas beliau.

Hal ini dikaitkan tentang bentuk cerita “Bapak Jantuk” pada topeng Betawi.

Cerita ini menggambarkan tentang keluarga inti Bapak Jantuk.

Di dalam cerita tersebut, terdapat plot cerita yang melukiskan pertengkaran yang sering dilakukan antara Bapak Jantuk dan istrinya.

Adegan inilah yang selanjutnya menjadi bahan tarian Kembang Lambang Sari.

Isi tarian ini menggambarkan tentang kegirangan Bapak Jantuk dalam mengasuh anak-anaknya.

Kegembiraan bapak tersebut diibaratkan dengan nyanyian-nyanyian, saling balas pantun, dan menari.

Beberapa keadaan inilah yang menjadikan sumber tarian Kembang Lambang Sari tercipta.

Gerakan pada Tarian Betawi

Gerakan pada Tarian Betawi

Setiap tarian yang ditampilkan memiliki gerakan dasar.

Gerakan-gerakan dasar ini saling dikolaborasikan untuk membentuk sebuah tarian yang mengagumkan.

Seperti halnya pada tarian Betawi.

Terdapat gerakan-gerakan dasar yang membangun tarian ini. Beberapa gerakan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Sikap Gibang

Sikap ini mengatur gerak kaki, tangan, tubuh, dan kepala.

Pada kaki, kaki kanan berada di posisi depan dan kaki kiri ditekuk.

Pada tangan, bagian tangan kanan ditekuk di depan dada dan tangan kiri ditekuk berjajar dengan pinggang.

Pada tubuh, posisi badan merendah serta dada dibusungkan ke depan.

Selanjutnya, kepala dapat digoyangkan menurut langkah kaki.

2. Koma Putes

Gerakan ini memperagakan kaki yang dirapatkan antar dua tumit. Hal ini juga membuka posisi lutut. Selanjutnya, telapak kaki diarahkan mendatar.

3. Rapat Nindak

Pada gerakan ini, dilakukan dengan badan merendah.

Pada bagian tangan, tangan kiri agak dibengkokkan serta tangan kanan melepaskan selendang ke samping kanan.

Kepala diarahkan ke kiri lalu ke depan.

4. Koma Pendek

Gerakan ini dilakukan dengan merapatkan kaki serta badan tegak. Selanjutnya, kedua tangan direntangkan ke samping. Kepala menghadap ke depan  dengan hitungan tujuh sampai delapan.

5. Cendol Ijo

Pada tarian Betawi, gerakan ini dilakukan dengan merapatkan kedua tumit dengan jarak sekepal.

Pada posisi badan, badan direndahkan, dan menggoyangkan pinggul.

Kedua tangannya dibengkokkan dengan posisi tangan di pinggang. Serta, kepala putar ke bagian kanan dan kiri.

Pakaian khas  Tarian Betawi

Pakaian khas  Tarian Betawi

Para penari tarian tradisional sangat tampak khas dengan kostum yang digunakannya.

Kostum inilah yang merupakan salah satu daya pikat para penontonnya.

Meskipun setiap daerah memiliki gaya kostum yang berbeda-beda, hal ini tidak akan membuat terpecahnya suatu daerah.

Begitupun dengan tarian asal Betawi yang tidak kalah menarik.

Betawi yang terkenal dengan daerah Ibu Kota ini mempunyai pakaian yang tampak khas untuk setiap penarinya.

Kostum tersebut biasanya dipilih dari warna-warna terang.

Warna-warninya pakaian tersebut membuat mencolok para penarinya.

Warna yang biasa digunakan yaitu warna merah yang identik dengan keberanian.

Baca Juga : Tarian Daerah 34 Provinsi

Macam-macam Jenis Tarian Betawi

1. Tarian Topeng Betawi

Tarian Topeng Betawi

Tarian dengan segala keunikannya adalah tarian Topeng Betawi.

Tarian ini berawal dari kesenian teater tradisional yang dimainkan di Betawi.

Namun, sekarang menjadi sebuah tarian yang merupakan kolaborasi antara drama dan tari.

Tari yang sudah sampai mendunia ini cukup terkenal di Betawi.

Nama tarian ini yang terkenal membuatnya dapat ditarikan diberbagai acara.

Acara-acara tersebut ialah acara khitan dan juga pada acara pernikahan beradat Betawi.

Isi dari tarian ini pun sangat menghibur.

Karena, pada awalnya ini merupakan pertunjukan teater yang ditarikan.

Sehingga, setiap orang yang melihatnya dapat mengambil pesan baik di dalamnya.

Pakaian yang digunakan penari sangat warna-warni.

Hiasan kain dibagian dadanya diberi motif bunga dan sedikit rumbai sebagai peramai.

Selain itu, terdapat atribut yang menjadi ciri khas tarian ini yaitu topeng.

Topeng pada tarian ini berbeda halnya dengan tarian lain.

Setiap topeng yang digunakan adalah berbahan dasar dari kayu yang dipahat.

Sementara itu, topeng yang digunakan tidaklah memakai karet agar tidak jatuh.

Namun, penari harus menggigit topeng tersebut.

Alat musik yang mengiringi tarian ini yaitu alat musik seperti kempul, rebab, gong, kecrek, kromong tiga, kulanter, dan gendang besar.

Kostum yang digunakan adalah pakaian adat dari Betawi

2. Tari Sirih Kuning

Tari Sirih Kuning

Tari Sirih Kuning ini merupakan sebuah perkembangan tarian zaman dahulu.

Tarian tersebut adalah tari Cokek yang tempat asalnya adalah Banten.

Selain itu, tarian ini sangat sering ditarikan pada acara formal. Salah satu acara tersebut adalah acara pernikahan dalam menggiring pengantin.

Penggiringan pengantin ini dilakukan saat pada bagian acara penyerahan sirih dare oleh mempelai pria kepada pengantin wanita.

Hal tersebut dilakukan dengan khidmat dan penuh rasa suka cita.

Selain acara tersebut, tarian ini juga ditampilkan pada acara penyambutan tamu daerah.

Tidak hanya itu, tari Sirih Topeng juga menghiasi acara-acara hiburan di Betawi.

Warna kostum yang digunakan para penari sangatlah beragam.

Busana ini lebih identik pada pakaian budaya Tionghoa.

Tarian yang ditampilkan dengan indah ini diiringi alunan musik gambang kromong.

Alat musik yang digunakan untuk dimainkan adalah khas Tionghoa.

3. Tarian Kembang Lambang Sari

Tarian Kembang Lambang Sari

Tarian ini juga disebut sebagai tarian Lambang Sari.

Jika kelompokkan menurut jenisnya, tarian ini termasuk tarian kreasi baru.

Hal ini bermakna bahwa tarian ini masih baru untuk berkembang di zaman sekarang ini.

Tarian ini adalah hasil kreativitas seorang seniman. Seniman tersebut ialah Wiwiek Widiastuti pada tahun 2000.

Tarian yang ditunjukkan dengan ekspresi menari-nari ini sangat menyemangati orang yang menontonnya.

Penari yang menampilkannya yaitu wanita berumur muda hingga dewasa dengan jumlah ganjil.

Sedangkan, gerakan yang dimainkannya lebih ke arah lemah lembut.

Selain itu, ditambahkan gerakan yang lincah mengikuti alunan musiknya.

Kostum yang digunakan pada tarian ini yaitu kebaya ropen dengan terdapat tiga susunan warna berbeda di ujung lengannya.

Selanjutnya yaitu bagian bawah dikenakan kain khas Betawi berupa batik.

Selain itu terdapat aksesoris tambahan untuk meramaikan kostum tersebut. Aksesoris ini berupa toka-toka motif bulat yang digunakan untuk menutupi dada.

Sedangkan, untuk alat musiknya yaitu dari gamelan topeng yang terdiri dari rebab, gendang besar,  kulanter, ancak kenong berpencon tiga, kecrek, kempul, dan juga gong tahang.

Alat musik ini dimainkan secara bersamaan yang menciptakan alunan nada musik yang bersemangat dan ceria.

4. Tarian Ronggeng Blantek

Tarian Ronggeng Blantek

Tarian Betawi yang mengagumkan ini adalah tarian yang sudah berkembang sejak zaman penjajahan.

Tarian Ronggeng Blantek ditampilkan dalam pembukaan pertunjukan Topeng Blantek.

Namun, pada zaman sekarang tarian ini juga dapat dimainkan untuk membuka suatu acara

Tarian ini ditampilkan dengan gerakan yang bertenaga.

Tempo yang dibuat adalah cepat tapi tampilan ini masih terkesan elok.

Hal tersebut tampak terlihat semakin cantik saat dipadukan dengan pakaian yang digunakannya.

Kostum tersebut biasanya mengambil warna yang cerah, menggunakan manik-manik sebagai hiasan, dan juga dilengkapi selendang.

Tarian ini juga memiliki alunan musik yang khas.

Alat musik yang dimainkan yaitu terompet, trombone, baritone, gendang, gong, simbal, dan tehyan.

Selain itu, penari yang memainkannya adalah beberapa orang perempuan. Jumlah penari itu adalah 4-6 orang.

Baca Juga : Tari Papua

5. Tarian Lenggang Nyai

Tarian Lenggang Nyai

Tarian selanjutnya adalah tarian Lenggang Nyai.

Tarian ini diciptakan karena tergagas dari perjalanan kisah hidup Nyai Dasimah.

Hal ini membuat tarian tersebut sangat memiliki makna yang dalam untuk dipersembahkan.

Menurut asal usul dari masyarakat, tarian ini digagas oleh Wiwik Widiastuti.

Hal ini diciptakannya berawal dari rasa kecintaannya pada kebudayaan Indonesia yang ada di Betawi.

Beliau tertarik dengan kisah Nyai Dasimah untuk menciptakan tarian Betawi ini.

Dari cerita Nyai Dasimah ini, pencipta mengambil bagian kisah pelajaran di dalamnya.

Salah satunya yaitu tentang pemberontakan dan hak kebebasan untuk perempuan.

Penyajian tampilan ini dikemas dengan gerakan yang menggambarkan karakter tokoh cerita.

Gerakan ini yaitu berkesan energik, gesit, dan dinamis.

Dalam penariannya, busana yang digunakan memiliki kolaborasi unsur Cina dan Betawi.

Warna yang dipilih adalah warna terang seperti merah dan hijau.

Hiasan tambahan juga digunakan untuk membuat ramai pakaiannya.

Hiasan tersebut adalah mahkota dari budaya Cina. Sedangkan, musik yang digunakan untuk mengiringinya yaitu gambang kromong.

6. Tari Yapong

Tari Yapong

Tarian Yapong ini termasuk dalam kategori tarian hiburan masyarakat.

Jika digolongkan, tarian ini termasuk dalam tarian kontenporer.

Sehingga, pada tarian ini memiliki gerakan kreasi yang banyak untuk ditampilkan.

Gerakan yang dimainkan pada tarian ini lebih sederhana dari tarian lainnya. Meskipun sederhana, tarian ini sangat dinamis untuk dimainkan.

Para penari yang penampilkannya menggambarkan sosok yang gembira dengan memadukan gerakan tangan dan kakinya.

Selain itu, terdapat gerakan pinggul yang mengalun pada tariannya.

Dalam penampilannya, tarian ini sering dipersembahkan untuk acara-acara pesta di Betawi.

Tarian Yapong terkesan sangat mempesona untuk dilihat.

Hal ini dikarenakan, tarian ini dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Betawi.

Adapun alat musik yang dimainkan yaitu rebana biang, rebana hadrah, dan rebana ketempring.

Namun, pada zaman yang semakin berkembang, tarian ini juga diiringi dengan alunan musik gamelan dengan nada semangat.

Kostum adat yang digunakan pada tarian ini hamper serupa dengan tarian Topeng Betawi.

Sehingga, warna dalam pakaian ini adalah mencolok dengan tambahan kain batik sebagai bawahannya.

Selain itu, pada bagian kepalanya ditambahkan hiasan mahkota bunga yang disesuaikan dengan pakaian penari.

Fungsi Tari Betawi

Fungsi Tarian Betawi

 

Berdasarkan fungsi penyajiannya, tarian pada Betawi dapat dikelompokkan menjadi tiga fungsi.

Fungsi tersebut yaitu fungsi upacara, fungsi pergaulan, dan fungsi rekreasi.

Fungsi Upacara

Tarian yang ditarikan dalam upacara ini biasanya terkait dengan hal yang sakral.

Pada tarian pada Betawi ini, upacara yang biasanya terdapat tarian ini adalah upacara pada khitan dan pernikahan.

Salah satu contoh dari tarian tersebut adalah tarian Topeng Betawi.

Fungsi Pergaulan

Tarian ini dapat dikaitkan tentang keadaan daerah masing-masing.

Makna dari fungsi pergaulan yaitu sebagai wujud keakraban setiap masyarakatnya.

Hal ini berhubungan dengan acara-acara di daerahnya.

Acara tersebut seperti penyambutan panen, bersih desa, dan lainnya. Salah satu contoh tarian Betawi yang memiliki fungsi pergaulan adalah tarian Cokek dan tarian Yapong.

Fungsi Edukasi

Tarian yang pada dasarnya merupakan tarian untuk menghibur penonton, tarian ini juga dapat memberikan fungsi sebagai tarian edukasi.

Tarian edukasi merupakan tarian yang menampilkan dengan menggambarkan pesan moral yang dapat dipetik para penontonnya.

Contoh tarian tersebut adalah tarian Lenggang Nyai.

Tarian ini menggambarkan seseorang nyai yang sangat semangat dalam menjalani hidup setelah melewati banyak hal yang tidak enak.

Seseorang itu adalah Nyai Dasimah.

Tarian itu juga disampaikan untuk menceritakan tentang penolakan dan hak kebebasan perempuan dalam menjalani hidupnya.

Budaya yang masih Berkembang di Betawi

Selain tarian Betawi yang masih berkembang dan di lestarikan, Betawi masih memiliki kebudayaan.

Kebudayaan-kebudayaan ini sampai sekarang masih sangat dikenalkan kepada keturunan selanjutnya.

Hal ini dilakukan karena ingin kebudayaan yang ada masih dikenal dan dicintai oleh rakyatnya.

Beberapa kebudayaan yang masih dikembangkan oleh masyarakat Betawi yaitu :

1. Pencak Silat

Pencak Silat

Pencak silat merupakan sebuah kesenian beladiri yang khas dari Jakarta.

Fungsi dari kesenian ini adalah untuk meningkatkan pertahan diri bagi yang mengikutinya.

Meskipun di Jakarta terdapat beberapa aliran tentang pencak silat ini, tapi tidak perlu mengkhawatirkannya.

Beberapa aliran tersebut sama-sama mengajarkan tentang beladiri yang berdampak positif.

Baca Juga : Tari Jawa TImur

2. Lenong

Lenong

Lenong merupakan kebudayaan yang menampilkan komedi tanpa jalan cerita yang sudah disiapkan.

Dalam penampilannya, kesenian ini diiringi dengan gambang kromong.

Tampilan pada panggungnya dihias dengan tatanan yang menggunakan dekorasi tambahan.

Zaman dahulu, Lenong menggambarkan tentang kerajaan. Tetapi, sekarang tentang kehidupan sehari hari.

3. Ondel-ondel

Ondel-ondel

Ondel-ondel merupakan patung yang besar membentuk tubuh manusiayang dijadikan sebagai simbol dari Kota Jakarta.

Dalam menggerakkan patung ini, terdapat seseorang yang berada di dalam patung.

Selain itu, ondel-ondel ini sering berkedudukan di bagian depan pada arak-arakan.

Hal ini telah membudaya sampai sekarang.

Banyaknya Keuntungan yang Diperoleh dari Keanekaragaman Budaya dan Tarian Betawi

Kebudayaan dan tarian-tarian yang tercipta di daerah memiliki macam yang beranekagam.

Dengan begitu, pastinya juga banyak terdapat keuntungan yang diperoleh.

Keuntungan-keuntungan itulah yang membuat daerah serta Bangsa Indonesia merasa bangga.

Salah satu daerah yang dapat Anda ketahui adalah Betawi.

Betawi memiliki banyak sekali tarian dan kebudayaan yang sampai sekarang masih terus dilestarikan.

Selain itu, keanekaragaman tarian Betawi yang ada sangatlah menguntungkan.

Hal ini dapat Anda perhatikan dalam prestasi dari tarian-tarian ini.

Salah satunya tarian Topeng Betawi yang berhasil ditarikan dan dikenalkan sampai Negara luar.

Selain itu, tarian-tarian dan budaya ini yang menggambarkan daerah Jakarta untuk lebih dikenal dan dicintai warganya serta wisatawannya.

Semakin banyak wisatawan yang datang ke Betawi, maka semakin meningkatnya juga perekonomian masyarat setempat.

Hal ini juga menguntungkan para penari dan juga para pengembang kebudayaan Betawi tersebut.

Demikian pembahasan mengenai tarian dari betawi yang patut kita lestarikan ini. Mudah – mudaha bermanfaat.

Jangan lupa lihat pembahasan lanya tentang tarian, surat serta pembahasan lainya di https://symbianplanet.net/ ya !!

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply