Gambar Teknik Arsir

Teknik Arsir – Teknik ini biasanya digunakan untuk melukis wajah dengan menggunakan alat pensil, arsiran yang padat dan bisa meningkatkan kualitas gambar lukisan dan bisa menambah nilai estetika pada lukisan tersebut.

Jenis arsiran melukis wajah dengan memakai pesil sangatlah bermacam-macam. Pada kali ini kita akan membahas seputar macam-macam arsiran yang biasanya digunakan untuk melukis wajah dengan cara menggunakan pensil. Berikut ini adalah penjelasannya :

Macam-Macam Teknik Menggambar

Teknik menggambar adalah suatu teknik yang diterapkan untuk menggambar sebuah objek, sehingga gambar hal yang sedemikian rupa seolah-olah berbentuk 3 dimensi atau layak seperti nyata.

Berikut ini macam-macam variasi menggambar :

  • Teknik Menggambar Dusel
  • Teknik Menggambar Blok
  • Teknik Menggambar Arsir
  • Teknik Menggambar Plakat
  • Teknik Menggambar Aquarel
  • Teknik Menggambar Pointilis

Komposisi Dalam Menggambar

Kompoisis dalam menggambar bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu jenis asimetris dan simetris.

  • Komposisi Asimetris

Kompisisi Asimetris adalah yang memperlihatkan objek di bagian kanan yang tidak sama dengan objek yang di bagian kiri gambar, namun untuk soal penampilan tetaplah seimbang.

  • Komposisi Simetris

Sedangkan untuk simetris adalah menunjukkan objek di bagian kanan yang sama dengan objek di bagian kiri pada bidang gambar tersebut.

Arsir ini berfungsi sebagai penerapan gambar, diantaranya bisa memberikan karakter pada setiap objek gambar, dan bisa memberikan bentuk dan volume benda yang berkesan dan bisa mampu memberikan kesan karak di dalam gambar, selain itu bisa mengisi di bidang yang kosong.

Fungsi Teknik Arsir

 

Ada beberapa fungsi dari teknik arsir diantaranya adalah :

  • Mampu memberikan kesan dengan bentuk dan volume pada bagian objek atau benda.
  • Mampu memberikan karakter pada objek gambar.
  • Mampu mengisi bidang yang kosong.
  • Mampu memberikan kesan karak dan ke dalam gambar.
  • Finishing touch gambar.

Macam-Macam Teknik Arsir

Fungsi Teknik Arsir

Crosshatching “Arsiran Silang”

Arsir silang memang miri dengan teknik arsir satu arah, tetapi jenis arsiran ini goresannya lebih terlihat saling berpotongan. karena bagian yang ingin diarsir terlihat lebih gelap, goresan yang bisa ditumpuk dengan menggunakan arah garis tentu berbeda.

Biasanya perbedaan arah dari garis awal menuju ke garis berikutnya adalah sekitar 45 derajat. Selain itu arsiran silang ini bisa digunakan untuk menggambar benda yang mempunyai sifat permuakaan yang kasar dan halus.

Untuk membuat karakter pada setiap benda yang mempunyai permukaan halus, maka pensil yang akan digunakan harus berujung runcing sehingga ketikan digoreskan bisa sesuai dengan keinginannya.

Sedangkan untuk membuat karakter benda yang permukaannya sifatnya kasar, maka untuk pensilnya harus digoreskan sedikit renggang.

2. Hatching “Arsiran Satu Arah”

Teknik arsir yang kedua adalah teknik arsir hatching atau yang dikenal dengan arsir searah. Pada teknik yang ini pensil akan digosokan dengan arah yang sama, sehingga bisa terlihat barisan garis yang searah dan sejajar.

Arsiran dengan satu arah ini adalah arsiran yang memang mudah untuk dibuat. Karena pada arsiran ini hanyalah dibuat dari goresan yang teratur.

Semakin kita banyak melakukan penggoresan maka akan bisa menimbulkan efek yang lebih gelap karena semakin padat. Selain itu dari penumpukan garis akan bisa menambah massa garis sehingga akan bisa menjadi lebih tebal dan terakhir akan terbentuk efek ilusi volume yang terang.

Arsiran satu arah bisa digunakan menggambar berbagai jenis gambar yang tentunya mempunyai karakter permukaan yang rata dan halus.

3. Scumbling “Arsiran Coreta Bebas”

Arsiran scrumbling adalah arsiran yang goresannya terlihat tidak beraturan dan bentuknya coretan bebas. Untuk goresan ini tidak sama dengan garis, melainkan lebih seperti goresan bebas.

Coretan bebas akan lebih terlihat menarik jika arah goresannya bisa dirubah dengan acak dan bisa membentuk ilusi volume yang sesuai diinginkannya.

Pada teknik ini bisa diterapkan untuk menggambar berbagai jenis benda, yang tentunya memiliki karakter permukaan yang kasar. Tujuan dari adanya arsiran adalah untuk membentuk karakter dari berbagai benda-benda.

Jika pada suatu gambar benda yang diarsir dengan menggunakan cara ini, pada gambar tersebut akan bisa telihat permukaan yang tidak rata. Contohnya seperti kulit batang pohong, kayu, handuk, bebatuan dan lain-lainnya.

4. Countour Hatching “Arsiran Searah Kontur”

Untuk teknik arsiran ini, pada goresan arsir pensil atau pena harus bisa mengikuti bentuk kontur bidang yang hendak diarsir, maka dengan begitu akan terlihat volume pada benda. Teknik ini sering kali digunakan untuk menggambar seperti figur manusia, tumbuhan dan hewan.

5. Stippling “Arsiran Titik”

Teknik stippling adalah teknik untuk membuat titik-titik kecil seperti halnya pada teknik pointilisme. Semakin dekat dan rapat pada titik-titik yang kecil, maka akan semakin gelap pada efek yang ditimbulkannya.

6. Arsiran Pointilisme

Arsiran pointilisme adalah teknik yang sering kali digunakan di dalam melukis wajah dengan memakai pensil, namun untuk teknik ini kurang begitu efektid dalam mengarsir di kulit dan memang sulit untuk dikombinasikan dengan teknik arsiran yang lainnya.

7. Arsiran Circusilm

Teknik arsiran circusilm adalah teknik arsiran yang di atas, karena membuat arsiran jenis ini adalah dengan cara membuat lingkaran kecil yang ditumpuk terlebih dahulu, untuk teknik ini memang jarang sekali dipakai. Namun dalam teknik ini lebih sering digunakan melukis wajah dengan menggunakan pensil warna.

Baca Juga : Teknik Menggambar

Alat-Alat Yang Digunakan Teknik Arsir

Alat-Alat Yang Digunakan Teknik Arsir

Berikut ini adalah beberapa peralatan dan perlengkapan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dalam menggambar :

Pensil

Dalam menggambar tentunya kita membutuhkan yang namanya pensil. Untuk hasil yang baik gunakan pensil yang kualitasnya HB, 2B, F, H, 7B. Dari semua jenis pensil itu tentunya akan bisa memberikan hasil yang berbeda-beda di dalam setiap goresannya.

Kertas Gambar

Kertas gambar adalah sebuah media untuk menggambar. Selain kertas gambar kita juga bisa memanfaatkan sketchbook sebagai bahan gambar arsiran. Untuk hasil yang lebih bagus gunakanlah sketchbook yang permukaannya halus.

Kuas dan Cotton Bud

Siapkan kuas dan cotton bud. Kedua alat yang ini berguna untuk menghaluskan arsiran pensil yang bertujuan supaya terlihat merata.

Penghapus

Penghapus alat yang harus ada karena penghapus ini sangatlah diperlukan jika membuat kesalah atau terdapat degadrasi warna gelap terang yang kurang pas. Sediakan penghapus yang tumpul dan tajam.

Perbedaan Teknik Arsir, Dusel, Pointilis dan Aquarel

Mungkin sebagai dari kita masih banyak yang bingung diantara teknik-teknik menggambar. Semoga saja dari keterangan ini, bisa menjawab di antaranya kebingungan kita. Berikut ini adalah perbedaan dari teknik arsir, dusel, pointilis dan aquarel :

Arsir

Arsir adalah sebuah metode menggambar dengan menggunakan garis yang menyilang atau paralel yang berguna untuk menentukan gelap atau jelasnya di objek gambar, sehingga dengan demikian terlihat seperti 3 dimensi.

Dusel

Dusel adalah sebuah sistem menggambar yang menentukan gelanya atau terangnya di setiap objek gambar dan sistem ini lebih menerapkan sebuah pensil gambar yang digoreskan dalam posisi miring.

Pointilis

Pointilis adalah sebuah sistem menggambar yang lebih memastikan gelap dan jelasnya di suatu objek gambar, alat yang digunakan adalah dengan menggunakan pena atau pensil gambar dengan spot titikan.

Aquarel

Aquarel adalah sebuah sistem menggambar yang menggunakan cat air kemudian dikombinasikan dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya bisa menjadi transparan.

Blok

Blok adalah sebuah metode menggambar yang menggunakan teknik menutup objek gambar pada satu warna sehingga bisa telihat formal global “siluet”.

Teknik Dasar Dalam Teknik Arsir

Teknik Dasar Dalam Teknik Arsir

Teknik ini merupakan pengulangan garis secara acak dan saling menyilang dengan bertujuan mengisi bidang gambar yang kosong. Konsep utama dari hatching adalah bahwa jumlah, kepadatan dan ketebalan garis akan mempengaruhi efek bayang-bayangan yang dihasilkan.

Dengan meningkatkan jumlah, kepadatan, dan jarak antar garis. Karena bayang-bayang yang diciptakan kian gelap, semacam itu pula sebaliknya.

Kontras bayangan bisa pula dicapai dengan mendekatkan dua ragam hatching yang berbeda dengan mendekatkan dua ragam hatching yang berbeda di sudut garisnya.

Sebagai kesudahannya, macam garis yang ini akan memberikan ilusi warna, yang bilamana digunakan secara tetap akan menghasilkan imaji.

Langkah-Langkah Menggambar dan Mengasir Dengan Pensil

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan penggambaran dan pengarsiran di sebuah objek dengan menggunakan pesil secara realistis dan detail.

Hal yang pertama kita perhatikan dalam memulai menggambar adalah :

  • Cahaya
  • Kebersiahan
  • Tempat
  • Bahan-bahan yang dipakai
  • Alat
  • Pastikan suasana yang tenang.

Pilihlah objek atau konsep yang ingin kita gambar, kita bisa mencari sumber dari berbagai sumber misalkan buku, imajinasi kita sendiri, atau bisa juga dari internet.

Berikut ini ada contoh tahap-tahap menggambar dan mengarsir pada kali ini seorang perempuan dengan beberapa objek yang lainnya.

Pembuatan Sketsa

  • Langkah yang pertama dalam membuat sketsa. Buatlah sketsa dengan gaya kasar tapi jangan terlalu kentara dengan menggunakan pensil
  • jika terjadi kesalahan pada pembuatan sketsa, maka hapuskan dengan menggunakan penghapus yang sedikit tumpul dan jangan terlalu kuat ketika melakukan penghapusan. Karena demi menjaga struktur kertas supaya bisa terlihat rapi.
  • Jangan terlalu menekan pensil pada saat pembuatan sketsa. Karena jika dihapus akan bisa meninggalkan bekas-bekas dan bisa mempengaruhi hasil akhir dari gambar yang kita buat.

Di dalam proses pembuatan sketsa gambar, untuk kecepatan mata sangatlah pengaruh, oleh karena itu sinkronisasikan mata dengan tangan kita, bertujuan supaya bisa mempermudah kita melihat pola dan tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatan sketsa.

Mempertegas Garis Luar “Outline” Di Sketsa Awal

    • Pastikan kita sudah memegang pensil dengan serileks munkin.
    • Dalam memberikan outline, tidak semua garis luar harus dipertegas. Perhatikan dengan bentuk-betul mana yang harus diarsir dengan gelap, tebal, tipis dan sedang.
    • Jika semua sketsa sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah kita sudah bisa memulai mengarsir.

 Memulai Mengarsir

  • Sebaiknya arsiran yang hendak dibuat harus bisa berlawanan dengan tangan kita. Seperti contoh melakukan arsiran dengan menggunakan tangan kanan, atau arsir dari bagian kanan ke kiri, bisa juga dengan melakukan arsir dari atas ke kanan kemudian ke kiri dan sebaliknya.
  • Tujuan ini supaya tangan tidak menutupi arsiran yang sudah kita buat sebelumnya.
  • Perhatikan dengan betul di tingkatan warna objek yang kita arsir dari yang halus, sedang sampai yang tebal.
  • Bagian yang tebal dimaksud adalah bagian rambut yang dimana arsiran bisa mempengaruhi di bagain tertentu. Untuk bagian rambut alangkah baiknya gunakan pensil jenis
  • Setelah bagian rambut terarsir dengan pensil 8B, selanjutnya gunakan cotton bud pada arsiran yang tadi, hal ini bertujuan untuk memperhaluskan arsiran yang sudah kita buat.
  • Gunakanlah cotton bud dan penghapus dengan menggunakan penghapus, permukaan yang tajam bisa terlihat rapi.

 Pahami Dengan Betul Gambar dan Objek Arsir Yang Sedang Digambar

  • Poin ini adalah hal yang terpenting dimana kita harus memahami sebuah gambar yang sedang kita gambar.
  • Seperti gambar yang ada di atas, jam yang pecah, serpihan jam dan pecahan dinding jam yang tercipta efek Hal ini bertujuan supaya gambar bisa terlihat lebih hidup lagi. Caranya sangatlah sederhana dengan mengetahui bagian terang dan gelapnya.
  • Gunakan pensil jenis 5B dan 2B untuk shadingnya. Lalu gunakan cotton bud berguna untuk memperluas hasil yang kita buat. Dan perhatikan juga pada pecahannya dari gambar yang gelap atau terang.
  • Untuk bagian yang terang lebih baiknya tidak perlu mengarsir dengan menggunakan pensil, karena hal ini akan bisa mempersulit ketika menghapus dan gunakanlah cotton but. Jika ingin menghapus gunakanlah penghapus yang permukaan yang tajam.
  • Untuk bagian yang gelap dan kecil, sebaiknya gunakan pensil jenis 8B, yang tidak terlalu runcing dan tidak terlalu tumpul. Bertujuan supaya bisa menghasilkan gambar arsir yang lebih baik.

Gunakan Pensil

  • Gunakan pensil yang permukaannya runcing, supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Gambar setiap detailnya sesuai dengan gambar yang kita ikuti.
  • Jangan terburu-buru dalam melakukan tahap pengerjaan mengarsir.
  • Usahakan bisa terselesaikan terlebih dahulu di bagian objek yang harus kita arsir, hal ini supaya nantinya tidak kebingungan ketika melakukan penggambaran.

Gambar Arsiran 1

Arsir di bagian gambar lain, contoh seperti pada gambar di atas yaitu di bagian tubuh dari cewek yang sebagai objek.

  • Perhatikan pada bagian yang terang dan gelapnya. Selanjutnya tentukan jeda gradasi warna, kemudian arsirlah dengan cara bertahap yang dimulai dari yang terang sampai gelap, hal ini supaya gambar bisa terlihat lebih hidup.
  • Teknik mengarsir setelah selesai diarsir jangan sampai lupa gunakanlah cotton butnya bertujuan untuk memperluas.
  • Gunakanlah penghapus untuk menghapus di bagian yang terang, supaya lebih bisa menghidupkan gambar yang sudah di buat.

Gambar Arsiran 2

Selanjutnya adalah menggambar dan mengasir pada bagian sayap :

  • Dalam menggambar objek sayap buatlah gradasi warna dari pangkal sayap, di bagian sayap yang dekat dengan badan biasanya akan cenderung gelap hingga terang pada ujung sayapnya.
  • Sayap gambar di atas adalah sayap kupu-kupu. Dimana sayap kupu-kupu mempunyai motid yang berbeda dengan sayap pada hewan lainnya.
  • Gunakanlah teknik yang sama dengan teknik di atas dengan memakai cotton bud kemudian rapikan dengan menggunakan penghapus atau rapikanlah dengan menggunakan pensil putih yang berguna untuk memperhalus pada setiap arsirannya.

Gambar Arsiran 3

  • Arsiran bunga mawar. Untuk menggambar bunga mawar yang pertama kali diperhatikan di outlinenya. Karena hal ini struktur bunganya bisa meliuk-liuk akan bisa membuat menjadi bingung dalam melakukan pengarsiran.
  • Arsirlah bunga di bagian dalam dengan lebih gelan dan di bagian luar harus terang.

Tambahkan Arsiran

Tambahkan beberapa arsiran, pada tahapan yang ini kita tidak perlu menggunakan cotton bud, karena bertujuan supaya bisa terlihat realistis.

Arsiran yang dimaksud seperti ruas-ruas adalah seperti pada sayap, di bagian tubuh yang kecil seperti contoh kuku, urat, rambut di bagian luar dan lain-lainnya. Semakin gelap sebuah gambar, maka akan semakin pula terlihat bagus dan terlihat hidup.

Finishing

Pada tahap yang terakhir menambahkan detail gambar dan menghapus pada bagian-bagian yang tercacar pada gambaran arsir.

  • Setelah gambar sudah dibuat, maka selanjutnya tambahkan background, sesuaikan dengan apa yang dibuat.
  • Usahakan membuat background sendiri akan mampun menghidupkan sebuah objek dan gambar.

Belajar Dasar Menggambar Teknik Arsir

Berikut ini ada beberapa tahapan dasar dalam mengarsir secara baik khususnya bagai yang pemula :

  • Teknik yang pertama adalah dimulai dengan cara membuat satu barisan kotak terlebih dahulu.
  • Jumlah kotak bebas dan setiap arsiran kotak harus satu jenis dengan ukuran pensil.
  • Contoh kotak yang pertama diarsir bisa menggunakan pesil 6H, pada kotak yang kedua diarsir menggunakan pesil 2H dan seterusnya.
  • Pada saat mengarsir, jangan sampai lupa melakukan tekanan yang sama.
  • Lihat dan bandingkanlah perbedaan intensitas terang atau gelapnya yang dihasilkan di setiap pensil.

Kemudian arsiran gradasi bisa dihasilkan dengan cara yang lain, misalkan seperti membuat beberapa baris kotak.

  • Gunakanlah jenis pensil seperti 3B, 2H, dan
  • Arsiran pada barisan kotak di bagian atas dengan menggunakan pesil 2H, selanjutnya arsirlah di setiap kotaknya dengan melakukan tekanan pensil yang berbeda.
  • Kemudian arsirlah di baris kotak bagian atas dengan menggunakan pesil yang 3B, jangan lupa arsir juga di setiap kotaknya dengan tingkat tekanan pesil yang berbeda.
  • Yang terakhir arsirlah pada barisan kotak di bagian atas dengan menggunakan pensil 6B, dengan melakukan tekanan yang berbeda.
  • Lihatlah dan bandingkanlah di setiap intensitas gelap atau terangnya yang dihasilkan dari masing-masing pensil tersebut.

Latihan selanjutnya adalah membuat komposisi dengan bentuk dasar, kemudian dari masing-masing bentuk dasar harus bisa memberikan arsir dengan tingkat intensitas yang berbeda. Caranya adalah membuat berbagai kotak ukuran dan bentuk yang sudah mengalami distorsi. Kemudian di komposisi pada setiap kotak.

Manfaat Teknik Arsir

adapun manfaat dari teknik ini sebagai berikut :

  • Bisa memberikan karakter pada objek gambar.
  • Bisa memberikan kesan karak dan kedalam gambar.
  • Bisa memberikan kesan dengan bentuk dan volume di objek atau benda arsir.
  • Bisa mengisi bidang yang kosong.
  • Finishing touch gambar.

Contoh Gambar Teknik Arsir

  • Contoh Gambar Arsiran Bunga

Contoh Gambar Arsiran Bunga

  • Contoh Gambar Arsiran Hewan

Contoh Gambar Arsiran Hewan

  • Contoh Gambar Arsiran Mata

Contoh Gambar Arsiran Mata

  • Contoh Gambar Arsiran Wanita

Contoh Gambar Arsiran Wanita

  • Gambar Arsiran Sepatu

Gambar Arsiran Sepatu

  • Contoh Gambar Arsiran Teko

Contoh Gambar Arsiran Teko

  • Contoh Gambar Arsiran Telunjuk

Contoh Gambar Arsiran Telunjuk

  • Gambar Teknik Arsir Buah

Gambar Teknik Arsir Buah

Arsiran Untuk Aspal

Mengapa perlu belajar mengarsir ?

  • Untuk melatih ketrampilan dalam berkomunikasi
  • Untuk mendukung performa gambar.
  • Gambar dalam arsitektur.
  • Untuk memperjelas gambar.
  • Untuk memperjelas jenis dan perbedaan material objek yang digambar.
  • Untuk memperjelas dan memunculkan bayangan yang berdasarkan posisi objek.

Ketrampilan dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa arsitektur adalah ketrampilannya mengarsir. Kemampuan untuk menarik garis mengisi bidang dengan coretan-coretan yang konsisten sehingga bisa menghasilkan pola yang teratur dan mudah untuk dibaca.

Cahaya yang mengenai suatu benda atau bangunan bisa digambarkan dengan garis-garis arsir. Kesan tiga dimensi ditunjukkan dari kepekatan tarikan garisa atau arsiran dan arahnya.

Jenis arsiran ini bisa memberikan suasana yang berbeda. Jneis arsiran juga bisa mencerminkan wujud aslinya.

Baca Juga : Teknik Pointilis

Contoh Teknik Dusel

Contoh teknik dusel adalah sebuah teknik untuk menggambar yang menentukan gelap atau terangnya pada suatu objek gambar tersebut. Selain itu peralatan yang digunakan adalah pensil jenis 2B dan 5B, untuk teknik menggambar dengan cara digoreskan dalam posisi miring.

Selain itu pada teknik menggambar ini menggunakan bantuan kapas atau alat khusus berupa gulungan kertas yang bentuknya sama dengan pensil, bahkan bisa menggunakan jari tangan. Pada teknik garis atau stroke biasanya akan dihilangkan atau diperluaskan dengan cara di gosokkan yang dikenal dengan dusel.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua, apabila ada kesalah kata mohon untuk dimaafkan.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply