Tujuan Menikah Dalam Islam

Tujuan Menikah Dalam Islam – Pernikahan dalam Islam merupakan ibadah yang kedudukannya sangatlah penting dan sakral di dalam Agama Islam. Sehingga disebut sebagai Mitsaqan Ghalizha di dalam Al- Qur’an, berarti perjanjian yang amatlah kuat dan kukuh.

Sehingga tidak baik bial disepelekannya, sampai menganggap enteng penceraian untuk menikah lagi. Tujuan menikah di dalam agama Islam mempunyai arti begitu mendalam bagi Allah SWT dan Nabinya.

Selain menciptakan generasi yang sholeh atau sholehah. Allah SWT menyampaikan berbagai berkah di balik pernikahan. Meski aktivitas bersama pasangan yang halal dianggap sederhana, tetapi bernilai pahala dan sedekah.

Sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan dua hati dan menyangkut suatu kesatuan yang luhur dalam rumah tangga saja. Melainkan ada tujuan menikah di dalam agama Islam yang seharusnya dipahami oleh orang muslim.

Sebuah kebahagian akan diperoleh oleh kedua insan, baik itu ada di dunia maupun ada di akhirat nanti. Ikatan suci dari pernikahan menjamin keharmonisan, ketentraman dan kebahagiaan, selama memegang teguh agam Islam secara bersama.

Apalagi di tambah dengan mengikuti suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW bersama istrinya. Berikut ini ada beberapa tujuan di dalam Islam menurut Al-Qur’an dan Al-Hadist, beserta keutamaan yang sesuai sabda dari Nabi Muhammad SAW.

Menikah antara keinginan dan tujuan

Pengertian Pernikahan Dalam Islam

Pengertian Pernikahan Dalam Islam

Menikah adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Penyatuan dua insan pria dan wanita diharapkan menjadi wadah dan sarana mendapatkan ridho dan pahala.

Itulah sebabnya pernikahan di dalam Islam menjadi suatu hal yang sakral, untuk itu sebisa mungkin dijaga sampai maut memisahkannya.

Pernikahan berasal dari Bahasa Arab yaitu dari kata “An-Nikah” yang mempunyai beberapa makna. Sedangkan menurut Bahasa, kata nikah berarti bersatu, berkumpul dan berhubungan.

Definisi pernikahan dalam islam lebih diperjelas lagi oleh beberapa ahli ulama yang biasanya dikenal dengan empat mahzab fikih. Berikut ini empat mahzab Fikih diantaranya adalah :

  • Imam Malik

Menurut Imam Malik, pernikahan merupakan sebuah akad yang menjadikan hubungan seksual seorang perempuan yang bukan mahramnya, budak, majusi menjadi halal dengan shighat.

  • Imam Hanafih

Menurut Imam Hanafi, pernikahan adalah seseorang memperoleh hak untuk melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan.

Perempuan yang dimaksud adalah seseorang yang hukumnya tidak ada halangan sesuai syar’i untuk di nikahinya.

  • Imam Hambali

Menurut Imam Hambali, pernikahan adalah proses terjadinya akad perkawinan. Yang nantinya akan memperoleh suatu pengakuan di dalam lafadz nikah atau kaya lain yang mempunyai sinonim.

  • Imam Syafi’i

Pernikahan adalah akad yang membolehkan hubungan seksual dengan lafadz nikah, tazwij atau lafadz yang lain dengan makna yang serupa.

Pada dasarnya, semua pengertian pernikahan yang disampaikan ke empat imam mengandung arti yang hampir sama. Mengubah hubungan antara pria dan wanita yang sebelumnya tidak halal menjadi halal dengan shighat atau akad.

Baca Juga : Contoh Souvenir Pernikahan

Tujuan Menikah Dalam Islam Utama

Tujuan Menikah Dalam Islam Utama

Berikut ini ada beberapa tujuan di dalam Islam menurut Al-Qur’an dan Al-Hadist, beserta keutamaan yang sesuai sabda dari Nabi Muhammad SAW.

  • Melaksanakan Sunnah Rasul

Tujuan utama pernikahan di dalam Islam adalah menjauhkan diri perbuatan maksiat. Sebagai seorang muslim, Kita yang memiliki panutan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Alangkah baiknya bisa meniru yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya adalah menjalankan pernikahan dengan niatan yang baik. Menikah merupakan sunnahku, barang siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, buka bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat “HR. Ibnu Majah No, 1846, yang di shahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihab No 2383”.

  • Menyempurnakan Agama

Terasa lebih indah bila menjalankan kebahagiaan di dunia dan di akhirat bersama rekan yang tepat di dalam membentuk rumah tangga. Tujuan dari pernikahan di dalam agama Islam selanjutnya adalah untuk menyempurnakan separuh dari agama. Separuhnya yang lain melalui berbagai macam ibadah.

“Barang siapa menikah, maka ia sudah menyempurnakan separuh ibadahnya “agamanya”. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT di dalam memelihara yang sebagai sisanya “HR. Thabrani dan Hakim”.

  •  Tujuan Menikah Untuk Ibadah

Pernikahan merupakan hal yang mulia di dalam Agama Islam. Ikatan suci yang bermanfaat dalam menjaga sebuah kehormatan diri, dan terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh agama.

Apabila sudah menikah, diketahui dengan baik untuk menundukkan pandangan dan membentengi diri dari perbuatan keji serta merendahkan martabat salah satunya adalah perbuatan zina.

Wahai para pemuda, jika kalian sudah mampu, maka segera menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan pandangan dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng untuknya “HR. Bukhari No. 4779”.

  • Mendapatkan Keturunan

Demi melestarikan keturunan putra-putri dari Nabi Adam AS. Tujuan pernikahan di dalam agama islam termasuk mendapatkan keturunan. Salah satu jalan investasi di akhirat, selain beribadah, termasuk juga keturunan yang sholeh dan sholehah.

Allah SWT menjadikan kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucumu, dan memberikan rezeki yang baik. Maka mengapa mereka berima kepada yang bathil dan dan mengingkari nikmat dari Allah SWT ? “ Q.S An-Nahl Ayat 72”.

  •  Mengikuti Perintah Allah SWT

Tujuan pernikahan di dalam agama Islam berikutnya adalah mengikuti perintah dari Allah SWT. Menikah menjadi jalan ibadah yang paling banyak dinanti dan diidamkan oleh sebagian masyarakat, tidak perlu takut dan ragu untuk perihal ekonomi.

Yakinlah bahwa usaha dan dibarengi dengan doa, tawakal bersama pasangan, tentunya akan saling menguatkan untuk mencapai kekayaan di dunia dan di akhirat.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri diantara kamu dan orang-orang yang lanyak “berkawin” dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang dari perempuan

Jika mereka miskin Allah SWT akan memampukan mereka dengan kurnianya dan Allah SWT Maha Luas “pemberian-Nya” lagi Maha Mengetahui” Q.S An-Nur Ayat 32.

  •  Membangun Generasi Beriman

Untuk membangung generasi yang beriman, bertanggung jawa kepada anaknya, mengasuh, mendidik, dan merawat sampai cukup usia. Jalan ibadah dan sekaligus sedekah yang menjadi bekal nanti di akhirat kelak.

Dan orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka di dalam keimanan. Kami hubungkan anak cucu mereke dengan mereka. Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amalan mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakan” Q,S At-Thur Ayat 21.

  •  Menyenangkan Hati Dalam Beribadah

Membentuk pasangan suami-istri yang bertawakal pada Allah SWT. Pernikahan bisa memicu rasa kasih dan menciptakan insan yang tawakkal. Bersama-sama memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan bermanfaat untuk orang lain.

Ya Tuhan Kami, anugerahkan kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati “kami”. Dan jadikanlah kami imam yang bagi orang-orang yang bertawakal” Q.S AL-Furqon Ayat 74.

  •  Memperloleh Sebuah Ketenangan

Sebuah pernikahan dianjurkan dengan tujuan dan niatan yang memberikan sebuah manfaat. Perasaan yang tentram dan tenang atau sakinah, akan bisa hadir seusai menikah.

Bukan sekedar untuk melampiaskan syahwat ataupun perasaan biologis saja. Karena hal ini bisa mengurangi ketenangan jiwa tersebut.

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia citapkan untuk istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan bisa merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang” Q.s Ar-Rum [30] : 21.

Baca Juga : Ucapan Pernikahan islami

Keutamaan Menikah Sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW

Keutamaan Menikah Sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW

  • Memberikan Nafkah Yang Bernilai Sedekah

Hal yang lumrah adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga melalui nafkah. Namun di balik itu, ada berkah yang tersendiri. Allah SWT berbaik hati kepada makhluknya menilai nafkah sebagai bentuk ibadah dan sedekah.

“ Jika seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dan berharap dari itu, maka nafkah tersebut bernilai sedekah “ HR. Bukhari No. 5351.

  •  Bermain-Main Dengan Pasangan Sah Adalah Pahala

Keuntungan menikah di dalam Agama Islam yang membuat manusia bahagia adalah mendapatkan pahala, meskipun hanya bermain-main dengan pasangannya.

Apabila tidak ada ikatan suci yang halal, menyentuh dengan lawan jenis saja mengakibatkan dosa. Sedangkan bersama istri atau suami, saling menyentuh sudah bisa mendapatkan sebuah pahala yang besar.

“ Main-main yang bermanfaat itu ada tiga diantaranya adalah engkau menembak panahmu, engkau menjinakkan kudamu dan engkau bermain-main dengan istrimu “HR. Ishaq Bin Ibrahim Al Qurrab di dalam Fadhail Ar Ramyi No. 13 dari Sahabat Abud Darda, yang dishahihkan Al Albani di dalam Shahih Al Jami 5498”

  •  Mencetak Generasi Yang Menjaga Agama Islam

Keutamaan menikah di dalam Agama Islam berikutnya adalah mencetak generasi yang menjaga agam. Kita harus selalu berusaha mendidik agama pada anak, bila tidak sanggup maka wajib membayar kepada orang lain yang dipercayai bisa. Menciptkan generasi yang baik bisa membawa berkah di dunia maupun di akhirat nanti.

Nikailah wanita yang penyayang dan subur. Karena aku berbangga dengan banyaknya umatku. HR. An Nasa’l, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani di dalam Misykatul Mashabih.

  •  Bercumbu Dengan Istri Bernilai Ibadah

Keuntungan menikah sesuai Sabda Nabi melalui sebuah hadist, selanjutnya adalah bercumbu dan berhubungan intim.

Setiap manusia mempunyai hasrat libido. Agama Islam yang sebagai petunjuk kehidupan dan membimbing umat untuk tetap melampiaskan syahwat melalui cara yang sehat dan baik adalah dengan cara menikah yang sah.

“ Hubungan intim antara kalian merupakan sedekah. Para sahabat lantas ada yang bertanya, Wahai Rasulullah SAW, bagaimana mungkin kamu mendatangi istri Kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala ? Beliau menjawah pertanyaannya, Bukanlah jika kalian bersetubuh pada wanita yang bukan muhrim, maka kalian akan mendapatkan dosa ? Maka demikian pula jika kalian bersetubuh dengan wanita yang halal, maka kalian akan mendapatkan pahala yang besar. HR. Muslim No. 1006.

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Hukum Pernikahan Dalam Islam

Karena Tujuan Menikah Dalam Islam adalah kegiatan yang sakral dan bernilai ibadah, pernikahan mempunyai hukum-hukum yang haru di taati. Hukum pernikahan ini dilaksanakan berdasarkan kondisi pada calon pasangan pengantin. Berikut ini adalah hukum pernikahan dalam Islam :

  • Wajib

Hukum pernikahan dalam islam menjadi wajib jika terjadi kondisi yang seperti ini. Ketika pihak laki-laki dan pihak perempuan sudah memasuki usia wajib nikah, tidak ada halangan apapun, mempunyai kemauan untuk berumah tangga dan khawatir terjadi ada perzinahan. Kondisi seperti ini menjadi wajib untuk melangsungkan pernikahan.

  • Sunnah

Menurut pendapat para ulama, sunnah merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai kemampuan dan kemampuan untuk menikah, tetapi belum juga melaksanakannya.

Orang ini masih dalam kondisi terhindar atau terlindungi dari perbuatan zina, meskipun belum menikah tidak khawatir terjadi perzinahan.

  • Haram

Dihukumi haram ketika pernikahan dilakukan ketika seseorang tidak mempunyai keinginan dan kemampuan untuk menikah namuk dipaksa.

Nantinya di dalam menjalani kehidupan rumah tangga, dikhawatirkan istri dan anaknya bisa ditelantarkan.

  • Makruh

Hukum pernikahan bisa makruh apabila seseorang mempunyai kemampuan untuk menahan diri dari perbuatan zina. Akan tetapi, dia belum berkeinginan untuk menikah dan memenuhi kewajiban sebagai suami.

  • Mubah

Hukum pernikahan bisa mubah jika pernikahan dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan dan keinginan, akan tetapi jika tidak bisa menahan diri dari perbuatan zina. Jika pernikahan dilakukan, orang ini juga tidak akan menelantarkan istrinya.

Tujuan Menikah Muda

  • Menggapai puncak kebahagiaan
  • Meningkatkan hubungan keromantisan
  • Mencapai kesuksesan pada saat masih mudah
  • Menjaga diri dan menundukkan pandangan
  • Banyak waktu untuk mengurus anak
  • Lebih bisa menikmati pernikahannya
  • Lebih bisa mengontrol emosi
  • Menikmati masa tua dengan anak
  • Stamina dan vitalitas yang masih prima
  • Mejauhkan dirinya dari perzinahan

Baca Juga : Contoh Susunan Acara Pernikahan

Tujuan Utama Menikah dan Berkeluarga

  • Menguatkan ibadah
  • Melaksanakan tuntunan para Rasul
  • Mendapatkan ketenangan jiwa
  • Menjaga kebersihan dan kebaikan dirinya
  • Mendapatkan sebuah keturunan
  • Menyalurkan fitrah
  • Investasi akhirat
  • Membentuk sebuah peradaban.

Hikmah Pernikahan Dalam Islam

  • untuk wadah birahi menusia yang halal.
  • Membangun rumah tangga yang isalmi
  • Meneguhkan moralitas yang luhur
  • Memotivasi semangat dalam urusan beribadah
  • Melahirkan generasi atau keturunan yang baik.

Manfaat Menikah Dalam Islam

  • Memiliki keturunan
  • Menjaga kesucian
  • Menjauhkan dari zina
  • Melengkapi ibadah
  • Membentengi akhlak
  • Memenuhi tuntunan manusia yang asasi
  • Meningkatkan ibada kepada Allah SWT
  • Menegakkan rumah tangga islami
  • Menciptakan ikatan suci
  • Menjalani silaturahim antar keluarga besar
  • Menjalin kerjasama antara suami dan istri
  • Menjalani sunnah rosul
  • Menyempurnakan separuh agama
  • Terhindar dari fitnah
  • Membuka pintu rezeki
  • Memperbanyak ummat Nabi Muhammad SAW
  • Memiliki keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah.

Mudah-mudahan artikel Tujuan Menikah Dalam Islam ini bisa bermanfaat bagi kita semua, apabila ada kesalahan kata atau kesalahan arti mohon untuk dimaafkan.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply